
Assalamualaikum☺️
Hii semuanya maaf yah akhir - akhir ini aku telat Up nya🙏🏻
Terimakasih banyak kepada kalian yang telah mendukung Novelku ini☺️
Maaf yah jika masih ada kesalahan kata atau tulisannya mohon di maaf kan yag🙏🏻
Selamat membaca☺️😉
Waktu tidak terasa berjalan dengan sangat cepat, tepat sekarang waktunya Fariz pulang sekolah.
"Riz boleh kita bicara sebentar" Ucap Fitri seraya menghampiri meja Fariz.
"Oh iyah" Jawab Fariz
Mereka berdua pun pergi ke taman kamupus dan duduk di bangku yang kosong.
Mereka hanya saling diam.
"Riz kenapa dengan kamu hari ini? kamu dari pagi sampai Sekarang masih seperti orang yang ada masalah saja kenapa emangnya" Fitri pun mulai membuka percakapan lalu menanyakan yang dari pagi dia ingin tanyakan kepada Fariz.
"Nggak kok yank, aku nggak papa" Jawab Fariz sambil tersenyum paksa
"Kamu jangan bohong sama aku deh Riz, aku tau kamu itu sedang ada masalah dari pagi biasanya kamu setiap datang ke kelas langsung menghampiri aku tapi pagi ini kamu tidak" Ucap Fitri sambil menundukan kepalanya.
Fariz pun memegang kepala Fitri untuk melihatkan wajahnya ke wajah Fariz, Fariz melihat mata Fitri berkaca - kaca seperti ingin mengeluarkan air matanya.
"Maaf kan aku yank... memang aku punya masalah tapi maaf aku tidak bisa bilang apa masalahku saat ini, tolong mengerti yah" Ucap Fariz sambil membawa Fitri kedekapan nya dan memeluknya.
"Iyah aku ngerti kok, tapi aku mohon kamu jangan seperti ini lagi ok" Ucap Fitri sanbil terisak di dekapan Fariz
"Iyah sayang aku tidak akan kayak gini lagi, dan berhenti jangan menangis lagi" Ucap Fariz sambil mengusap punggung Fitri.
Fitri Berusaha menghentikan tangisannya dan dia pun melepaskan pelukan nya dari Fariz berusaha tersenyum dan senyuman Fitri di balas Fariz dengan senyumannya.
"Mmm Riz... Ada yang mau aku omongin sama kamu...ini tentang kebenaran selama ini" Ucap Fitri sambil terbata - bata
Fariz heran dengan perubahan Muka Fitri Sekarang
"Ada apa sayang?? kebenaran apa maksud kamu" Ucap Fariz
"Mmm jadi gini Riz tentang..."
Ucapan Nissa terpotong oleh seseorang yang memanggilnya
"Fit Bokap lo udah nunggu lo tuh" Ucap salah satu teman sekelasnya kepada Fitri.
Seketika Fitri dan Fariz pun melihat kearahnya
"Tuh yank Papah kamu udah jemput katanya...nanti aja yah ngomongnya kasian papah kamu kalau nunggu kamu lama dan maaf aku tidak bisa mengantar kamu pulang" Ucap Fariz ke Fitri
"Iyah nggak papa..ya udah aku pulang dulu yah dahh" Ucap Pamit Fitri sambil berdiri dari duduknya
"Dahhh hati-hati sayang" Ucap Fariz
Fitri pun pergi meninggalkan Fariz di taman dan mengahmpiri Papahnya yang sudah menjemputnya.
Dan Fariz pun berdiri meninggalkan taman lalu berjalan ke arah parkiran untuk mengambil mobilnya dan setelah sampai di parkiran Fariz langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju rumahnya.
🍀🍀🍀
Di tempat lain Nissa sedang berada di Dapur dia sedang memasak Makanan untuk makan siangnya dan di bantu sama Bi Imah.
" Hups Selesai" Ucap Nissa sambil mengelap keringatnya.
"Bi Nissa minta tolong lagi sama bibi Nanti jika Fariz sudah pulang dan Fariz jika bertanya tentang masakan bibi bilang aja kalau masakan ini di buat sama bibi yah" Ucap Nissa ke Bi Imah
"*Ta..Tapi Non"
"Udah bi Nggak papa, Nissa mohon yah dan Nissa juga akan makan di kamar kok bi*" Ucap Nissa
"Baik Non" Bi Imah pun setuju.
