
Dengan sangat tidak sabar, Dave langsung menghubungi asisten pribadinya untuk segera membuat janji temu dengan dokter spesialis kandungan terbaik di kota tersebut.
Bahkan dengan sengaja ia mengambil cuti dari kantor agar bisa mengantar istrinya untuk memeriksakan kandungannya dan mendengar langsung penjelasan dari dokter.
"Mike, umumkan kepada seluruh karyawan di perusahaan ini bahwa bulan ini mereka akan menerima bonus ketika menerima gaji nanti sebagai perayaan untuk menyambut berita bahagia hari ini." titah Dave dengan wajah cerah memancarkan aura kebahagiaan yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.
"Baik, tuan. Saya akan menyampaikan kepada semua orang. Dan sekali lagi, saya ucapkan selamat karena anda akan segera menjadi seorang ayah." ujar Mike dengan tulus.
Semua orang di mansion bisa merasakan aura kebahagiaan yang terpancar dari sepasang suami istri itu. Begitu juga dengan kakek yang sampai tidak bisa menahan air mata nya untuk tak menetes mendengar kabar kehamilan cucu menantunya itu.
**
Ke esokkan hari nya Dave dan Lisa datang ke rumah sakit dimana mereka telah membuat janji temu. Begitu sampai mereka langsung di sambut oleh direktur utama rumah sakit tersebut yang tak lain adalah sahabat Dave sejak SMA.
"Selamat datang tuan dan nyonya walton." ujar Nicholas menyambut hangat Dave dan Lisa.
"Terimakasih Nick, tapi seharusnya kau tidak perlu repot-repot untuk menyambut kami di sini." ujar Dave sambil berjabat tangan, lalu memeluk Nick sesaat.
"Ayolah Dave, ini adalah pertama kali nya kita bertemu setelah beberapa tahun. Bagaimana bisa aku tidak menyambut sahabat lama aku ini." ujar Nick tersenyum.
"Ya, itu karena kau terlalu sibuk dengan sekolah kedokteran mu itu. Sampai akhirnya kau bisa menduduki posisi ini menggantikan ayahmu dengan begitu cepat."
"Oia, Nick aku sampai lupa. Perkenalkan ini adalah Lisa istri ku. Kedatangan kami kemari, untuk memeriksakan kandungannya yang baru saja kami ketahui." sambung Dave dengan wajah berbinar.
"Hai Lisa, perkenalkan aku Nick." ujar Nick menjulurkan tangan nya memperkenalkan diri dengan ramah.
"Hai Nick, aku Lisa." Jawab Lisa menerima uluran tangan Nick dengan ramah.
Nick pun mengajak Dave dan Lisa untuk mampir terlebih dahulu ke ruang kerja nya dan menjamu mereka dengan secangkir teh dan beberapa camilan yang memang sudah ia persiapkan.
Kebetulan mereka datang 1 jam lebih cepat dari jadwal yang sudah di tentukan, Dave pun menerima tawaran sahabat nya itu.
Setelah berbincang-bincang selama hampir 1 jam, akhirnya Dave dan Lisa pun pamit undur diri. Dan Nick pun segera menghubungi langsung dokter kandungan yang akan melakukan pemeriksaan untuk Lisa.
Dokter Melissa lah dokter kandungan terbaik yang Nick rekomendasikan untuk menangani istri sahabat nya itu. Setelah melakukan pemeriksaan langsung dan USG akhirnya telah di ketahui jika saat ini usia kandungan Lisa sudah menginjak 8 minggu.
Kebahagiaan begitu terpancar di wajah keduanya saat mereka di perlihatkan perkembangan janin dalam kandungan Lisa. Dokter Melissa juga memperdengarkan suara detak jantung bayi yang sudah mulai terdeteksi.
"Meskipun belum terbentuk sempurna, tapi beberapa organ dalam tubuh bayi dan juga otak nya sudah mulai terbentuk dan berkembang. Kalian juga sudah bisa mendengar detak jantung bayi nya sekarang." tutur dokter Melissa menjelaskan dengan lembut. Sementara Dave dan Lisa mendengar kan dengan seksama.
"Dan nyonya Walton, saya akan meresepkan beberapa vitamin dan suplemen untuk menopang kesehatannya. Tuan, di usia kandungan yang masih rentan ini nyonya akan merasa mudah lelah, merasa kurang nyaman karena sering merasa mual dan muntah serta perubahan suasana hati yang mudah berubah. Sebaiknya nyonya banyak istirahat dan menghindari aktifitas fisik yang membuat lelah untuk sementara waktu. Nyonya akan sangat membutuhkan perhatian anda tuan, dan jangan lupa untuk memperhatikan asupan makanannya terutama yang bernutrisi dan bergizi tinggi. Adakah hal lain yang ingin anda ketahui tuan?" jelas dokter Melissa panjang lebar.
"Dokter, lalu bagaimana jika kami ingin berhubungan intim? apakah bayi kami akan baik-baik saja dan tidak terganggu? " tanya Dave dengan tanpa malu dan langsung mendapat tatapan tajam dari istri nya.
