
kembalikan saja aku pada keluargaku, lepaskan lah aku. jangan kau kurung aku di tempat yang semestinya bukan tempatku.
kau menahan ku untuk tetap tinggal tapi kau tidak berusaha menahan namaku di dalam hatimu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari demi hari pun berlalu seperti biasanya, tepat hari ini adalah hari di mana Fitri akan berkunjung ke rumah Fariz.
Drrrrttt...Drrttt
Suara Ponsel Fariz berbunyi, pertanda bahwa ada orang yang menghubunginya, di ambilnya ponsel itu dan di lihatnya siapa yang menghubunginya sepagi ini.
seketika mata Fariz membulat dengan sempurna, karena melihat nama yang tertera di layar ponsel nya, melihat nama itu Fariz tidak langsung mengangkatnya. malah dia berpikir sejenak Fariz mengingat sesuatu hal yang dia lupakan.
yah dia ingat bahwa hari ini adalah hari kekasihnya Fitri akan berkunjung ke rumah.
*Duh hari ini kan hari di mana Fitri mau main ke rumah gw....duh gimana nih* pikir Fariz
Fariz pun mengangkat panggilan telepon dari kekasihnya yang tidak lain adalah Fitri.
๐๐๐
"Hallo sayang" Ucap Fariz
"Iya halo...kamu kemana aja sih Riz? lama bener ngangkat telepon nya" Ucap Fitri di sebrang sana.
"Maaf sayang tadi aku habis dari kamar mandi" Ucap bohong Fariz
"Oh gitu...eh iya Riz kamu nggak lupa kan bahwa hari ini, hari di mana aku akan berkunjung ke rumah kamu?"
"Tentu saja tidak dong sayang"
"Bagus deh kalau gitu...kamu kirim alamat rumah kamu nya yah"
"Oke sayang"
"Ya udah aku mau siap-siap dulu yah...tunggu aku" Ucap Fitri dengan nada senang nya, karena dia akan berkunjung ke rumah kekasihnya Fariz.
"Iya sayang pasti ku tunggu...hati hati di jalan yah"
"Iya Riz... ya udah aku tutup telpon nya yah dah"
"Iya sayang daah"
Fariz dan Fitri mengakhiri telponnya, Fariz langsung turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Di lantai Bawah terlihat Nissa yang sedang menata Sarapan di meja makan dan di bantu juga oleh Bi Imah.
"Selesai" Ucap Nissa
"Bi Imah Nissa ke atas dulu yah mau mandi dan siap-siap" Ucap Nissa.
"Iya Non"
Nissa pun pergi dari dapur dia pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya dan bersiap-siap.
Fariz yang sudah selesai membersihkan dirinya dia berpakaian santai dia menggunakan kaos berlengan pendek dan celana yang panjangnya se lutut, Fariz langsung keluar dari kamar menuju meja makan untuk sarapan.
tidak butuh waktu lama. setelah dia sampai di meja makan dia langsung menggeser salah satu kursi dan mendudukan dirinya.
dia pun langsung melahap sarapannya dengan santai walau pikirannya sedang kalang kabut.
Nissa yang sedang menuruni anak tangga kemudian menuju dapur untuk sarapan.
Dilihatnya Fariz yang sedang makan dengan santainya tapi raut wajahnya sedang memikirkan sesuatu.
Nissa Tidak menghiraukannya dan dia langsung mengambil sarapan untuknya sendiri dan langsung melahapnya.
Fariz sesekali melirik Nissa tanpa Nissa ketahui.
"Hmm...gw mau ijin keluar, apa boleh?" Tanya Nissa.
Nissa yang merasa Fariz sedang melihatnya dia pun sama memberhentikan kegiatan Sarapannya.
"Mau kemana lo?" Fariz malah bertanya balik ke Nissa
"ya gw mau keluar. soal lo nanya gw mau kemana? lo nggak perlu tau. asalkan gw pergi bukan ke tempat yang nggak bener dan melakukan hal yang nggak bener" Ucap Nissa yang sama melihat Fariz
"Hmm... ok gw percaya sama lo...emang lo perginya berapa lama?" Tanya Fariz.
Nissa yang mendapat pertanyaan seperti itu dari Fariz dia heran. tumben banget Fariz menanyai nya kayak gitu.
"Ya nggak tau...nggak tau sebentar atau lama gw juga gak tau, emang kenapa sih tumben lo nanyain gw keluar berapa lama" Ucap Nissa.
Seketika Fariz menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Nggak kenapa-napa ya gw mau tau aja. kan nanti bisa gw jemput lo" Ucap Fariz.
"Nggak Usah gw bisa pulang sendiri" Ucap acuh Nissa.
"Ok"
"Ya udah kalau lo udah ngizinin gw, gw pergi dulu"
"Hmm"
Nissa pun beranjak dari duduk nya dan langsung pergi dari meja makan dan menuju keluar rumah.
Nissa berencana. dia hari ini akan pergi ke Supermarket untuk membeli kebutuhan dirinya, yang tidak lain adalah cemilan untuk di jadikan teman ketika sedang menonton Drakor, dan pulangnya dia akan mampir sebentar ke rumah Ummi sari.
Nissa pun langsung masuk ke taksi yang sudah di pesannya tadi.
Di lihatnya Fariz yang tersenyum bahagia karena masalah yang tadi sedang dia pikirkan telah selesai juga.
Karena Nissa pergi keluar tanpa dia harus menyuruhnya untuk pergi, dan Fariz pun mengira bahwa Nissa pasti pulangnya sore karena kebiasaan Nissa ketika bermain selalu pulangnya pas waktu memasak untuk makan malam.
Perasaan Fariz sangat lega sekarang.
Setelah kepergian Nissa dari halaman rumahnya tidak lama kemudian ada sebuah taksi yang berhenti di depan gerbang rumah Fariz dan Nissa.
Pintu Penumpang pun terbuka sesosok gadis cantik keluar dari taksi dia tersenyum dengan manisnya.
" Pasti ini rumahnya " Pikir Gadis itu.
๐๐๐๐๐๐๐
Author : Duh Babang Fariz Ari kamu nanaonan coba? gimana kalau ketahuan ama Nissa. kalau babang ngundang Fitri main ke rumah bisa-bisa Nissa ngamuk loh๐๐
Fariz : Tenang saja Thor nggak bakalan kan si Nissa nya juga pasti pulang sore jadi santai aja๐
Author : Bener-bener kamu mah bang๐๐ Author kalau jadi Nissa pasti author bakalan nyanyi.
Fariz : Nyanyi apaan emangnya thor?
Author : Ku menangiisssss....๐ญ๐ญ๐ญ
Fariz : Tatatatataaaaaaa
๐ป๐ป๐ป๐ป๐ป๐ป
Assalamualaikum๐ง๐ป
Hii kakak-kakak terimakasih sudah mau mampir ke cerita Novelku, semoga kalian suka yah๐ค maaf nih jika aku jarang up๐๐ป
erus ikuti ceritanya yah dan jangan lupa dukungan dan sarannya juga๐๐ค๐
Semoga kalian sehat selalu๐คฒ๐ผโบ๏ธ
Terimakasih๐๐ป๐คโบ๏ธ
Love you๐ค๐๐โค๏ธ