Sorry I Just Realized My Wife

Sorry I Just Realized My Wife
Eps 06



Assalamualaikum☺️


Selamat membaca kakak semuanya...maaf yah kalau banyak kesalahan kata yang kurang pas, dan banyak typo nya mohon di maaf kan🙏😞


Happy reading


❄️❄️❄️


Setibanya Nissa di rumah. Nissa langsung memarkirkan motornya. Dan dia kemudian masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum pah, mah. Nissa pulang" Ucapan salam Nissa ke pada orang tuanya.


"Iya wa'alaikumsalam sayang" Papah Tio dan Mamah Tia menjawab salam dari Anaknya Nissa. Kemudian Nissa pun mulai menyalami dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya secara bergantian.


"Nissa sana ganti baju dulu. Ada yang mau Papah dan Mamah bicarakan ke kamu" Ucap sang papah. Dan kemudian di anggukki oleh Nissa. Nissa pun berjalan menuju Arah Kamarnya.


10 menit berlalu. Nissa telah selesai mengganti pakaian seragam sekolahnya dan Nissa pun keluar kamar, untuk menemui kedua orang tuanya yang berada di ruang tamu.


"Pah, Mah" Sapa Nissa tersenyum seraya duduk di kursi ruang tamu.


" Iya sayang" jawab keduanya, Seraya membalas senyuman Sang anak kesayangannya mereka.


"Mau ngomong apa sih Pah, Mah?" tanya Nissa


"Nissa tau kan om Fano temannya papah?"


Tanya sang papah kepada putrinya. Nissa pun mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan papahnya.


"Nah langsung ke intinya saja yah. Jadi dulu papah sama om Fano berencana menjodohkan kalian dengan Anaknya. Pas kamu baru lahir dari rahim mamah mu Sayang"


PlASHBACK ON


"Assalamualaikum" sapa seseorang yang memasuki ruang rawat inap.


"Wa'alaikumsalam. Hii Fan apa kabar lo?" Tanya Tio, seraya memeluk temannya yang baru balik dari luar negeri. Yah itu adalah Fano Aditia.


"Alhamdulillah baik Yo. Bagai mana kabar lo? dan umm... Bagai mana kondisi Tia?. Gimana lahirannya lancar kan?. terus anak lo cewe apa cowok tuh?" Tanya Fano dengan berbagai pertanyaan.


" Wihhh santai aja bro. Nanya nya satu satu jangan seberedeg gitu. Gua pusing mana dulu nih yang harus gua jawab?" Ucap Tio yang merasa kaget oleh pertanyaan Temannya itu.


"Haha iya iya Maaf" Ucap nya cengengesan.


"Ok tidak apa-apa. Nah kabar gw Alhamdulillah baik. Dan kondisi istri gua tadi sempat pingsan karena kelelahan, tapi sekarang dia lagi istirahat. Nah untuk anak gua. Anak gua perempuan Fan. Dia cantik seperti mamahnya dan juga papahnya " jawab Tio


"Syukur alhamdulillah deh kalau gitu. Bener anak lo perempuan Yo?" Tanya nya lagi kepada Tio. Fano seperti tidak percaya atas jawaban sang temannya itu.


"Ya bener lah massa gua bohong sih. nggak ada faedahnya gua berbohong sama lo Fan, Fan" jawab Tio sambil menepuk pundak temannya itu. Seketika kebahagiaan terukir di wajah Fano. Bahagia karena mendengar jawaban dari Tio. Teman SMA nya dan sampai sekarang masih menjalin pertemanan dengan baik.


"Umm jadi bisa di jadiin menantu gua dong haahaa" Celetuknya seraya tersenyum kepada Tio.


"Apaan Sih lo Fan. Baru juga anak gua lahir udah di jodoh-jodoh hin" balas Tio sambil memukul pelan lengan Fano.


" Ya nggak papa Yo. Soal nya gua mau mengikat keluarga kita lebih dari pertemanan gitu. Gua pengen besanan sama lo Yo" Ucap Fano dengan seriusnya kepada Tio.


" Iya juga yah Fan. Tau aja gw kecipratan kaya kalau besanan besanan ama orang terkaya kayak lo ini. Dan anak gua juga bisa terjamin kehidupannya. Yang paling penting sih keluarga kita makin akrab banget, ya udah gua setuju Yo. Nah nanti gua sampaikan dulu ke istri gua. pasti dia juga setuju" jawabnya. Tio pun setuju untuk menjodohkan anak nya dengan anak temannya yang tidak lain adalah Fano.


"Ok..Duh gua gak sabar nunggu anak kita gede nih...Dan nanti gua langsung aja ngelamar anak lo, takut nya ada yang nyamber duluan. Ck" mereka pun tertawa bersama di ruangan rawat inap Tia


FLASHBACK OFF


Seketika Nissa pun terkaget dengan Penjelasan sang papah nya.


"Iya sayang. Dan mamah juga udah setuju dengan perjodohan itu" Ucap sang mamah Tia kepada Nissa.


"Tapi Mah. Nissa kan belum siap untuk menikah. Ke tambah lagi Nissa belum tau muka Anak om Fano itu kayak gimana?" Ucap Nissa kepada kedua orang tuanya, seraya menolak perjodohan itu.


Yah memang benar Nissa belum pernah melihat bagai mana Muka anak om Fano itu seperti apa?.


