Sorry I Just Realized My Wife

Sorry I Just Realized My Wife
Eps 10



Mereka berdua pun telah kembali ke ruang tamu.


"Gimana sayang udah ngobrolnya?" tanya Tia ke Fariz dan Nissa


"Udah mah"


"Udah tan"


Jawab mereka secara bersama.


"Jadi gimana kalian mau kan melanjutkan perjodohan ini?" Tanya Tia kembali


Mereka berdua pun saling memandang kemudian Fariz menjawab.


"* Iyah kami setuju dan akan melanjutkan perjodohan ini*"


Mereka pun bahagia atas yang di ucapkan oleh Fariz


"*Tapi kami minta sesuatu,boleh kan?"


"Boleh sayang kalian meminta apa insyaallah kami akan memenuhinya*" Ucap Fano


"Jadi gini yah kami tidak mau hubungan kami di ketahui oleh yang lainnya begitupun ketika pernikahan kami,kami ingin hanya kekeluargaan saja yang hadir dan ijinkan kami untuk melanjutkan sekolah kami"*


"Ok kami setuju,dan tenang saja untuk sekolah kalian lanjutkan saja toh sekolahan itupun punya om*" Ucap Fano


Ya emang sekolahan itu memang milik keluarga Aditia. tapi teman-teman Fariz dan Nissa bahkan Nissa pun kaget dengan ucapan Fano


"Apa jadi om Fano itu pemilik sekolahan yang kita tempati"


"iyah sayang itu sekolahan punya om dan bentar lagi punya kamu juga setelah kamu sah menjadi istri Fariz" Jawabnya seraya senyum bahagia


*Pantesan dulu Fariz bikin masalah di sekolah tapi nggak di hukum ataupun di panggil ke ruang guru* pikir Nissa


"Ya udah jadi kedatangan kita ke sini untuk perjodohan dan lamaran sekarang sekalian kita langsungkan saja pertunangan di sisni" Ucap Chintia


Seketika mereka bedua terkejut oleh ucapan Chintia kecuali suaminya Fano dan kedua orang tua Nissa yang sudah tau.


"Hah sekarang langsung tunangan,jangan becanda deh bun, aku juga belum mempersiapkan diri ke tambah aku belum mempersiapkan cincinnya" Ucap Fariz ke bundanya


"Jangan memikirkan itu bunda sama ayah udah menyiapkannya,Nih ambil pasangkan ke pada calon menantu bunda" Kata Chintia sembari memberikan kotak kecil yang berwarna merah.


"*Jadi bunda udah menyiapkan ini semua,huh sangat hebat"


"ya udah Nih ambil cepat*"


Fariz pun menerima nya.


Fariz pun berdiri sama halnya Nissa pun berdiri dan mereka melangkahkan kakinya untuk saling berhadapan Dan Fariz pun mengambil tangan Nissa dan memasangkan Cincinnya sembari tangan keduanya bergetar karena gugup


Deg...


*Ya tuhan Nissa tidak menyangka tangan Nissa di pegang oleh Fariz cowok yang Nissa Cintai secara diam,dan sekarang Nissa sudah resmi jadi tunangannya Nissa sangat gugup detak jantung ini berdetak begitu cepat" Gumam Nissa tidak menyangka


*kenapa nih jantung, jantung gw berderak begitu cepat dan tangan gw bergetar apa gw sedang gugup sekarang yang sedang memegang tangan Nissa,ah sial* Pikir Fariz


Dan mereka pun berkutat dengan pemikiran masing-masing tanpa mereka rasa cincin yang sedang Fariz pasangkan telah masuk ke jari mungik Nissa


"Ehemmm"


Deheman Tio pun membuyarkan lamunan mereka dan seketika tangan Nissa di lepas oleh Fariz.


Sekarang giliran Nissa memasangkan Cincinnya kepada Fariz.


