Sorry I Just Realized My Wife

Sorry I Just Realized My Wife
Eps 55



Jangan lupa dukungannya yah🤗😘


_______________________


Di perjalanan menuju mall terdekat.


"Sayang apa kamu lapar" Tanya Nissa kepada Riko.


"Yap mah Riko sangat lapar" Jawab Riko dengan muka imutnya dan kedua tangan kecilnya mengusap-usap perutnya


Walaupun sebenarnya Nissa masih belum siap kalau di panggil mamah oleh Riko. tapi bagaimana lagi, seorang anak kecil seperti Riko merindukan orang tuannya walaupun Riko tidak tau muka orang tuannya, dan Nissa tidak tega. jika Nissa melarang Riko menyebutnya dengan sebutan mamah.


Jadi Nissa berusaha Siap, dan dia akan memutus kan membawa Riko bersamanya dan tinggal dengannya.


Dan soal meminta Izin kepada Fariz dia akan meminta izin setelah dia pulang nanti.


"Ini sayang, tadi mamah mampir ke minimarket membeli cemilan, apa kamu bisa makan ini dulu? setelah kita sampai rumah nanti kita makan yah" Ucap Nissa dengan senyuman yang begitu tulus.


"Yah Mah Riko mau" Ucap Riko dengan antusias nya.


Nissa langsung memberikan kantung plastik yang berisi cemilan ringan semua dan minuman juga, Riko langsung memilih makanan yang dia mau dan langsung memakannya.


Nissa yang melihat Riko memakan cemilannya, Nissa tersenyum. Riko terlihat semakin Lucu dan imut ketika makan.


Tidak tau kenapa Nissa langsung begitu sayang kepada Riko.


Tidak membutuhkan waktu lama, Mereka telah sampai ke mall mereka tuju. Nissa dan Riko pun turun dari taksi.


Ketika Nissa akan membayar taksi, tapi Bapak supir taksi tersebut memutuskan untuk menunggu Nissa saja.


"Apa bapak benar mau menunggu saya?" Tanya Nissa yang belum percaya atas ucapan Bapak supir taksi.


"Iya neng bapak akan tunggu neng saja, nah biar belanjaan neng yang ini. simpan saja di sini, neng dan anak ini silangkan berbelanja saja" ucap Bapak supir taksi kepada Nissa.


"Oh ya udah pak. makasih yah...kalau gitu Nissa dan Riko masuk dulu" Pamit Nissa kepada Pak Supir Taksi.


Mereka berdua pun langsung memasuki Mall, ketika mereka masuk banyak sepasang mata yang melihat mereka, pandangan mereka sepertinya tertuju kepada anak yang bersama Nissa yaitu Riko.


"Mamah kenapa semua orang melihat kita sepeti itu?" Tanya Riko ke Nissa sambil menengadahkan kepalanya.


"Hmm nggak tau tuh sayang, mungkin karena melihat kamu yang imut ini" Ucap Nissa dengan lembutnya mencubit pipi cabi Riko.


Mereka pun melanjutkan langkahnya dengan Nissa memegang tangan kecil Riko.


Mereka langsung menuju ke toko pakaian anak laki-laki.


Penjaga toko Pun langsung menyambut Nissa dan Riko dengan ramahnya, dan penjaga toko pun mendampingi Mereka berdua.


"Mamah Di sini pakaian nya bagus semua yah, Riko suka...tapi apakah mamah punya uang?" Tanya Riko dengan polosnya.


"Iya sayang, alhamdulillah mamah punya uang kok, yuk kita lanjut pilih-pilih"


Penjaga yang mendampingi Nissa dan Riko pun mengernyitkan dahinya dan bertanya kepada Nissa.


"Maaf mba, kalau boleh saya tau, apa ini anak mba nya?" Tanya penjaga toko dengan ragu nya.


"Oh iya mba ini Anak saya" jawab Nissa dengan entengnya. yah karena dia sudah memutuskan bahwa Riko akan menjadi Anaknya.


