Sorry I Just Realized My Wife

Sorry I Just Realized My Wife
Eps 05



Nissa pun mengusap air matanya yang keluar terus menerus. Tanpa berhenti.


Karena yah. Melihat seseorang yang kita cintai, bersikap begitu sepesial dan begitu manis kepada orang lain. Bahkan orang lain itu adalah teman kita sendiri.


Jadi sekuat apapun kita menahan sakit dan air mata. Maka hasilnya akan sama pasti dua kata yang akan kita ucapkan ya itu "Tidak kuat".


"Aku seperti penulis Novel yang menulis jalur cerita yang begitu panjang, dan menyayat hati. Supaya menjadi Novel menarik untuk di baca. Tapi kamu, sebagai pembacanya saja tidak mau untuk membacanya. Lalu apa hasil jerit payah Novel yang aku buat?. Sedangkan kamu sebagai pembacanya saja enggan untuk membacanya" Ucap Nissa. Seraya melihat lagi pantulan diri nya dari kaca. Dan buliran air matanya kembali lolos membanjiri pipinya itu. Kemudian dia menyalakan keran dan membasuh mukanya.


"Mungkin...Samapi di sini kepedulian ku terhadapmu. Dan aku akan berusaha untuk menyingkirkan rasa cinta ini. Walupun pasti akan sulit untuk ku hilangkan. Bukannya aku menyerah. Tapi aku lelah biar lah waktu dan takdir yang menjawabnya" Ucap Nissa menguatkan dirinya. sambil berusaha tersenyum.


Di tempat lain


"Umm kenyang nya" Ucap Dony seraya menyenderkan tubuhnya di kursi sambil, mengelus perut yang sudah membuncit karena kekenyangan.


"Ya udah kita balik yu. Takut bel masuk" Ajak Fariz ke yang lainnya. Seraya berdiri untuk membayar makanan yang telah temannya pesan tadi. Tapi bukan berarti Fariz menelaktir mereka. Hanya saja menggunakan Uang Fariz dulu, nah baru nanti mereka menggantinya kepada Fariz.


Setelah membayar pesanannya. Fariz pun kembali lagi ke meja di mana temannya berada.


"Ayo" Ajak Fariz sambil menggenggam tangan Fitri.


"Eh maaf kebablasan" ucap Fariz seraya melepas genggaman tangannya dari tangan Fitri sambil tersenyum.


Merekapun beranjak dari kursi hendak berjalan meninggalkan lestoran. Seketika ucapan Fitri menghentikan langkah mereka.


"Eehh tunggu-tunggu. Nissa kan belum balik dari toilet. Masa kita tinggal sih" yah ucapan Fitri menyadari yang lainnya. akan Nissa yang belum Balik dari toilet.


"Eeh iyah. Si Nissa kemana sih? kebiasaan tuh anak" Tambah Ayu.


"Udah lah kita duluan aja takut bel masuk. Toh dia paling lagi Pup. Dan dia juga tau arah balik ke sekolah. Orang sekolahan kita berhadapan dengan lestoran ini kan?" Ucap Fariz seraya melangkahkan kaki nya untuk keluar dari lestoran.


"Iyah juga yah nanti juga dia nyusul" ucap Ayu.


Dan merekapun berjalan kaki lagi untuk masuk ke area sekolah.


Di Tempat lain.


Nissa pun keluar dari kamar mandi dengan mata sembab nya dan seketika...


Brukk...


Tanpa sengaja Nissa menabrak seorang pemuda yang berlawanan arah dengannya. Dan Nissa pun langsung tersungkur ke lantai.


"Aduh" rintis Nissa kesakitan.


"kamu nggak papa?" tanya laki-laki itu. Kemudian menjulurkan tangannya untuk membantu Nissa berdiri.


"Eh Umm nggak papa. Pasti cuma memar aja ko. tapi nggak papa nggak papa. Tadi maaf yah aku nggak sengaja" Ucap Nissa seraya berdiri, dan menerima uluran tangan dari laki-laki tersebut.


"Oh iya ngga papa kok. Beneran lutut kamu nggak papa nih?" tanyanya lagi kepada Nissa. Dan Nissa pun seraya mengangguk tandanya iya.


"Oh iya. Kenalkan nama aku Brian" ucapnya memperkenal kan diri. seraya mengulurkan tangannya.


"Nama aku Nissa" Nissa pun membalas uluran tangan Brian.


"Nama yang cantik. Seperti orangnya cantik" goda Brian kepada Nissa. Nissa pun tersenyum.


