
Terimakasih atas goresan pisau yang kau berikan kepadaku, walaupun goresan itu tidak melukai kulitku dan tidak menimbulkan sobekan luka tapi goresan itu terkena pada hatiku yang telah kau berikan padaku.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Gadis itu pun langsung melangkah maju memasuki gerbang yang menjulang tinggi yang sedikit terbuka.
langkah gadis itu langsung berhenti, karena ada yang menghampirinya seorang bapak-bapak yang berseragam seperti seorang satpam.
"Maaf neng cari siapa yah" tany Bapak-bapak itu yang tidak lain adalah pak mamat.
"Maaf Pak saya Fitri temannya Fariz, ingin bertemu dengan Fariz. tapi apakah ini benar rumahnya Fariz?"
Yah gadis itu adalah Fitri.
"Oh mau ketemu den Fariz toh, iya neng ini rumah den Fariz," Ucap Pak mamat
"Iya pak"
"Bi...Bi imah" Panggil Pak Mamat ke Bi Imah yang sedang menyapu halaman depan.
Bi Imah yang merasa di panggilpun langsung memberhentikan pekerjaan nya dan segera menghampiri pak mamat.
"Ada apa pak?" Tanya Bu Imah.
"Ini Bi, Temannya den Fariz katanya mau ketemu sama den Fariz" Ucap Pak mamat.
"Hmmm...maaf bi perkenalkan nama saya Fitri, temannya Fariz" Ucap Fitri seraya menyodorkan tangannya.
"Oh iya neng, saya Bi Imah" Ucap Bi Imah seraya membalas uluran tangan dari Fitri.
"Ya udah kalau gitu, ayo neng saya akan antar masuk" Ucap Bi Imah.
"Oh iya baik Bi, pak saya permisi yah" Ucap Fitri.
kemudian Fitri dan Bi Imah pun masuk ke dalam rumah dan Fitri langsung di suruh duduk di ruang tamu.
sedangkan bi Imah memanggil Fariz yang berada di kamarnya. setelah memanggil bi imah di suruh Fariz untuk mengambilkan cemilan dan minuman buat Fitri.
Fariz yang sudah mendapat kabar dari Bi imah bahwa Fitri sudah tiba, dia merasa bahagia dan langsung menuruni anak tanggang menuju ruang tamu di mana ada Fitri di Situ.
"Hii sayang...maaf yah nunggu lama" Sapa Fariz ke Fitri sembari tersenyum dan tangannya mengusap pipi Fitri dengan lembutnya.
"Hii juga...nggak papa kok" Balas Fitri sembari tersenyum juga kepada Fariz.
Tidak lama kemudian Bi Imah datang dengan membawa cemilan dan minuman juga.
"Silahkan Neng, den" Ucap Bi Imah seraya menyimpan makanan dan minuman di atas meja.
"Iya Bi, makasih yah" Ucap Fitri tersenyum ke bi imah.
Kalau gitu bibi pamit ke dapur lagi" Bi Jmah pun kembali pergi menuju dapur.
Ketika menuju arah dapur, bi imah bertanya-tanya pada pikiran nya sendiri.
Tentang siapa sebenarnya Fitri itu, tumben sekali Fariz membawa temannya untuk berkunjung ke rumah.
ketambah lagi teman yang pertama berkunjung adalah seorang gadis, walaupun bi Imah dan semua yang bekerja di sana tau tentang pernikahan Fariz dengan Nissa. yang tidak boleh di orang lain tau. kecuali keluarga dan yang bekerja di rumah Fariz dan Nissa, jadi mereka pun mengikuti perintah majikannya itu.
*Siapa kah gadis itu, apa dia benar-benar teman den Fariz? apa jangan-jangan pacar den Fariz ?* Pikir Bi imah dalam hati.
Sejenak Bi Imah memberhentikan langkahnya dan melihat ke belakang, di lihatnya Fariz yang begitu bahagia bercanda dan mengobrol dengan Fitri.
kemudian bi Imah pun langsung melanjutkan langkahnya menuju dapur.
"Di minum jus nya sayang" Ucap Fariz sambil tangannya menggenggam tangan Fitri.
"Iya aku minum. lepas dulu dong tangannya, malu tau kalau orang lain lihat"
"Haa iya aku lepas, ya nggak papa dong mereka lihat juga kan aku lagi menggenggam tangan pacarku sendiri bukan pacar orang" Ucap Fariz sambil cengengesan.
"Kamu ini. oh iya rumah kamu besar juga yah dan tadi selama di perjalanan dan pas masuk perkomplekan rumah kamu yang paling besar. apa kamu tinggal hanya dengan Bi Imah, dan Pak satpam aja?" Ucap Fitri.
"Hmmm, I...iya sayang aku tinggal sama mereka berdua dan ada juga satpam yang lainnya tapi mereka sedang libur sekarang" Ucap Fariz.
"Duh kalau aku jadi kamu yah, ah aku mending tinggal sama orang tua aja. soalnya kalau sama orang tua kan rame dan bisa berkumpul nggak kayak gini aku takut banget dan sepertinya sepi " Ucap Fitri.
"Haa kamu ini penakut sekali sih sayang, tenang bentar lagi juga pasti rame kok dan pasti nanti juga ada tangisan di rumah ini " Ucap Fariz.
"Maksud kamu apa bentar lagi pasti rame? dan ada tangisan juga...oh tidak apa sebentar lagi ada sekumpulan setan yah di sini?" Ucap Polos Fitri dengan muka yang seperti ketakutan.
Fariz yang mendengar ucapan Fitri langsung menyentil jidat Fitri.
"Aww sakit tau, kamu apa-apaan sih" Ucap Fitri dengan menampilkan muka ngambek nya.
"ya kamu yang apa-apaan, masa rumahku akan menjadi rumah hantu apa, maksud ku itu bukan kayak gitu sayang" Ucap Fariz sambil mencubit gemas pipi Cabi Fitri.
"Terus maksud kamu apa dong?"
"ya maksud aku tuh, nanti sebentar lagi kamu akan menemaniku di sini dan soal ada tangisan nanti anak-anak kita nanti yang akan menambah seru di rumah ini sayang"
"Ih kamu yah udah mikir ke sana, sekolah saja belum kelar udah mikirin anak lagi" Ucap Fitri gang sedikit malu atas perkataan Fariz.
"haa nggak papa dong sayang" Ucap Fariz yang langsung memeluk Fitri.
"Ihh lepasin, malu tau kalau ada yang liat"
"nggak mau" Ucap Fariz sambil mengeratkan pelukannya.
Fitri hanya bisa menghembuskan napas kasarnya dengan di iringi senyuman karena ulah Fariz yang sesuka hati sendiri.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Assalamualaikum🧕🏻
Hii kak terimakasih sudah mengikuti perjalanan cerita Fariz dan Nissa, dan maaf jika masih ada salah kata atau penulisannya🙏🏻☺️
Mohon dukungannya juga yah kak Vote, Like, Komen dan sarannya juga.😉🤗🤗
Oh iya kakak semuanya jangan lupa
Follow juga Instragram Author yah🤗☺️
@Widi_hun02
Untuk kasih saran buat Novel author Lewat DM yah😉🤗
Terimakasih🤗🙏🏻
Love you😘🤗❤️