
Lanjut yah... Jangan lupa dukungannya juga🤗😉
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Hehee.... Riz!, baru bangun yah?" Tanya Nissa basa-basi seperti tidak tau apa-apa sambil cengengesan.
Tapi. Fariz masih dalam keadaan yang sama. Dengan keamarahannya.
"Kak Nissa. Lihat lah, muka kakak ini seperti monster yang akan memakan musuhnya saja. His.... Riko takut kak" Ucap Riko. sambil mengencangkan pelukannya kepada Nissa.
Fariz yang di samakan dengan monster oleh bocah ingusan. Langsung saja ke amarahannya pun langsung naik (mungkin udah 100%.) Matanya menajam, rahangnya mengeras, kedua tangannya mengepal dengan kuat.
Nissa yang melihat keadaan Fariz yang sudah di puncak ke amarannya pun langsung brigidig ngeri. Ingin lari, tapi seakan dirinya seperti magnet yang tidak bisa pergi ke mana-mana ketika sudah menempel dengan sesuatu. Untuk berlari saja sulit, apalagi bersembunyi. Satu kata yang akan Nissa ucapkan (Bercanda).
"Riz. mohon di maafkan yah... Riko kan masih kecil jadi di maklumi sajs" Ucap Nissa dengan penuh keberanian.
"APA, lo bilang? maaf kan. Lo bercanda yah.?" Ucap Fariz dengan menyeringai tipis, sambil melipat kedua tangan ke depan dada bidangnya.
"Iya, lo liat sendiri. Riko masih kecil, jadi mohon di maaf kan yah Riz." Ucap mohon Nissa dengan senyumannya.
"Cih.... Lo tau nggak? gua masih tidur, Masih nyaman dengan mimpi indah gua. Dengan beraninya. Nih bocah yang nggak tau asal usulnya dari mana, seenaknya aja main gebrag-gebrag pintu kamar gua!! Cih... Dasar anak jalanan yang tidak punya pendidikan" Ucap Fariz dengan menyeringai tipis.
Ucapan Fariz berhasil membuat emosi Nissa terpancing. Nissa pun berdiri, kemudian langsung merangkul Riko ke gendongannya, Riko pun langsung melingkarkan tangannya ke leher Nissa.
Riko tidak berani melihat muka Fariz dia pun memilih memunggungi Fariz.
"DIAM LO RIZ!!. jangan pernah lo menghina Riko lagi dengan perkataan seperti itu" Ucap Nissa dengan penuh tekanan di setiap ucapannya.
"GUA BILANG JANGAN SEBUT RIKO DENGAN SEBUTAN KAYAK GITU FARIZ!! APA LO TULI HAH?" Teriak Nissa dengan penuh ke amarahan.
"Lo boleh marahin Riko. Tapi, lo jangan mengatakan hal yang seperti itu kepada Riko!. Sebenarnya lo. Apa Riko yang nggak punya pendidikan hah? percuma lo di sekolah kan sama orang tua lo, percuma lo di didik dengan begitu baik bahkan terbilang sangat baik. kalau lo sendiri masih bisa menghina orang lain!!" Ucap Nissa dengan masih emosinya yang meluap-luap.
"Apa lo bilang? gua gak punya pendidikan!!!. Kata siapa hah?, Gua punya pendidikan kok. Bahkan gua selalu di didik kok" Ucap Fariz dengan santainya, sambil menyenderkan dirinya di pintu kamar.
"Iya gua tau lo di didik. Tapi didikan yang orang tua lo berikan. Lo enggak pernah di lakukan dan enggak pernah di terapkan. Contohnya sekarang lo menghina orang lain bahkan orang yang lo hina itu bukan orang yang sudah besar, melainkan anak sekecil, Riko lo hina. Apa lo pantas menghina anak sekecil Riko?" Ucap Nissa dengan penuh emosi kepada Fariz.
Riko yang sedang di gendongannya pun sedari tadi udah meneteskan air matanya. Ingin rasanya Riko menangis sekencang mungkin. Tapi dia tahan lebih, dia memilih menangis tanpa suara.
"Sitt. Lo berani mengatakan seperti itu ke gua. SUAMI lo sendiri, gara-gara bocah ini. Dasar istri durhaka lo" Ucap Fariz yang sama dengan nada tingginya.
"Oh ya? Apa bener gua udah bersuami?" Tanya Nissa dengan mengerutkan dahinya.
"Apa lo lupa? apa lo udah mau jadi janda?" Tanya balik Fariz.
"Apa lo mau menceraikan gua?" Tanya Nissa. Dengan jantung yang sudah berdegup kencang. Takut jawaban yang Nissa pikirkan terucapkan oleh Fariz.
"Kalau lo udah siap mejanda, ya gua tinggal ceraikan lo. Gampang kan? kalau kita cerai gua bisa leluasa pacaran sama Fitri. Bahkan gua bisa bawa dia ke pelaminan" Ucap Fariz dengan santainya, sambil menghayal jika nanti dirinya sudah berpisah dengan Nissa dia akan sesegera mungkin melamar kekasihnya yang tak lain adalah Fitri.
Ucapannya sangat menusuk hati Nissa. mata yang tadinya tidak ada genangan air sekarang mata itu di tumpuk dengan segumpal air mata yang akan menetes, membanjiri pipi nya.
Hening tanpa kata. Sampai akhirnya Nissa berusaha berucap kepada Fariz dengan air mata yang sudah menetes.
"Ceraikan saja gua sekarang!" Ucap Nissa dengan mantap nya. walaupun sebenarnya ucapan itu sangat menyakitkan bagi Nissa.