Sorry I Just Realized My Wife

Sorry I Just Realized My Wife
Eps 13



Assalamualaikum☺️


Hii kakak dan teman-teman👋🏼


Maaf yah Atas keterlambatannya


Dan maaf juga jika ada kesalahan kata atau typo nya🙏🏻🙏🏻


Terimakasih atas dukungannya🙏🏻🤗


Happy reading


Matahari pun telah terbit di sebelah timur sinar-sinar matahari pun telah masuk ke cela-cela kamar Nissa.


Nissa pun mulai membuka matanya karena kesilauan sinar matahari.


Tok...Tok...Tok


"Nissa bangun sayang ini sudah pagi" Panggil Tia ke Nissa dari depan pintu kamar Nissa sambil mengetuk puntu kamar


"Iyah mah Nissa udah bangun,mamah masuk aja" Jawab Nissa dan Mamah nya pun masuk bersama 2 Orang wanita


"Mereka siapa mah?" Tanya Nissa heran


"Mereka akan membantu kamu merias diri sayang,kan sekarang hari bahagia kamu" Ucap Tia seketika ucapan Tia mengingatkan Nissa


*Oh iyah sekarang kan hari pernikahan gw sama Fariz duh masa gw bisa lupa sih* Pikir Nissa


"Hey sayang ayo cepat kamu segera mandi terus nanti kamu pake gaun pernikahan kamu jangan bengong aja nanti keluarga Fariz keburu datang kamunya belum siap" Kata Tia


"Ya udah mamah tunggu di ruang tamu yah takut keluarga Fariz udah datang" Pamit Tia


"Oh okk mah" Jawab Nissa


Nissa pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.


15 Berlalu Nissa sudah selesai mengerjakan ritual mandinya itu dan Nissa pun di bantu sama 2 Orang perias untuk merias wajah Nissa.


🍃🍃🍃


Di lain tempat di kediaman Aditia


"yah ayo cepat,kita udah telat nih" Kata Chintia


"Iyah bun bentar ayah mau pake sepatu ayah dulu" Jawab Fano


"Ya udah bunda mau panggil Fariz dulu takut dia belum bangun" Ucap Chintia dan di angguki oleh Fano.


Tia pun menaiki anak tangga untuk menuju kamar Fariz.


Setibanya di depan pintu kamar Fariz


Tok..Tokk


"Fariz sayang kamu udah bangun" Panggil Chinti ke Fariz


"Udah Bun,Fariz juga Udah siap bentar lagi Fariz turun Bunda sama Ayah tunggu aja di bawah nanti Fariz nyusul" Jawab Fariz di dalam kamarnya


"Ya udah Bunda sama Ayah tunggu di bawah yah, jangan lama Riz kita udah telat Nih"


"Iyah bun" jawab Fariz.


Chintia pun pergi dan menuruni tangga untuk menuju ruang tamu.


Di dalam kamar Fariz sedang meluhat dirinya di cermin


*Hari ini pun tiba di mana hari yang pengen gw hindari,gw udah berharap dulu kalau nanti gw nikah gw pengen nikah sama perempuan yang gw sayangi dan gw cintai, tapi apa sekarang harapan gw musnah seketika.


Maaf kan aku Fit maaf kan aku karena aku harus berbohong sama kamu.maaf kan aku karena aku telah menghianati mu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu walupun aku sudah menikah dengan cewe sialan itu yang tidak lain adalah temanmu maaf kan aku... sayang maaf* Ucapnya lirih sambil melihat pantulan dirinya di cermin.Dia muak dengan kehidupannya ini.


Fariz pun keluar kamar dan turun menemui kedua orang tuanya di ruang tamu


" Yah,bun eh ada lo juga leo " Sapa Fariz


"Iyah bro gw di undang hadir sama om Fano" Jawab Leo


Yah leo adalah sekertaris Fariz di kantornya dia juga sudah Fariz anggap sebagai kakanya ketambah lagi sudah dianggap anak sama Fano dan Chintia


"Ya udah, ayo Kita berangkat Nanti kamu semobil sama Leo yah Riz" Ucap Fano


"Iyah yah"


Mereka pun berangakat dengan mobil berbeda.


