Say Hello

Say Hello
SH 44



Chan melajukan mobil menuju EM Fashion untuk menjemput Lea. Setelah berpikir semalaman, dan mendapat petuah dari kelima member serta Emira, ia jadi semakin yakin untuk memperjuangkan perempuan itu hingga akhir. Ia ingin memperkenalkan Lea kepada para member secara resmi, juga mempertemukan Lea dan Emira untuk menyelesaikan kesalah pahaman terkait rekrutmen EM Fashion.


20 menit menunngu, Chan akhirnya bisa tersenyum lega lantaran melihat Lea berjalan ke arahnya. Sebenarnya, ia sempat khawatir jika Lea tidak mau menemuinya, sehingga ia terpaksa memberi sedikit ancaman agar perempuan itu mau ikut ke SUN house.


Chan buru-buru membukakan pintu mobil untuk Lea, lalu kembali ke kursi pengemudi dan segera melajukan mobil sebelum mengundang perhatian orang-orang yang sedang berlalu-lalang.


Di dalam mobil, keduanya diam, hanya suara musik yang terdengar. Chan melirik Lea, perempuan itu tengah fokus memperhatikan jalanan sambil bergumam pelan hingga tak terdengar jelas olehnya.


“Kau kenapa?” Tanya Chan memulai percakapan.


Lea mendengus, “Sudah tidak jujur dan mengancam orang seenaknya, masih juga bertanya!” Ujarnya tanpa menoleh pada Chan.


Chan tertawa sambil mengusap pucuk kepala perempuan di sampingnya, “Kau kan sangat keras kepala, jadi aku juga harus keras agar kau menurut”


Lea menepis tangan Chan, “Jangan menyentuhku. Aku masih belum memaafkan kakak!” Tegas Lea.


“Baiklah, tapi berhenti menekuk wajah begitu” Ucap Chan. Sementara, Lea hanya diam tak menanggapi.


Jalanan yang mulai sepi membuat Chan bisa leluasa menambah laju kendaraannya agar cepat sampai di tempat tujuan. Hingga tanpa terasa, mereka telah berada di pekarangan SUN house.


“Ayo, masuk” Ajak Chan.


Melihat Lea hanya diam terpaku di tempatnya, membuat Chan kembali bergeming,“Kenapa?”


“Ak... aku malu” Ujar Lea pelan.


“Tidak apa-apa, ada aku” Ucap Chan menyakinkan Lea.


Chan dan Lea lantas berjalan beriringan menemui para member dan Emira yang telah menunggu di dalam. Begitu keduanya masuk, para member dan Emira langsung menyambut dengan senyum ramah. Berbeda dengan Chan yang terlihat bahagia mendapat sambutan, Lea justru merasa canggung.


“Hai, kita bertemu lagi” Sapa Emira sambil tersenyum ramah.


Lea menganggukkan kepala, “Senang bertemu Anda lagi, Bu”


Kening Emira mengkerut karena Lea memanggilnya Ibu, “Jangan terlalu formal, kita tidak sedang di kantor. Panggil saja kakak” Titahnya, Lea hanya menganggukkan kepala sembari tersenyum.


“Ehemmm... mohon perhatiannya sebentar. Aku ingin memperkenalkan seseorang pada kalian” Ujar Chan dengan serius.


Khai dan Zhi tertawa mengejek karena ekspresi tegang Chan. Namun tawa keduanya hilang seketika kala mendapat tatapan tajam dari Emira. Setelah kembali tenang, Emira mempersilakan Chan untuk melanjutkan ucapannya.


Chan sedikit bergeser agar Lea yang berdiri di belakangnya bisa terlihat oleh kelima member.


“Dia... Talea Amara, perempuan yang akan menjadi bagian dari SUN. Aku harap, kalian bisa menerimanya seperti kalian menerima aku” Terang Chan.


Lea membungkuk memberi salam pada kelima member dan Emira, “Salam kenal, nama saya Lea” Ujar Lea. Saking gugupnya, ia sampai tak bisa memperkenalkan diri dengan baik.


Kelima member kompak tersenyum ramah, lalu memperkenalkan diri secara bergantian. Sambutan hangat dari kelima member serta Emira, membuat Lea menjadi lega. Pasalnya, Lea sempat takut jika tidak bisa berbaur dengan anggota SUN yang mempunyai karakter berbeda-beda, Khai yang terkenal periang namun akan sangat menyeramkan jika serius, Ez yang dingin tapi diam-diam perhatian, Zal yang tegas tapi peduli, Dza yang lembut dan ceria, serta Zhi yang masih kekanak-kanakan tapi mempunyai banyak bakat.