"Tidak apa-apa nyonya, saya memang harus menjelaskan tentang hal ini juga." jawab dokter Melissa sambil tersenyum.
"Untuk sekarang sebaiknya anda dapat menahan diri dulu tuan, karena menurut pemeriksaan yang kami lakukan kandungan nyonya memang dalam keadaan sehat dan baik-baik saja tapi sedikit lemah. Jadi akan lebih baik jika untuk masalah tersebut bisa di tunda lebih dulu sampai kandungan nyonya benar-benar kuat dan tak akan terpengaruh." jelas dokter Melissa yang di sambut dengan helaan nafas cukup berat.
Sementara Lisa hanya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya sambil tersenyum melihat raut kekecewaan di wajah suami nya itu. Setidaknya, karena alasan kehamilan ini dia akan memiliki waktu untuk bisa beristirahat selama beberapa saat dari suami nya yang mempunyai stamina cukup tinggi itu.
"Lalu sampai kapan dokter kami harus menundanya?" tanya Dave masih mencari peluang.
"Sebaiknya sampai usia kandungan nyonya menginjak 16 minggu tuan." jawab dokter Melissa dengan sabar.
Lagi-lagi Dave menghela nafas cukup dalam dengan lesu sambil menundukkan kepalanya merasa sedikit kecewa dengan jawaban dokter Melissa. Karena, bagaimana bisa ia bertahan selama 2 bulan untuk tidak menyentuh istri nya itu, pikirnya.
"Tapi tuan jika memang anda sulit menahannya, maka usahakan untuk melakukannya dengan sangat lembut dan maaf sebaiknya untuk sementara bisa melepas ****** anda diluar karena akan berpengaruh pada hormon istri anda dan hal itu bisa menyebabkan kontraksi pada kehamilan." mendengar penjelasan dokter Melissa wajah Dave pun kembali bersinar sebelum akhirnya meredup kembali setelah mendengar penjelasan terakhirnya.
"Dan itu pun sebaiknya tidak anda lakukan sampai usia kandungan nyonya mencapai 12 minggu." sambung dokter Melissa lagi membuat suasana hati Dave sangat buruk.
**
Sepanjang perjalanan dari rumah sakit, Dave terus menekuk wajah nya berbeda dengan istrinya yang terlihat begitu ceria. Begitu sampai di rumah para pelayan pun menatap heran melihat tuan nya dengan wajah murung, sangat kontras dengan wajah ceria nya sebelum mereka pergi ke rumah sakit.
Meskipun masih dengan menggandeng lembut istri nya tapi Dave tidak bisa menyembunyikan wajah frustasinya di depan semua orang. Bibi May pun terlihat memberi isyarat bertanya tentang Dave pada Lisa tapi Lisa hanya menjawabnya dengan gelengan kepala sambil tersenyum lebar membuat ia kebingungan.
"Sayang sudahlah, sampai kapan kamu akan terus murung seperti itu ?" tanya Lisa begitu mereka sampai di kamar.
"Bagaimana bisa suasana hati ku baik-baik saja jika dokter Melissa yang bodoh itu melarang ku untuk menyentuhmu sayang?" ujar Dave mencebik kesal.
"Bagaimana jika aku mencari dokter spesialis kandungan yang lebih baik dari nya untuk berkonsultasi? " tanya Dave terdengar begitu konyol di telinga istri nya.
"Ayolah Dave ini hanya untuk beberapa minggu, kau hanya harus bersabar hum. Ini untuk kebaikan bayi kita, apakah kau tidak menyayangi dan menginginkannya?" tanya Lisa mencoba membujuk suami nya dengan lembut.
"Bagaimana mungkin aku seperti itu sayang, bayi ini adalah apa yang selama ini kita nantikan. Tapi tetap saja, ini sangat berat untuk ku sayang. Bagaimana aku bisa menahan diri untuk tidak menyentuhmu." ujar Dave kembali merajuk seperti anak kecil.
Selama mereka menikah, jangankan beberapa minggu, menunggu beberapa hari saja ketika istri nya mengalami datang bulan membuat kepalanya nyaris pecah. Dave sungguh tidak bisa membayangkan hal tersebut.
Lisa pun tidak habis akal, dia menarik tubuh suami nya agar duduk lebih dekat. Dengan lembut kedua tangan nya ia kalungkan di leher suami nya itu. Lisa pun mencium lembut bibir suami nya dan menyesapnya dengan penuh gairah.
Setelah beberapa saat Dave pun melepaskan pagutan dari bibir istrinya itu tanpa memberi jarak di antara keduanya sehingga kening mereka beradu dan ia bisa merasakan hembusan nafas istrinya yang semakin membangkitkan sesuatu yang lain dalam diri nya.
"Sayang, jelas-jelas kamu begitu mendukung keputusan dokter sialan itu. Tapi kenapa sekarang malah menggodaku huh? " tanya Dave yang sudah di liputi kabut gairah.
"Sayang, dokter tidak melarang mu menyentuh ku. Aku tetap bisa membantumu untuk melepas nya, hanya saja tidak seperti biasa nya. Bersabar lah sebentar oke?" jelas Lisa dengan sabar mencoba membujuk kembali suami nya agar tidak terus murung.