
jangan lupa dukungan dan sarannya yah kak...Terimakasih😉🤗
Setelah Nissa memandikan Riko dan memakaikan pakaian Riko. Riko sangat mengantuk dan Nissa pun menemani Riko tidur.
Setelah Riko sudah tidur nyenyak, Nissa turun dari tempat tidur dengan hati-hati takutnya Riko ke bangun dengan pergerakan Nissa.
Nissa pun keluar dari kamar menuju Arah dapur, dan di lihatnya Bi Imah sedang memasak untuk makan Malam.
"Hii Bi" sapa Nissa ke bi Imah.
"Eh iya Non" Jawab bi Imah dengan sedikit kaget karena sapaan Nissa secara mendadak menurutnya.
"Sini Biar Nissa bantu" Ucap Nissa sambil mengambil alih memotong sayuran yang tadi di kerjakan bi Imah.
"Oh iya, Bi Nissa mau cerita soal anak kecil yang Nissa bawa ke rumah" Ucap Nissa.
Nissa pun menceritakan kejadian dia bisa bertemu dengan Riko dan Cerita juga kenapa Nissa ingin membawa Riko ke rumah, Bi Imah hanya mendengar dengan serius cerita dari Nissa.
"Nah jadi gitu Bi" Ucap Nissa
"Oalah Non, kasihan yah masih kecil udah di tinggalkan sama kedua orang tua yang nggak tau keberadaannya...oh iya non siapa nama Anak kecil itu?" Tanya Bi Imah.
"Dia bernama Riko Bi, hmm Nissa rencananya sih mau dia tetap tinggal di sini, dan dia juga manggil Nissa dengan sebutan mamah, pertama Nissa nggak mau kalau Riko manggil Nissa dengan sebutan itu, tapi yang bagaimana lagi Nissa kasihan dengan dia. ya udah Nissa berusaha menerima panggilan itu darinya." Ucap Nissa.
"Oalah Non, begitu baiknya dirimu non non" Ucap Bi Imah.
"Dan untuk cerita sama Fariz yah Nissa rencananya akan cerita nanti Bi...oh iya Fariz kemana yah bi?" tanya Nissa ke Bi Imah.
"Den Fariz ada di kamarnya Non, mungkin sedang tidur" Jawab Bi Imah.
Di kamar Fariz.
Fariz ke bangun dari tidurnya karena ada suara anak yang mengganggu tidur nyenyak nya, yah walaupun di kamar Fariz di pasang kedap suara tapi kedap suaranya di nonaktifkan olehnya.
"hitt anak siapa lagi tuh berisik banget, eh eh tunggu masa di rumah gw ada seorang anak sih?" Pikir Fariz yang kesal dengan suara anak yang menganggu tidur nyenyak nya.
Fariz pun keluar dari kamar dan yah dia mengikuti dari mana asal suara anak itu.
"Mamah....hiks...mamah" Teriak anak itu dengan di iringi tangisan.
Fariz berhenti di depan pintu kamar Nissa, dia mengerutkan dahinya.
Nissa berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya, karena mendengar suara Riko yang memanggil dirinya. dia langsung tergesa-gesa pergi menemuinya.
Nissa pun sampai tapi dia di kejutkan oleh Fariz yang berada di depan pintu kamarnya dengan kedua tangannya di lipat di depan dada.
Nissa menatap Fariz dan Fariz pun menatap Nissa dengan mengangkat satu alisnya.
Nissa tau ekspresi Fariz menandakan ingin bertanya tentang keadaan ini.
"Nanti akan gw ceritain semuanya ke lo, jadi sekarang gw masuk dulu. minggir lo" Ucap Nissa kepada Fariz.
Nissa pun langsung masuk ke kamar menghampiri Riko yang sedang menangis sambil memanggil nama nya dengab sebutan Mamah.
"Mamah...hiks. Mamah di mana" Ucap Riko dengan kedua tangannya mengusap air matanya yang keluar, jadi Riko tidak melihat Nissa yang sudah masuk kamar.
