
lanjut yah...yangan lupa dukungannya juga kakπ€π€ππ
ππππππππ
setibanya mereka di meja makan. mereka pun langsung duduk di kursi dengan posisi Riko yang di sebelah kanan Nissa.
"Mau makan apa sayang?" Tanya Nissa ke Riko.
"Riko terserah Kak Nissa aja...apa yang kak Nissa ambilin untuk Riko. Riko akan makan kok dan Riko mau kak Nissa suapin Riko yah" Jawab Riko dengan tersenyum sangat imut.
"Iya sayang kak Nissa akan suapi Riko makan" Ucap Nissa tersenyum dengan tangannya mencubit pipi Riko. Karena dia merasa gemes ke pada Riko.
"Oh yah, Kak Nissa. kenapa kakak ini belum pulang yah?" Tanya Riko. dengan menatap Fariz.
Nissa yang mendapati pertanyaan mendadak dari Riko memberhentikan kegiatannya yang sedang mengambil makanan.
Fariz yang di tatap Riko seperti itu. memiringkan kepalanya sedikit dan mengerutkan dahinya.
Nissa sekilas melihat ekspresi muka Fariz yang kelihatan bingung.
"Oh..hmm itu sayang kak Fariz Tinggal di sini. karena dia teman kak Nissa sekaligus keluarga kak Nissa juga. berhubungan kita berdua sekolahnya di sekolah yang sama jadi. takut kak Fariz kejauhan kalau di rumahnya. yah kak Fariz memutuskan tinggal di sini supaya lumayan dekat dengan sekolah" Jelas Nissa dengan perasaan yang dag dig dug seeerr.
"Oh gitu yah" Ucap Polos Riko.
Fariz yang mendengarkan penjelasan Nissa tadi kepada Riko. mengalihkan pandangannya kepada Nissa. dan aura dinginnya keluar.
Mengakibatkan suasana Di meja makan menjadi serem menurut Nissa.
*Apa apaan maksud si Nissa ini* Pikir Fariz.
*Apa yang di maksud Si Nissa ini? apa dia bilang ke si Riko kalau gw numpang di sini gitu. di rumah gw sendiri...kalau iya dasar Istri tak tau diri lo...liat aja nanti. gw balas lo* Gumam Fariz dengan senyuman yang tidak dapat di baca.
Nissa yang mendapat senyuman kek gitu dari Fariz, membuat sekujur tubuhnya merinding takut.
"Emm...Riz apa lo nggak mau makan??"Tanya Nissa sedikit menghilangkan rasa ketakutannya.
"Kata siapa gw gak mau makan?" Tanya balik Fariz.
"Ya kata gw lah. kan tadi gw yang ngomong"
"Terus buat apa gw ada di meja makan kalau gw gak makan?" Ucap Fariz dengan nyolotnya
" Iya gw tau...trs apa lo mau makan piring dan sendok gitu?" Ucap Nissa dengan senyuman ngejeknya.
Fariz yang baru menyadari bahwa benar saja. Piringnya belum di isi makanan. dia pun langsung mengambil makanan.
"Gw punya istri serasa. gw gak punya istri. maklum sih istri gw kan istri lupa sama kewajibannya" Fariz mengoceh dengan suara yang sedikit pelan tapi masih bisa di dengar oleh Nissa.
Nissa pun langsung menatap Fariz tajam.
"Apa lo?" Tanya Fariz dengan menantang kembali tatapan tajam Nissa dengan tatapan tajam Miliknya.
"Ya gw bilang yang sebenarnya kan. lihat aja lo, bilangnya mau layani suami di meja makan tapi nyatanya? sekarang lo malah nelantarin gw" Ucap Fariz dengan menyantap makan malam nya.
Nissa yang merasa bahwa benar dia saat ini tidak melayani Fariz saat di meja makan. karena dia Fokus kepada Riko yang sekarang menjadi adik kesayangannya. Nissa pun memilih diam karena. kalau di teruskan perdebatannya dengan Fariz dia rasa tidak akan berhenti dan pasti debat mulu.
