Sorry I Just Realized My Wife

Sorry I Just Realized My Wife
Eps 49



Lanjut yaa๐Ÿ˜‰๐Ÿค—


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


Setibanya taksi yang di tumpangi Nissa di depan gerbang rumah Nissa.


Nissa pun keluar dari dalam taksi.


Sebelum masuk Nissa terlebih dulu membayar taksinya, kemudian taksi itu pergi dan Nissa juga masuk ke dalam rumah nya.


Setibanya Nissa di dalam rumah, Nissa langsung masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Fariz baru sampai di rumahnya. dia pun langsung masuk ke dalam rumah, di lihatnya Bi Imah sedang mengelap perabotan yang ada di dalam rumah mewah nan megah itu.


"Selamat sore bi" Sapa Fariz ke Bi Imah.


"Sore Den Fariz" Jawab Bi Imah sambil tersenyum.


"Fariz ke atas dulu yah Bi" Pamit Fariz


"Monggo den" Ucap Bi Imah


Fariz pun melangkahkan kakinya menuju kamar yang berada di lantai atas.


Setibanya di dalam kamar, Fariz pun langsung membersihkan badannya.


Nissa yang telah selesai membersihkan badannya dan sudah memakai pakaian santai.


Nissa langsung turun ke bawah, dia berjalan menuju arah dapur, Nissa akan memasak makan malam untuk suaminya yang tidak lain adalah Fariz.


Nissa mulai anteng dengan peralatan dapur nya.


Tidak terasa Masakan Nissa telah jadi, dia pun langsung menghidangkannya di meja makan.


Ketika Nissa menghidangkan makanannya, Fariz pun datang dia langsung menarik kursi kemudian duduk.


Sesekali Fariz melihat Nissa yang masih sibuk menata makanan, Nissa tau bahwa Faris sedang memandanginya tapi dia tidak menggubris, Setelah selesai Nissa langsung mengambil piring Fariz.


"Mau lauk yang mana" Tanya Nissa tanpa melihat muka Fariz.


"Yang itu, itu dan itu" Ucap Fariz seraya menunjukan lauk yang ia inginkan.


Nissa pun mengambil apa yang Fariz inginkan, Setelah mengambil makan untuk suaminya. Nissa langsung memberikannya kepada Fariz dan Fariz pun langsung melahapnya.


Setelah mengambil makanan untuk suaminya, Nissa pun langsung mengambil makanan untuknya, yah Nissa sekarang makan bersama Suaminya Fariz di meja makan tidak lagi di dalam kamarnya.


Hening tanpa ada obrolan di meja makan hanya ada suara sendok dan garpu yang beradu saja, keduanya menikmati makan malamnya.


Sampai pada akhirnya Fariz memecahkan keheningan itu.


"Hmm tumben lo makan di sini, biasanya lo makan di dalam kamar" Ucap Fariz sesekali melirik Nissa.


"Gw pengen aja" Jawab Nissa.


"Oh ok"


"Gw minta izin ke lo, besok gw mau pergi" Ucap Nissa.


Ucapan Nissa membuat Fariz heran.


"Ya mau pergi...pergi aja, ngapain lo harus izin ke gw" Ucap Fariz acuh.


Nissa pun memberhentikan kegiatan makannya.


Fariz yang mendapat jawaban dari Nissa dia tertegun atas Jawaban yang Nissa ucapkan.


*Nggak nyangka gw. Si Nissa bisa tau peraturan seorang istri itu gimana aja, dan gw juga baru tau bahwa seorang istri harus meminta izin terlebih dahulu ke suaminya, oh pantesan Bunda ketika mau keluar rumah selalu meminta izin dulu ke Ayah toh ini jawabannya*Pikir Fariz.


"Oh...ok gw izinin lo pergi...." Ucap Fariz.


"Makasih" Ucap Nissa.


Setelah itu mereka melanjutkan makan malamnya hingga habis.


Setelah selesai makan, Fariz langsung pergi ke kamarnya, dan Nissa pun Masuk ke kamarnya setelah mencuci piring bekas makan mereka berdua.


๐ŸŠ๐ŸŠ๐ŸŠ๐ŸŠ๐ŸŠ


Malam di gantikan dengan pagi, di pagi hari ini burung - burung berkicau di batang pepohonan ada juga yang terbang menyambut pagi yang sangat indah.


Di lihatnya Nissa telah rapih dengan baju gamis yang sangat cantik berwarna abu senada dengan warna kerudungnya.


Nissa pun turun. menuju lantai bawah, di lihatnya Bi Imah yang sedang menata masakan yang sudah Nissa masak tadi sebelum dia mandi.


"Pagi bi" Sapa Nissa ke Bi Imah.


"Pagi juga Non....masya Allah, cantik sekali non Nissa pagi ini. mengenakan pakaian yang tertutup di tambah lagi memakai jilbab, sangat cantik non" Ucap Bi Imah yang kagum atas kecantikan Nissa mengenakan pakaian yang tertutup.


"Iya alhamdulillah makasih bi" Ucap Nissa tersenyum.


"Maaf jika bibi langcang, Kalau boleh tau non Nissa mau pergi kemana yah?" Tanya Bi Imah ke Nissa


"Oh nggak papa bi, ini waktu kemarin Nissa di ajak sama ibu-ibu untuk mengikuti pengajian...jadi Nissa menyetujuinya dan sekalian Nissa mau memperdalam ilmu agama serta bersilahturahmi dengan ibu-ibu yang lainnya" Ucap Nissa.


"Oh....Masya allah bagus kalau gitu non" Ucap Bi Imah.


"Ya udah kalau gitu Nissa berangkat yah bi takut acaranya sudah di mulai**" Ucap Pamit Nissa.


"Oh iya silahkan Non, hati-hati di jalan yah" Ucap Bi Imah.


"Iyh Bi Assalamualaikum" Ucap Nissa seraya berjalan ke luar, di lihatnya taksi yang di pesan Nissa sudah tiba di depan rumahnya.


"Waalaikumsalam" Jawab Bi Imah.


Nissa pun masuk ke dalam taksi.


tidak lama kemudian taksi itu keluar dari halaman rumah Nissa menuju tempat yang Nissa tuju.


*Masya allah....Non Nissa adalah wanita yang begitu baik dan Solehah tapi kenapa den Fariz tidak melihat diri Non Nissa sebenarnya seperti apa...Den Fariz sangat beruntung mempunyai istri kaya Non Nissa* Gumam Bi Imah.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Assalamualaikum๐Ÿง•๐Ÿป


Hii kakak-kakak semuanya....๐Ÿค—๐Ÿค—


Jangan lupa dukungan kalian semuanya untuk Novel pertama ku ini๐Ÿค—๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜˜


Maaf jika masih ada salah kata atau ada Typo nya mohon di maafkan yah....๐Ÿ™๐Ÿปโ˜บ๏ธ


Semoga kalian sehat selalu๐Ÿคฒ๐Ÿผโ˜บ๏ธ


Terimakasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿค—


Love you๐Ÿ˜˜๐Ÿ’‹๐Ÿค—