
Assalamualaikum☺️
Terimakasih banyak atas dukungan yang telah kalian berikan untuk Novel Ku ini🙏🏻🤗😘
Maaf jika masih ada kesalahan kata atau tulisannya mohon di maafkan🙏🏻
Happy reading🤗🤗
🍀🍀🍀
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit Fariz telah sampai ke perusahaannya, dengan gedung menjulang tinggi.
Seseorang pun membuka Pintu mobil untuk Fariz yah itu adalah Satpam Perusahaan Aditia Grup.
Kemudian Fariz pun keluar dari mobil dan di sambut oleh Semua karyawan dan sekertaris + Asisten Pribadinya yang tidak lain adalah LEO Yang berjejer rapih.
"Selamat datang kembali pak Fariz" Ucap mereka serentak sambil membungkuk.
Fariz pun menjawab dengan anggukan dengan muka Dinginnya
Leo pun mendekat ke arah Fariz.
"*Selamat datang kembali pak"
"Hmmm"
"Oke untuk semuanya selamat pagi, Waktu beberapa hari yang lalu saya sudah katakan kepada kalian bahwa sekarang Pak Fariz yang akan memimpin perusahaan ini Sekaligus menjadi CEO dari perusahaan ini mohon untuk semuanya bisa membantu beliau dari segi apapun apa kalian mengerti*?" Ucap Tegas Leo kepada yang lainnya.
"Siap mengerti pak" Jawab mereka serentak
"Ya sudah kalian cepat kembali ke pekerjaan kalian masing - masing" Perintah Leo kemudian mereka pun kembali ke pekerjaan mereka masing - masing
"*Ayo Bro kita keruangan lo *" Ajak Leo kepada Fariz.
Dan mereka pun berjalan ke arah Lift yang khusus untuk Fariz dan Leo.
Setibanya mereka di ruangan Fariz.
Fariz pun langsung duduk di kursi kebesarannya Dan Leo duduk di Sofa yang berada di ruangan Fariz.
"Hey Bro bagaimana keadaan Istri lo apa lo bener tidak menyentuhnya sama sekali?" Tanya Leo penasaran.
"Yah bener emang itu kemauan gw emang kenapa lo nanya gitu ke gw lo kan pasti tau apa jawaban gw" Ucap Fariz seraya berdiri dan menghampiri Leo dan dia pun duduk di Sofa
"Ya kali lo berubah pikiran, Lo bener - bener yah Riz... lo beruntung tau memiliki istri sebaik dan secantik dia dehh...kalau gw jadi lo gw, Gw akan menyesal pernah berkata seperti itu"
"Tapi gw gak semenyesal itu... Soalnya Di mata gw si Nissa itu gak Seperti lo katakan" Ucap Enteng Fariz kepada Leo.
"Gila ya lo Riz... Terus lo gimana masih pacaran sama Bidadari yang lo sebut - sebut itu?" Tanya Leo
"Ya masih lah... Dan udah deh cukup jangan bahas Istri eh maksud gw istri Yang nggak pernah gw anggap kehadirannya" Ucap Fariz tanpa Dosa nya
"Riz lo jangan keterlaluan sama dia bisa nggak sih menurut gw Istri elo udah berusaha menjadi istri terbaik bagi lo tapi lo malah enggak nganggap dia ada...Gw jamin Riz suatu saat nanti lo bakalan jatuh cinta sama dia gw janji"
"Hemmm....Liat aja nanti, udah deh kata gw juga jangan bahas dia bisa nggak sih lo.sekarang kita bahas Kerja sama kita dengan perusahaan Hendrik grup sampai mana Prosesnya" Tanya Fariz
"Alhamdulillah Dia setuju dengan kontrak Kerja samanya dan Riz itu di meja lo numpuk berkas - berkas dan dokumen penting yang harus lo tandatangani" Ucap Leo sambil menunjuk Dokumen yang menumpuk di meja kerja Fariz
"Buseeetttt.... banyak bener tuh dokumen bisa - bisa tangan gw keram lagi kelamaan pegang pulpen"
"*Oke ...ya udah sana lo keluar"
" Iyah iyah gw keluar" Ucap Leo dan dia pun keluar dari ruangan Fariz.
Fariz pun menandatangani Berkas dan Dokumennya.
