
Celia melenggang masuk ke apartemennya sambil menggerutu. Perempuan itu benar-benar dibuat kesal oleh Chan. Meski sadar Lea tak melakukan kesalahan, namun ia tetap kesal dengan Lea.
‘Aku memang belum menyukai Chan, tapi aku tidak terima diperlakukan seperti ini. Dia seperti tengah mengolokku karena lebih memilih perempuan itu. Seleranya buruk juga ternyata!’ Gumam Celia sembari tersenyum menyeringai.
.
.
.
Di kamarnya, Lea tengah memperhatikan foto yang belakangan ini mencuri perhatian publik. Tak pernah terpikir olehnya jika akan menjadi pemeran utama di foto tersebut. Gaun yang Lea gunakan membuatnya sedikit mirip dengan Celia. Keduanya mempunyai tinggi badan yang sama, namun Lea lebih kurus dibandingkan Celia yang berbadan proporsional sebagai model. Jaket yang menutupi kepala Lea serta foto yang diambil dari belakang semakin membuat keduanya seperti orang yang sama.
‘Ah... aku baru ingat, kira-kira bagaimana reaksi Chayra melihat foto ini? Dia tidak menyadari gaun ini, kan?’ Tanya Lea pada dirinya sendiri sembari memperbesar foto dilayar ponsel dengan cara menekannya.
‘Apa Chayra akan marah jika tahu perempuan itu adalah aku?! Akh... kenapa jadi begini?’ Monolog Lea lagi.
Lea meletakkan gawai dengan sembarang di kasur, lalu berjalan pelan menuju pintu yang terus diketuk dari luar.
“Ayo, makan” Ujar Dayyan setelah pintu sedikit terbuka.
“Eum...” Jawab Lea sembari mengikuti Dayyan dari belakang.
Kakak beradik itu makan dengan tenang, tak ada satupun dari mereka yang membuka suara hingga makan malam berakhir. Lea hendak meletakkan piring bekas makan ke dapur dan mencucinya, tapi langkahnya terhenti oleh Dayyan.
“Apa berita yang tengah ramai saat ini benar?” Tanya Dayyan.
Lea mengangkat kedua bahu, “Entahlah. Kenapa kau tiba-tiba jadi peduli dengan gosip?”
“Aku bertanya karena kak Chan adalah orang yang kukenal” Jawab Dayyan.
Lea diam tak berkomentar, lantas melenggang ke dapur untuk mencuci piring.
‘Kukira kakak akan jujur’ Gumam Dayyan pelan, hingga tak terdengar oleh Lea.
***Keesokan Harinya***
“Anak muda zaman sekarang memang rajin mencari uang, ya” Ujar seorang wanita paruh baya pada Lea.
Meski tangannya tengah sibuk menyusun bolu kukus ke dalam kotak, namun ia tetap meladeni pelanggan yang mengajaknya bicara.
“Ini semua demi masa depan yang lebih baik” Ucap Lea sambil tersenyum.
“Pasti orang tuamu bangga punya putri yang rajin. Sayang sekali... anakku justru tergila-gila pada enam orang yang bahkan tidak tahu jika dia hidup”
Lea mengernyitkan kening, “Maksud...”
Belum selesai Lea bicara, wanita paruh baya itu sudah bergeming lagi, “Anakku penggemar SUN, boy group yang sering muncul di televisi”
Lea menganggukkan kepala, “Sejauh ini... SUN adalah boy group yang baik, tapi kenapa Anda seperti tidak menyukainya?” Tanya Lea penasaran.
“Ya, mereka memang baik. Karena putriku sangat mengidolakan mereka, aku juga jadi mengikuti group itu. Masalahnya adalah, salah satu anggota mereka sedang digosipkan berkencan dan itu membuat putriku menangis seharian karena dia mengidolakan personil yang berkencan itu... namanya... ah, aku lupa namanya” Terang wanita paruh baya itu.
Lea tersenyum canggung, ia jadi merasa bersalah. Seketika rasa khawatir muncul, ia takut jika hubungannya dengan Chan akan ditentang banyak orang.
“Kenapa jadi melamun? Apa kau sudah selesai membungkusnya, nak?”
Pertanyaan wanita paruh baya itu membuat Lea tersadar, lalu dengan sigap memberikan dua kotak bolu kukus pada wanita itu.
