Sorry I Just Realized My Wife

Sorry I Just Realized My Wife
Eps 43



Lanjutt yah๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿค—....


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Nissa pun telah sampai ke teras rumahnya dia langsung masuk dan mengucapkan salam.


Ketika Nissa membuka pintu dia kaget karena melihat 2 orang yang Sangat Nissa rindukan Sedang duduk di ruang tamu.


"Wa'alaikumsalam" Ucap 2 orang tersebut membalas salam dari Nissa.


"Mamah....Papah" panggil Nissa seraya berlari ke arah mereka berdua sambil merentangkan tangannya dengan di sertai senyum yang sangat lebar.


Yah mereka berdua adalah Tio dan Tia orang tua dari Nissa.


Tio dan Tia berdiri dari duduknya dan sama seperti Nissa mereka tersenyum Lebar.


Bruk


Nissa langsung memeluk Papahnya kemudian Mamahnya secara bergantian sambil meneteskan air matanya karena bahagia rasa rindunya terobati juga.


"Mah...Pah Nissa kangen banget sama kalian Hiks" Ucap Nissa di sela tangisnya yang posisinya masih memeluk Sang mamah.


Kemudian Nissa pun melepaskan pelukannya dan lebih memandang orang tuanya yang sangat di cintai dan di sayangi juga di rindukan oleh Nissa.


Di usapnya air mata Nissa oleh Ibu jari Tio dan Di kecup nya kepala Nissa kemudian Nissa pun di bawa ke dekapan Tio.


"Kami juga sangat merindukan mu sayang" Ucap Tio sambil melepas pelukannya


"Iyah Sayang kami sayang merindukan mu...di rumah sangat sepi semenjak kamu pergi mengikuti suamimu" Sambung Tia sambil mengusap lengan Nissa


"Eh iya Niss kemana Suami kamu kok nggak ikut masuk?" Tanya Tio yang merasa bahwa menantunya tidak kelihatan.


"Iya di mana menantu ganteng mamah Niss mana Nak Fariz?" Tia pun ikut bertanya yang sudah menyadari bahwa menantunya tidak ada di hadapan mereka.


Nissa yang mendapat pertanyaan oleh kedua orang tuanya sangat kaget sampai sampai lutut kakinya terasa lemas.


"Eh...hmmm...oh Fariz yah Fariz ada Di..." Ucap Nissa terbata-bata sebelum Nissa melanjutkan ucapannya seseorang pun datang sambil mengucapkan salam.


"Assalamualaikum" Ucap salam seseorang itu yang tidak lain adalah Fariz


Yah Fariz tadi sesudah melihat Nissa sudah tidak terlihat dari tempat yang tadi Brian nurunin Nissa, Dia pun mulai melajukan mobilnya.


Dia heran ketika Pintu rumahnya kebuka tidak biasanya.


"Wa'alaikumsalam" Balas Nissa,Tia, dan Tio bersamaan membalas salam Dari Fariz.


"Om...eh maksud Fariz Papah...Mamah" Ucap Fariz sambil berjalan menghampiri mertuanya dan Fariz pun menyalami kedua Mertuanya secara bergantian.


"Hii Nak Fariz....kenapa kamu baru datang?" Tiba-tiba Tia berbalik bertanya.


Seketika Fariz Kaget karena mendadak di beri pertanyaan yang sangat mengakibatkan dirinya kaget.


"Eh hmm itu mah tadi Fariz menerima telepon dulu dari teman Fariz jadi Fariz nyuruh Nissa untuk duluan masuk rumah" Jawab Fariz berbohong.


Seketika Nissa pun menghembuskan Napas lega karena Fariz bisa menjawab Pertanyaan dari mamahnya.


"Oh gitu....kirain mamah kalian nggak pulang bareng...." Ucap Tia tersenyum.


Tia pun kembali duduk di susul oleh Tio dan Fariz dan juga Nissa.


