
Setibanya di rumah Nissa pun langsung masuk ke dalam kamar yang ber cat tembok hijau muda dan di dalam kamar Nissa banyak sekali Foto atau poster member EXO Nissa pun mengganti seragamnya dan tertidur di atas ranjangnya itu untuk menghilangkan beban pikirannya.
Di tempat lain
Begitupun Fariz,Fariz telah samapi ke kediaman nya dan dia langsung bermain game di dalam kamar yang luas yang di kelilingi dengan warna Abu dan putih dengan barang - barang yang tersusun rapih di tempatnya dan barang - barang itu pun tak ternilai harganya.
Malam
Malam pun tiba tepat pukul 06.30 di kediaman Aditia
"Nah udah yah udah rapih" Ucap Chintia kepada suaminya.
"terimakasih sayang" Balas Fano seraya mencium kening Chintia,Chintia pun mengangguk
"ya udah ayo kita keluar kamar ayah enggak sabar mau menemui calon mantu kita,dan jangan lupa bun kotak merahnya bawa awas jangan sampai ketauan sama Fariz" Ajak Fano ke sang istri.
Mereka pun keluar kamar dan menuju ruang tamu
"loh kok Fariz belum siap sih bun ini udah mau waktunya,Coba bunda panggil dia kebiasaan tuh anak kalau enggak di panggil bisa-bisa kita terlambat lagi" Uapnya kesal,Chintia pun hendak melangkahkan kaki nya untuk menuju ke kamar Fariz,seketika itu langkahnya terhenti karna yang akan ia panggil sudah Nongol
"Maaf yah Fariz telat" Ucapnya seraya berjalan mendekati kedua orang tuanya
"Huh Kamu selalu saja telat Riz Riz heran papah sama kamu, kamu tuh harus menghilangkan kebiasaan kamu ini Riz dan Nanti Nusa kamu berangkat ke kantor Leo sekertarismu kasihan dia, dia yang slalu urusin perusahaan dan urusi Kantor yang sudah lama tidak kamu urus masa harus ayah mulu kan ayah udah tua Riz belum lagi perusahaan yang di Amerika dan Kemungkinan setelah kamu menikah ayah sama mamah akan pulang ke sana" Ucap Fano sang ayah Faruz ke Fariz
"Iyh siap ayah" balas nya
" Ya udah ayo berangkat takut calon menantu dan calon besan kita udah Nunggu kita lama" Ajak Chintia kepada suami dan anak nya itu.
mereka pun berjalan keluar dan memasuki Mobil.
Mereka mengendarai mobil secara terpisah Fano dan Chintia mengendarai mobil yang sering di pakai Fano kerja,Dan Fariz menggunakan mobil sport nya.mereka pun melajukan mobilnya dengan Fano yang mengikuti mobil Ayah nya di belakang
Di kediaman Nissa,Mamah Nissa sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk keluarganya dan calom mantu+calon besannya
"Selesai" Ucap nya Bahagia karna makanan nya udah selesai di siapkan dan sudah di tata dengan rapi di meja makan. Dia pun masuk kamar menemui suaminya Tio dan bergegas mandi
20 Menit berlalu Tia pun telah selesai membersihkan badan nya dan memakai pakaian nya begitupun suaminya Tio yang sudah rapih menggunakan pakaian nya mereka pun seraya keluar kamar untuk menunggu calon mantu dan besan nya yang akan datang
"Mah Nissa nya mana?" Tanya Tio ke istrinya
"Ada di kamar yah lagi merias diri mungkin" jawab Tia dan tio pun mengangguk seraya mengerti
Di dalam kamar
Nissa pun duduk di tempat meja rias dan belum menggunakan gaun yang mamah nya belikan sekarang dia sedang melihat pantulan dirinya itu di kaca riasnya
" Heyy Nissa Sebentar lagi kau akan melihat calon suamimu,dan seperti apa nanti pernikahanmu akankah kamu mencintai dia...hmm sangat kasihan kau Nisa masa depanmu mengejar cita-cita sudah berhenti samapai sini" Nissa berbicara kepada dirinya sendiri dengan pandangan yang masih memandang pantulan dirinya
"ya sudah lah Sekarang gw harus merias diri gw dulu"Nissa pun berdiri dan hendak ke kamar mandi untuk memulai ritual mandinya.
Di ruang tamu terdengar suara ketukan Pintu Tio dan Tia pun ssepontan berdiri dan menuju pintu utama dan membukanya
"*Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam Ohh calon besan kita Sudah datang rupanya*" Ucap Tia seraya bahagia tamu yang ia tunggu tunggu telah datang
"Maaf yah Tia,Tio kalian pasti nunggu kita lama,bagai mana keadaanmu Tia" Ucapnya sambil berpelukan dan cipika cipiki
"Enggak papa kok chin, enggak lama juga eh mana calon mantuku aku udah lama enggak liat dia terakhir aku liat dia pas lagi ulang tahunnya yang ke-3 tahun,pasti sekarang mangkin ganteng dan gagah yah" Tanya Tia kepada calon besannya itu.
yah Tia udah lama enggak ketemu sama Fariz, Tua terakhir liat Fariz pas ulang tahun Fariz yang ke-3 karena semenjak itu Fariz dan kedua orang tuannya berangkat ke Amerika dan Fariz pun bersekolah di sana dan pulang lagi ke Indonesia untuk melanjutkan pendidikan nya di sini jadi dia pasti tidak kenal muka Fariz sekarang kayak gimana,begitupun dengan Fariz,Fariz nggak hapal dengan muka Tia.
