
Assalamualaikum
Hii Semuanya maaf yah kalau masih ada kesalahan kata atau tulisannya mohon di maafkan🙏🏻☺️
Selamat membaca🤗❤️
✨✨✨
Hari - hari pun berjalan seperti biasanya.
Pernikahan Fariz dan Nissa pun telah Menginjak 2 Bulan tepat hari ini adalah hari di mana pernikahan mereka genap 2 bulan.
Rumah tangga mereka berjalan seperti biasanya tanpa ada keharmonisan di dalam keluarga kecil itu.
Ketambah lagi sikap Nissa sekarang acuh tak acuh Terhadap Fariz semenjak Fariz membentaknya waktu itu tapi Nissa tidak meninggalkan tugasnya sebagai istri untuk memenuhi kebutuhan sang suami yang tidak lain adalah Fariz.
Dan Fariz pun seperti biasanya tidak memperdulikan Nissa. Tapi Fariz juga menjalankan kewajibannya sebagai suami untuk menafkahi istrinya Kecuali Nafkah batin yang tidak dia Berikan.
Dan hubungan Fariz dan Fitri pun semakin ke sini semakin baik banyak orang yang iri pada Fitri yang bisa memiliki hati Fariz Cowok Populer di sekolahan SMA itu.
🌻🌻🌻
Sekarang tepat pukul 04.40 wib Nissa pun terbangun Dan dia pun sesegera mungkin membersihkan dirinya dan mengambil wudhu untuk melaksanakan kewajibannya menjadi seorang muslim Setelah berwudhu Nissa pun memakai mukena nya dan dia pun memulai Sholat nya di atas Sejadah.
Di kamar Fariz.
Fariz pun sekarang sudah bersiap ingin melaksanakan Sholat Subuh nya.
Setelah Nissa sholat Nissa membuka mukenanya dan seketika dia Ingin melihat kalender.
"* Apa sekarang udah tanggal segini tanggal pernikahan gw sama Fariz tidak terasa pernikahan ini pun Sudah menginjak 2 bulan tapi keadaan Rumah tangga ku masih sama seperti dulu malah seperti semakin memburuk, Apakah Fariz akan tau tentang Hari ini adalah hari tepat pernikahan kami menginjak 2 bulan*? " Pikir Nissa sambil masih memegang Kalender yang berukuran kecil.
"Ah pasti dia tidak tau dan buat apa juga dia harus tau toh pasti tak memperdulikannya" Ucap Nissa kemudian Nissa pun berdiri dan menyimpan lagi kalender yang ia pegang ke tempat semula lalu Nissa pun keluar kamar menuju dapur untuk membuat Sarapan.
Di dapur sudah ada Bi Imah yang sedang mengelap meja makan.
"Pagi Bibi " Sapa Nissa kepada Bi Imah
"Pagi juga Non" Jawab Bi Imah
"Bi apa bahan makanannya masih ada?" Tanya Nissa kepada Bi Imah
"Ada Non kemarin bibi baru belanja"
"Oh ya udah makasih ya bi"
"Iyah Non sama - sama"
Nissa pun memulai masaknya di bantu oleh Bi Imah.
Setelah 45 menit masakan nya pun sudah jadi kemudian masakan nya itu di tata di meja makan.
Ketika sudah selesai menata makanan dan Susu + kopi untuk Fariz Nissa pun kembali ke kamar untuk Membersihkan diri dan memakai Seragam sekolahnya.
Di luar kamar Nissa. Fariz keluar kamar dan dia pun telah memakai seragam sekolah kemudian dia menuruni anak tangga lalu menuju meja makan untuk sarapan.
"Pagi Bi" Sapa Fariz ke Bi Imah
"Pagi Den, silahkan den Kopinya di minum dulu takut keburu dingin" Ucap Bi Imah
Kemudian Fariz meneguk Koppi buatan Nissa itu.
Dari Arah lain Nissa berjalan ke meja makan dan dia langsung duduk tapi anehnya dia tidak mengambilkan makanan untuk suaminya terlebih dahulu tidak biasanya.
Nissa mengambil makanan untuk nya dan langsung melahapnya dengan tenang.
*Kenapa Nih anak akhir - akhir ini sikapnya Acuh terhadap Gw dan sekarang dia tumben tidak mengambilkan dulu makanan untuk gw* Pikir Fariz heran atas sikap Nissa akhir - akhir ini.
"Hey... Mana makanan untuk gw masa lo makan duluan sedangkan gw sebagai suami lo belum" Ucap Fariz kepada Nissa
Tapi Nissa diam dan masih melahap sarapannya tanpa membalas ucapan Fariz.
"Nissa lo denger enggak gw ngomong hah?" Tanya Fariz geram karena omongannya seperti tidak di dengarkan oleh Nissa.
