
Dengan rasa takut dan bersalah, Lea memberanikan diri menemui Chan yang baru saja selesai rapat. Entah waktunya tepat atau tidak, tapi Lea adalah orang yang tak suka menunda pekerjaan, sehingga ia tetap menemui Chan meskipun tahu resikonya.
Setelah diizinkan masuk, Lea duduk di kursi yang berseberangan dengan Chan. Hingga dua menit berlalu, Lea masih diam. Hal itu membuat Chan bingung, namun tak berniat memulai pembicaraan lebih dulu.
“Untuk apa kau menemuiku jika hanya diam saja? Atau... kau ingin melihat wajah tampan ini, ya?” Chan akhirnya membuka percakapan karena Lea tak kunjung bicara.
Kening Lea mengkerut mendengar kepercayaan diri Chan yang sangat tinggi. Jika tak ada hal penting yang harus dibicarakan, tentu saja Lea akan membalas ucapan Chan dengan ejekan.
“Bukan itu, sebenarnya... begini...”
“Apa yang mau kau katakan? Jangan bertele-tele!” Potong Chan sebelum Lea selesai menjelaskan.
Lea menarik napas dalam sebelum akhirnya berkata, “Saya telah mengatakan hal yang tidak masuk akal. Dan karena perkataan saya... Anda juga jadi terlibat. Maafkan saya, tapi... tolong bantu saya”
“Kau yang berbuat, kenapa jadi aku yang harus bertanggung jawab?!” Jawab Chan dengan santai.
“Memangnya, apa yang telah kau katakan?” Tanya Chan lagi.
“Saya... mengatakan pada para karyawan jika Anda akan mengadakan undian yang hadiahnya adalah tanda tangan dan panggilan video secara pribadi bersama Anda”
“Yang benar saja? Kau gila, ya?!” Ujar Chan sambil melotot.
Berulang kali, lelaki itu menggelengkan kepala karena ulah Lea. Kalau hadiahnya hanya tanda tangan, uang, atau bentuk hadiah lainnya, Chan masih bisa menerima tapi jika sampai panggilan video secara pribadi, itu akan sedikit sulit. Chan dan para member tidak bisa melakukan siaran langsung secara sembarangan, perusahaan sudah mengatur jadwal untuk itu. Saat melakukan siaran langsung pun, para member mempunyai aturan yang boleh dan tidak boleh diucapkan, hal itu bertujuan untuk menjaga citra serta melindungi privasi para member. Dengan kata lain, apa yang ditampilkan oleh media adalah hal yang sudah diatur.
“Oleh sebab itu, saya tadi minta maaf. Tolong bantu saya untuk sekali ini” Ujar Lea memelas.
“Tidak!” Jawab Chan dengan tegas dan meminta Lea untuk segera pergi dari ruang kerjanya.
Lea diam sejenak, mencari akal agar Chan mau membantunya.
“Saya melakukan ini juga karena Anda” Ujar Lea lagi.
Sambil menyipitkan mata, Chan berkata, “Aku? Apa maksudmu?”
“Anda yang meminta saya menyelidiki kecurangan, dan ini adalah salah satu cara saya menyelesaikan tugas tersebut” Jawab Lea sambil melirik Chan.
Chan berdecak, “Kau pintar sekali berkelit rupanya. Aku tidak mau tahu, pokoknya aku menolak!”
Tak mau menyerah, Lea akhirnya kembali menjelaskan pada Chan, “Beberapa waktu lalu, saya tidak sengaja melihat kepala devisi keuangan dan Yuna berada di toko perhiasan. Menurut karyawan toko tersebut, Yuna adalah pacar kepala devisi keuangan. Sebenarnya, saya tidak peduli apa hubungan mereka, tapi saya kembali melihat mereka pergi ke kantor bersama dan anehnya Yuna berhenti di persimpangan jalan seolah tidak ingin dilihat oleh karyawan lain jika mereka pergi bersama...”
Belum selesai Lea menjelaskan, Chan lebih dulu bergeming, “Aku menyuruhmu menyelidiki kecurangan di devisi keuangan bukannya menyelidiki perselingkuhan karyawan!”
Dalam hati, Lea mengutuk Chan yang selalu saja memotong ucapannya. Namun, ia tetap harus terlihat tenang demi mendapat bantuan dari lelaki itu.
“Tolong dengarkan dulu” Ujar Lea, lalu kembali melanjutkan penjelasannya, “Jika dilihat sekilas, memang tidak ada yang janggal pada laporan keuangan. Terlebih lagi, tim audit sangat profesional tapi ketika melihat data administrasi, ada cukup banyak transaksi operasional yang sebenarnya cukup berlebihan jumlahnya. Dugaan sementara, data administrasi sengaja dimanipulasi atas perintah dari kepala divisi keuangan. Jika Yuna dan kepala divisi keuangan mempunyai hubungan khusus, maka semuanya menjadi jelas. Kepala divisi memaksa tim administrasi memanipulasi data demi untuk memenuhi tuntutan gaya hidup mewah Yuna, sedangkan tim akuntansi tidak akan memeriksa secara detail data dari tim administrasi karena jumlah transaksinya sangat banyak, dan tim audit akan langsung melakukan pengauditan tanpa memeriksa data mentahnya karena semua laporan keuangan sudah tersistem. Meskipun kemungkinan besar Yuna dan kepala divisi keuangan mempunyai hubungan khusus, tapi tetap saja kita tidak bisa menuduh tanpa memastikan. Bisa saja, Yuna memang istri atau mungkin kerabat dari kepala divisi, itu sebabnya kita harus memastikan dengan cara panggilan video tersebut, karena dari yang saya dengar... istri kepala divisi adalah penggemar Anda”
Chan terdiam, mencoba mencerna perkataan Lea. Apa yang perempuan itu katakan ada benarnya, selama ini ia tidak pernah tahu urusan pribadi atau keluarga dari karyawannya. Awalnya, Chan memang menduga ada kecurangan pada divisi keuangan namun ia tidak terlalu memusingkan hal itu karena sudah percaya pada tim audit yang profesional. Tapi, setelah mendengar penjelasan Lea, Chan jadi sadar jika kecurangan yang paling mungkin terjadi adalah penginputan di awal.