Waktu berjalan begitu cepat sekarang sudah menunjukan waktu 19.00 wib Fariz menyudahi kegiatannya dam masih lumayan banyak dokumen yang belum selesai dia kerjakan tapi dia menundanya dan Melanjutkannya nanti saja.
Fariz pun keluar dari ruangan nya dan menuju Lift khusus untuk dirinya dan Leo.
Setelah itu Fariz masuk ke mobil dan melajukan Mobilnya untuk Pulang.
Di Tempat lain Nissa pun sedang memasak makan malamnya di bantu juga oleh Bi Imah
Makanan pun telah selesai Nissa buat dan dia pun menatanya di meja makan dan di bantu oleh Bi Imah
"Bi Imah sekarang bibi Makan duluan saja yah nanti Nissa nunggu Fariz pulang kemudian setelah Bibi makan langsung istirahat biar nanti piringnya Nissa cuci" Ucap Nissa kepada Bi imah
"Tapi Non"
" Udah nggak papa " Ucap Nissa sambil mengusap tangan Bi Imah
"Ya udah kalau gitu Bibi pamit makan duluan yah Non" Pamit Bi Imah kepada Nissa dan di balas oleh anggukan dan senyuman Nissa.
Bi imah pun pergi untuk makan malam duluan dan setelah itu dia langsung tidur.
Tidak begitu lama Fariz pun telah sampai ke rumah dan Nissa pun menyambutnya dengan senang.
"Udah pulang Riz , Gimana perasaan pertama kamu jadi pemimpin di perusahaan?" Tanya Nissa sembari meminta Jas yang sudah Fariz lepas Tapi Fariz tidak menjawab pertanyaan Nissa lalu Nissa pun berusaha bersabar.
"Ya udah Riz kamu bersih - bersih dulu apa mau langsung makan" Tanya Nissa lagi
"APA' AN SIH LO BANYAK TANYA MULU...TERSERAH GW MAU MAKAN DULU KEK MAU APA DULU JUGA URUSAN GW APA URUSANNYA SAMA LO HAH ?" Bentak Fariz ke Nissa.
Nissa pun kaget dengan bentakan Fariz kepadanya.
"Maaf Riz memang benar ini bukan urusan gw, gw sadar gw hanya Istri yang tidak pernah lo anggap tapi tolong Riz izin kan gw untuk mencintai lo dan melaksanakan semua kewajiban seorang istri pada umumnya" Ucap Nissa sambil menunduk menahan tangisnya.
"Terserah lo aja Niss gw muak dengan kehidupan ini dan asal lo tau maaf untuk Cinta gw gak akan pernah cinta sama lo ingat itu" Ucap Fariz penuh penekanan dari setiap kata yang di ucapnya dan Fariz pun pergi ke kamarnya dan membanting pintu kamarnya.
Bantingan pintu kamar Fariz pun terdengar ke bawah sampai sampai Bi Imah pun langsung bangun dan keluar dari kamarnya.
Di lihatnya Nissa yang terisak.
*apa sebegitu muak nya lo Riz hidup bersama gw* Gumam Nissa lirih dan dia pun Menaiki tangga Dan menuju kamarnya dengan isakan tangisnya.
*Apa salah gw sama Lo Riz apa tidak pantaskah gw mendapat kan hati lo riz apa tidak Pantas hah...sakit Riz sakit hati gw ketika lo membentak gw... Gw salah menilai orang yang sering menyakiti gw dan gw salah menilai lo...Elo Riz yang sangat menyakitkan buat gw apa salahnya gw berkeinginan untuk menjalankan pernikahan ini dengan bahagia bersama lo* Gumam Nissa sambil menangis di tepi ranjang dan dia pun menagis terus terusan sampai dia lelah dan dia pun merebahkan tubuhnya di atas Tempat tidur dan terlelap.
Di kamar Fariz. Fariz pun kesal dengan Kehidupannya saat ini kemudian Dia oun merebahkan tubuhnya dan tertidur.
❣️❣️❣️
Hii kakak dan teman - teman Jangan lupa Dukung terus Ceritanya yah🤗🙏🏻
Semoga kalian sehat selalu🤲🏼
TERIMAKASIH🙏🏻😘😘🤗🤗