My Wife, My Destiny

My Wife, My Destiny
Peringatan



3 hari pun berlalu begitu saja, Dave masih dengan setia menunggui istrinya di rumah sakit. Kini ia sudah mulai terbiasa dengan kondisi istrinya yang masih koma seperti itu.


Untuk membunuh rasa bosan, Dave pun mulai bekerja dari rumah sakit sambil menjaga Lisa. Semenjak mengetahui jika kecelakaan istrinya adalah sebuah kesengajaan, Dave mulai memperketat penjagaan di rumah sakit dan di mansion.


Setidaknya adalah 20 orang tambahan penjaga yang ia tempatkan di mansion demi keselamatan kakeknya. Begitu juga di rumah sakit, banyak penjaga yang ia persiapkan tentunya dengan samaran.


Mereka memakai pakaian santai, dan beberapa orang berlaku seolah mereka adalah pengunjung rumah sakit atau penunggu pasien. Setidaknya ada 5 orang yang ia tugaskan di lantai tempat dimana Lisa menjalani perawatan.


Sama seperti Lisa, salah satu bodyguard Lisa masih mengalami koma dan belum sadarkan diri sampai saat ini. Sedangkan yang satunya dan bibi May sudah di makamkan 2 hari yang lalu.


Mike memberikan kompensasi yang tidak sedikit untuk keluarga salah satu anak buahnya tersebut. Sementara bibi May di makamkan tidak jauh dari makam kedua orangtuanya.


Dia hanya hidup sebatang kara, dan seumur hidupnya hanya mendedikasikan dirinya untuk keluarga Walton. Dave belum sempat mengunjungi makamnya karena ia merasa tidak tenang untuk meninggalkan istrinya.


Uncle Harvey pun langsung datang ke rumah sakit begitu sampai di negara A. Dia dan James selalu berusaha menghibur dan membantu Dave dalam penyelidikan tentang kecelakaan tersebut.


Tok tok tok,


"Masuklah." ujar Dave dengan mata yang masih terfokus dengan laporan keuangan perusahaan selama beberapa tahun terakhir.


"Tuan, kami sudah menemukan bukti nya." ujar Mike membuat Dave seketika menoleh dan bergegas menghampiri nya.


"Bagaimana hasilnya? " tanya Dave dengan tatapan tajam dan suara yang berubah menjadi dingin.


"Orang yang berada di balik kecelakaan ini adalah tyan Benny dan tuan Harry sesuai dugaan kita sebelumnya. Dan juga, "


"apa? "


"Begitu juga dengan kecelakaan yang menimpa tuan Alex 22 tahun lalu adalah ulahnya." ujar Mike seketika membuat kedua tangan Dave mengepal menahan amarahnya.


Rahangnya terlihat mengetat, dan matanya sudah di penuhi oleh api amarah dan juga dendam yang sangat besar.


"Aku akan membunuh mereka." ucap Dave dengan penuh amarah, nafasnya terlihat memburu dan tatapan membunuh.


Tanpa pikir panjang Dave langsung bergegas pergi, dengan langkah yang tergesa-gesa ia segera melangkah menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.


Mike sudah berusaha menenangkannya dan menahannya, tapi emosi Dave sudah terlalu memuncak. Ia tidak punya pilihan lain selain mengikuti tuannya itu karena khawatir sesuatu akan terjadi.


Mike pun langsung menghubungi uncle James yang saat ini tengah berada di kantor pemerintahan untuk bekerja. Ia mengabarkan jika Dave pergi untuk menemui Benny dan Harry.


Mike khawatir jika mereka pergi tanpa persiapan, mereka malah akan mendapatkan celaka. Apalagi menurut hasil penyelidikan nya Benny mempunyai sebuah kelompok gangster yang berkuasa di beberapa kota besar.


Hasil penggelapan dana perusahaan selama beberapa tahun ia gunakan untuk berbisnis obat-obatan terlarang. James pun langsung mengerti, ia memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menjaga Dave dan menyusulnya ke mansion Benny.


Setelah berkendara hampir 1 jam akhirnya Dave sampai di sebuah mansion yang terlihat megah milik pamannya itu. Bahkan dengan brutal ia menerobos pagar dengan menabraknya.


Sebelum turun ia mengambil pistol jenis double action revolver kesayangannya berkaliber 22 berisi 10 butir peluru yang ia sembunyikan di dalam dasbor mobilnya. Mobil Mike pun mengekori di belakang dan ia langsung turun mengikuti Dave dengan beberapa anak buahnya yang sedang berjaga di rumah sakit.


Dooorr, doorrr, dorrr.


Terdengar bunyi desingan peluru yang menggema di halaman mansion megah tersebut. Beberapa penjaga telah di tembaki oleh Dave dengan membabi buta.


Puluhan penjaga lainnya pun berdatangan dan bersiap menyerang Dave, beruntung Mike dengan sigap melindungi Dave dengan melumpuhkan mereka dengan beberapa tembakan.


Baku tembak pun tak terelakkan lagi, mengingat jumlah mereka yang tidak seimbang Mike merasa gamang. Ia takut jika mereka tidak akan bisa bertahan sebelum bantuan dari uncle James datang.