Seketika Nissa menghentikan kegiatan makannya dan berkata.
"Kata siapa gw gak denger? Gw denger kok lo ngomong , Ya gw malas aja melayani lo terlalu istimewa" Ucap Nissa Acuh Tapi dalam hatinya dia sangat tidak enak atas omongannya sendiri dia berpikir apa dia terlalu keterlaluan terhadap Suaminya.
" Apa lo bilang terlalu istimewa itu tugas lo sebagai istri melayani suami. jadi lo enggak mau lagi memenuhi kebutuhan gw, hmmm lo mau jadi istri durhaka hah?" Ucap Fariz geram.
" Hey lo Riz... mau ngomongin soal durhaka sama gw, Lalu apa lo hah? apa lo nggak merasa bahwa diri lo juga durhaka sama istri, suami macam apa yang tidak menganggap istri nya ada ? gw sudah berusaha Riz menjadi Istri yang baik buat lo dan gw memenuhi semua kebutuhan lo tapi apa bahkan lo tidak melihat usaha gw Riz. Lo nggak tau kan hari ini hari apa? hari ini hari dimana pernikahan kita menginjak 2 bulan, Ck pasti lo nggak tau yah ya iya lah soalnya lo Sibuk dengan bidadari kesayangan lo itu... hmm ....Sungguh sangat menarik rumah tangga ini yah " Ucap Geram Nissa tanpa Nissa sadari air mata nya pun lolos keluar dan membasahi pipi Cabyy nya itu
Seketika Fariz Emosi atas Ucapan Nissa yang membawa Fitri dalam pertengkaran nya itu
" DIAM... LO JANGAN MEMBAWA FITRI DALAM MASALAH INI DIA TIDAK TAU APA -APA JADI LO MAU RUMAH TANGGA INI KAYAK GIMANA*? OH GW TAU PASTI LO MAU GW MEMBALAS CINTA LO YAH? JANGAN MIMPI " Bentak Fariz ke Nissa.
Tapi Nissa hanya diam dan semakin terisak atas bentakan Fariz kepadanya.
Bukan sebuah ucapan Romantis yang Fariz berikan pada Nissa tapi sebuah bentakan yang bisa membuat hati Nissa terasa sakit dan seluruh tubuhnya pun bergetar.
*Ya allah apakah ini ujian dari mu untuk hamba, sungguh ya allah bentakan Fariz sangat membuat hati Nissa ini terasa sakit* Gumam Nissa Lirih masih dalam isakan nya.
Nissa pun berlari ke Atas menuju kamarnya sambil menangis dan menahan rasa sakit hatinya.
Setelah Nissa sampai di dalam kamarnya dia pun menangis dan memukul mukul dadanya terasa sakit untuk dia rasakan saat ini.
"Sakit ya allah sakit hati Nissa... Seakan akan Nissa sudah tidak sanggup menjalankan rumah tangga ini... Kapan ya allah kapan kebahagiaan itu kau berikan kepada rumah tanggaku ini?" Nissa pun bicara sambil masih memukul dadanya yang terasa sakit atas sakit hatinya itu.
Seketika Nissa merasa kepalanya sakit dan dia pun memegang kepalanya dengan kedua tangannya, pandangan Nissa pun mulai rabun seketika.
Bruk...
Nissa terjatuh ke atas kasur dan tidak sadarkan diri.
Di Tempat lain Fariz mengacak ngacak rambutnya dia terlalu emosi Atas perilaku Nissa akhir - akhir ini terhadapnya.
*Kenapa kehidupan gw sekarang serumit ini hah? gw muak dengan ini semua dan Kenapa tadi di saat Nissa mengeluarkan air matanya gw serasa ingin mengusap air matanya itu dan gw seperti ingin memeluk untuk menenangkan dan meminta maaf atas ucapan gw?* Pikir Fariz atas perasaannya tadi yah akhir - akhir ini Fariz seperti bersimpati kepada Nissa dan dia pun merasa ada yang hilang di dalam dirinya semenjak Nissa acuh terhadapnya Fariz bingung atas perasaannya itu.
Apakah benih - benih cinta itu sudah muncul di diri Fariz untuk Nissa.
Setelah Emosi nya mulai mereda Fariz pun melajukan mobil nya untuk ke sekolah.
🌻🌻🌻
Setelah beberapa menit Fariz telah sampai ke sekolah dan dia pun menuju kelasnya dengan muka yang seperti ada masalah.
🍀🍀🍀
Hii Semuanya makasih atas dukungan kalian semua 🤗😘
Terus dukung Novelku ini yah😉
Karena dukungan kalian Adalah penyemangat ku...❤️🙏🏻
Semoga kalian sehat selalu🤲🏼😊
TERIMAKASIH😘😘😘❤️