"Iyah dia sekarang tumbuh jadi anak ganteng dan gagah,tadi ngikutin kita di belakang dan tadi dia minta kita untuk duluan ke sini soalnya dia mampir dulu mesjid untuk solat isya" Ucap chintia memberi tahu kepada Tia
" ya udah yu Fan,chin masuk masa mau di depan pintu mulu" Ajak Tio kepada calon besannya untuk masuk ke dalam rumah.
Mereka pun duduk di ruang tamu dan melanjutkan ngobrolnya.
"Eh iyah mana menantu ku aku ingin melihatnya apakah dia semakin cantik sekarang" Tanya chintia karena tidak melihat calon mantunya itu yang tidak lain adalah Nissa.Tio pun menjawab pertanyaan Chintia
"Dia lagi merias diri di kamar Chin bentar lagi juga dia keluar kok"
"Oohhh iyh iyh"
Dari arah pintu pun masuk seorang laki-laki pemuda yang tampan dengan balutan kemeja lengan panjang berwarna Nevi dengan celana panjang yang berwarna Hitam dia pun melangkahkan kakinya seraya tersenyum dan memasukan tangannya ke saku celana.
"Assalamu'alaikum Hii Om,tante" Ucapnya seraya menyalami dan mencium punggung tangan Tia dan Tio seraya tersenyum
"Waalaikumsalam" jawab mereka serentak "ele ele apa iyeu calon Menantu kita yah meni gantengna" Ucap Tia mengeluarkan sebagian bahasa sundanya.
(yah mamah Nissa asli orang bandung)
" iyah ini mah calon menantu kita Fariz" Jawab Tio
"Ya allah Fariz tante kangen banget sama kamu terakhir tante ketemu kamu tuh pas kamu ulangtahun yang ke-3 masya allah sekarang kamu udah gede dan ganteng deuih" Ucap Tia senang dan di balas anggukan oleh Fariz
Di lain arah Pintu kamar Nissa pun terbuka.
Nissa melangakhkan kakinya keluar kamar sambil menunduk.
Nissa mengenakan gaun yang berlengan pendek berwarna Nevi dan panjang gaun di atas lutut sejajar dengan tumit. dengan rambut yang di sanggul ke atas yang memperlihatkan jenjang lehernya yang mulus dan putih itu di tambah make up yang natural menambah kecantikannya. Nissa tanpa memakai Make up pun wajah nya sudah cantik dari lahir.
Sejetika di ruangan tamu yang tadinya ricuh oleh ocehan Tia seketika berhenti oleh ceklekan pintu kamar Nissa sepontan mereka ber Lima pun menengok Pintu kamar Nissa dan yah mereka terpesona dengan kecantikan Nissa begitupun Fariz.
"Ohh ini dia calon yang ingin ayah jodohkan ke aku sepertinya cantik, hus apa sih cantikan juga Fitri ke mana mana,eh tapi kenapa dia menunduk terus ya" Fariz pun bergumam sambil bertanya-tanya di dalam hatinya
"Masya allah Yah liat itu pasti calon mantu kita" Ucap Chintia.
Seketika ucapan chintia membuat Nissa pun mengangkat wajahnya dan tersenyum.seketika senyuman itu hilang ketika Nissa tak sengaja melihat paris lalu
"Elo" Ucap Fariz dan Nissa seketika kaget
"Lo ngapain di sini Riz?" tanya Nissa ke Fariz
"Elo yang ngapain di sini oh iyh gw tau pasti lo temennya Cewe yang mau di jodohin sama gw yah" tebakan Fariz membuat Nissa bingung
"Maksud lo apa ini kamar gw dan ini juga rumah gw" Ucap Nissa
"Hey hey setop jangan adu mulut gitu,ohhh jadi kalian udah saling kenal yah? Ini Nissa Putri Om Riz dan ini juga calon istri kamu" Ucap Tio dan ucapan tio berhasil membuat mereka menambah kekagetannya
"APA" Ucap nya barengan seraya menatap kaget satu sama lain.
❄️❄️❄️
Assalamualaikum☺️
Terimakasih atas dukungannya kaka🤗
Dan maaf kalau ada kata yang kurang pad dan kalau masih ada typo nya mohon di maafkan🙏🏻
Ikuti terus ceritanya dan lupa Vote,Like, Komennya untuk mendukung Novel ini😉
Dukungan kalian semangat ku💪🏼😉
Terimakasih🤗🤗😘