
๐ผ๐ผ๐ผ
"Iyah Riz, Nissa itu anak nya om Tio calon istri kamu,Dan untuk Nissa,Fariz emang anak om dan tante" Ucap Fano memperjelaskan
Mereka berdua pun bertambah kaget dan memandang satu sama lain
"Apa jadi gw akan di jodohin sama si Nissa gambreng ini,hiss enggak ada bagus-bagusnya dan selama semalam gw memikirkan bagai mana rupa calon istri gw sampai gw datang kesini taunya yang mau jadi istri gw si Nissa gambreng ini yang tingkahnya selalu konyol dan kelakuannya deh tidak memperlihatkan seperti cewek semestinya,sampai membuat gw tidak ingin untuk berdekatan dengannya,Bagaimana nanti jika kita udah ber rumahtangga bisa-bisa Fariz tersiksa lagi" Gumam Fariz seraya berpikir dan menatap sinis Nissa
Nissa pun yang di tatap sinis oleh Fariz menjadi kaget
*jadi dia ya tuhan orang yang akan menjadi suami Nissa nanti,Kenapa harus dia ya tuhan lihat saja pandangan nya terhadap Nissa sangat sinis seperti gimana gitu,Kenapa di saat Nissa ingin pergi jauh dari nya ingin melupakan nya tapi engaku mempersatukan Nissa dengan nya dalam tali perjodohan* Gumam Nissa tidak menyangka orang yang ingin dia Hindari dan ingin bersikap acuh kepadanya malah di persatukan dalam ikatan perjodohan.
"Hii sayang emmm apa kabar gimana kabar kamu,kamu sudah besar makin sangat cantik sayang dan gimana kabar kamu" Sapaa Chintia ke Nissa sambil memeluk tubuh Mungil tia dan cipika cipiki
Nissa pun membalas pelukannya
"Oh terimakasih tante atas pujiannya tante juga cantik kok, dan alhamdulillah Nissa baik kok tan" jawab Nissa seraya tersenyum sambil menyalami punggung Chintia kemudian menyalami punggung Fano
"* yaudah sekarang kita udah lengkap Nih Sama calon nya,nah sekarang ayo mari kita makan malam dulu*" Ajak Tia kepada mereka untuk makan malam
๐๐๐
Setelah tibanya mereka di meja makan,mereka pun duduk di kusi masing-masing dan para istri pun mengambilakn makanan buat sang suaminya.
Berbeda dengan Nissa dan Fariz mereka berdua masih bengong dengan pemikiran mereka masing - masing
"hey Nissa Fariz ayo makan jangan ngelamun aja nanti soal ini kita bahas tapi kita harus makan dulu,dan kamu Nissa ambilin makanan cuntuk calon suamimu dan kemudian setelah itu ambil punya kamu" Tia pun memberi tau kepada Nissa
"nggk usah tan biar sama Fariz aja,Fariz bisa kok" Tolak Fariz seraya berdiri untuk mengamnil Nasi
"Udah Sini Riz biar sama gw aja" Piring di tangan Fariz pun di rebut oleh Nissa karna Nissa tidak tega kalu tidak menuruti permintaan sang mamah.Nissa pun mulai mengambilakan makanan untuk Fariz dan setelah itu mengambilkan makanan untuknya.
Makan malam pun selesai mereka yang masih dengan posisi duduk di meja makan saling pandang,Fano pun memecahkan kesunyian dan kencanggungan yang berada di situasi saat ini
"hmm Yo gimana apakah Nissa mau menerima perjodohannya" Tanya Fano ke Tio
"iyah dia sia." perkataan Tio dipotong oleh Fariz
"Nggak yah Fano nggak mau di jodohin sama Nissa" uapnya sambil bangkit dari duduknya
**Kenapa?kenapa kamu nggak mau di jodohin sama aku Fan kenapa sebegitu buruk nya aku di matamu* Gumam Nissa dan bertanya-tanya dalam pikirannya
"Duduk Fariz,jangan buat ayah malu atas tidak kesopanan kamu ini*" tegas Fano
"*ok maaf *" Ucapnya seraya duduk kembali
"ya udah pah,mah,om dan taneu kalo Fariz menolak perjodohan ini juga, Toh Nissa juga akan menolak perjodohan ini" Ucap Nissa.
Ucapan Nissa membuat semuanya terkejut terkecuali Fariz. seperti nya Fariz senang dengan ucapan Nissa.
*Eh kenapa Nissa ngomong gitu,setau gw tebakan Dony kalau si Nissa ini suka diam-diam sama gw,ah sabodo amat lah yang penting gw suka sama ucapan dia* Guamam Fariz mengangkat bibirnya dan tersenyum.
"Eh nggk kok Nak Nissa, Fariz setuju kok sama perjodohan ini iyah kan Riz tadi kamu cuman ngomong candaan saja?" Ucap Fano ke Nissa dan bertanya ke Fariz
Fariz dan Nissa pun hanya diam.