Benny yang sedang bermain bersama beberapa wanita penghibur itu pun kelabakan mendengar kebisingan tersebut. Ia mendapat laporan dari salah satu anak buahnya jika mereka kedatangan Dave dan beberapa anak buahnya yang terlihat sangat marah.


Tidak pernah terpikir sebelum nya jika Dave akan datang dan membantai anak buahnya secara membabi buta. Ia bahkan tidak pernah tahu jika Dave bisa menggunakan senjata api.


Dan sudah lebih dari 10 orang anak buahnya yang berhasil ia lumpuhkan.


Dave sudah berada di dalam bagian mansion dan beberapa maid dan wanita penghibur terlihat berlarian takut untuk melarikan diri.


Benny pun langsung mengambil senjata api jenis Colt 1911 berisi 7 buah peluru. Meskipun terkesan tua, namun pistol ini adalah jenis pistol kegemaran Benny.


"Selamat datang keponakan ku, sepertinya kau terlihat begitu bersemangat sekali berkunjung kemari." ujar Benny yang terlihat sedang baku hantam dengan beberapa anak buah Benny yang berjaga di dalam mansion.


"Berhenti, dia adalah keponakan ku." ujar Benny lagi membuat semua anak buahnya berhenti seketika dan terlihat mundur.


Dave yang sudah di kuasai api amarah pun tanpa ba bi bu langsung bergegas menghampiri Benny dan melayangkan tinju yang kuat sampai membuatnya terhuyung.


Salah satu sudut bibir Benny pun robek terkena beberapa pukulan yang di layangkan oleh Dave namun Benny masih terlihat santai dan tertawa seperti orang gila. Membuat darah Dave semakin mendidih dan sangat marah.


"Apa kau menyukai hadiah dariku? " ujar Benny membuat kepalan tangannya tertahan di udara.


"Kenapa kau berhenti keponakan ku tersayang? Oia apakah pemakaman istrimu sudah selesai di lakukan? " Kata-kata provokatif yang di ucapkan Benny semakin membuat Dave gelap mata.


Ia pun langsung menarik pistol dari balik jasnya dan menodongkannya ke kepala Benny. Tapi bukannya takut, Benny malah tertawa kencang mengejek Dave dan mencibirnya.


"Apa kau tahu jika senjata ini cukup berbahaya keponakanku? " tanya Benny dengan senyum mengejek.


"Kenapa uncle? Bukankah selama ini kita adalah keluarga? kenapa kau tega melakukan hal itu terhadap ayah dan ibuku? kenapa uncle? " tanya Dave dengan mata memerah menahan air mata nya untuk jatuh.


Selama ini Dave sangat tahu jika ayahnya Alex sangat menyayangi Benny seperti adiknya sendiri. Begitupun dengan kakeknya, bahkan kakek memperlakukannya dengan sangat baik.


Dave tidak mengerti kenapa pamannya itu begitu tega melakukan hal tersebut kepada kedua orangtuanya. Dan kali ini, ia mencoba menghabisi nyawa istri dan anaknya juga. Dave tidak bisa mengerti dan tidak bisa memaafkan semua itu.


"Kau terlalu naif nak, tapi pikirkanlah tentang kakek mu. Bagaimana jika ia tahu jika aku, yang merupakan keponakan kesayangannya ini ternyata harus mati di tangan cucu nya sendiri. Ia mungkin akan segera mengalami serangan jantung dan pergi ke alam bakal menyusul kedua orang tua mu." Bisik uncle Benny di telinganya, kemudian ia tertawa terbahak-bahak.


Ia sama sekali tidak terlihat takut dengan situasi yang saat ini membuatnya berada di ujung tanduk. Ia bahkan tidak mengeluarkan pistol yang telah ia sembunyikan di balik saku jas nya itu.


Karena Benny sangat mengetahui kelemahan Dave. Ia sangat yakin dan percaya diri jika Dave tidak akan berani melakukan itu mengingat kondisi kakeknya yang kurang baik. Apalagi kakek Antony sangat menyayangi uncle Benny, tidak akan mudah meyakinkannya jika uncle Benny adalah musuh mereka yang sesungguhnya.


Dave pun bangkit berdiri hendak berbalik dan pergi, ia harus mengurungkan niatnya dan menyusun rencana yang matang untuk membalas perbuatan uncle Benny, pikirnya.


Tapi belum sempat ia melangkah uncle Benny kembali tertawa kencang kembali mengejek dan memprovokasinya. Dave pun yang tersulut emosi kembali mengangkat pistol nya bersiap menarik pelatuknya untuk melepaskan tembakan.


"Tuan, tolong tahan diri anda." ujar Mike segera berlari menghampiri Dave.


"Biarkan saja Mike, dia tidak akan merasa puas sebelum melenyapkan ku." ujar Benny kembali mengejek.


Tanpa pikir panjang Dave pun melepaskan tembakannya sebanyak 2 kali. Namun kali ini yang menjadi sasarannya hanya kedua ujung pangkal pahanya. Benny pun menjerit kencang sangat kesakitan, ia terlihat histeris melihat darah yang mengalir di lantai.


"ini hanya peringatan uncle Ben? " ujarnya dengan tersenyum mengejek.


Dave pun tersenyum smirk kemudian melangkah melenggang meninggalkan mansion Benny. Terlihat semua penjaganya kini tengah berhasil di lumpuhkan oleh Mike dengan bantuan anak buah uncle James.