
Assalamualaikum☺️
Jangan lupa vote, Like and Komennya yah kaka dan jangan lupa juga sarannya😉☺️
Terimakasih🤗🤗😘
Happy reading
🍃🍃🍃
Setibanya Nissa di bangku yang ia tuju.
"Hii Riz" Sapa Nissa, seraya menahan kegugupannya. Yah orang yang berada di bangku itu adalah seorang Fariz Aditia.
"Hii juga " Fariz pun membalas sapaan dari Nissa.
"Ada apa lo kemari Niss?" Tanya Fariz dengan aura yang dingin.
"Ini Riz. Gua mau ke lestoran yang di sebrang jalan itu. Umm... Apa lo mau nitip makanan?" Tawar Nissa ke Fariz.
"Oh Nggak deh Niss makasih. Soal nya gua mau ke kantin aja bareng Dony ama Rizal"
"Oh ya udah gak masalah. Kalau gitu gua pamit dulu yah, soal nya gua udah di tunggu sama Ayu Dan Fitri" Pamit Nissa ke Fariz.
Seketika Fariz pun berdiri dari tempat duduk nya.
"Eh Nissa tunggu-tunggu. Gua ikut. Gua enggak jadi deh makan di kantinnya. Pliis gua ikut yah" ucap Fariz sambil memohon ke Nissa untuk Ikut.
"Katanya tadi lo mau makan di kantin sama si Dony dan Rizal?" Ucap Nissa heran.
" Haha nggak jadi deh Niss, gua mau makan bareng kalian aja. Boleh ya?" ucap Fariz ke Nissa. seraya tersenyum ke pada Nissa.
**Ya Allah. Riz baru pertama kali ini lo tersenyum kepada gua. Mimpi apa gua semalam?. Sampe lo bisa tersenyum ke gua hari ini gumam Nissa dalam hati. bengong sambil tersenyum-senyum.
"Niss hei. Kok lo bengong sih. Gimana gua sama teman gw boleh ikut gabung enggak?" Tanya Fariz.
"Ehh umm bo...boleh ko Riz. Kalian gabung aja" jawab Nissa seraya tersenyum ke Fariz.
"Ya udah lo duluan aja. Temuin dulu si Ayu sama Fitri, nanti gw nyusul bareng Dony ama Rizal"
" Iya gua tunggu kalian di gerbang sekolah yah"
Dan Fariz pun berjalan mengajak Dony dan Rizal
Setibanya Nissa di gerbang sekolah.
"Hii guys maaf yah kalian nunggu gua lama" sapa Nissa ke Ayu dan Fitri.
"Lo mipis sin apa sih? lama banget. Gua sama Fitri udah nunggu lo ampe keringetan karena panas nih" Ucap Ayu sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ya gw mipis sin air kencing lah. Massa gua mipis sin batu aneh aneh aja lo Yu" ucap Nissa dengan sedikit nyolot.
Tiba-Tiba terdengar suara yang menyapa mereka bertiga.
"Hii para leadis" yah itu adalah Fariz, Dony, dan Rizal. Dan ke tiga gadis itu pun seketika menengok ke belakang.
"Eh kok mereka. Ngapain mereka ke sini? perasaan kita nggak ngajak mereka deh" ucap Ayu heran.
"Eh maaf. Tadi gua gak sengaja pas mau ke sini ketemu mereka bertiga. Ya gua ajak aja mereka gabung untuk makan bareng. Supaya lebih rame" kata Nissa berbohong.
"Oohh.." ucap Ayu dan Fitri secara bersamaan.
"Hii Fit" Sapa Fariz ke Fitri dengan senyumannya.
"Eh Hii juga Riz" Balas Fitri seraya membalas senyuman Fariz.
"Maaf yah kalian pasti nunggu kita lama" ucap Dony.
"Nggak ko. Ya udah ayo kita berangkat takut waktu istirahatnya udah habis" Ajak Ayu.
Mereka pun berjalan beriringan. Yah mereka berjalan kaki, untuk menuju lestoran yang mereka tuju. Selama berjalan tangan Fariz menggandeng tangan Fitri terus.
"Eh Riz lepasin. Aku bisa kok berjalan sendiri tanpa kamu pegangin" ucap Fitri seraya berusaha melepaskan genggaman Fariz kepadanya.
"Nggak papa Fit. Takut kejadian yang waktu itu terulang lagi. Jadi ayo kita nyebrang bersama" ucap Fariz ke Fitri.
"Apaan sih kamu Riz? Aneh-aneh saja" Ucap Fitri.
Yah Fariz menyukai Fitri sejak pertama mereka bertemu. Ke tambah lagi oleh kejadian yang waktu itu pernah terjadi. Jadi Fariz semakin mencintai gadis yang sekarang berada di sampingnya. Tapi Fariz belum berani untuk Mengungkapkan isi hatinya ke pada Fitri.