Pemasangan Cincin pun selesai dan kemudian


Plok...plok...plok


Yang lainnya pun tepung tangan dan di sertai senyum bahagia


" hhmmm sebentar lagi satu langkah lagi kamu akan resmi jadi mantu bunda sayang" Ucap Chintia seraya memeluk Nissa


"Kamu juga Fariz bentar lagi akan menjadi mantu kita ya mah" Ucap Tio


"iyah pah benar huhh tidak menyangka bentar lagi anak kita akan berumah tangga dan nanti kita akan menimang cucu" Jawab Tia seraya bahagia


Fariz dan Nissa pun terkejut dengan omongan Tia


"Ngomong apa sih mah,Nissa belum siap untuk memiliki anak apalagi Nissa sama Fariz masih sekolah" Ucap Nissa


"Iyah iyh mamah tau,tenang saja mamah,papah sama calon mertua kamu akan sabar menunggu" kata Tia cengengesan


" ya udah kan acaranya udah selesai kita pamit pulang yah Yo soalnya udah malam juga gak enak di liat sama tetangga yang lainnya,ketibang lagi besok Fariz sama Nissa harus berangkat sekolah takut mereka tidur kesiangan" Kata Fano


"eh iyah aku lupa dan untuk kalian berdua acara pernikahan kalian akan di laksanakan Nusa biar lebih cepat lebih baik dan untuk acaranya kita adakan aja di sini jika kalian tidak mau pernikahan ini di ketahui oleh semua termasuk awak media dan untuk besok Nissa kamu besok pulang sama Fariz yah buat fiting baju pengantin kalian" Tambah Fano dan Fariz, Nissa pun menganggukan kepala artinya iyah


"Ya udah kalau gitu kita mau pulang, Makasih yah Yo makasih yah atas sambutan dan makanan nya kami pulang dulu" kata Fano smabil berjabaran tangan dengan Tio


" ya udah calon dan besan aku juga pamit dulu yah" Ucapnya Chintia kepada Tia seraya berpelukan dan cipika-cipiki


"Sayang calon mantuku yang cantik nan anggun ini kami pulang dulu yah sayang dan kamu mulai sekarang panggil tanteu dengan sebutan bunda yah dan kepada om juga panggil ayah sama seperti Fariz panggil ke om dan tante" Kata Chintia seraya memeluk dan mencium kening Nissa


" Om,Tante, emm Nissa. Fariz pamit pulang dulu yah" Ucap Fariz seraya menyalami punggung kedua orang tua Nissa


"iyah calon mantuku hati- hati dan untuk kamu juga sayang panggil tante dengan sebutan mamah dan om dengan sebutan papah,kamu juga harus sering-sering main ke sini yah dan maaf kalau rumah kita sempit" Ucap Tia kepada Fariz


" Iyah tan..eh mah nanti Fariz akan main-main ke sini kok" Jawab Fariz


****


Dan keluarga Fariz pun keluar dari ruman Nissa di ikuti Nissa dan keluarga Nissa di belakang.


mereka pun memasuki mobil mereka yang tadi mereka bawa.


Ketika kedua mobil itu melaju sudah jauh keluarga Nissa pun masuk ke rumah.


" Ya udah mah,pah Nissa ijin ke kamar yah mau isturahat udah malem soalnya" ijin Nissa kemudian di angguki oleh kedua orang tuanya.


Nissa pun memasuki kamar nya dan mengganti gaun dengan pakain piama nya kemudian dia merebahkan dirinya di atas ranjang tanpa waktu lama Nissa pun terlelap sangat pulas.


🍃🍃🍃


Setibanya Keluarga Fariz di rumah mereka pun langsung memasuki kamar masing-masing dan Fariz pun Naik ke atas tangga untuk menuju kamarnya yang berada di lantai atas dan setibanya di kamar Fariz pun mengganti pakaian nya dengan pakaian hanya memakai kolor saja sedangkan bagian atas nya tidak memakai sehelai kain apapun. jadi terlihat tubuh yang sempurna dengan dada bidannya,otot- ototnya dan roti sobek di bagian perutnya yang menambah kesempurnaan badannya.


yah Fariz sudah terbiasa karna dia tidur selalu tudak memaki baju kalau tidur karna menurut nya tudak nyaman karna sudah terbiasa.


Kemudian Fariz pun merebahkan badan nya di atas kasur dan memejamkan matanya untuk tidur karana waktu sudah sangat larut malam takut nya besok dia ke siangan untuk sekolah.


**❤️❤️❤️


Assalamualaikum☺️


Hii kakak dan teman-teman apa kabar?👋


Maaf yah untuk kesalahan kata atau tulisannya mohon di maafkan 🙏🏻


Terimakasih atas dukungan kalian🤗❤️


ikuti terus ceritanya dan jangan lupa vote,like and komennya☺️😉


Dan selamat menunaikan ibadah puasa untuk kalian yang sedang menjalankannya☺️


Terimakasih🤗🤗😘😘**