Sorry I Just Realized My Wife

Sorry I Just Realized My Wife
Eps 15



**Assamualaikum☺️


Hii ka Terimakasih atas dukungannya🙏🏻


Dan maaf jika banyak kesalahan dari Novel aku ini🙏🏻😞,Karena aku baru pertama kali membuat Novel dan ini Novel pertama aku


Tetap ikuti terus yah perjalanan Nissa & Fariz☺️


Happy reading**


Adzan Subuh pun berkumandang dengan begitu indah


Fariz pun mulai membuka matanya karena panggilan untuk menunaikan ibadah yang semestinya umat islam lakukan.


"Hmm udah azan yah,tumben mamah nggak bangunin gw yah" Ucap Fariz sambil mengucek-ngucek matanya


"Eh tunggu ini,ini bukan seperti kamar gw....Astagfirullah kan kemarin aku udah menikah hmm dan ini kamarnya cewe sialan itu" Kata Nya yang sudah sadar dengan posisi dia sekarang berada di mana.


"Dan perasaan waktu gw tidur nggak pake selimbut deh tapi ini gw di selimbutin sama siapa" Pikirnya.


Kemudian Fariz pun melihat ke bawah ranjang dan dia melihat Nissa yang tertidur di bawah menggunakan kasur lantai dan tubuhnya tidak di balut dengan selimbut karena selimbutnya berada di bawah kaki nya


*Apa mungkin Dia yang nyelimbutin gw yah, Ah ya pasti dia. Lah biarin aja toh dia lakukan seperti setiap istri sebelumnya* pikir nya


Kemudian dia juga membenarkan Selimbut yang berada di bawah kaki Nissa dan menyelimbuti tubuh Nissa.


Fariz pun melangkahkan kaki nya untuk membersihkan diri dan ber wudhu


Selesai Fariz membersihkan diri dan berwudhu dia pun keluar kamar mandi dan seketika dia tidak menemukan Nissa di dalam kamar.


"Kemana dia? Oh apa mungkin sudah bangun apa dia nggak melaksanakan sholat subuh? ,ya udah deh biarin aja mending gw sholat dulu" Gumam nya


🍃🍃🍃


Di luar kamar Nissa di dapur Nissa Sedang memasak dengan mamah nya.


yah Nissa di padang orang lain seperti anak mama yang bisanya malas-malasan.


"Mah udah siap Nih, Ya udah Nissa menghidangkan di meja makan dulu yah sekarang mamah mandi duluan aja nanti kalau mamah udah giliran Nissa" Katanya kepada mamah nya sambil memegang makanan yang ia buat dengan sang mamah yang akan di hidangkan ke meja makan


"Ya udah mamah mandi dulu yah,sambil panggil papah kamu tau aja udah selesai mengajinya" Ucap Tia kepada Nissa seraya berlalu meninggalkan Nissa yang sedang menghidangkan makanan ke meja makan


"Iyah mah" Jawab Nissa


Pintu kamar Nissa pun terbuka dan Fariz pun keluar dari kamar kemudian berjalan ke meja makan dia melihat Nissa yang sedang menyiapkan makanan.


*What itu si gambreng kan? Gak nyangka gw dia bisa masak kirain gw dia cuman anak mami yang bisanya malas-malasan* Pikirnya


Fariz pun berjalan menghampiri Nissa.


Di antara mereka tidak ada yang memulai percakapan.


"Tumben tuh mulut diam biasanya selalu berkoar" Kata Fariz


Nissa yang berada di Situ pun merasa ke sindir atas Perkataan Fariz.


"Kamu nyindir aku Riz" Tanya Nissa ke Fariz


"* Woy Niss biasa aja panggilnya jangan panggil aku kamu seakrab itu kah kita biasa aja pake Elo gua, Awas aja lo kalau di sekolahan nanti panggilnya Aku kamu liat aja


panggilan Aku , Kamu itu hanya berlaku di depan keluarga kita*" Ancam Fariz


"Ok Riz gw tau kok,dan maaf gw hanya berusaha menjadi istri baik yang menghargai suami itu aja" Ucap Nissa sambil menunduk


"Lah udah lah bagai mana pun lo di mata gw bukan orang baik" Ucap Fariz Dingin


"* Apa salah gw Riz sampe lo tidak menilai gw seperti lo menilai orang lain*?" Tanya Nissa geram atas omongan Fariz


Seketika perdebatan mereka terhenti karena ada kedua orang tua Nissa yang menghampiri mereka.


"Pagi" Sapa Tio dan Tia


"Eh iyah pagi mah, pah" Jawab mereka barengan


"Nissa kamu kenapa muka kamu merah gitu perasaan tadi nggak deh" Tanya Tia kepada Nissa


"Eh nggak kok mah nggak papa mungkin panas aja kan dari tadi Nissa di depan kompor masak" Jawab nya


"Oh iyah yah,ya udah ayo kita mulai makannya,Nissa kamu ambil dulu makanan untuk suami kamu baru Nanti giliran makanan untuk kamu" Ucap Tia ke Nissa


"Iyah mah" Jawab Nissa


Kemudian Nissa pun mengambil piring yang ada di depan Fariz yang sudah menjadi suaminya untuk di isi makanan,setelah itu dia memberikan kepada Fariz tanpa ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka.


