
❣️...Lanjuuutttt....❣️
Fariz pun telah sampai ke tempat di mana Nissa menunggunya.
Fariz pun melihat Nissa yang duduk di bangku yang berada di bawah pohon pinggir jalan di lihatnya Nissa yang sedang melihat lututnya yang seperti membengkak.
Fariz pun turun dari mobil dan menghapiri Nissa
"Hey Niss, ayo kita berangkat takut kesorean,dan untuk motor lo di sini saja karena bentar lagi orang suruhan gw akan datang untuk ngambil motor lo ini" Kata Fariz ke Nissa.
Fariz pun tidak sama sekali peduli tentang luka yang berada di tumit Nissa,dia hanya memperlihatkan muka dinginnya
"Oh iyah ayo Riz" kata Nissa seraya berdiri. dan ingin menjalan kan kakinya dan menyusul Fariz yang sudah duluan untuk masuk ke mobil
"aww sakit banget, tapi gw harus tahan takutnya ke sorean di jalan" Nissa pun meringis kesakitan dan dia pun memaksakan untuk berjalan karena takut kesorean di jalan.Nissa pun membuka pintu mobil dan seketika
"* Ngapain lo Niss*" Cegah Fariz
"Gw mau duduk di sini lah" Jawab Nissa
"Eh jangan lo duduk di kursi belakang aja jangan di sini" Kata Fariz seketika perkataan itu membuat sakit di hati Nissa muncul.
"Oh ok" Nissa pun kembali menutupkan pintu mobil,dan membuka pintu mobil yang berada di jok belakang.
*Segitu tidak ingin kah kamu Riz duduk bersebelahan dengan gw, se jelek apakah gw di mata lo Riz* Pikir Nissa seketika air mata nya lolos meluncur dan dengan cepat Nissa pun menghapus nya takut keliatan Fariz.
Selama perjalanan mereka hanya saling diam tanpa ada kata terucap dari mulut mereka
🍃🍃🍃
Mereka pun telah sampai di butik terbesar di kota itu yah butik itu milik kelaurga Aditia.
Mereka pun turun dan memasuki butik nya seraya berjalan Fariz di depan dan Nissa mengikutinya dari belakang
"* Selamat datang tuan,Nona,mari ke sebelah sini tuan*" Ucap sang pelayan sambil memberikan sambutan dan mengantarkan mereka ke ruangan.
"Hei cepat bantu Nona untuk mem fiting bajunya" Perintah pelayan itu kepada rekannya.dan dia angguki oleh mereka kemudian Nissa pun di bantu untuk memakai gaun pernikahannya
"Ini tuan jas nya" Ucap si pelayan itu sambil memberikan jas yang berwarna Putih kemudian Fariz pun menerimanya dan menggantinya ke ruangan ganti
Kemudian di ruangan Nissa,Nissa telah memakai gaun yang berwarna putih dan ada buntut nya yang menambah anggun dan cantik gaun itu apalagi di pakai oleh Nissa hmm bisa membayangkannya bukan
lalu Nissa pun keluar dari ruang gantinya begitu pun dengan Fariz, Fariz yang sudah selesai dan keluar ruangan seketika
Deg...
** Cantik* Gumam* Fariz yang terpesona akan penampilan Nissa dan tanpa mengedipkan matanya sama sekali.
Nissa yang di lihatin Fariz seperti itu merasa malu dan salah tingkah
*ah apaan sih lo Riz biasa aja juga, coba aja yang pake gaun itu Fitri mungkin dia sangat cantik dan pasti aku akan merasa jadi pria bahagia dengan pernikahan ini, bukan seperti ini aku menikahi gambreng itu* Pikirannya itu sambil merubah tatapan nya kepada Nissa menjadi tatapn sinis
** wah tampan sekali kamu Riz. Dan eh kenapa kamu liatin aku terus, duhh jantungku seperti di kendang yang sedang di pukul begitu berdetak kencang** Gumam Nissa seraya tersenyum kecil
"Wah sangat serasi yang satu ganteng yang satunya lagi cantik huhhh penyakit iriku meronta-ronta" Puji para pelayan kepada mereka berdua yang tadi telah membantu mereka.
"* ya udah kita ambil ini aja, Nanti malam kirim ke tempat yang sudah mamah saya kirimkan alamatnya*" Perintah Fariz dan di angguki oleh salah satu pelayan.
Dan mereka berdua pun mengganti lagi pakainya menggunakan pakaian seragam sekolah.
Kemudian mereka pun keluar berjalan dan memasuki Life untuk turun ke arah lantai paling bawah karena mereka akan pulang karena waktu sudah sangat sore.
Setibanya mobil itu di depan mereka, satpam pun keluar dari mobil dan membukakan pintu kemudi untuk Fariz.
Sedangkan Nissa membuka Pintu jok belakang
"* hey Nissa ngapin lo*" Tanya Fariz dari dalam mobil
"* Ya mau masuk lah Riz,kan tadi lo bilang kalau gw harus duduk di belakang*" Jawab Nissa
"* ya iyah tadi,kalau sekarang lo duduk di sebelah gw, karena gw gak mau nanti pas kita sampai ke rumah lo dan di liatin orang tua lo kalau lo tidur di jok belakang mau bilang apa nanti gw, Cepat sini duduk*" Ucap Fariz panjang lebar dan Nissa pun hanya menyutujuinya saja.
Dalam perjalanan hanya ada keheningan saja Nissa yang pokus melihat gedung-gedung yang menjulang tinggi dan Fariz yang pokus menyetir
🍃🍃🍃
Setibanya di rumah Nissa
yah Motor Nissa pun telah di antar kan oleh orang suruhan Fariz.
Nissa keluar dari mobil dan di ikuti oleh Fariz
"Assalamualaikum" Ucap keduanya dan menyalami punggung tangan Tia dan Tio secara bergantian.
yah Tio dan Tia telah menunggu kedatangan mereka berdua di teras depan.karena kalau di dalan takut mengganggu orang-orang yang sedang mendekor rumah Nissa
"Waalaikumsalam" Jawab Tia dan Tio
"*Hii sayang gimana Fiting bajunya *" Tanya Tia kepada mereka berdua
"Udah kok tan..eh Mah udah selesai" Jawab Fariz
"Syukur deh kalau gitu,Ya udah ayo sayang masuk dulu" Tawar Tia seraya mengajak Fariz untuk masuk
"Eh enggak deh mah maaf mmm,Fariz mau langsung pulang aja soal nya udah sore juga gak baik kalau Fariz lama-lama di sini" Ucap Fariz
"* ya udah yah dan emang benar seharusnya pengantin itu di larang bertemu dulu, ya udah deng istirahat yah sayang pasti nanti besok kalian pasti lelah besok*" Ucap Tia
Dan Fariz pun menyalami dan mencium kedua punggung Tio dan Tia
"* Pah, Mah, Niss Fariz pamit pulang dulu assalamualaikum"
"Waalaikumsalam hati-hati sayang*"
Dan Fariz pun memasuki mobilnya, menyalakan mesin mobil dan menjalankannya.
ketiak mobil Fariz tidak terliahat lagi mereka pun masuk dan Istirahat untuk mengumpulkan tenaga mereka untuk acar besok.
❤️❤️❤️
**Assalamualaiku☺️
Hii kakak dan teman - teman👋🏼
Makasih yah atas dukungannya🙏🏻☺️
Terus ikuti ceritanya dan maaf jika masih ada kesalahan kata atau penulisannya mohon di maaf kan🙏🏻😞
Jangan lupa Like and Komennya😉
Terimakasih🙏🏻🤗🤗😘**