Sorry I Just Realized My Wife

Sorry I Just Realized My Wife
Eps 57



Hii kak🤗 jangan lupa dukungan dan sarannya juga yah😉 terimakasih🙏🏻🧕🏻


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


"gw menemukan nya di pinggir jalan, waktu gw pulang dari supermarket" Ucap Nissa, ucapan Nissa terhenti. sekilas melihat Fariz yang sedang melihatnya juga.


Nissa pun memutuskan kembali bercerita. semua nya Nissa ceritakan kepada Fariz, dan Fariz hanya mendengarkan tanpa ada perkataan yang keluar selama Nissa bercerita.


"Dan setelah itu gw memutuskan untuk membawa Riko ke rumah. karena gw tidak tega melihat anak sekecil Riko di telantarkan di pinggir jalan, sebelum ke rumah gw mengajaknya ke mall untuk membeli pakaian dan perlengkapan untuknya" Ucap Nissa dengan menunduk dan mata yang sudah berkaca-kaca, Nissa pun sesegera mungkin menghapus air mata yang ingin melintasi pipinya itu.


Pergerakan Nissa tidak luput dari penglihatan Fariz, dan ketika Nissa mengusap air mata yang ingin jatuh pun Fariz tau.


"Jadi gw mohon sama lo, tolong izinin gw merawat Riko dan membiarkannya tinggal disini dengan gw, soal kamar nggak papa biar nanti Riko sama gw tidurnya...gw mohon Riz tolong izinin gw untuk merawat Riko" Ucap memohon Nissa kepada Fariz.


*Dia memohon ke gw hanya untuk bocah kecil itu* Gumam Fariz dalam hati.


"Hmm oke, berhubung gw juga nggak tega melihat bocah kecil itu, gw izinin dia tinggal di sini, tapi gw gak mau kalau dia memanggil gw dengan sebutan yang kek tadi itu, jijik gw dengernya. masa anak muda kek gw ini sudah di panggil Papah" Ucap dingin Fariz.


Seketika raut wajah Nissa berubah senang dan tersenyum.


"Oke tenang saja, gw udah kasih tau kok bahwa lo bukan Bapak nya" Ucap Nissa tersenyum senang dengan mengangkat satu jempolnya.


"Tapi tunggu, kenapa lo mau di panggil mamah sama tuh bocah?" Tanya Fariz dengan mengangkat satu alisnya.


"Yah pertama sih gw nggak mau, ya masa muka seimut dan semuda kek gw ini di panggil mamah. tapi yah gw kembali lagi dengan perkataan bahwa gw gak tega terus-terusan melarang dia memanggil gw mamah, walaupun bagaimana juga dia sangat merindukan mamahnya. tetapi dia tidak tau muka orang tuanya seperti apa. dan mengakibatkan semua orang yang sudah besar di panggil nya dengan sebutan mamah dan papah. ya jadi gw berusaha menerima panggilan itu walaupun sebenarnya gw bukan ibu kandungnya" Jelas Nissa panjang lebar.


"Jadi bener mamah bukan ibu kandung Riko"


Suara itu mengagetkan Nissa dan juga Fariz.


yah sedari tadi Riko yang di temani oleh Bi Imah ada di depan Pintu ruang baca yang sedikit terbuka.


"Maaf Den Fariz, Non Nissa tadi bibi yang membawa Riko ke sini, karena tadi Riko menanyakan Non Nissa ke pada saya jadi Bibi bawa saja Riko ke sini" Ucap Bi Imah yang merasa bersalah.


"Nggak papa bi" Ucap Fariz


"Bu..Bukan seperti itu sayang mamah hanya..." Sebelum Nissa menyelesaikan ucapannya. Riko mencegat ucapan Nissa.


"Nggak papa mah...Riko udah tau semuanya, dan maaf jika Sebutan yang Riko berikan kepada mamah. membuat mamah jadi..." Ucapan Riko terpotong.


"Nggak papa kok sayang, Riko nggak perlu minta maaf... sebenarnya Mamah juga nggak berniat untuk membohongi Riko soal mamah bukan mamah kandung Riko...maaf pin mamah yah" Ucap Nissa.


"Nggak mah, mamah nggak salah kok..." Ucap Riko


Kemudian Nissa pun meraih Riko untuk di gendongnya.


"Mamah sayang Riko, dan selamanya sayang Riko" Ucap Nissa sambil mencium pipi Riko dengan sayangnya.


Fariz yang melihat adegan di depan matanya, seakan merasa kehangatan yang tak tau datang dari mana rasa itu.


"Riko juga sayang mamah, Eh Nggak...nggak sekarang Riko nggak mau panggil mamah dengan sebutan mamah. Riko akan mengubah panggilan Mamah menjadi Kakak saja...Jadi Riko juga sayang sama kakak" Ucap Riko dengan tersenyum sambil tangannya di lingkarkan ke belakang leher Nissa sambil mencium pipi Nissa dengan sayangnya.


"Oalah bagaikan sebuah keluarga yang lengkap saja, serasa bahwa Nak Riko adalah anak dari Den Fariz dan Non Nissa" Celetuk Bi Imah dengan tersenyum.


Deg


Ucapan Bi Imah membuat Fariz dan Nissa kaget.


kemudian sekilas mereka berdua saling pandang.


"Bi Imah, ngaco" Ucap Dingin Fariz.


"Iya Bi Imah ngaco" Tambah Nissa.


"mm...maaf Den, Non. bibi hanya membayangkan saja" Ucap Bi Imah.


"Hapus bayangan Bi Imah itu, ya udah kalau gitu. Bi apa makan malam nya sudah selesai di buat?" Tanya Fariz.


"Su..sudah den" Jawab Bi Imah.


"Ya udah, Gw duluan ke meja makan." Ucap Dingin Fariz. Fariz pun melangkahkan kakinya menuju Meja makan.


"Ya udah sayang, yuk kita makan malam" Ajak Nissa.


"Ayuk Kak" Ucap Riko dengan semangatnya.


"Ayo Bi" Ajak Nissa.


"Iya Non"


Mereka pun keluar dari ruang baca menuju Meja makan. untuk memulai makan malam.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Hii kakak semuanya...👋🏼☺️🧕🏻


Makasih yah sudah dukung Novel pertama author🤗☺️


Maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisan maupun kata yang kurang pas🙏🏻☺️


Terus dukung Novel ini yah kak. Author butuh dukungan dari kakak-kakak semuanya😉😘


Dan jangan lupa Sarannya juga☺️🤗


Jaga kesehatan kalian☺️🤗


Terimakasih☺️🙏🏻


Love you😘😘💋