"Sayang" Ucap Nissa dengan Tangan nya mengusap lembut rambut Riko.
"Mamah" Ucap Riko yang langsung memeluk Nissa, Nissa pun membalas pelukan dari Riko dengan sayangnya.
"Mamah kemana saja Riko dari tadi mencari mamah, tapi mamah nggak ada di kamar. Riko takut mamah pergi lagi..hiks" Ucap Riko yang kembali menangis di pelukan Nissa.
"Nggak kok, Mamah nggak akan meninggalkan Riko, maaf yah tadi mamah Masak di dapur untuk makan malam kita sayang" Ucap Nissa.
Riko melepaskan pelukannya dari Nissa dan kembali tersenyum.
"Janji yah mah, kalau mamah tidak akan meninggalkan Riko" Ucap Riko.
"Iya Janji" ucap Nissa.
Tanpa mereka sadari ternyata ada sepasang mata yang melihat mereka dari ambang pintu, yah itu Fariz, Faeiz yang sejak tadi masih di sana.
"Mamah Siapa Kakak itu?" Tanya Riko sambil menunjukan jarinya ke arah Fariz.
"Apakah Dia Papah?" Sebelum Nissa menjawab Riko kembali bertanya dengan polosnya.
Fariz yang merasa di tunjuk oleh Riko dan di panggilnya dengan sebutan Papah, dia pun langsung masuk mendekati mereka berdua.
"Hey...hey bocah kecil, ngomong apa kamu tadi? Papah, Saya bukan papah kamu" Ucap Fariz.
"Iya sayang dia bukan papah" Tambah Nissa.
"Nissa sebenarnya anak siapa sih ini? kenapa bocah ingusan ini panggil lo mamah, apa lo bener ibunya ni anak?" Tanya Fariz ke Nissa.
"Nanti akan gw ceritain ama lo, sekarang lo keluar dulu Nanti gw nyusul." Ucap Nissa menyuruh Fariz keluar.
"Oke gw tunggu lo di ruang Baca" Ucap Fariz dengan dinginnya, keluar dari kamar Nissa menuju ruang baca.
"Mamah...Kalau dia bukan papah Riko terus dia siapa mah?" Tanya Riko
"Dia Kak Fariz sayang...teman mamah" Jawab Riko.
"Oh temannya mamah, tapi kenapa kak Fariz ada di sini? oh iya pasti dia sedang bermain yah di rumah kita" ucap Riko dengan polosnya.
"Iya sayang, oh iya mamah menemui kak Fariz dulu yah. nah kamu di sini nonton Tv dulu, nanti mamah kesini lagi kok" Ucap Nissa kepada Riko.
"Iya mah, tapi jangan lama-lama yah" Ucap Riko.
"Oke sayang, mamah keluar dulu yah" Nissa pun keluar meninggalkan Riko di dalam kamar yang sedang menonton Tv.
Nissa pun menuju Ruang baca menghampiri Fariz untuk menjelaskan semuanya tentang Riko.
Setibanya Nissa di depan pintu Ruang Baca, Nissa langsung mengetuknya.
Suara Dingin Fariz menyuruhnya masuk, dan Nissa pun masuk, di lihatnya Fariz yang sedang menyender di Rak buku dengan tangannya memegang buku dan satu tangannya di masukan ke dalam saku celana.
Nissa pun menghampiri Fariz, tapi dia tidak langsung menceritakannya. Fariz yang melihat Nissa seperti Merasa takut, Dia pun langsung menutup buku yang dia baca tadi, dan menyimpannya kembali di tempat semula.
"Ceritakan" Ucap Fariz dengan Dinginnya.
*Jangan takut Niss jangan takut, kamu hanya menjelaskan dan meminta ijinnya saja. tenang-tenang* Gumam Nissa dalan Hati sambil menguatkan dirinya dan membuang napas kasarnya dia bersiap untuk menceritakan semuanya kepada Fariz.