
Lanjut yah kakππ€
β¨β¨β¨β¨β¨
Ummi Sari keluar dari arah dapur, membawa nampan makanan dan minuman untuk Nissa dan ibu-Ibu yang lainnya.
"Silahkan di minum dan di makan cemilannya juga, maaf saya hanya punya ini saja" Kata Ummi dari seraya meletakan makanan dan minuman di tengah-tengah mereka.
"Makasih Ummi...tidak usah repot-repot" Ucap Nissa tersenyum.
Yah mereka duduk hanya di atas tikar.
Ummi sari pun ikutan duduk dan bergabung untuk mengobrol.
"Neng Nissa, minggu depan ikutan pengajian lagi yah" Kata Bu Siti.
"Iya Neng nanti datang lagi ke sini" Tambah Bu Nining.
"Insya allah Nissa akan ikutan lagi bu" Ucap Nissa.
"Neng Nissa, ibu sangat bangga sama kamu neng, Neng Nissa seorang gadis mau ikutan pengajian dan bahkan ikutan kumpul sama kita yang sudah tidak muda ini" Ucap Bu Nining
"Iya Bu Ning, saya juga kagum sekali sama neng Nissa. Biasanya yah, setau saya. seumuran neng Nissa ini selalu mementingkan pergaulan jaman sekarang di bandingkan kewajiban kita seorang muslim untuk menuntut ilmu agama contohnya ikut pengajian kek kita ini" Tambah Bu Sri.
"Haa Bu Sri dan Bu Nining bisa saja, Nissa hanya gadis biasa Bu dan terkadang juga Nissa selalu mengikuti pergaulan jaman sekarang bahkan lupa kewajiban seorang muslim itu apa aja, Jadi Nissa masih sama sama kayak gadis-gadis yang lainnya" Ucap Nissa tersenyum kepada ibu-ibu yang lainnya.
"Masya allah rendah hati sekali kamu Neng Nissa" Ucap Bu Murni.
"Maaf nih ibu-ibu saya punya ide, mumpung kita lagi kumpul dan ada Neng Nissa juga, gimana kalau kita mengadakan arisan khusus untuk ibu-ibu pengajian, jadi setiap pembukaan pas sudah pengajian saja. gimana setuju nggak?" Ucap Ummi sari
Semuanya saling pandang satu sama lain, Dan semuanya langsung mengangguk tanda mereka setuju atas ucapan Ummi sari untuk mengadakan arisan khusus untuk ibu-ibu Pengajian.
"Alhamdulillah kalau kalian pada setuju, Neng Nissa benar mau ikutan?" Tanya Ummi Sari kepada Nissa.
"Iya ummi Nissa ikutan" Jawab Nissa tersenyum.
"Alhamdulillah kalau begitu, Jadi kita tentuin saja siapa yang akan memegang uang arisannya?" Tanya Ummi saru kepada semuanya.
"Kalau menurut Saya lebih baik di pegang sama ummi aja, gimana setuju nggak?" Ucap Bu Diah.
"*Iya Di ummi saja"
"Setuju"
"Setuju banget"
"Ya udah kalau begitu saya siap untuk memegang uang arisan ini. terimakasih sudah mempercayai saya ibu-ibu*" Ucap Ummi sari
"Sama-sama ummi"
"Kita mulai Minggu nanti yah" Ucap Ummi
"Oke"
Mereka pun langsung lanjut mengobrol lagi.
ππππ
Di tempat lain Fariz yang di temani dengan Leo berjalan menuju ruang rapat.
Fariz berjalan dengan elegannya ala Presdir, Setibanya Fariz dan Leo di ruang rapat, Kemudian Fariz duduk di kursi khusus untuknya.
Rapat pun di mulai.
Waktu pun berjalan dengan cepat dan rapat pun telah selesai.
"Iya Pak jaya" Ucap Fariz sambil menjabat uluran tangan Pak Jaya.
"Ya sudah kalau gitu saya permisi dulu pak" Ucap Pak jaya.
"Oh silahkan pak, hati-hati di jalan" Ucap Fariz.
Setelah Pak Jaya pergi, Fariz pun langsung masuk lagi ke ruangannya di ikuti Leo yang selalu ada di belakangnya. Dia pun duduk di kursi kebesarannya.
"Oh ya Leo, Kamu boleh keluar dan istirahatlah" Ucap Fariz ke Leo.
"Baik lah pak, Tapi apa bapak ingin di buatkan secangkir kopi?" Tanya Leo.
"*Tidak usah, Saya sedang tidak ingin"
"Baik lah pak saya permisi keluar"
"Silahkan*"
Leo pun keluar dari ruangan Fariz, Fariz yang sudah melihat Leo sudah keluar dari ruangannya dia pun menyenderkan Badannya di kursi, Dia pun mengusap wajahnya dengan kedua tangan.
"Bagai mana ini Waktunya tinggal satu hari lagi besok, Bagai mana gw berbicara ke si Nissa? apa gw suruh aja si Nissa nginap dulu di rumah mamah, tapi kalau mama mertua nanyain gw kenapa gw gak ikut. duh pusing gw" Pikirnya.
\=\=\=\=
Nissa Telah sampai ke kediaman nya dengan Fariz dia langsung masuk ke kamar, membersihkan badannya dan setelah itu merebahkan dirinya di atas kasur.
"Tidak Tau kenapa hari ini sangat mengasikan sekali mengobrol dengan ibu-ibu pengajian dan juga mendapatkan sedikit ilmu agama dari hasil mengikuti pengajian" Ucap nya.
Nissa pun langsung terduduk.
"Oh iya tadi gw gak ngeliat Fariz kemana dia?" Ucap Nissa dia pun langsung bergegas turun dari tempat tidur kemudian keluar kamar dan langsung turun ke lantai bawah.
Nissa langsung mencari keberadaan Bi Imah, dan akhirnya ketemu. Bi Imah sedang membersihkan kolam.
"Bi Imah" Panggil Nissa ke Bi Imah.
"Oh iya Non Ada apa yah?" Ucap Bi Imah sambil memberhentikan sejenak kegiatannya.
"Maaf Bi kalau boleh tau, Fariz kemana yah"
"*Oh den Fariz, tadi pagi bibi liat den Fariz sepertinya pergi ke kantor deh non, soalnya Den Fariz memakai setelan kantor gitu"
"Oh ya udah makasih yah bi, Bi Imah jangan terlalu cape, jika merasa lelah berhentilah dan istirahat*" Ucap Nissa.
"Hee iya Non, terimakasih atas perhatian non sama Bibi"
π»π»π»π»π»π»π»π»
Assalamualaikumπ§π»
Hii kakak semuanya terus ikuti ceritanya yah, maaf jika masih ada kesalahan kata atau dalam penulisannya juga.ππ»βΊοΈ
Terimakasih atas dukungan kalian semua untuk cerita novelku ini semoga kalian selalu suka dengan alur ceritanya.βΊοΈπ€
Jangan lupa dukungan kalian Vote, Like, Komen, Dan sarannya juga.ππ€
Semoga kalian semua sehat selaluβΊοΈ
Terimakasih π€ππ»βΊοΈ
Love you π€ππβ€οΈ