“Kalian lanjut saja mengobrol, aku ingin bicara berdua dengan Lea. Ayo, Lea” Ujar Emira disela-sela obrolan para member SUN.


Lea menoleh pada Chan, lelaki itu tersenyum sembari menganggukkan kepala, seolah berkata ‘Tidak apa-apa, jangan takut’. Lea lantas mengekor pada perempuan yang ada di depannya.


“Taman yang indah” Gumam Lea pelan, namun terdengar jelas oleh Emira.


Emira tersenyum, “Terima kasih. Dulu, taman ini hanya ditumbuhi rumput, lalu aku mengubahnya menjadi taman bunga. Salah satu alasanku senang tinggal di sini karena taman ini” Terangnya.


“Anda benar-benar hebat” Puji Lea.


Emira tertawa, “Hebat apanya?... Jangan bicara formal terus”


Lea tersenyum canggung, “Maaf, saya masih belum terbiasa”


Emira menarik napas dalam, lalu menghebuskannya perlahan, “Chan tidak tahu apa-apa soal rekrutmen itu. Aku juga tidak tahu jika Talea Amara adalah Lea, calon istri Chan. Kita belum pernah bertemu sebelumnya, kan?”


Lea menganggukkan kepala, “Iya” Jawabnya singkat.


“EM Fashion sengaja menutup identitas di media demi melindungi privasi kak Khai. Semua yang terjadi adalah takdir, jadi tidak ada yang salah atau benar. Apa aku boleh bertanya?” Emira menatap dalam pada Lea.


“Iya, silakan saja”


“Kau benar-benar akan menikah dengan Chan?” Tanya Emira.


“Jangan ragu ketika akan mengambil keputusan besar” Ujar Emira lagi.


“Iya, hanya saja... aku sedikit takut” Jawab Lea jujur.


Emira mengusap lengan Lea, “Wajar jika merasa takut, aku juga pernah mengalaminya. Mempunyai pasangan artis bukan hal yang mudah, terlebih lagi idol. Saat mereka berada di atas panggung dan dikeliling banyak orang, aku menjadi sadar jika bukan hanya aku yang mencintai mereka. Di belakang panggung, kak Khai adalah milikku tapi ketika kembali ke panggung, dia menjadi cinta banyak orang. Perjuangan mereka, membuatku akhirnya bersembunyi hingga sekarang. SUN adalah enam orang yang menjadi satu, jika aku muncul sebagai istri kak Khai, maka lima diantaranya akan ikut terkena dampaknya” Terang Emira. Perempuan itu menjeda ucapannya, mengambil napas sebentar lalu kembali berkata, “Sebenarnya, aku tidak terlalu peduli pada pandangan publik yang sensitif. Mau baik atau buruk, benar atau salah, publik akan tetap menilai sesuka hati. Kerja keras SUN, rasa sayang SUN terhadap ‘My Spring’, perjuang SUN hingga sampai di titik seperti sekarang, semua alasan itu membuatku berani bertahan untuk tidak muncul sebagai istri kak Khai. Aku tidak ingin menempatkan mereka pada posisi yang sulit dengan memilih cinta atau penggemar, karena keduanya memiliki tempat tersendiri di hati mereka”


“Iya, kakak benar. Aku juga tidak ingin menjadi beban untuk kak Chan” Tutur Lea.


“Kita adalah perempuan yang kuat. Kau pernah mendengar istilah, permata akan tetap menjadi permata meski berada di tempat gelap?” Tanya Emira.


Lea menganggukkan kepala, “Iya, aku tahu. Aku juga mau melindungi SUN mulai sekarang” Ujarnya.


Emira memeluk Lea, “Kita berjuang sama-sama sampai keempat member menemukan wanitanya”


Lea membalas pelukan Emira dengan senang karena merasa mempunyai kakak perempuan, “Terima kasih, kak” Ucapnya tulus.


“Jangan sungkan. Sebentar lagi SUN akan mengadakan konser, mau datang bersama?”


Lea menganggukkan kepala, “Tentu saja, aku harus melihat Matahari di atas panggung. Sinarnya pasti sangat terang”


Emira tertawa mendengar perkataan Lea, begitu juga dengan Lea yang tertawa melihat ekspresi bahagia Emira. Kedua wanita itu memandang hamparan taman yang dipenuhi berbagai macam bunga sambil melihat matahari yang berlahan mulai terbenam.


...***...


...Happy Reading......


Jangan lupa bersyukur, bahagia, like, comment, gift, and subscribe 🤗🙏🏻


Terima kasih 🙏🏻❣