Drtttt.....Drtttt


Ponsel Nissa pun berbunyi tanda ada yang menelpon nya.


"Ya udah Brian aku pamit dulu yah" ucap Nissa pamit ke pada Brian. Dan Nissa pun melangkahkan kakinya. Kemudian sambil mengambil ponselnya dari saku bajunya. Dan di lihatnya siapa yang menelponnya?. Tertera nama Karin di layar ponselnya.


"Waalaikumsalam. Niss lo kemana aja sih? gua telepon dari tadi eh baru di angkat sekarang" Tanya Karin di sebrang sana.


"Iyah maaf maaf. Ada apa sih lo telepon?. Sekolah kagak, tapi masih bisa nelpon gua lagi" Tanya Nissa.


"Hehe...Ini nih Niss gua bosen banget nih di rumah. Soalnya gua di rumah sendirian. Niatnya sih gua mau shoping tapi. Nanti takutnya ketemu sama guru di jalan. Tapi kalau sekolah gua males untuk belajar hehe. Jadi ya udah gua nelpon lo aja" ucap karin sambil cengengesan.


"Aah lo kebiasaan. Lo mah Rin, Rin. heran gua sama Sifat lo" ucap Nissa sambil menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Btw. Lo lagi di mana Niss? tumben lo bisa ngangkat telepon gua. Kan ini masih termasuk jam pelajaran " Tanya Karin kepada Nissa.


Seketika ucapan karin menyadarkan Nissa.


"Ya ampun Rin udah dulu ya, Dahh Assalamualaikum"


"Eh Eh tung...." ucapan Karin pun terputus. Karena Nissa udah mematikan Sambungan teleponnya.


Nissa pun berjalan dengan terburu-buru ke arah meja yang tadi di tempati olehnya dan teman-temannya. Tapi meja itu sekarang sudah kosong.


"Ya ampun mereka kemana sih?. Jangan-jangan mereka balik duluan ke sekolah. Tega mamat kalian sama gua sih... Kang Mamat juga gak setega kalian" umpat Nissa kesal, karena di tinggal pergi sama teman-temannya.


Dan Nissa pun pergi dari lestoran itu, menuju Sekolah dengan tergesa-gesa.


🍃🍃🍃


Dan setibanya Nissa di depan kelas. Pas itu pula bel pulang sudah berbunyi nyaring. Guru pun seraya keluar dari kelas.


Dan untungnya, Sang guru tidak melihat Nissa. Karena Nissa telah bersembunyi di balik pintu.


"Untung saja" ucap Nissa seraya masuk ke dalam kelas. Dan Nissa langsung mendapatkan pandang sinis dari teman-teman kelasnya. Tapi Nissa bersikap sa bodo amat gitu.


"Eh Niss lo kemana aja baru pulang?" tanya ayu.


"enggak. Gua enggak habis dari mana-mana. Kan gya tadi habis dari toilet" jawab Nissa.


"Apa?? lo selama berjam-jam di toilet terus. Lo mau jadi penghuni toilet apa?. Karena kelamaan di dalam toilet. Kalau gua jadi toilet nya gua udah bosan lo ada di situ mulu" Sambar Dony dari arah belakang.


"Ngomong apa sih lo Curut? suka-suka gua lah" Ucap sinis Nissa ke Dony.


"Eh iya. Kalian kenapa ninggalin gua hah?" tanya Nissa ke ayu dan Fitri.


"Maaf Nissa sayang. Bukan maksud gua ninggalin lo. Ya masa gua harus nunggu lo berjam-jam di dalam toilet? dan nanti kita sama lagi kayak lo bolos pelajaran" jawab Ayu seraya di angguki Fitri.


"Oh Gitu yah. Ya udah deh nggak papa. Gua maafin kalian berdua. Ya udah ayo kita cuss pulang. Udah gerah nih badan gua keringet mulu gara-gara tadi lari dari sana ke sini." ajak Nissa ke Ayu dan Fitri.


Merekapun keluar dari kelas. Kemudian menuju ke parkiran, dan Nissa pun menyalakan sepeda motornya. Kemudian melajukan sepeda motor kesayangannya itu menuju rumahnya.


🐥🐥🐥


Assalamualaikum☺️


Hii kak...


Makasih atas dukungannya yah🤗😘


maaf kalau ada kata-kata yang kurang pas dan maaf juag kalau masih ada typo nya🙏☺️


jangan lupa Vote, like, komen dan sarannya juga😉☺️


Terimakasih🤗🤗😘