
Lanjut yah😉....Selamat membaca🤗
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di bawah pohon mangga yang suasananya sangat sejuk dan sangat nyaman untuk tempat bersantai di sana tertuju ke 2 orang laki-laki yang sedang duduk di kursi yang berada di bawah pohon tersebut mereka berdua terlihat sedang asik mengobrol dan di sertai dengan canda tawa di sela-sela obrolan mereka.
mereka berdua adalah Fariz dan papah mertuanya yang tidak lain adalah papah Tio.
"Oh iya Riz kelihatannya hubungan kamu dan Nissa sudah mulai membaik yah...gak seperti waktu pertama papah liat kalian yang selalu bertengkar" Ucap papah Tio Ke Fariz sambil tersenyum bahagia atas perubahan hubungan Anak dan menantunya yang seperti sudah mulai membaik.
Tapi beda dengan perubahan Fariz yang tadinya tersenyum seketika senyuman itu hilang begitu saja karena ucapan mertuanya barusan.
"Eh...hmmm i...iya Pah alhamdulillah hubungan kami sudah mulai membaik dan kami juga sudah mulai menerima pernikahan kami" Ucap Fariz dengan gugupnya di sertai senyum paksa.
"Alhamdulillah kalau gitu nak Papah, Mamah dan kedua orang tua kamu senang mendengarnya....papah hanya bisa menitipkan Putri papah ke kamu jagalah dia dan sayangi lah dia bimbinglah dia ke jalan yang benar" Ucap Papah Tio ke Fariz.
"Hmm iya Pah" Ucap Fariz
*Maaf Pah sebenarnya yang papah lihat dan papah pikirkan itu semuanya tidak benar malah hubungan kami jauh dari kata baik-baik saja* Gumam Fariz dalam Hati.
Mereka berdua pun melanjutkan obrolannya.
Di tempat lain tepat nya di dapur terdapat 3 Orang perempuan sedang berkutat dengan alat dapur mereka sedang memasak makan siang.
Yah 3 Orang itu ialah Nissa, Mamah Tia, Bi Imah.
Nissa yang sedang memotong sayuran,Bawang merah maupun bawang daun dan bahan lainnya.
Sedangkan Mamah Tia dia sedang mengupas kulit bawang merah dan bawang putih.
Dan Bi Imah dia sedang memasak tempe goreng.
"Nissa...Mamah liat hubungan kamu dan suamimu Fariz sudah mulai membaik dan mamah bahagia banget melihat perubahan hubungan kalian berdua" Ucap Mamah Tia sembari tangannya mengupas kulit bawang dan Mamah Tia sangat bahagia karena perubahan hubungan anak dan menantunya yang seperti sudah membaik.
seketika ucapan Mamah Tia membuat Nissa berhenti dari kegiatannya yang memotong sayuran, bawang merah, bawang putih, cabai dan bahan lainnya.
"Eh..Hmmm iya Mah Alhamdulillah hubungan kami membaik sekarang " Ucap Nissa dengan Senyum manisnya.
Nissa pun melanjutkan kegiatan memotong bahan masakan.
*Maafkan Nissa mah. Nissa sudah berbohong sama mamah, hubungan kami tidak seperti mamah liat dan pikirkan....Nissa berbohong supaya Mamah tidak kepikiran tentang hubungan Nissa dan Fariz yang semakin renggang jauh dari kata membaik" Gumam Nissa dalam hati.
"Ya syukur kalau gitu Niss kami semua sangat senang mendengar bahwa hubungan kalian berdua membaik sekarang" Ucap Mamah Tia
"Iya mah" Nissa tersenyum
Nissa mendengarkan dengan baik nasehat dari mamahnya sembari melanjutkan memotong bahan masakan yang sebentar lagi selesai.
Sedangkan Mamah Tia sudah selesai mengupas kulit Bawang.
"Dan ketika nanti kamu meminta ijin Sekarang bukan lagi ke Papah ataupun Mamah melainkan ke Suamimu Fariz...ingat sayang Suami adalah surga dan neraka bagi seorang istri. Keridhoan Suami Menjadi Keridhoan Allah.
Istri yang tak di ridhoi Suaminya karena tidak taat di katakan sebagai wanita durhaka dan kufur nikmat...jangan sampai kamu sayang, menjadi Istri yang durhaka ke suamimu Fariz dan layani lah suamimu Fariz ketika di meja makan, kemudian siapkan kebutuhan suamimu apa pun itu kamu juga harus tetap ada di samping dia ketika suamimu Fariz sedang dalam kesedihan, kesakitan. jadilah cahaya baginya" Ucap Mamah Tia Panjang lebar.
Nissa yang sudah selesai memotong bahan dia langsung menyimpan alat yang ia pegang dan langsung memeluk mamahnya.
"Makasih mah....makasih atas nasehat mamah ke Nissa....Nissa nggak mau menjadi Istri durhaka bagi suami Nissa, Nissa nggak mau" Ucap Nissa sambil Menangis di dekapan Mamahnya.
Di usapnya punggung Nissa oleh mamahnya dengan sayang.
"Iya Sayang udah jangan Nangis yang kamu harus lakukan sekarang adalah menjadi Istri yang baik bagi suamimu Fariz" Ucap Mamah Tia ke Nissa.
"Iya mah makasih" Ucap Nissa Seraya melepas pelukannya dan menghapus air mata yang keluar dari mata cantiknya.
"Astagfirullah Nissa Mamah lupa membikin kopi untuk Papah kamu dan Fariz...duh pasti mereka menunggu" Ucap Mamah Tia yang menyadari bahwa dia belum membuat Kopi untuk Suaminya dan menantunya.
"Udah mah Biar Nissa aja yang buatin...mamah di sini aja bantu Bi Imah" Ucap Nissa yang langsung bergegas membuat Kopi untuk Papahnya dan Suaminya.
"Ok...makasih sayang" Ucap Mamah Tia tersenyum
"Iya sama-sama mamah"
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Assalamualaikum🧕🏻
Hii kakak semuanya maaf yah aku jarang Up soalnya banyak tugas yang harus aku selesaikan🙏🏻☺️
Terimakasih banyak atas dukungan kalian semuanya...ikuti terus cerita Fariz Dan Nissa🤗😉
Jangan lupa dukungannya juga dan Sarannya juga😘❤️😉
Semoga kalian semua sehat selalu☺️
Terimakasih🙏🏻
Love you😘💋❤️