"Oh, mba nya terlihat masih muda, tapi udah punya anak yah, sedangkan saya yang udah 4 bulan Nikah tapi belum di kasih momongan hehe" Ucap penjaga toko dengan raut wajah yang berubah menjadi sedih.


"Yang sabar, berdoa dan berusaha aja yah mba insyaallah kalau sudah waktunya Allah kasih kok" Ucap Nissa dengan di iringi senyuman.


Nissa dan Riko pun melanjutkan belanja pakainya.


setelah selesai berbelanja pakaian mereka pun langsung pergi ke toko sepatu dan sendal untuk Riko.


Setelah selesai berbelanja mereka berdua pun langsung pergi ke toilet, untuk membersihkan badan Riko dan mengganti pakaian nya,


Riko yang sudah berganti pakaian Dia begitu sangat tampan dan lucu sekali dengan pakaian nya yang saat ini dia pakai.


"Mamah baju nya bagus sekali, Riko suka mamah" Ucap Riko dengan senangnya.


"Iya sayang kamu terlihat tampan fan lucu" jawab Nissa dengan senyuman manisnya.


Setelah itu mereka langsung keluar dari mall dan menuju taksi yang tadi menunggu mereka.


Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang ke kediaman Nissa dan Fariz.


15 menit kemudian taksi itu memasuki gerbang rumah Fariz dan Nissa yang menjulang tinggi.


Setelah sampai di depan rumah, Nissa terlebih dulu turun berbarengan dengan Pak supir taksi yang akan membantu menurunkan belanjaan yang tadi Nissa beli dan Riko.


"udah pak simpan aja di situ biar nanti bu Imah dan Yang lainnya aja yang bawa ke dalam. oh iya. Nih pak uangnya makasih yah sudah mau menunggu saya tadi" Ucap Nissa dengan menyodorkan uang warna merah tiga lembar.


"Duh neng nggak papa kok, bapa ikhlas menunggu neng berbelanja. tapi neng ini uangnya kebanyakan loh" Ucap Pak supir taksi.


"nggak papa pak nih ambil aja itung-itung bonus buat bapa dari saya hehe" Ucap Nissa dengan tersenyum lebar.


"Ya udah bapak terima yah neng, makasih loh, kalau gitu bapa pamit dulu yah" Ucap Pak Supir.


"Iya pak hati-hati di jalan" Ucap Nissa.


"Dah pak supir yang baik, makasih yah" Ucap Riko dengan suara cadel nya.


"Iya neng, iya nak. jangan nakal yah sama mamah. Dah pak supir berangkat yah" Ucap Pak supir kepada Riko.


kemudian pak supir itu pun masuk ke dalam taksi, kemudian taksi itu pun langsung pergi meninggalkan halaman rumah Nissa.


"Mamah apakah ini rumah kita?" tanya Riko dengan Polos nya.


"Iya sayang ini Rumah kita" Jawab Nissa dengan Senyum manisnya.


"Wow besar sekali mah" Ucap Riko dengan senyuman yang begitu manis.


"Hehe iya sayang...oh iya Bi...Bi Imah..." Panggil Nissa dengan suara agak keras memanggil Bi Imah.


tidak membutuhkan waktu lama Bi Imah pun langsung menghampiri Nissa. tapi setelah tiba, Bi Imah heran kenapa Nissa bisa bersama anak kecil?


Nissa yang mengetahui keheranan Bi Imah, Nissa pun langsung berbicara.


"Bi Nanti Nissa ceritakan, tapi Nissa mohon bantuannya untuk membawa belanjaan ini ke kamar Nissa yah Bi" Ucap Nissa.


"Oh ya, baik Non"


Bi Imah pun membantu Nissa membawakan belanjaan nya ke kamar Nissa.


"Yuk sayang kita masuk," Ajak Nissa ke Riko sambil memegang tangan kecil Riko dan sebelah tangannya lagi membawa sekantung belanjaan yang tadi mereka beli.


"Yuk mah" Jawab Riko.


Mereka pun memasuki Rumah, Dan Nissa langsung membawa Riko ke dalam kamarnya, untuk membersihkan badan Riko.