Sorry I Just Realized My Wife

Sorry I Just Realized My Wife
Eps 14



**Assamualaikum☺️


Hii ka Terimakasih atas dukungannya🙏🏻


Dan maaf jika banyak kesalahan dari Novel aku ini🙏🏻😞,Karena aku baru pertama kali membuat Novel dan ini Novel pertama aku


Tetap ikuti terus yah perjalanan Nissa & Fariz☺️


Happy reading


Ketika kepergian Orang tua Fariz dan Leo


"Ya udah sayang kalian segera membersihkan badan kalian dan istirahat pasti kalian lelah seharian melalui acara pernikahan ini,Dan kamu Nissa ajak suami kamu ke kamar kamu dan persiapkan semua kebutuhannya karena mulai sekarang kebutuhan dia harus kamu penuhi " Kata Tia


"Iyah mah, yaudah Nissa sama Fariz ke kamar dulu untuk membersihkan diri sekaligus istirahat" Ucap Nissa


"Ya udah mah, pah Fariz ke kamr dulu yah" Pamit Fariz


Dan mereka pun memasuki kamar Nissa.


Fariz berjalan duluan dan di ikuti Nissa di belakangnya


Ceklek... (* anggap saja suara pintu di buka*)


Seketika Fariz pun menghela Nafas dan melajukan langkahnya untuk masuk.


"* Huh lo kayak kesepian cowok aja Niss,Saking kesepiannya lo sampe menyimpan Foto,Poster dan boneka segini banyaknya*" Kata Fariz Melihat-lihat dinding yang di penuhi Foto,Poster dan di atas meja kamar kusus di sediakan untuk menyimpan boneka.


"Kata siapa gw kesepian? gw sama sekali nggak kesepian kok.Dan lo lupa Riz tentang perjanjian itu bahwa kita tidak boleh mencampuri urusan kita masing-masing dan suka-suka gw lah ini kehidupan gw jadi jangan pernah lo ngatur hidup gw" Ucap Nissa geram atas omonag Fariz


"Ya inget lah,orang gw yang bikin perjanjian nya dan syukur deh lo inget perjanjian itu selama kita menikah,dan jangan pernah lo harap bahwa gw akan mencintai lo dan menerima status lo sebagai istri gw inget itu" Ucap Fano dengan banyak penekanan dari setiap kata yang keluar dari mulut nya.


"* Ok Riz kalau itu memang kemauan lo gw mengikutinya dan gw yakin dengan pertumbuhan benih cinta itu pasti tumbuh di hati lo untuk gw dengan seiring berjalannya waktu*" Ucap Nissa yakin


"Hahaa seyakin itu kah lo Niss tenang saja gw gak akan mencintai lo dan sekarang pun cinta gw udah di miliki orang lain bahkan lebih jauh baik dari lo,dan jangan pernah lo usik kehidupan gw cukup lo jadi istri yang semestinya melayani kebutuhan Suami kecuali tidak dengan kebutuhan di atas ranjang gw gak akan pernah menyentuh lo dan lo jangan pernah menyentuh gw tanpa seijin dan perintah gw dan tenang gw juga akan menafkahi lo secara materi tidak di sertai dengan Nafkah Batin" Ucap Fariz tegas sambil tersenyum ngejek


Seketika tubuh Nissa melemas dengan omongan Fariz bahwa dia sudah memiliki wanita di dalam hatinya bahkan dia secara terang-terangan mengakuinya.


*Apa Riz lo udah memiliki wanita lain sedangkan lo secara terang-terangan mengakuinya ke gw,apa lo tidak memikirkan omongan lo itu akan menyakiti hati gw Riz sakit hati gw,selama ini gw menyukai lo secara diam dan peduli sama lo tapi lo malah memandang gw dengan pandangan gw bukan wanita baik di mata lo. Sebegitu buruknya gw di mata lo Riz?Bahkan tadi pagi lo udah mengucapkan ijab kabul di depan orang tua gw dan kita belum satu hari menjadi suami istri tapi lo udah menyakiti hati gw* Gumam Nissa Lirih


Yah bagai mana tidak sakit orang yang kita Cintai secara diam dan selalu kita pedulikan tapi dia memandang kita sebagai orang yang tidak ada istimewa di hatinya bahkan seperti tidak melihat kita sama sekali.


Sakit,Sakit yah itulah yang di rasain oleh Niss


"*Kenapa lo bengong? *" Tanya Fariz dingin


"Tidak gw tidak bengong" Jawab Nissa sampai menahan butiran air matanya yang sudah membendung di pelupuk matanya.


"Ya udah gw mau mandi duluan dan lo siapkan pakaian gw elo harus memulai peran lo sebagai istri gw" Ucap Fariz tanpa dosa


Fariz pun berlalu meninggalkan Nissa ke kamar Mandi untuk membersihkan diri kemudian Nissa pun menyiapkan pakaian Ganti untuk suaminya Fariz.


15 Menit berlalu Fariz pun keluar kamar mandi dan dia hanya menggunakan handuk yang hanya di lilitkan di pinggang nya yah tubu Fariz terpampang jelas tubuh yang atlantis,Otot otot kelihatan dengan jelas,dan Perutnya yang sispak kelihatan roti sobeknya.


Itu semua membuat Nissa melongo dan tanpa mengedipkan mata nya.


"Hey biasa aja kali liatnya,emang sih tubuh gw itu sangat menggoda kaum hawa" Ucapnya penuh percaya diri


"Apaan sih lo percaya diri banget masih banyak orang yang mempunyai tubuh atlantis seperti idol gw malah dia melebihi tubuh lo" Kata Nissa.


Dan seketika Fariz pun mengepalkan tangannya.