Di perjalanan


"Gw gak nyangka lo Nikah secepat ini Riz,gw aja yang lebih tua dari lo belum Nikah pacaran juga gw belum" Kata Leo


"Apaan Cuma pernikahan dengan landasan perjodohan doang dan gw juga nggak cinta sama tuh cewe dan seterusnya gw gak akan suka sama tuh cewe dan gw gak akan anggap dia sebagai istri gw" Ucap Fariz datar


"Lo jangan ngomong gitu Riz, Emang lo sekarang gak cinta tapi gw yakin lama kelamaan rasa cinta itu muncul secara perlahan lo harus percaya sama gw"


"Tau apa lo soal cinta,lo pacaran juga belum" Kata Fariz sambil tersenyum ngejek


"Lo liat aja nanti setelah lo ngerasaan itu lo akan menyesal dengan ucapan lo sekarang"


"Ah tidak akan dan tidak pernah akan rasa itu muncul,karena gw udah memiliki kekasih yang jauh berbeda sama dia" Ucap Fariz seketika ucapan Faruz mengagetkan Leo sampe dia mengerem mendadak


"Gila yah lo" Kata Fariz ke Leo


"elo yang gila Riz, apa lo bilang lo sekarang memiliki kekasih sedangkan lo hari ini menikah kapan lo jadiannya?" Tanya Leo geram ke Fariz


"Gila lo ya gw nggak ngerti jalan pikiran lo Riz"


Leo pun mulai melajukan perjalanan nya kembali menuju rumah Nissa


Setibanya di kediaman Nissa keluarga Aditia pun di sambut dengan baik


"Ayo silahkan masuk calon dan calon menantu besan" Ucap Tio


"Haaahaa ok bro makasih atas sambutannya maaf kami cuman datang segini an aja soal nya keluarga ku yang lain tidak bisa datang cuma bisa do'a in aja dan kata Nenek Fariz terinakasih atas penerimaan lamaran nya" Ucap Fano ke Tio


"Oh iyah Bro nggak papa iyah Nih gw juga kangen sama tante Santi Ibu lo" Jawab Tio sambil memegang pundak Fano


Dan mereka pun masuk ke rumah yang sudah di dekor dengan sederhana dengab warna biru muda dan putih yah tamu yang datang cuma sedikit karena keinginan pengantin bahwa pernikahan ini harus di rahasiakan dari semua orang kecuali keluarga dan mereka pun setuju.


penghulu pun telah ada di posisinya


Di ruang rias Nissa pun telah cantik,dan seperti bidadari memakai gaun pernikahannya.


"* Masya allah Non kamu semakin cantik sekali padahal nggak di poles make up juga udah cantik dari sono nya*" Ucap sang perias memuji kecantikan Nissa.Nissa pun jadi malu


"Makasih mbak" Ucap Nissa sambil tersenyum


"* Masya allah sayang Anak mamah cantik sekali*" Ucap Tia yang tiba-tiba datang untuk menjemput Nissa


"*Ah mamah makasih mah"


"Ya udah sayang kamu siap-siap nanti kita keluar kamar kalau ijab kabulnya udah di ucapkan sama Fariz nanti mamah yang mengantarkan kamu ke sana*" Kata sang mamah dan di angguki oleh Nissa


*Ya allah Nissa sangat gugup sekali dan semoga penikahan sakinah mawadah warohmah untuk Nissa dan Fariz walaupun tidak di landasi dengan cinta, Tapi Nissa yakin suatu saat nanti Fariz akan mencintai Nissa* Pikir Nissa dalam hati


Pengucapan ijab kabulpun telah di ucapkan oleh Faruz dengan satu Nafas langsung tokcer...


SAH...


Ucap yang lainnya.


Dan Nissa pun keluar kamar dengan di dampingi oleh mamahnya Tia semua mata tetuju padanya termasuk Fariz yang tidak memalingkan pandangannya dari Nissa sampai dia tidak menyadari bahwa Nissa telah berada di sampingnya.