"Ya udah deh Nissa terima kemauan papah, sama mamah. Walau pun Nissa berat untuk menerimanya. Anggap saja ini tandanya Nissa berbakti kepada papah sama mamah. Karena Nissa sayang kalian berdua" Nissa hanya pasrah menerima perjodohan ini. Walaupun hati nya terasa sulit untuk menerima. Bagai mana tidak, Nissa belum pernah bertemu sama sekali dengan Anak teman papah nya itu dan dia belum siap untuk menjadi seorang istri.


"Terimakasih sayang. Papah sama Mamah sayang sekali sama kamu" Ucap sang papah sambil mencium kening Nissa dengan sayangnya.


"Nanti besok kamu harus pulang cepat yah sayang. Soalnya keluarga om Fano mau datang ke rumah. Mereka akan datang Jam 7 malam, kamu besok harus dandan yang cantik. ok" Ucap Tio dan di angguki oleh Nissa sebagai jawaban.


🍃🍃🍃


Di kediaman Aditia.


Di rumah yang begitu besar nan mewah. Terdapat keluarga yang menikmati makan siangnya. Itu adalah keluarga Aditia. Fano aditia, Chintia aditia, dan anak nya yang bernama Fariz aditia.


"Uummm Riz" Ucap Fano kepada Fariz dalam sela makan mereka.


"Eh iya Ayah. Ada apa?" Tanya Fano kepada sang ayah.


"Ada yang mau ayah bicarakan. Penting sama kamu"


"Bicara apa Yah? Sepertinya serius nih" tanya Fariz sambil tersenyum.


"Iyah sayang ini serius. Ayah dan bunda mu mau menjodohkan kamu sama putrinya om Tio. Kamu tau kan om Tio temennya Ayah waktu SMA?" Ucapan Fano berhasil membuat Fariz kaget dan tersedak makanannya. Dengan refleks bunda Fariz pun menyodorkan segelas air minum kepada Fariz.


"Pelan-pelan sayang. Nih minum dulu airnya" Fariz pun menerima air yang di berikan oleh sang Bundanya.


"Apa? Hahaa Ayah becanda saja. Ayolah yah bercandanya jangan kayak gini lah" Ucap Fariz tertawa. tidak percaya dengan omongan sang ayah nyah.


"STOP RIZ!!. Ayah enggak bercanda soal ginian"


Seketika tawa Fariz pun berhenti. Karena bentakan sang Ayahnya.


"Yang bener saja Yah?. Fariz masih sekolah, dan Fariz juga tidak tau bagai mana rupa Anak om Tio itu seperti apa? bertemu juga gak pernah. Massa mau di jodohhin gitu aja. Aneh-aneh saja ayah ini" Ucapnya seraya cengengesan.


" Ayah bilang JANGAN TERTAWA atau cengengesan kayak gitu. Dia cantik, Baik Riz. Malahan dia juga satu sekolahan dengan kamu Fariz" Ucapan Fano membuat Fariz berpikir keras.


" Apa?. Dia satu sekolahan dengan Fariz. Pokonya Fariz menolak perjodohan ini Yah titik" Penolakan Fariz berhasil membuat Fano marah.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau menerima perjodohan ini. Jangan salahkan Ayah. Kalau Ayah mencabut fasilitas kamu dan untuk warisan, ayah tidak akan memberikannya pada mu INGAT ITU!!" Ancam Fano ke Fariz.


Fariz pun kaget atas ancaman sang ayahnya. Yang benar saja jika warisan itu tidak di berikan kepada dirinya. Terus mau di kemanain tuh warisan?. Pikir Fariz


*Cih....Sebegitu ngototnya Ayah menjodohkan gua sama anak om Tio. Sampai-sampai mau mencabut fasilitas gua lagi. Dan paling parahnya lagi Papah enggak akan memberikan semua warisannya ke gua. Cuma gara-gara gua menolak perjodohan ini* Gumam Fariz yang Frustasi dan tidak terima atas ancaman sang ayah.


"Fariz sayang. Terima aja yah. Bunda yakin suatu saat nanti kamu pasti menerima perjodohan ini, Bunda yakin sekali dengan itu" Ucap Chintia meyakinkan anak nya itu, untuk menerima perjodohan ini.


"Umm... Ya sudah Fariz setuju dengan perjodohan ini" Ucapnya pasrah Fariz karena dia tidak terima jika Fasilitas nya di cabut dan lebih parahnya lagi tidak akan dapat warisan lagi.


Seketika Fano sang ayah dan Chintia sang bundanya tersenyum bahagia. mendengar persetujuan dari anaknya.


"Makasih sayang. Ayah tau kamu pasti menerimanya. Ayah sama Bunda sayang banget sama kamu jagoan Ayah" Ucapnya ke Fariz, sambil menepuk pundak Fariz.


" Dan untuk besok. Kamu pulang sekolah jangan kemana-mana, Kita akan bertamu ke rumah calon istrimu, sekalian kita mau membicarakan tanggal pernikahan kalian. Dan berpakaian lah dengan rapih. Kita berangkat ke sana sebelum jam 7 malam" Ucap sang ayah serta di angguki oleh Fariz tandanya setuju atas apa yang ayahnya katakan.


🌼🌼🌼


Hii kakak...👋🏼☺️🤗


Terimakasih atas dukungannya yah☺️🤗


Dan Maaf kalau ada kata yang masih salah🙏🏻 dan masih ada typo nya🙏🏻


terus dukung Novel ini yah kak😅😉😄


jangan lupa Vote, Like, Komen dan Sarannya juga🙃😉


Terimakasih🤗🤗😘