
Assalamualaikum☺️
Hii semuanya terimakasih banyak atas dukungan kalian selama ini🙏🏻😉
terus dukung Novel ini yah...
maaf jika masih ada kesalahan dalam kata ataupun tulisannya🙏🏻☺️
🌧️🌧️🌧️
Pagi yang sangat mendukung untuk tetap setia di kamar karena Hujan deras.
Fariz yang masih setia dengan bantal gulingnya tidak mau untuk membuka mata toh sekarang juga hari libur dan di kantor sudah beres dan tidak ada jadwal.
jadi dia memutuskan untuk tidur sepuasnya.
berbeda dengan Nissa,Nissa sekarang sedang berada di dapur walaupun hujan turun dan terasa dingin tapi dia tetap menjalankan kewajibannya seorang istri untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan dirinya.
yah walaupun dia merasa suaminya tidak menganggapnya sebagai seorang istri.
"Selesai" Ucap Nissa sambil mengelap dahinya yang keluar sedikit keringat.
lalu membawa makanan itu ke meja makan dan di tata dengan begitu rapih,Nissa di bantu sama Bi Imah.
"Bi" Panggil Nissa ke bi Imah
"Iyah Non" Jawab Bi Imah
"Bi tolong bangunin Fariz yah untuk sarapan soalnya Nissa mau bersihin badan Nissa dulu,Tolong yah Bi" Ucap Nissa
"*Iyah Non siap nanti bibi Bangunin Den Fariz"
"Makasih Bi*"
Nissa langsung bergegas ke kamarnya untuk membersihkan badannya karena merasa lengket walaupun sedang dingin karena hujan.
Dan Bi Imah segera ke kamar Fariz untuk membangunkannya untuk sarapan.
Tok..Tok
"Den...Den Fariz" Panggil Bi Imah di depan pintu kamar Fariz
Fariz langsung bangun karena merasa ada yang memanggilnya.
"Iyah sebentar" Jawab Fariz dengan nada yang khas orang baru bangun
Di bukannya pintu kamar dan terlihat bi Imah
"Ada apa Bi?" Tanya Fariz
"Oh ini Den sarapannya udah siap"
"Ohh ya udah nanti Fariz turun bi,sekarang Fariz mau mandi dulu setelah itu turun untuk sarapan" Ucap Fariz
"Ya udah kalau gitu bibi kembali ke dapur dulu yah den" Pamit Bi Imah.
Setelah Fariz menganggukan kepala Bi Imah langsung pergi dan kembali ke dapur.
Sedangkan Fariz dia segera ke kamar mandi untuk memulai mandinya.
Setelah selesai Mandi dan berpakaian Fariz langsung pergi ke lantai bawah menuju dapur dan dia pun langsung duduk.
Di lihatnya semua makanan enak yang membuat Fariz ngiler *baru dilihat saja udah kayak enak banget wihh kalau di makan hmmm pasti enak*Gumam Fariz
Dia pun duduk dan mengambil makanan ke piringnya.
Nissa telah kembali ke meja makan dengan penampilan yang begitu lucu karena dia mengikat rambutnya seperti kunciran kuda.
Fariz sempat terpesona karena kelucuan dan cantik muka Nissa tapi langsung dia tepis pikirannya tentang penampilan Nissa.
mereka memulai makan paginya tanpa ada obrolan hanya ada suara sendok dan garpu yang menghiasi keheningan yang ada di meja makan itu.
sedangkan Fariz dia pergi ke ruang kerjanya.
yah rumah Fariz dan Nissa menyediakan ruangan kerja untuk Fariz jika ingin bekerja di rumah.
ruangan yang di dominasi dengan warna abu-abu dan putih ruangan yang begitu renang dan nyaman menurutnya.
Fariz mempelajari dokumen yang belum ia pelajari karena sibuk dengan sekolahnya.
Nissa yang masih di dapur dia berinisiatif membuatkan kopi untuk Fariz.
setelah selesai Nissa berjalan menuju ruang kerja Fariz, di depan pintu ruangan tersebut Nissa gugup.
"Ketuk apa jangan....ketuk apa jangan....humpss ketuk aja deh toh mau di minum juga kagak bukan masalah yang penting gw udah menjalan kan tugas seorang istri untuknya"
Kemudian Nissa mengetuk Pintu ruangan Fariz
Tok..tok
"Masuk" Ucap Fariz di dalam
setelah Nissa mendengar jawaban Fariz Nissa langsung masuk dengan membawa secangkir kopi untuk Fariz suaminya.
"Nih Kopinya" Ucap Nissa seraya menyimpan segelas kopi di meja kerjanya tepat di depan Fariz.
"Siapa yang minta kopi" Tanya Fariz heran dan langsung yang tadinya pokus mempelajari dokumen dan di alihkan nya untuk menatap Nissa.
"Nggak ada...ya gw hanya berinisiatif aja untuk membuatkan lo kopi karena ini juga termasuk kewajiaban seorang istri untuk memenuhi keperluan suami" Jawab Nissa sambil menunduk kan kepalanya.
"Oh ...pantesan hujan turun sepagi ini...toh karena ada yang udah tau tugas seorang istri hmm" Ucap Fariz sambil melipatkan kr dua tangan di dadanya.
"Apaan sih dulu juga gw ingat tugas seorang istri itu apa aja...ya elo nya aja yang baru menyadarinya"
Fariz langsung berdiam, toh iya juga apa yang di bilang Nissa.
"Ya udah terus lo ngapain masih di sini"Tanya Fariz
"Hmmm....G..we...mau nanya sesuatu sama lo" Ucap Nissa terbata bata
"Mau Nanya apa...gw nggak punya waktu banyak karena gw lagi mempelajari dokumen" Ucao Fariz dingin.
"Lo kenap pas tadi malam lo mengebrak meja pas kita lagi makan sosis bakar" Tanya Nissa akhirnya pertanyaan yang ingin dia tanyakan ke Fariz ter tanyakan juga.
Fariz yabg mendengar pertanyaan Nissa langsung diam membeku.
"Riz gw lagi nanya sama lo...kenapa semalam lo.." Sebelum Nissa memulai kembali pertanyaan nya Fariz langsung menjawab dengan memotong omongan Nissa.
"Nggak kok...gw hanya...hanya lagi gak mood aja" Ucap Fariz asal
*Hupss... syukur deh gw punya alasan,kalau gw bilang jujur duhh malu banget gw*Gumam Fariz
"Oh cuma itu kirain gw ada apa" Ucap Nissa
"Emang menurut lo kenapa"
"Nggak kok nggak papa...ya udah gw keluar dulu karena banyak pekerjaan yang belum kelar"
Setelah itu Nissa bergegas keluar dari ruangan Fariz dan Nissa masuk kedalam kamarnya yang terletak di sebelah kamar Fariz.
❤️❤️❤️
Terus dukung Novelku ini yah...☺️
karena dukungan kalian sangat berarti bagiku...😉
Dan sarannya juga...😉
Semoga kalian sehat selalu🤲🏼
Terimakasih🙏🏻🤗😘