Sorry I Just Realized My Wife

Sorry I Just Realized My Wife
Eps 07



Hari pun telah berganti malam. Tepat sekarang pukul 10 Malam. Seorang gadis masih nyaman dengan lamunannya.


Menatap langit yang begitu sangat indah, akan bulan yang menyinari kegelapan malam. Di tambah lagi bintang yang begitu banyak untuk melengkapi keindahan malam itu.


Yah gadis itu adalah Nissa,Nissa masih setia dengan lamunannya.


*Aku tidak menyangka esok malam aku akan di lamar. Apa ini jawaban dari semua yang telah aku lalui ya tuahan?. Apakah kepadanya hatiku akan berlabu?. Jika memang iya. Nissa akan berusaha menerima lamarannya dengan senang hati. Karena Nissa yakin, mungkin allah telah mengatur ini semua untuk Nissa* Gumam Nissa sambil melihat langit yang begitu indah.


Nissa pun menghentikan lamunan dan pandangannya memandang langit ia pun seraya Naik ke tempat tidur nya dan merebahkan badannya untuk tidur.


"Semoga hari esok, dan seterusnya lebih baik dari hari kemarin" Nissa hanya bisa berharap.


Nissa pun menaiki tempat tidurnya, dan langsung merebahkan dirinya. Kemudian mulai memejamkan matanya.


Di kediaman Aditia.


Yah sama halnya dengan Nissa. Fariz pun masih setia membuka matanya.


Ah sial masa sudah jaman moderen gini masih jamannya menjodoh-jodohkan, Mana gua gak tau lagi muka anak om Tio kayak gimana?. Apa dia Cantik seperti Fitri? Dan apakah dia bisa mengurus gua nanti shit*?" Gumam Fariz seraya bergulat dengan pikirannya


"Ah pasti enggak. Karena yang mempunyai karakter itu semua cuman Fitri seorang" yakinnya.


"Dari pada gua mikirin Dia yang enggak tau rupanya bagaimana? mending gua tidur. Dan besok gua akan deketin lagi Fitri, sampai gua bisa mendapatkan hatinya" Harapnya seraya naik ke atas tempat tidur dan merebahkan dirinya kemudian mulai memejamkan matanya


Keesokan harinya.


Nissa pun bangun seperti biasanya. dan akan menjalankan harinya itu seperti biasa pergi ke sekolah untuk menuntut ilmu. Sebelum berangkat ke sekolah. dia sarapan terlebih dahulu bersama kedua orang tua nya. Hanya ada tiga orang saja di meja makan, karena Nissa adalah anak tunggal.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Setibanya Nissa di sekolah. Aura muka Nissa tidak seperti biasanya tidak. Tidak kelihatan ceria. Dan selalu saja jika masuk ke kelas. Yang pertama dia lakukan adalah menyapa teman-temannya dengan sangat semangat 45.


Teman-teman Nissa telah melihat kedatangan Nissa sudah tiba di kelas.


"Pagi Nis" sapa ketiga temannya Nissa. Yang tidak lain. Dan tidak bukan adalah Ayu, Fitri, dan Karin.


Hari ini Karin kembali masuk sekolah.


"Hey. hey...Kenapa tuh muka lo Niss? seperti orang yang banyak pikiran aja sih lo. baru satu hari gua gak masuk. Eh pas gua masuk di suguhkan muka lo yang di tekuk kaya gitu. Gua merasa kalau gua ketinggalan verita atau momen buruk Nih. Lo kenapa sih Niss?" Tanya Karin keheranan.


"Iya Niss. Lo kenapa sih?" tanya Ayu merasa aneh dengan sikap Nissa pagi ini.


Ketiga temannya Nissa pun mendekat ke arah bangku Nissa yang posisinya sudah duduk di atas meja nya


"Iya Niss. Kamu kenapa?, cerita deh ke kita kamu kenapa. Apa kamu sakit?" Tanya Fitri khawatir takutnya Nissa memeang sedang sakit, dan memaksakan untuk pergi ke sekolah.


Nissa hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya saja.


"Ah lo pasti bohong Niss. Hey Yu, Fit emang kemarin ada kejadian apa sih? kok bisa nih anak, hari ini berubah jadi diem. biasanya tuh mulut gak bisa diem apa mungkin habis batrei?" Celetuk Karin sambil cengengesan.


"Enggak kok enggak ada apa-apa! kemarin kita seperti biasanya. Yakan Yu?" Ucap Fitri seraya memberi pendapat ke Ayu


"Iya benar. Kemarin seperti hari-hari biasanya kok. Enggak ada masalah apa-apa. Dan lo udah jangan becanda mulu, orang temen lo lagi murung juga" Ucap ayu ke Karin


"Yaya maaf. kirain gua kemarin ada berita buruk gitu" ucap Karin seraya me melaskan mukanya.


"Hey guys... Gua gak papa kok. Gua cuma kekurangan Tidur aja semalem. Selebihnya gua baik-baik saja" Nissa pun angkat bicara.


Nissa Cemberut gitu. Gara-gara masih memikirkan perjodohan nya dengan seseorang yang tidak tau siapa? dan bagaimana rupanya?. Ketambah lagi mereka akan bertemu malam ini. Walaupun Nissa sudah berusaha untuk menerimanya. Tapi yah ada rasa keraguan di hati Nissa.