" Ya udah Nissa ke kamar dulu yah bi" Ucap Nissa sambil meninggalkan Bi Imah di meja makan.
Nissa telah sampai ke kamarnya sambil membawa piring makan siangnya.
Nissa terlebih dulu membersihkan dirinya setelah itu dia memakan makanan nya di dalam kamar sambil menonton Tv yang berada di kamarnya.
Fariz telah sampai di rumah dia pun memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya kemudian masuk dan langsung menuju meja makan karena ingin langsung mengisi perutnya yang tidak makan dari pagi dia hanya minum dan minum saja tanpa ada makanan yang ia makan.
"Siang bi" Sapa Fariz ke Bi Imah seraya duduk di meja makan
"Siang juga Den silahkan den makan siangnya sudah siap" Ucap Bi Imah
"Bi Kemana Nissa??? " Tanya Fariz ke Bi Imah karena dia tidak melihat Nissa di sana biasanya Kalau Fariz ingin makan Nissa sudah ada di meja makan tersenyum padanya dan langsung mengambil makanan untuk Fariz, tapi saat ini Fariz tidak melihat Nissa
"Non Nissa ada di kamar Den" Jawab Bi Imah
"*Jadi ini yang masak Bibi?"
"Iyah Den ini yang masak Bibi*" Jawab Bi Imah.
*Apa - apa an si Nissa ini apa dia udah bosan dengan tugas nya sebagai seorang istri untuk menyiapkan keprluan suami dan melayani suami di meja makan...Hmm sudah keterlaluan lo Nissa* Gumam Fariz geram
"Oh ya udah Bi makasih yah..." Ucap Fariz dia pun langsung melahap makanannya.
Tidak butuh waktu yang lama Fariz telah selesai dengan makannya dia pun hendak Berdiri dan ingin menuju kamarnya, tapi dia merasa tidak enak dengan badannya saat ini
"Den Fariz kenapa?" Tanya Bi Imah karena Bi Imah melihat muka Fariz pucat seperti sedang sakit.
"Nggak kok bi mungkin cuman kecapean aja tapi bener nggak papa kok Cuman butuh istirahat nanti juga sembuh" Ucap Fariz
"Oh ya udah den "
Fariz melangkah menaiki anak tangga dan menuju kamarnya setelah sampai di kamar Fariz langsung membersihkan badannya setelah itu dia langsung tidur dan menyelimuti dirinya.
Di luar kamar Fariz, Bi Imah pun menghampiri Kamar Nissa dan mengetuknya...
Tok..Tok
Nissa langsung membuka Pintu kamarnya dan di lihatnya Bi Imah
"Ada apa Bi, Apa Fariz belum pulang?" Tanya Nissa ke Bi Imah
"Udah Kok Non tapi bibi ke sini ingin mengatakan kalau Den Fariz sepertinya lagi sakit soalnya tadi bibi sempat melihat wajah den Fariz pucat" Ucap Bi Imah
"Astagfirullah... Fariz sakit... jadi di mana dia sekarang bi?" Tanya Nissa khawatir
" Den Fariz sedang istirahat di kamarnya Non" Jawab Bi Imah tanpa butuh waktu lama Nissa langsung berjalan cepat ke arah kamar Fariz yang berada di sebelah kamarnya dan dia pun langsung masuk ke kamar Fariz.
Di lihatnya Fariz sedang tertidur pulas tapi wajahnya sangat pucat Nissa langsung menempelkan tangannya ke Dahi Fariz dan seketika...
*Astagfirullah Dia demam* Gumam Nissa.
Nissa langsung pergi meninggalkan Kamar Fariz dan berlari ke arah dapur mengambil baskom yang berisi air dan kain kemudian setelah itu dia berjalan dengan cepat ke arah kamar Fariz Lalu dia pun duduk di sebelah Fariz di taro nya baskom berisi air di pangkuannya lalu memeras kain itu kemudian di taro nya di dahi Fariz.
Fariz Merasa keningnya basah dia pun membuka matanya di lihatnya Nissa yang duduk di sebelahnya lagi memangku Baskom berisi air.
❤️❤️❤️
Hii kak terus dukung Novelku yah...😉
Karena dukungan kalian adalah semangatku☺️🤗
👉 Vote
👉 Like
👉 Komentar
👉 Kritik & Sarannya
Semoga kalian sehat selalu...🤲🏼☺️
TERIMAKASIH🤗😘😘