"Haa nggak kok mah kita pulang bareng ya kan Niss" Ucap Fariz sambil tersenyum manis melihat Nissa


Deg


*Dia Ter...tersenyum ke gw* Pikir Nissa yang sangat tidak menyangka bahwa Fariz tersenyum padanya.


"Eh mmm Iya...Pah kami pulang bersama kok" Jawab Nissa sambil tersenyum manis walaupun dia masih sulit untuk mengontrol detak jantungnya yang masih berdetak kencang karena senyuman Fariz padanya.


"Pah...Mah...gimana kabar kalian?" Tanya Fariz


"Alhamdulillah kabar kami sangat baik" Jawab Tio tersenyum.


"Syukur kalau begitu mah...pah"


"Kalian kenapa nggak main ke rumah....Apa kalian nggak kangen sama Papah...mamah?" Tanya Tia


"Maaf mah kita bukannya nggak kangen sama Mamah dan Papah...soalnya kita belum sempat karena kita waktu itu sedang mempersiapkan untuk Ujian Sekolah jadi nggak bisa main ke rumah...dan untuk Sekarang Kami juga lagi melaksanakan ujian" Jawab Fariz


"Uluuhhh Anak dan menantu Mamah...Yaya nggak papa kok....kalian semangat yah dan rajinlah belajar supaya mendapat nilai yang kalian inginkan" Ucap Tia


"Iya Mah...mah Fariz Tinggal dulu yah soalnya Fariz mau mengganti pakaian" Ucap Fariz


"Oh iya sana ganti dulu pakaiannya mungkin kamu gerah dan Nissa kamu juga sana ganti dan Siapkan pakaian ganti untuk suami kamu...mamah mau Membantu Bi Imah masak untuk makan siang kita" Kata Tia


"iya kalian sana ganti baju dulu...papah juga mau ke depan dulu...dan mah Nanti tolong buatin Papah kopi 2 yah, papah pengen ngadem di Bawah pohon di pinggir rumah ini nanti kamu Riz kalau sudah ganti baju kamu susul papah yah Kita ngopi-ngopi di sana Ngadem sambil ngobrol santai" Ucap Tio sambil Tersenyum


Fariz pun menjawab nya dengan anggukan dan senyuman manisnya.


Yah di halaman pinggir rumah Fariz terdapat Pohon mangga dan di bawahnya juga terdapat kursi + meja bundar yang sangat sejuk bila berada di sana.


"Ok Pah nanti mamah buatin" Jawab Tia tersenyum.


Kemudian Mereka pun meninggalkan Ruang tamu Fariz dan Nissa Naik ke Atas untuk menuju kamar mereka.


Sedangkan Tia dia sedang membantu Bi Imah memasak di dapur dan Tio dia sedang menuju bangku yang berada di bawah pohon mangga.


Setelah Fariz dan Nissa sampai di depan pintu kamar mereka.


Ketika Nissa ingin meraih gagang pintu kamar tangan nya terhenti oleh perkataan Fariz.


"Nissa Ketika Di depan orang tua kita bersikaplah selayaknya pasangan suami istri jangan sampai mereka tau kebenarannya seperti apa" Ucap Fariz tegas dengan muka dinginya sambil melihat Nissa sedangkan Nissa hanya Fokus melihat gagang pintu kamarnya.


Deg


"Gw mengerti" Jawab Nissa cuek


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


Bener-Bener Si Fariz yah...Doyan banget bikin Hati Nissa sakit...Suatu saat nanti Lo bakal tau rasa Riz nyeseel lo udah Bersikap kek gitu ke Nissa.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Assalamualaikum๐Ÿง•๐Ÿป


Terus ikuti Ceritanya yah kakak


๐Ÿ˜‰


Dan jangan lupa Author butuh semangat dari kalian lewat dukungan kalian untuk Novel pertama Author ini๐Ÿ˜˜๐Ÿค—


Terimakasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜˜


Love you allโค๏ธโค๏ธ๐Ÿ’‹๐Ÿ˜˜