Setelah toko sepi, Lea memeriksa ponsel karena ingin melihat berita tentang Chan. Sejak fotonya sedang piknik bersama Chan beredar, ia jadi sering memeriksa berita. Dan benar saja, Lea kembali dikejutkan dengan berita yang baru muncul satu jam lalu. Kali ini, publik kembali dihebohkan dengan penyangkalan Celia. Perempuan itu mengaku berpura-pura sebagai wanita yang ada di foto karena ingin melindungi Chan. Akibat dari ulah Celia, Chan mendapat hujatan karena dianggap sebagai playboy. Meski banyak yang membela lelaki itu, tapi tak sedikit juga yang berkomentar buruk. Bahkan, ributnya penggemar Chan dan penggemar Celia menjadi berita paling dicari di sosial media.
Lea mengusap wajah dengan kasar, ‘Sebenarnya, apa yang tengah dia pikirkan?!’ Ujarnya kesal.
Mata Lea mengembun membaca komentar buruk tentang Chan, bahkan tak sedikit orang yang juga menyeret nama perusahaan milik Chan.
‘Apa kakak baik-baik saja? Apa yang harus aku lakukan untuk membantu kakak?’ Gumam Lea pelan.
Langkah kaki seseorang membuat Lea terperanjat, ia sigap menoleh ke arah sumber suara.
“Chay... kenapa ponselmu tak bisa dihubungi? Aku khawatir” Ujar Lea. Ia menjadi lega setelah melihat Chayra datang ke tokonya.
“Siapa yang kau khawatirkan? Aku atau kak Chan?” Tanya Chayra.
Tatapan sinis dari Chayra membuat Lea diam seribu bahasa.
“Kenapa tak menjawab?” Tanya Chayra lagi.
“A..aku...”
“Sebenarnya, kau menganggapku sahabat atau tidak? Aku sangat kecewa padamu. Sejak pertama berita itu muncul, aku sudah tahu jika itu kau. Gaun yang kau pakai... itu hadiah ulang tahun dariku, kan?! Aku sengaja diam sejak kemarin karena ingin kau jujur” Ujar Chayra dengan raut wajah kecewa.
“Chay... maaf. Aku tidak berniat untuk menyembunyikannya darimu. Tapi... kau tahu kan, aku merasa tidak pantas untuk kakakmu karena statusku, aku ingin menuggu sampai...”
Seolah tak ingin memberi kesempatan untuk sahabatnya bicara, Chayra memotong penjelasan Lea, “Selalu saja status sosial yang kau jadikan alasan. Aku muak mendengarnya. Aku sangat kecewa karena kau menyembunyikan hal sebesar ini dariku” Ujar Chayra, lalu melenggang pergi. Sementara, Lea hanya diam sambil berkali-kali mengusap air matanya yang mengalir.
Di tempat lain...
Chan mondar-mandir seperti setrika sembari menggenggam gawainya. Ia mulai kesal karena Celia tak bisa dihubungi. Sebenarnya, Chan ingin langsung menemui Celia, tapi Pak Sugara dan Arsel melarangnya keluar dari SUN house karena tengah menjadi incaran para wartawan.
‘Akh... aku kesal jika hanya diam di sini!’ Umpat Chan, wajahnya memerah karena menahan amarah.
Zhi menghampiri Chan, memberikan sekaleng soft drink pada lelaki itu, lalu duduk di sampingnya. “Jangan emosi dalam menghadapi sesuatu, tenanglah” Ujar Zhi.
Keempat member yang baru datang langsung bergabung dengan dua member termuda SUN. Mereka juga kesal melihat kehebohan yang dibuat oleh Celia.
“Aku akan menuntut perempuan aneh itu!” Ujar Khai.
Dza menepuk lengan Khai, “Kak...”
“Karena ulahnya, aku juga jadi ikut terseret!” Ujar Khai lagi. Khai kesal karena banyak media yang kembali membahas hubungannya dengan Emira.
“Pak Arsel sedang mengurus masalah ini, kau tenanglah” Ujar Ez sambil menepuk pelan pundak Chan.
“Apa kau sudah menghubungi Lea?” Tanya Zal.
Chan menggelengkan kepala, “Aku tak berani menghubunginya. Aku takut jika Celia bicara pada media tentang Lea” Ucap Chan pelan.
Khai menatap Chan dengan lekat, lalu berkata, “Jangan khawatir, aku yang akan mengurus perempuan itu. Kau dampingi saja Lea. Dia pasti cemas”
“Apa yang akan kakak lakukan?!” Tanya Chan penasaran, keempat member juga sama penasarannya.
“Kalian tak perlu tahu, biar aku yang mengurus ini. Aku mulai muak melihatnya bertingkah” Tegas Khai.
Kelima member hanya menganggukkan kepala, mereka percaya sepenuhnya dengan perkataan Khai sebagai kakak dan leader SUN.
...***...
...Happy reading......
Jangan lupa bersyukur, bahagia, like, comment, gift, and subscribe 🙏🏻😘
Terima kasih🙏🏻🤗❣