"Oh kirain Kita lo kenapa. Syukur deh kalau lo enggak papa Niss. Kalau ada masalah itu lo cerita aja ke kita. Jangan di pendam sendiri, tau aja kita bisa bantu. kan kegunaan teman itu saling membantu sama lain ya kan?" Ucap Ayu kepada Nissa. Nissa pun menjawab dengan tanda mengangguk.


Nissa sangat bersyukur mempunyai ketiga temannya yang selalu ada di saat dia membutuhkan. Dan mereka yang selalu menghiburnya di kala Nissa sedang merasa sedih.


"Hey Riz, lo kenapa?" tanya Dony.


"Iya Riz. Lo kenapa sih?. Apa ada masalah?. Atau lo sedang sakit yah?" Tanya Rizal yang khawatir akan keadaan Fariz hari ini.


"Enggak. Gua baik-baik aja kok, enggak ada masalah sama sekali" jawab Fariz tenang dan dengan aura dinginnya.


Fariz Aditia. Adalah seorang Pemuda yang populer di sekolahannya. Karena ketampanan nya, dan juga aura dingin nya yang membuat para kaum hawa sangat tergila-gila padanya ada juga para laki-laki yang iri atas ketampanan Fariz. Dan mereka pun semakin iri, karena Fariz adalah anak dari seorang ayah yang sangat tajir melintir. Tapi beda sikap ketika bersama Dony, dan Rizal. Fariz sering kebanyakan bertingkah konyol dan suka bercanda di bersama mereka.


Tapi, jika di depan orang yang dia sayangi dan orang yang sudah dekat dengannya. Dia akan bersikap ramah, konyol, suka bercanda. Dan dia tidak akan memperlihatkan muka dinginnya itu.


"Oh kirain gua. lo kenapa? syukur deh kalau lo enggak papa"


Kemudian bel masuk pun telah berbunyi nyaring. Kemudian guru mata pelajaran pertama pun masuk. Mereka pun memulai belajar seperti biasanya


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Telah beberapa jam berada di sekolah. Tidak terasa, bel pulang pun telah berbunyi nyaring. Langsung saja semua anak-anak SMA itu pun telah berhamburan keluar kelas, untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Begitu juga dengan Nissa, Ayu, Fitri Dan Karin.


Di tempat parkiran sekolah.


"Hii para leadis?" Sapa ketiga pemuda itu kepada Nissa, Ayu, Fitri dan Karin. tiga pemuda itu adalah Fariz, Dony, dan Rizal.


"Hii Fit?" Sapa Fariz ke Fitri sambil memperlihatkan senyuman manisnya.


"Hii juga Riz" Jawab Fitri seraya membalas Senyuman Fariz.


"Eleu-eleu...Kang mas Fariz ku. Senyum mu mas sangat manis sekali kang mas. Coba saja senyum nya ke gua juga. deh meleleh bisa- bisa gua Kang. Gara-gara senyuman sayang dari kang Fariz" Ucap Karin seraya terpesona oleh senyuman Fariz.


"hey lo lebay amat toa" Celetuk Rizal ke Karin.


"Diem lo. Toa, toa. Gua bukan toa. Dan terserah gua lah mau lebay, mau apa juga urusan gua!. Emang apa urusannya sama situ?" Nyolot Karin sambil berdecak pinggang.


"Pulangnya bareng aku aja yuk Fit. Nanti aku anterin kamu pulang sampai depan rumah kok" Ajak Fariz, seraya ingin menarik tangannya Fitri.


"Eh enggak Riz. Makasih. Aku seperti biasa bareng Ayu aja. Maaf yah Riz dan terimakasih atas ajakannya. Ke tambah lagi kan kita beda arah" Tolak Fitri dengan halusnya ke Fariz, sambil mengangkat tangannya.


"Oh ya udah enggak papa Fit."


"Iya insyaallah yah Riz"


Di posisi lain ada yang terbakar tapi bukan kertas atau barang apapun. Melainkan hati seseorang yang terbakar oleh api cemburu. Siapa lagi kalau bukan Nissa.


*Sabar Niss, sabar. Lo harus inget. Lo harus berhenti di sini saja. Dan ketambah lagi, nanti malam masa depan lo akan datang. Nadi buang saja rasa ini dan berhenti untuk mencintai seseorang yang tidak sama sekalu mencintai lo!!* gumam Nissa dalam hati seraya menguatkan hati nya.


Mereka pun bubar dari Parkiran sekolan dan Menuju ke kediaman mereka masing-masing.


๐Ÿ‰๐Ÿ‰๐Ÿ‰


Assalamualaikunโ˜บ๏ธ


Hii ka apa kabar๐Ÿ‘‹๐Ÿผ Maaf yah kalau masih ada kata-kata yang kurang pas. Dan maaf jika masih ada typo nya๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜ž


Terimakasih atas dukungan dari kakak-kakak semuanya๐Ÿค—


Ikuti terus ceritanya yah ka dan dukung aku dengan cara Vote, Like and komennya kakak. Dan jangan lupa Saran dari kalian untuk novel pertamaku ini.


Dukungan dan Saran dari kalian sangat membantu bagi novelku๐Ÿ’ช๐Ÿผ๐Ÿ˜„


Terimakasih ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