"Bisa-bisanya lo membandingkan gw dengan mereka" Ucap Fariz geram


Nissa hanya mengacuhkan ucapan Fariz dia pun masuk ke kamar mandi dan tidak lupa dia membawa pakaian gantinya.karena dia tidak mau seperti Novel Romantis yang sering dia baca dan di mana seorang wanita ketika baru menikah pas mau mandi lupa membawa Baju nya dan meminta bantuan ke sang suami yah dia tidak mau seperti itu karena ini kehidupan nyata bukan sebuah Novel yah itulah pikiran Nissa saat ini.


Di luar kamar mandi Fariz pun menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dan dia sekarang lagi memainkan Hp nya


"Oh iyah gw belum mendengar suara bidadari gw sejak kemarin malam,ah gw telepon aja deh biar rasa kerinduan gw mengurang" Ucap Fariz dan yah Fariz sekarang sedang menelpon Fitri pacar baru nya karena dia kangen dengan suaranya,yah Fariz sudah memiliki Nomor Fitri dari Ayu


*Tut...Tut** (Anggap saja suara sambungan telepon)


"Wa'alaikumsalam sayang" Jawab Fariz


"Hmmm ada apa Riz dan kemana aja kamu dari tadi pagi kok nggak nelpon aku sih ohh pasti kamu lagi sibuk yah" Tanya Fitri


"Iyah sayang maaf yah aku baru bisa menelpon kamu,Jujur saja aku kangen sama suara kamu dan aku juga kangen memeluk kamu bidadariku" Kata Fariz manja


"Apa sih kamu Riz,yah aku juga kangen sama kamu Riz,kamu harus cepat selesain urusan keluarga kamu yah,eh iyah gimana kamu udah makan belum" Tanya Fitri


"*Udah kok yang, dan kamu gimana udah makan belum?"


"Udah kok Riz tadi bareng sama papah mamah"


"Oh syukur deh kalau gitu, ya udah yah tutup telepon nya dulu udah malem kamu juga gih sana bobo udah malem kan besok masuk sekolah jangan sampe kesiangan"


"Ya udah aku tutup yah,Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam sayang*"


Dan mereka pun mengakhiri obrolan teleponnya tanpa sepengetahuan Fariz.


Di ambang pintu toilet Nissa pun sudah berdiri dan Nissa pun mendengarkan obrolan Fariz dengan Fitri.


*Siapa cewe yang sudah berada di hatimu itu Riz?Sepertinya dia sangat berarti bagimu bahkan panggilan kalian pun sangat romantis* Pikir Nissa


"Udah menelponnya Riz" Nissa pun memberanikan diri untuk menanya


"Udah kok, dan sekarang gw sudah seneng udah bisa melepas kerinduan gw terhadapnya" Jawab Fariz dengan santainya masih dengan memainkan Hp nya


"Syukur deh kalau gitu,Ya udah gw tidur duluan" Ucap Nissa seraya berjalan menuju ranjangnya Seketika pergerakan Nissa pun Di hentikan Fariz


"Eeeh lo mau ngapain" Tanya Fariz dengan muka panik


"Ya gw mau tidur lah Riz" Jawab Nissa


"Eh nggak boleh lo tidur aja di lantai dengan alas pake kasur lantai yang ada di atas lemari lo gw gak mau tidur seranjang sama lo ingat perjanjian kita walaupun kita sekarang berada di satu ruangan jangan pernah berharap gw mau tidur sama lo dan sekarang lo sana minggir" Kata Fariz sambil menujuk ke ata lemari yang disana terdapat kasur lantai


"Tapi kan ini tempat tidur gw,ya lo aja sono yang tidur di lantai" Tolak Nissa


"Eh lo, gw ini tamu dan gw ini suami lo,lo harus menurut apa kata gw lo masih inget ucap mamah tadi bahwa lo harus patuhi omongan gw"


Yah Nissa mengingatnya dengan terpaksa dia membiarkan Fariz tidur di tempat tidurnya yang sudah dia tempati sejak berusia 10 tahun dan Nissa pun mengambil kasur lantai di atas lemari dan dia pun mengambil kursi belajarnya karena dia tidak bisa mengambilnya karena ukuran badannya dengan lemari jauh berbeda tapi Fariz tidak sama sekali membantunya.


Dan Nissa pun mulai menggeraikan kasur lantainya dan dia pun mengambil anggal,guling dan selimut kemudian dia mulai merebahkan tubuhnya yang sudah di tutup dengan selimut supaya tidak kedinginan.


*Sebegitu tega nya kamu Riz terhadap ku bahkan untuk malam pertama kita pun kamu tidak sudi untuk tidur seranjang dengan ku.ya sudah mungkin ini salah satu cara ku mematuhi ucapan suami* Gumam nya sambil terisak pelan supaya tidak kedengaran Fariz.


alhasil Fariz pun mendengar isakan Nissa


*Seperti ada yang menangis apa itu Nissa yah? Duhh apakah gw terlalu kejam terhadapnya membiarkan dia tidur di lantai sedangkan gw tidur di tempat tidurnya,bAhhh bodo amat dari pada gw harus seranjang sama dia ogah* Gumam Fariz yang kasian terhadap Nissa tapi dia membuang pikiran kasian nya dan terlelap begitu saja begitupun dengan Nissa yang sudah terlelap walaupun angin malam membuat suasana nya sangat dingin tapi dia menahannya.


🐥🐥🐥


**Ikuti terus ceritanya kakak dan tema-teman


Jangan lupa dukung terus ceritanya


👉 Vote 😉


👉 Like 😉


👉 Komentar 😉


👉 Kritik & Sarannya 😉


Dukungan kalian sangat berarti bagiku dan sebagai penyemangatku🤗


TERIMAKASIH🙏🏻☺️