"Cantik" satu kata lolos dari mulutnya untungnya Yang lain tidak mendengarkan ucapan dari mulut Fariz


"Fariz udah ngeliatin Nissa nya nanti malam saja kamu puas untuk melihatnya" Kata Leo sambil cengengesan dan Fariz pun sadar


*Duh ngomong apaan sih gw,cantikan juga Fitri kemanamana* Gumam Fariz


Mereka berdua pun di suruh bertukaran Cincin kemudian Nissa pun mencium punggung tangan Fariz kemudian sepontan Fariz mengecup kening Nissa


Deg...


*ya allah jantung Nissa jangab sampai kedengaran Fariz ya allah nanti bisa-bisa Nissa malu lagi* Gumam Nissa


setelah itu mereka menyalami punggung kedua orang tua mereka yang sudah terusak oleh kebahagiaan


Dan para tamu pun mengucapkan selamat atas pernikahan mereka


Waktupun tidak terasa sudah menunjukan waktu 17.00 Para tamu yang hanya sedikitpun telah pulang ke rumah mereka masing-masing.


Tinggalah mereka


"* Selamat yah bro atas pernikahan nya*" Ucap Leo kepada Fariz


"Lo bilang lo nggak bakal suka sama istri lo?lo salah besar lihat dia sangat cantik bro pasti lo kepincut oleh kecantikan nya dan gw yakin bahwa tuh istri lo perempuan baik-baik camkan itu" Bisik Leo ke telinga Fariz


Muka Fariz pun seperti geram oleh busikan Leo ke telinganya


" eh iyh sayang kenal kan ini Leo dia sekertaris nya Fariz orang kepercayaan Fariz dan dia juga udah Bunda anggap sebagai anak bunda dan ayah " Ucap Chintia memperkenalkan Leo kepada Nissa


"Oh iyah Bun, Hii ka Leo salam kenal yah aku Nissa" Ucap Nissa memperkenalkan diri


"* Hii juga iyah aku udah tau kok nama kamu dari om Fano ,Kamu cantik sekali Niss beruntungnya Fariz memiliki istri secantik kamu*"


"Riz nanti besok kamu bawa istri kamu ke rumah baru kalian yah,kamu tau kan tempatnya nanti kita tunggu kamu dan istri mu di sana" Kata Fano


"Iyah yah Fariz tau kok" jawab Fariz


"Dan satu lagi kamu mulai sekarang harus cari uang sendiri dan papah akan memberikan perusahaan yang ada di sini untuk kamu urus nanti biar di bantu sama Leo , Dan jagalah Istri kamu baik-baik sayangi dia seperti kamu menyayangi ayah dan bunda inget jangan tangisi dia, dia sangat berharga bagi kami Riz begitupun dengan kamu kamu juga harta paling berharga bagi Ayah,bunda jadilah tulang punggung keluarga yang baik,jika ada masalah selesaikan bersama-sama dengan kepala dingin cuman ini pesan ayah untuk kamu" Kata Fano panjang lebar


"Iyah ayah Fariz akan selalu ingat ucapan ayah" Fariz pun memeluk Ayahnya kemudian memeluk Bundanya


"Ya udah kami pulang dulu kamu malam ini tidur dulu di sini dan pakaian kamu untuk bersalin sudah ada di kamar istri kamu dan untuk barang-barang kamu yang ada di rumah udah papah suruh pindahin ke rumah baru kalian" Kata Fano


"Iyah pah makasih"


Kemudian mereka pun pamit untuk pulang tidak lupa Nissa menyalami punggung tang mertua mereka secara bergantian.


Setelah itu Fano,Chintia,dan Leo pun pulang ke kediaman ruman Aditia.


🌼🌼🌼


Hii ka Terimakasih atas dukungannya🙏🏻😘


Maaf jika ada salah kata atau penulisan🙏🏻


Jujur karena ini adalah Novel terbaru aku


Dukung terus yah....😉


Jangan lupa Vote,Like,Komentar,Kritik dan sarannya☺️


Terimakasih...🤗🤗😘