“Bagaimana, apa Anda setuju dengan usulan saya?” Tanya Lea.
“Walaupun ini demi perusahaan, tapi aku juga mengalami kerugian. Aku bisa mendapat hukuman dari CEO karena melakukan panggilan video secara pribadi pada penggemar, terlebih tidak ada perayaan apa pun saat ini” Ujar Chan berbohong, kemungkinan ia hanya akan mendapat teguran dari Pak Sugara karena membuat kehebohan tapi hal itu bukanlah masalah bagi Chan yang memang mempunyai karakter jahil di antara member lain.
“Saya akan melakukan apa pun yang Anda mau, tapi tolong bekerja samalah” Ujar Lea memberi penawaran.
“Apa pun?” Tanya Chan meyakinkan.
Lea menganggukkan kepala dengan yakin, sementara Chan tersenyum puas karena merasa sangat beruntung. Tanpa Lea meminta seperti itu, Chan sudah pasti akan membantunya, tapi Lea malah menawarkan hal yang membuat sifat jahil Chan terpanggil.
“Maaf... tapi, ada baiknya Anda melakukannya dengan cepat” Ucap Lea.
“Kau ini benar-benar, ya. Sudah meminta hal konyol, masih saja mengatur”
Lea menghela, tak mau meladeni ucapan Chan. Pikirnya, lebih baik mengalah dari pada lelaki itu berubah pikiran.
1 minggu kemudian...
Chan menyerahkan rekaman hasil panggilan video yang dijanjikannya pada Lea. Dengan antusias, Lea menonton rekaman tersebut. Namun, ia menjadi sedikit kesal melihat tingkah Chan yang terlihat terlalu ramah pada penggemarnya.
“Padahal, Anda sudah tahu jika dia istri kepala divisi tapi Anda tetap bersikap sangat ramah” Ujar Lea dengan penuh penekanan.
“Aku memang selalu ramah pada penggemarku, mau dia sudah menikah atau belum, aku tetap memperlakukan hal yang sama. Kenapa kau protes?”
Lea hanya diam mendengar pertanyaan Chan. Pada dasarnya, Lea tidak menyukai laki-laki yang baik pada semua wanita. Bukan tanpa alasan, perceraian orang tua Lea yang membuatnya memiliki sifat lebih waspada pada laki-laki. Meskipun Lea menyadari jika tidak semua laki-laki yang baik dan ramah pada semua wanita adalah mata keranjang, namun tetap saja ia tidak menyukai keramahan atau kebaikkan yang bisa menimbulkan kesalah pahaman.
“Kau puas kan sekarang?” Pertanyaan Chan membuat Lea tersadar dari lamunannya.
Lea tersenyum bangga, “Iya, terima kasih”
“Berkatmu, aku jadi mendapat omelan dari perusahaan dan My Spring karena mengadakan undian yang tidak jelas ini!” Omel Chan, namun Lea hanya menanggapi dengan senyum lebar sehingga membuat Chan hanya menggelengkan kepala tak mampu berkomentar.
“Apa yang akan kau lakukan dengan ini?” Tanya Chan lagi.
“Karena sudah memastikan, jadi saya akan mencari buktinya”
Chan menyipitkan mata dan berkata, “Caranya?”
“Saya akan mengikuti mereka. Jika sudah mempunyai bukti nyata, mereka tidak akan bisa mengelak dan kepala divisi akan mengakui sendiri kecurangan yang telah dilakukan”
Chan menganggukkan kepala, ‘Ternyata, dia adalah orang yang penuh rencana sebelum bertindak. Menarik juga’ Gumam Chan.
“Apa Anda baru saja mengatakan sesuatu?” Tanya Lea, sementara Chan hanya menggelengkan kepala tanpa menjawab.
Chan memperhatikan Lea yang kembali menonton rekaman videonya. Sebenarnya, Chan merasa senang karena Lea bekerja dengan sepenuh hati tapi ia tidak mau memberi pujian pada Lea dan memilih mengawasi setiap pergerakan yang akan perempuan itu lakukan.
Kepergok tengah memperhatikan Lea, Chan segera bergeming, “Kapan kau akan mengikuti mereka?”
“Saya harus mengurus administrasi kelulusan, jadi... mungkin dalam tiga hari ke dapan baru akan mencari bukti. Tidak apa-apa, kan?” Tanya Lea dengan ragu.
“Tidak masalah, aku malah bisa membantumu. Kebetulan, aku tidak punya jadwal padat hari itu”
Lea terkejut dengan jawaban Chan, “Anda mau menemani saya mengikuti mereka?” Tanya Lea meyakinkan.
Chan menganggukkan kepala, “Eum, ini kan untuk perusahaanku juga. Lagi pula, aku sangat membenci perselingkuhan” Ujar Chan penuh emosi. Pengkhianatan yang dilakukan oleh ayahnya, membuat Chan menjadi emosi setiap mendengar kata perselingkuhan. Luka lamanya seperti terbuka kembali ketika mendengar kata itu.
...***...
Happy reading...
Jangan lupa like, comment, vote, gift, and subscribe 🙏🏻😁
Terima kasih🤗😘🙏🏻