"Ehmm Nissa gimana kamu udah membereskan pakaian kamu dan barang-barang kamu" Tanya Tio kepada Nissa


"Udah yah pas tadi malam Nissa membawa 2 Koper aja nggak semuanya Nissa bawa karena nanti juga Nissa akan berkunjung dan menginap di sini jadi nggak usah bawa salin karena kan ada baju Nissa yang Nissa tinggalin di sini" Jawab Nissa panjang lebar


"Oh syukur deh kalau gitu. Nanti kalian sering main dan nginap di sini yah"


"Iyah pah" Jawab Nissa dan Fariz


Mereka pun telah selesai dengan sarapan Paginya.


Pukul 09.00 wib Nissa telah siap dan membawa 2 kopernya dari tangan kanan dan kirinya tapi Fariz melihat Nissa membawa 2 koper pun tanpa ada Niatan Membantu nya.


Dan mereka pun keluar rumah dan sudah ada jemputan yang di suruh Fano untuk menjeput mereka dan mengantarkan mereka ke rumah baru.


Yah Tio dan Tia udah berangkat duluan dan mereka sudah menunggu di rumah Fariz Dan Nissa yang baru bersama Fano dan Chintia.


Di perjalanan mereka hanya saling diam tanpa ada yang berbicara.


Setibanya mereka di kawasan komplek rumah Elit Nissa pun bengong


"Maaf pak ini kita mau kemana?Bukannya kita akan ke rumah yang di beritahu Ayah Fano" Nissa pun menanyakan nya kepada pak Ahmad supir kepercayaan nya Fano.


pak Ahmad udah bekerja menjadi supir di keluarga Aditia selama 2 tahun


"Iyah Non kita akan ke rumah baru Non dan tuan dan di kawasan inilah rumah nya non" Jawab pak Ahmad


Dan Nissa pun hanya mengangguk dan masih tidak percaya mereka berhenti di rumah paling besar dari rumah-rumah yang Nissa lalui tadi. Kemudian mereka berdua pun turun dan di sambut oleh Tio,Tia,Fano Dan Chintia


"Selamat datang sayang di rumah baru kalian" Ucap Chintia yang langsung memeluk Nissa


Nissa pun masih melihat rumah yang begitu megah dan di halaman depan nya terdapat kebun bunga yang indah dengan berbagai bunga.


"Sayang gimana kamu suka kan rumah barunya" Tanya Chintia kepada Nissa


"Sangat suka bun,malahan ini lebih dari suka makasih bun, yah" Ucapnya seraya tersenyum bahagia


"Ini tidak seberapa sayang dan di sini juga udah ada yang membantu kamu membersikan rumah bunda udah memperkerjakan pembantu namanya bu imah nanti besok bu imah akan kemari dan tinggal di sini bersama kalian" Kata Chintia


"Iyah mah makasih banyak" ucap Nissa


"Ya udah ayo kita masuk" Ajak Fano kepada yang lainnya,Dan pak Ahmad pun asuk membawa 2 Koper Nissa


"Nah Fariz,Nissa kamar kalian ada di lantai atas" Ucap Fano


"Ya udah Fariz,Nissa Ayah sama Bunda pulang dulu yah soalnya nanti siang ayah ada rapat penting bersama klayen ayah yang di prancis" Ucap Fano


"Dan awas jaga istri kamu dan menantu ayah jangan sakiti dia dan berilah istri mu nafkah dan mulai sekarang pasilitas kamu ayah cabut karena kamu sudah mempunyai tanggung jawab yang lebih besar untuk keluarga kecil kamu kan ayah udah memberikan perusahaan yang di sini untuk kamu sekaligus juga kamu sekarang sudah menjadi CEO dari perusahaan itu" Ucap Fano panjang lebar


"Iyah yah aku tau,dan terimakasih atas semua yang ayah,dan bunda berikan untuk aku" Kata Fariz sambil memeluk kedua orang tuanya secara bergantian


"Nissa sayang menantu bunda yang paling cantik jika nanti Fariz menyakiti Nissa,Nissa bilang aja yah sama bunda nanti bunda akan jewer kupingnya" Kata Chintia kepada Nissa sambil melirik Fariz sekilas


"Ya udah Nissa,Fariz Papah sama mamah juga mau pulang yah masih banyak kerjaan papah yang blm di selesaikan dan nanti kapan kapan mainlah ke rumah" kata Tia kepada Nissa,Fariz


"Iyah sayang awas jaga lah dirimu dan jadilah istri yang berbakti kepada suamimu penuhi keperluan suamimu jika nanti kalian ada masalah selesaikan dengan kepala dingin yah. Dan untuk Fariz mamah sama papah titip Nissa yah" Ucap Tia panjang lebar


"Oh iyah mah Pah Fariz akan jaga Nissa kok" Jawab Fariz


"Pah,mah makasih yah atas semua yang papah sama mamah berikan ke Nissa jaga diri kalian baik-baik Nissa sama Fariz juga akan sering main ke rumah kok" Ucap Nissa seraya memeluk kedua orang tuanya.


Dan mereka pun berlalu keluar dan masuk kedalam mobil mereka masing-masing dan pergi untuk pulang ke kediaman mereka masing-masing.


❤️❤️❤️


**Hii ka Terimakasih Atas dukungannya🙏🏻🤗


Ikuti terus ceritanya ka☺️


Jangan lupa


👉 Vote 😉


👉 Like 😉


👉 Komen 😉


👉 Kritik & Sarannya 😉


TERIMAKASIH🤗🤗😘😘**