
Bel masuk pun telah berbunyi nyaring. Jam pertama pun segera di mulai.
Pelajaran pertama berjalan dengan sempurna. Tapi di setiap pelajaran di mulai. Mata Nissa tidak henti-hentinya melirik laki-laki tampan yang sedang asik mendengarkan guru yang sedang berbicara di depan.
yah dia adalah Fariz Aditia. Berusia 19 tahun. Seorang anak yang terlahir dari keluarga terpandang, dia anak dari Fano Aditia dan Chintia Aditia.
Fano memiliki perusahaan Terbesar di Amerika yang bernama Aditia Grup, dan sudah memiliki banyak cabang dari negara lain. Salah satunya Indonesia. Bisa di bilang keluarga Aditia masuk ke jajaran golongan orang terkaya di Asia.
Fariz Aditia. Memiliki campuran darah yang satu darah Amerika. Yang berasal dari Ayah nya, dan darah Indonesia dari Bundanya.
*Kenapa mata gua tidak bisa berpaling untuk tidak melihat dia sih. Dan ini nih detak jantung gua, ikut-ikutan semakin berdetak kencang walaupun hanya melihatnya saja. Apa mungkin gua udah terlalu dalam mencintainya dalam diam yah?, ah sial* Gumam Nissa dalam hatinya.
Dari arah lain. Ada seorang laki-laki yang tidak nyaman untuk belajar. Karena merasa ada yang menatapnya terus dari arah lain.
* Kenapa tuh Si Nissa? liatin gua terus dari tadi. Membuat gua tidak nyaman saja * gumam Fariz heran akan sikap Nissa yang memandanginya terus.
2 Jam berlalu. Selesailah sudah pelajaran pertama. Dan akan di lanjutkan dengan pelajaran ke Dua.
Nah ini-nih. Di pelajaran ini Nissa paling malas untuk mengikuti pembelajaran. Karena dia sering ngantuk oleh penjelasan sang guru yang sedang membahas pelajarannya.
(๐Aneh bukan? tapi itulah yang sering di rasakan oleh seorang Nissa)
๐๐๐
Di sela-sela pelajaran.
Dan benar saja. Nissa tertidur dengan posisi tangan yang di taruh di atas meja untuk menopang kepalanya.
"Nissa... Nissa...bangun. Duh nih anak. kebiasaan yah setiap pelajaran pak nano selalu molor terus" ucap Ayu. kemudian dia sesegera mungkin membangun kan Nissa kembali.
"Hm... Ada apa sih lo Yu? ganggu teman sendiri lagi tidur enak aja" tanya Nissa kesal. Seraya membuka matanya.
"Bangun lo, bentar lagi bel istirahat. Apa lo enggak lapar hah?" Tanya Ayu.
"Ya lapar lah. Nih perut udah keroncongan minta di isi makanan" jawab Nissa dengan tangannya yang mengusap perutnya sendiri.
" Iya tapi kita rencana makan di mana nih?" Tanya Ayu.
"Kita makan di lestoran itu aja tuh. Yang di depan sekolah itu. Yang di sebrang jalan itu gimana? gua bosan soalnya makan di kantin mulu nih" usul Nissa.
" Iyah bener tuh Niss. Kali-kali kita makan enak yah." Tambah Fitri.
" Ya iya lah. Kali-kali nih perut di kasih makanan yang berbeda hihi" Ucap Nissa dengan cengengesan.
"Ya udah gua setuju ama usulan lo Niss" Ucap ayu.
๐๐๐
Bel istirahat pun tiba. Waktunya untuk istirahat. Begitupun dengan Nissa, Ayu, dan Fitri. Mereka pun akan pergi ke tempat mereka makan. Tempat yang di usulkan oleh Nissa tadi.
"Nissa ayo" ajak Ayu dan Fitri seraya bangun dari tempat duduknya.
"oh ok. kalian tunggu aja di gerbang sekolah nanti gua nyusul. gua mau ke toilet dulu" Ucap Nissa.
"Umm... jangan lama-lama lo. Soal nya cacing di perut gua udah demo minta di isi makanan nih" ucap ayu.
"Iya siap" balas Nissa sambil mengangkat tangannya seperti hormat.
Ketika ke dua temannya sudah keluar kelas, Nissa pun beranjak dari tempat duduknya.
Yah dia tadi bilang ke Ayu & Fitri mau ke toilet.
tapi nyatanya dia berbohong.
Nissa pun berjalan ke arah tempat duduk seorang laki-laki yang sedang membereskan alat belajarnya. Nissa pun menghentikan langkah kaki nya sejenak dan berpikir.
*Apa harus gua nyamperin dia yah? ah bodo amat lah. yang penting gua nyamperin dia dulu. tau aja kan ada yang mau dia titipin makanan ke gua. Ya Tuhan nanti normal kan jantung Nissa yah. Supaya Nissa tidak keliatan gugup untuk berhadapan dan mengobrol dengan nya* gumam Nissa seraya melajukan langkah kakinya.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ
**Assalamualaikum**
Hii kakak. jangan lupa Vote,Like and komennya. dan sarannya juga yah๐ค๐
semoga kaka semuanya suka sama cerita Novel pertama akuโบ๏ธIkuti terus ceritanya yah kak๐
**Terimakasih๐ค๐ค๐โบ๏ธ**