
Lanjutt.......☺️
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dan sekarang mumpung ada waktu untuk bisa menanyakannya Fariz pun langsung memanfaatkan waktu tersebut.
Nissa berusaha melepaskan genggaman tangan Fariz dari tangan nya, akhirnya tangan itu terlepas juga.
Nissa mulai mengambil nafas berusaha untuk tidak mengeluarkan sebutir pun air mata yang keluar dari mata coklatnya yang indah.
"Bukankah itu lebih baik bagi lu Riz dan bagi pernikahan sandiwara kita ini...Dan apa masalahnya jika gw acuh sama lo toh nggak masalah kan malah itu lebih baik...dan dari awal kita memulai peran sebagai pasangan hanya sandiwara tapi kewajiban gw sebagai istri tidak sama sekali gw lewatkan...oh iya dulu lo berkata ke gw kalau gw jangan menyentuh lu kalau bukan lu yang meminta tapi untuk tadi berarti bukan salah gw yah melainkan lo yang menyentuh gw...dan jangan sampai lu memegang tangan gw lagi takutnya nanti teman-teman tau hubungan kita bisa-bisa hubungan romantis lu dengan Fitri Praaayy hancur gara gara hubungan kita ini" Ucap Santai Nissa walaupun Nissa mengucapkannya serasa begitu sulit untuk di ucap dan begitu sakit untuk di rasa.
Ucapan Nissa membuat Fariz membatu. Fariz tidak bisa berkata apa apa lagi.
Dia rasa perkataan Nissa memang benar kenyataannya jadi untuk apa Fariz menanyakan hal yang tidak seharusnya di tanyakan.
Nissa pun melangkahkan kakinya berjalan keluar kelas untuk menuju kantin karena dia akan menyusul teman-temannya yang sudah terlebih dulu sampai di kantin.
Sambil melangkahkan kaki tidak terasa air mata yang sedari tadi di usahakan untuk tidak keluar tapi sekarang tahanan itu roboh Nissa mulai mengeluarkan air matanya.
*Ya yang lo katakan tadi memang benar Niss seberapa usaha yang lo lakukan Dan seberapa usaha untuk membuatnya jatuh cinta ke lo semuanya hanya dengan satu kata ya itu "tidak mungkin" karena dari awal status ini hanya sandiwara saja dan lo lolos menjadi pemeran yang sekarang lo peranin hanya sebagai istri sandiwara dan lo mengambil keputusan yang benar untuk bersikap acuh terhadapnya* Pikir Nissa yang mata nya masih mengeluarkan air mata Kemudian Nissa menghapusnya dia tidak ingin terlihat oleh temannya bahwa dia menangis.
Di dalam kelas
Fariz yang masih setia dengan posisi nya dia masih memikirkan ucapan Nissa tadi.
*Memang benar yang di katakannya tadi...dan untuk apa juga gw menanyakan suatu hal yang nggak perlu gw tanyain....memang benar ini semua hanya sandiwara saja...Sikapnya yang berubah memang semestinya akan lebih baik ke gw...tapi kenapa perubahan sikapnya ke gw seolah ada yang hilang dalam kehidupan gw...dan gw gak mau hubungan gw dan Fitri rusak gw gak mau*Pikir Fariz dalam hati.
Kemudian Fariz berjalan keluar kelas untuk berjalan menuju kantin.
Setibanya Fariz di kantin.
Fariz menghampiri meja yang teman - temannya tempati di lihatnya mereka Sedang melahap makanan mereka masing-masing.
Pandangan Fariz beralih memandang Rizal karena panggilan Rizal kepadanya.
"Hey Riz ayo buruan lo kesini...nih makanan lo keburu dingin dan ayo cepat duduk" Panggil Rizal ke Fariz.
Fariz Pun menghampiri meja tersebut dan duduk di kursi yang sudah mereka sediakan untuk Fariz.
*Ada apa dengan mereka berdua...apa ada masalah yang terjadi lagi* Gumam Ayu yang merasa Sikap Fariz dan Nissa yang seperti menyembunyiakan sesuatu darinya dan yang lain.
Mereka pun melahap Makanan sampai habis.
Kemudian mereka kembali ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi.
Guru pun datang ke kelas dan memulai mata pelajaran yang terakhir untuk hari ini yang akan di ujian kan.
Waktu ujian berjalan dengan lancar semua murid sedang fokus mengerjakan Ujiannya.
🍂🍂🍂🍂🍂
Assalamualaikum🧕🏻
Hii semuanya Terus ikuti ceritanya yah dan jangan lupa dukungannya juga...😉😘
Maaf kalau masih banyak kesalahannya🙏🏻
Semoga kalian sehat selalu🤲🏼
Terimakasih🙏🏻🧕🏻🤗
love you all💋💋❤️😘