"Hmmm Makanannya enak kak" Ucap Riko kemudian meminum minuman yang di sodorkan Nissa.
"Iya sayang Bi Imah jago masaknya loh" Ucap Nissa.
"Iya Rik Bi Imah itu jago banget masak. nggak kayak Kak Nissa ini" Celetuk Fariz.
"Hey hey lo jangan sembarangan celetuk aja tuh mulut, lo nggak ngerasa gitu setiap pagi, siang, malam makanan yang lo makan itu buatan siapa? ya buatan gw lah...terus kalau masakan gw gak enak. kenapa lo selalu nambah hah?" Ucap Nissa dengan sewotnya.
"Hmm ya...mu..mungkin perut gw lagi lapar-laparnya jadi ya gw gak sempat membedakan makanan enak dan tidak enak." Alasan Fariz.
"Siitt bilang aja lo menikmati masakan gw, so jual mahal. alasan mulu lo" Ucap Nissa sinis.
"Ah terserah lo...Debat ama lo nggak ada ujungnya dasar istri tak tau diri lo" Ucap Fariz yang seraya berdiri dari duduknya. dan melangkahkan kakinya ke arah tangga untuk menuju kamarnya.
"Cih siapa juga yang mau debat ama lo, lo sendiri yang memulai" Ucap Nissa.
"Kak, kenapa kak Nissa selama Makan Ribut terus sama Kakak itu. apa kalian sedang bertengkar?" Tanya Riko Polos.
Yah Riko sejak tadi melihat perdebatan mereka Berdua. Tapi Riko diam saja karena menurutnya Itu urusan orang dewasa. jadi anak kecil sepertinya mana Paham.
"Nggak kok sayang hmm...ya udah yuk kita bobo. nah nanti besok kita pergi ke taman bermain" Ucap Nissa dengan menurunkan Riko dari kursinya dan menggendong Riko untuk membawanya ke kamar.
Riko yang akan di ajak oleh Nissa ke taman bermain. matanya pun langsung berbinar.
"Yeeeeyy Ok kak yuk kita tidur, Riko nggak sabar menunggu hari esok tiba yeeey" Ucap Riko Girang.
Setelah mereka sampai di kamar. Nissa terlebih dulu membawa Riko ke kamar mandi untuk mencuci kaki Riko dan menyikat gigi. setelah selesai Nissa kembali ke kamarnya dan menidurkan Riko di atas tempat tidur miliknya.
Nissa pun ikut merebahkan dirinya di samping Riko. dengan tangannya menepuk-nepuk pelan paha Riko sambil menceritakan sebuah dongeng supaya Riko bisa tidur.
Dan benar saja 8 menit berlalu Riko pun tidur dengan nyenyaknya, Nissa pun membenarkan selimut Untuk menutup tubuh Riko sampai ke dadanya.
Kemudian di usapnya kepala Riko dengan sayangnya dan setelah itu di kecup nya dahi Riko. ( Uluhh Nissa seperti seorang ibu yang menidurkan anak kandungnya saja )
"Selamat tidur sayang semoga mimpi indah yah" Bisik Nissa. kemudian Nissa merebahkan Dirinya dan ikut tertidur di samping Riko.
Di kamar Fariz. Fariz yang sedari tadi belum memejamkan Matanya.
Dan tidak tau kenapa setiap kali Fariz mencoba memejamkan matanya supaya tidur tapi tetap saja tidak bisa juga.
Fariz sedang memikirkan sesuatu yang mengakibatkan dirinya susah tidur malam ini.
( Hmmm author juga gak tau bang Fariz lagi mikirin apa yah sampe nggak bisa tidur, apa mungkin lagi mikirin author kali yah hihiπ€..halu dikit nggak papa kan bang Farizπ )