
Assalamualaikum☺️
Maaf yah semuanya aku sekarang jarang Up🙏🏻
Terimakasih banyak atas dukungan kalian untuk Novel pertama aku ini😊🤗
Maaf jika masih banyak kesalahan🙏🏻☺️
Selamat membaca😘
Fariz melihat Nissa dan Nissa pun melihat Fariz pandangan mereka bertemu.
"Maaf Riz bukan maksud gw lancang masuk ke kamar lo tanpa ijin" Ucap Nissa Sambil menunduk.
"Oh iyah nggak papa kok" Ucap Fariz dingin.
"Gimana elo sudah merasa membaik" Tanya Nissa
"Yah gw lumayan membaik dan pusing gw juga tidak separah tadi" Ucap Fariz masih sama dengan nada dinginnya
"Oh syukur deh kalau gitu gw keluar dulu, dan lo istirahat aja supaya lebih membaik" Ucap Nissa seraya berdiri dan keluar kamar meninggalkan Fariz.
*Apa Dia yang mengompres gw dan dia juga yang merawat gw, Hmmm....biarlah toh itu juga hal yang semestinya harus di lakukan sebagai seorang istri mengurusi suami ketika lagi sakit* Gumam Fariz kemudian Fariz memejamkan matanya.
Di luar kamar Fariz Nissa sedang mempersiapkan makan malam nya di bantu juga oleh Bi Imah.
Selesai membuat makanan Nissa pun pergi menaiki anak tangga dan mengetuk pintu kamar Fariz.
Tok...tok
"Riz..... Apa lo sudah bangun cepat lo turun untuk makan malam" Ucap Nissa di depan pintu kamar Fariz
"Hmm gw udah bangun, yah nanti gw turun"Jawab Fariz di dalam kamar.
Setelah mendapat jawaban Fariz Nissa pun berlalu memasuki kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Fariz, Nissa langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
20 menit berlalu Nissa keluar dari kamar mandi lalu Nissa pun memakai pakaian tidurnya.
seketika Ponsel Nissa berbunyi. Nissa pun mengambil HP nya dan di lihat di layar ponsel tertera Nama Ka Bri yah yang menelpon Nissa adalah Brian.
Hubungan Nissa dan Brian sekarang semakin akrab dan mereka berdua juga sudah Seperti Kakak beradik yah itu kemauan Nissa karena Nissa tidak punya kakak dan Adik jadi dia menganggap bahwa Brian adalah kakak nya dan sebaliknya Brian juga menganggap Nissa sebagai Adiknya.
📞📞📞
Brian: Hallo, Assalamualaikum dek
Nissa: Waalaikumsalam iyah kak ada apa?
Brian: Hmm Nggak kok dek... Gimana kabarmu sehat?? maaf yah kakak selama 2 hari tidak menghubungi kamu yah karena kakak sibuk sama urusan kakak maaf yah.
Yah Brian sekarang sedang berada di luar kota karena mengurus pekerjaan nya di sana.
Nissa: Alhamdulillah kabar Nissa baik kak, iya kak nggak papa Nissa ngerti kok... dan gimana kabar kak Bri?
Brian: Alhamdulillah kabar kakak juga baik dek
Dan mereka pun larut dalam obrolan tanpa tidak tau apa yang sedang di ceritakan mereka pun sekarang sedang tertawa.
Sampai Nissa tidak menyadari bahwa Di depan pintu kamarnya Fariz sedang mendengar Nissa tertawa.
*Kenapa dia Tertawa sekencang itu, dan dengan siapa Nissa tertawa apa dia sudah gila tertawa sendiri* Gumam Fariz heran dengan Nissa kemudian Fariz pun turun menuju meja makan dan terlihatnya makanan telah tersaji di meja makan.
Di Kamar Nissa.
📞📞📞
Brian: Oh ya udah sana makan yang banyak yah awas jaga kesehatanmu jangan sampai sakit
Nissa: Ook siap komandan laksanakan ya udah Nissa tutup yah Assalamualaikum.
Nissa pun menutup teleponnya dengan Brian kemudian Nissa menyimpan HP nya di nakas dan berlalu keluar kamar lalu menuruni anak tangga dan berjalan ke meja makan.
Di lihatnya Fariz yang sedang makan di meja makan dengan lahapnya, Nissa pun duduk dan memulai mengambil makanan untuknya dan memakannya.
"Hey.." Ucap Fariz di sela sela makannya
"Hmmm apa lo manggil gw" Tanya Nissa ke Fariz
"Ya iya lah kan di sini cuman ada lo dan gw lalu kalau nggak ke lo ke siapa lagi? Setan" Ucap Fariz Dingin
"Ya kaliiii, ada apa sih lo??kalau mau manggil itu panggil nama aja supaya gw tau kalau lo itu lagi manggil gw"
"Hmmm...Gw mau nanya??? Lo tadi di dalam kamar lagi ngapain kenapa lo tertawa kenceng kayak gitu ketambah lagi lo tertawa sendiri lagi jangan-jangan lo udah gila ya*" Ucap Fariz sambil menatap Nissa dengan tatapan menyelidik.
"Apa an sih lo amit - amit gw gila... gw masih waras kali..... tadi itu gw lagi teleponan sama kak Brian, Bukan seperti lo pikirkan "
Seketika tanpa Fariz sadari Fariz Geram atas jawaban Nissa yang membawa nama laki - laki yang tidak ia kenal.
"Siapa kak Brian Brian itu hah?" Tanya Fariz Geram
"Bukan urusan lo" Jawab Nissa singkat
Fariz semakin geram terhadap Nissa.
"Huuh terserah lo aja, Awas lo jangan samapai main - main dengan laki - laki mana pun di luaran sana" Ucap tegas Fariz ke Nissa.
"Apaan sih lo Riz suka - suka gw lah mau main sama siapa aja juga bukan urusan lo"Jawab Nissa Cuek
"Itu urusan gw sekarang karena lo istri gw " Ucap Tegas Fariz
"Heh apa-apaan lo ini Riz lo nganggap gw istri lo sejak kapan???, Lo lupa yah tentang perjanjian yang lo bikin hah?" Ucap Nissa tegas
"Huh terserah lo aja, gw tegas kan sekali lagi awas kalau gw lihat lo jalan sama laki - laki lain" Ucap Fariz seraya berdiri dari duduknya dan meninggalkan Nissa di meja makan dia pun berlalu menuju kamarnya.
"Apaan sih si Fariz Ini kenapa gw gak boleh jalan sama laki - laki lain sedangkan dia sendiri menjalin hubungan dengan Fitri teman gw sendiri huuh menyebalkan" Ucap Nissa geram atas Ucapan Fariz tadi.
Setelah makan Nissa pun membersihkan bekas makannya dan bekas makan Fariz kemudian mencuci piring kotor dan membersihkan meja makan setelah selesai dia pun kembali lagi ke kamarnya.
❤️❤️❤️
Hii SemuanyaTerus dukung Novel ku ini yah☺️🤗
karena dukungan kalian adalah semangatku🤗😉
👉 Vote
👉 Like
👉 Komentar
👉 Kritik & Saran
Semoga kalian sehat selalu🤲🏼☺️
Terimakasih🙏🏻😘😘🤗🤗❤️❤️