"Fariz apa kamu lupa sama ucapan ayah waktu semalam?" Tanya nya lagi Ke Fariz
"Iyah yah,Tapi Fariz ingin ngomong berdua dulu sama Nissa nggak papa kan Yah,bun,om tan" Kata Fariz meminta izin dan mereka pun mengangguk tanda nya setuju
Fariz pun berjalan duluan ke kamar Nissa dan di ikuti oleh Nissa di belakang
Ceklek....
seketika Fariz membulatkan matanya ketika melihat isi dalam kamar Nissa
๐๐๐
*What? apa-apaan ini kenapa banyak Foto dan poster laki-laki semua gila Nih anak ternyata suka diem-diem menyimpan Foto laki-laki lain dan kenapa tidak ada Foto aku sama sekali bukankah tebak Dony kalau Nissa itu suka sama gw ah apa tebakannya salah sialan lo Don* Fariz bergulat dengan pemikirannya
"Kenapa lo Riz? jangan berpikir yang nggk enggk itu semua foto dan poster idol gw" Ucap Nissa seperti mengetahui isi pikiran Fariz
"Apaan sih lo tiba-tiba ngomong gitu gw gk peduli lo mau majang foto laki-laki manapun gw gk peduli tuh,dan oh pasti lo lebih menghabiskan waktu lo untuk melihat mereka bernyanyi ketibang belajar dan pasti lo nggak pernah sholat 5 waktu yah.huss sudah gw tebak" Ucapan Fariz ke Nissa sambil tersenyum ngejek
"apaan sih lo?suka- suka gw lah toh apa urusannya sama lo ini hidup gw dan jangan pernah lo menjelekan idol gw,gw gak suka" Ucap Nissa geram atas ucapan Fariz
"* Ya ya emang enggk ada urusannya sama gw"
"Ya udah lo mau ngomong apa*?" Tanya Nissa
"* jadi gini gw mau tanya sama lo,apa lo menerima perjodohan ini*?" Tanya Fariz serius
"* Sebelumnya gw udah Nolak tapi gw nggak tega karna nyokap bokap gw memaksa gw untuk menerima,ya gw gk bisa ngelak lagi selain menerima perjodohan ini dan gw nggak mau menjadi anak pemabangkang atas keputusan orang tua gw*" Jawab Nissa sambil menundukan kepalanya.
ya Nissa sekarang posisinya duduk di tepi ranjangnya tapi Fariz berdiri di depan jendela sambil melihat bunga-bunga bermekaran
"Oh jadi lo menerima ini bukan sepenuhnya kemauan lo, yah gw juga sangat tidak ingin menerima perjodohan ini tapi bagaimana lagi ayah gw mengancam gw jadi terpaksa gw terima perjodohan ini" Ucap Fariz seraya masih dengan posisi berdiri dan melihat keluar jendela kamar Nissa
"Dan mari kita bikin perjanjian" Ucap Fariz seraya membalikan tubuhnya menghadap Nissa dan begitupun Nissa yang mendengar kata Perjanjian langsung mengangkat kepalanya.
"perjanjian apa?" Tanya Nissa bingung
"* Yah Perjanjian selam kita sudah sudah menikah nanti" kata Fariz ke Nissa
*Apa apa harus ada perjanjian segala,apa sebegitu tidak inginkah lo Riz menerina gw sebagai orang yang ingin di jodohkan sama lo** Gumam Nissa seraya tidak memperlihatkan kesedihannya itu
"Yah aku setuju,ya udah apa aja perjanjiannya. lo aja yang tentuin" Ucap Nissa pasrah
" yang pertama gw gk mau kalau Status kita bedua ketahuan sama yang lain termasuk teman kita.
yang ke dua kita tidur secara terpisah karna gw gk mau tidur bareng lo dan gw gk mau melakukan itu kepada orang yang nggk sama sekali gw suka.
yang ke Tiga ketika kita di belakang keluarga kita masing masing bersikaplah seperti biasanya seperti seorang teman.
yang ke empat jangan pernah lo campuri urusan gw dan begitupun seblik nya gw gak akan mencampuri urusan lo, lo mau pergi sama siapapun gw gak peduli asal jang ketahuan sama keluarga kita
Dan untuk yang kelima gw bakalan menafkahi materi lo dan maaf untuk soal nafkah batin gw gak bisa kasih ke lo." Fariz menyebutkan perjanjiannya yah Persyaratan itu membuat hati Nissa sakit tapi dia menguat kan dirinya supaya tidak terlihat sedang menahan tangis sakit hatinya
"* Yah aku setuju tapi aku minta satu permintaan*" kata Nissa
"* Yah permintaan apa?"
" Tolong ijin kan aku untuk mempersiapkan semua keperluanmu dan yang sepatutnya seorang istri lakukan ke pada suaminya*" Ucapan Nissa dan di angguki oleh Faruz seraya setuju dengan kemauannya itu.
kemudian mereka pun keluar kamar Fahri yang berjalan keluar duluan dan di ikuti Nissa di belakang untuk menuju Ruang tamu karena semua orang yang tadi ada di meja makan sekarang berpindah tempat ke ruang tamu.
**๐๐๐
Assalamualaikum
Hii ka Makasih atas dukungannya dan terus ikuti ceritanya yah janga lupa Vote.Like and Komenya๐โบ๏ธ
Maaf jika masih ada kesalahan๐๐ป๐
Terimakasih๐ค๐ค๐**