Sorry I Just Realized My Wife

Sorry I Just Realized My Wife
Eps 59



Lanjut yah kak☺️ jangan lupa dukungan dan sarannya juga🤗 Terimakasih😘☺️


🍓🍓🍓🍓


Malam pun di gantikan dengan pagi. Pagi yang sangat indah. Burung-burung pun menyambut pagi ini dengan sangat riang, Berkicauan di atas langit maupun di pepohonan.


Nissa mulai membuka matanya. Pertama yang di lihat Nissa pagi ini adalah wajah Riko. Seorang anak yang berhasil dia bawa ke dalam rumah maupun kedalam kehidupannya.


Di sentuhnya dengan lembut pipi gembul Riko yang masih tertidur begitu nyenyak nya.


"Selamat pagi adek ku tersayang" Ucap Nissa seraya mencium kening Riko.


Setelah itu. Nissa pun langsung pergi ke kamar mandi. Untuk membasuh mukanya.


Setelah itu. Nissa langsung turun ke bawah menuju arah dapur. Di lihatnya bi Imah yang sedang menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi Non" Sapa bi Imah.


"Iya bi, selamat pagi juga" jawab Nissa dengan tersenyum bahagia.


"Oh iya Non, apa nak Riko udah bangun?" Tanya bi Imah.


"Belum bi. Dia masih nyaman dengan mimpinya" Jawab Nissa seraya menyiapkan roti dan selainya untuk sarapan pagi ini.


"Ya udah Bi. Kayak nya udah selesai, Nissa ke atas dulu yah" Pamit Nissa kepada bi Imah.


"Iya Non"


Kemudian Nissa pun pergi menuju kamarnya. Ia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Setelah selesai mengerjakan ritual mandinya. Nissa pun keluar kamar mandi dan menuju lemari pakaiannya.


Setelah semuanya selesai. Nissa mulai membuka tirai jendela kamarnya.


Langsung saja sinar matahari pun masuk ke dalam kamarnya. Dan anak laki-laki yang masih meringkuk di atas tempat tidur sedikit demi sedikit mulai membuka mata indahnya.


Terlihat Nissa yang sedang memandangnya sambil tersenyum.


"Selamat pagi kak Nissa" Sapa Riko sambil kedua tangannya mengucek-ngucek kedua matanya untuk memperjelas penglihatannya.


"Selamat Pagi juga. Sayang" Jawab Nissa yang langsung duduk dan membantu Riko untuk bangun. Nissa hendak ingin mencium Riko. tapi tangan Riko menghentikannya terlebih dulu.


"Stop kak. Riko belum mandi dan masih bau" Ucap Riko sambil kedua tangannya menghentikan pergerakan Nissa yang hendak menciumnya.


"Hahaa...Kamu ini, enggak kok. kamu enggak bau sayang. Kamu wangi menurut indra penciuman kak Nissa" Ucap Nissa dengan gemesnya mencubit pelan hidung Riko.


Nissa merasa. kehidupan Nissa hari ini serasa berubah. Biasanya setiap pagi hanya tersenyum kepada Bi Imah dan pak satpam saja. Tapi sekarang dia menambah satu orang yang membuatnya tersenyum. Yaitu Riko. Anak yang tidak tau asal-usulnya dari mana?. Dan anak dari siapa?. Tapi berhasil membuat dirinya bisa membawanya masuk ke dalam kehidupannya.


"Ya udah. Yuk kita mandi, setelah itu kita sarapan. Dan setelah sarapan kita ke??" Ucap Nissa seraya menanya kan kegiatan selanjutnya ke Riko.


"Taman bermaiiin yeeey" Jawab Riko dengan penuh semangatnya.


Riko berhasil lagi membuat Nissa gemes pada dirinya. Karena sikapnya yang menurut Nissa sangat menggemaskan.


"Uluhh. Dirimu sangat menggemaskan sekali sayang" Ucap Nissa sambil mencubit pipi Riko gemes.


15 menit berlalu. Mereka berdua keluar dari dalam kamar mandi dengan Riko yang mengenakan Sehelai handuk berkarakter yang di lilitkan di pinggangnya.


Kemudian Nissa pun langsung memakaikan baju untuk Riko.


"Kak Nissa?" Panggil Riko.


"Iya sayang" Sahut Nissa.


"Apa kak Fariz sudah bangun kak?"


"Belum kayaknya. emang kenapa sayang?" Tanya Nissa. Dengan tangannya yang sedang menyisir rambut Riko.


"Apa boleh Riko yang bangunin kak Fariz?" Tanya Riko dengan sedikit keraguan.


"Hmm....Gimana yah? Boleh sayang" Jawab Nissa yang sedikit Ragu atas jawabannya. Takutnya nanti Fariz akan marah kepada Riko, karena sudah mengganggu tidurnya.


"Nanti. Kak Nissa yang temani Riko ok" Ucap Nissa sambil mengedipkan salah satu matanya.


"Ok kak" Dengan mengangkat satu jempol yang kecil dan imut.


Mereka berdua pun keluar kamar. Kemudian Riko langsung menuju kamar Fariz yang bersebelahan dengan kamar Nissa.


Sedangkan Nissa yang sedang menyimpan kembali handuk Riko yang sudah di pakai tadi.


Seketika tangan kecil Riko. memukul-mukul pintunya.


Brak..Brak..Brak


"KAA...K FARIZ BANGUUUNN" Teriak Riko di depan pintu.


Nissa yang sedang menutup pintu kamarnya. Langsung kaget dengan apa yang Riko lakukan.


Nissa sesegera mungkin menghampiri Riko. Dan langsung meraih tangan Riko, untuk mengentikan Riko yang sedang menggebrak-gebrak pintu kamar Fariz.


"Sayang stop!! jangan Di gebrak-gebrak, nanti kak Fariz nya marah. Di ketuk aja pintunya pelan-pelan" Ucap Nissa dengan paniknya.


*Duh Sayang. Apa yang kamu lakukan? Sama saja Riko mengganggu harimau yang sedang Tidur nyenyak. Kalau cara membangunkannya seperi itu* Gumam Nissa dengan gelisah nya.


Cklek...


Pintu kamar terbuka. Terlihat seorang laki-laki yang berdiri tegap di hadapan mereka berdua. Dengan aura yang begitu dingin dan tatapan yang begitu menyeramkan.


Sekujur tubuh Nissa langsung bergetar. Rasa takut mulai menyelimuti dirinya. Detak jantung nya, begitu berdetak dengan dentuman yang sangat cepat. Sampai-sampai dia begitu sulit untuk menelan ludahnya sendiri.


Riko pun langsung memeluk Nissa. Karena dia merasa ikutan takut dengan Fariz saat ini. Yang menurutnya seperti monster yang akan menyerang musuhnya saja.


💥💥💥💥


Waduh gawat nih. Tanduk bang Fariz udah keluar tuh🤔😲


Author jadi ikutan takut juga nih. Tadi niatnya Author mau ngegomballi bang Fariz loh. Eeh sekarang sudah tidak ada nafsu untung menggombal. Karena mood Bang Fariz lagi gak baik sekarang.


Takut nantinya Author ikutan ke samber ama amarah Bang Fariz lagi😅😆