
Lisa terbangun ketika hari senja sudah menampakkan semburatnya di langit sore itu. Ia pun menatap sekeliling seperti mencari sesuatu atau mungkin tepatnya seseorang.
"David." panggil Lisa memecah hening membuat pemilik nama tersebut menoleh.
"Kau sudah bangun? " tanya Dave sembari menghampirinya yang tengah duduk bersandar di ranjang berukuran king size itu.
Saat ini, Lisa sudah tidak terlalu merasa canggung dengan kehadiran Dave di sisinya. Ia mulai membiasakan dirinya berada satu ruangan dengan pria asing yang telah menolong hidupnya itu, pikir Lisa.
"Apa kau lapar? " tanya Dave lembut menatap ke dalam mata istrinya.
Lisa hanya menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban. Ia memang tidak merasa lapar saat itu, ia merasa jenuh karena seharian harus berbaring di tempat tidur.
"Apa kau bosan?" tanya Dave menebak tepat seperti apa yang Lisa pikirkan.
"um, sejujurnya aku sangat bosan berada di tempat tidur selama seharian penuh." ujar Lisa mencoba untuk jujur.
"Baiklah, apa kau ingin melihat matahari terbenam?" tanya Dave yang langsung di tanggapi dengan antusias oleh Lisa.
Tanpa aba-aba Dave pun mengambil Lisa ke dalam pangkuannya dan menggendongnya. Lisa pikir Dave akan mendudukkan nya di atas kursi roda. Namun yang terjadi sebaliknya, Dave langsung membawanya ke balkon kamar dan mendudukkan nya di sebuah kursi santai.
"Dave kenapa tidak menggunakan kursi roda saja." protes Lisa.
"Aku masih sanggup untuk berdiri di sini selama 1 jam bahkan sambil menggendong tubuhmu." ucap Dave yang kini berjongkok di depannya.
Satu tangannya terulur mengusap helaian rambut bergelombang milik Lisa yang terlihat sedikit berantakan. Lisa merasa sedikit gugup dengan perlakuan lembut Dave padanya.
Bagaimanapun ia tidak biasa berada di posisi tersebut. Dan bahkan belum pernah melaluinya karena Dave adalah laki-laki pertama baginya yang berada begitu dekat dengannya.
Bukan karena tidak ada laki-laki yang mencoba mendekati nya. Hanya saja dengan statusnya yang hanya seorang yatim piatu dan penerima beasiswa prestasi tentunya ia merasa tidak cukup percaya diri.
Apalagi untuk menjalin hubungan dengan seorang laki-laki. Jadi Lisa selalu menutup dirinya dari hubungan percintaan selama ini. Ia terlalu takut dan tidak percaya diri untuk merasa pantas bersanding dengan seseorang.
Dave pun mencoba membangunkan nya dari lamunan panjang ketika ia mengingat masa lalunya.
"Apa yang kau pikirkan? " tanya Dave sembari memegang lembut tangannya.
"**.. tidak ada. A.. aku hanya berpikir bagaimana bisa aku tertidur selama 2 tahun dan melewatkan impianku. Apalagi dengan cedera seperti ini, aku mungkin tidak akan bisa lagi untuk menjadi seorang perenang yang baik." ujar Lisa dengan sedih membuat Dave merasa bersalah karena kegagalannya menjaga Lisa.
"Kau masih muda, dan kau bisa membuat mimpi yang baru dan masih mempunyai jalan yang panjang, kesempatan yang besar untuk mewujudkan nya. " jelas Dave mencoba menghibur istrinya.
"Terimakasih David." ujar Lisa dengan tulus.
"Kenapa kau terus mengucapkan kata-kata itu? " tanya Dave.
"Karena memang aku sangat berterimakasih pada mu. Andai saja kau tidak membantuku, entah apa yang akan terjadi padaku." jujur Lisa dengan menatap Dave dengan haru."
Hatinya mencelos sakit ketika mengingat kembali hari itu, karena selain bahagia ia juga merasa patah hati pada waktu yang sama. Bahkan ia melihat sendiri bagaimana Dave bercumbu mesra dengan gadis lain dengan mata kepalanya sendiri.
"Ada apa sayang? Kenapa kau terlihat sangat sedih hum?" tanya Dave lagi.
"Tapi David, kau sudah memiliki kekasih. Tolong jangan bohongi aku lagi. Aku masih mengingat semuanya. " ujar Lisa membuat Dave semakin tidak mengerti.
"Malam itu di hotel, aku melihat kalian berciuman dengan sangat mesra. Gadis itu terlihat sangat cocok denganmu, apalagi dia seorang supermodel yang jelas-jelas sangat berbanding terbalik denganku." ujar Lisa akhirnya menceritakan semuanya membuat Dave terdiam mencoba mencerna semuanya.
"Jadi kau melihat nya? Karena itu malam itu juga kau pergi tanpa memberitahu ku bahkan menghindari ku? " tanya Dave mulai mengerti jika selama ini istrinya itu telah salah paham.
"Sayang dengarkan aku baik-baik, malam itu semuanya hanya kesalahpahaman saja." ujar Dave mencoba menjelaskan.
"Sudahlah David aku tidak buta, tidak ada yang salah dengan apa yang aku lihat." ujar Lisa kembali memotong penjelasan Dave.
"Tapi ini memang hanya sebuah kesalahpahaman, aku akui saat itu memang Grace menemui ku tapi aku tidak pernah tahu jika dia ada di kota tersebut. Dan ya kau benar, dia mencium ku saat itu dan aku sempat terdiam karena terkejut tapi itu pun tidak lama karena aku langsung mendorongnya untuk menjauh. Percayalah sayang, Grace hanya masa laluku. Dia tidak terima ketika aku memutuskan hubungan kami." jelas Dave mencoba meyakinkan istrinya.
Lisa mencoba mencerna semua penjelasan suaminya, ia pun menatap ke dalam mata Dave yang tidak terlihat sebuah kebohongan sedikitpun.
"Jadi kau, saat itu? "
"Ya, kau hanya salah paham sayang. Tidak ada sesuatu apapun di antara aku dan Grace." tegas Dave membuat Lisa merasa beban di hatinya sedikit terangkat.
Entah ia akui atau tidak, ada perasaan lega juga senang atas apa yang pria di hadapannya itu tengah ucapkan. Lisa tidak tahu apakah ia masih mencintai Dave atau tidak, yang jelas saat itu dia merasa lega karena kesalahpahaman di antara mereka akhirnya selesai.
"Percayalah sayang. Aku tidak pernah meninggalkanmu selama ini, karena aku sangat mencintaimu." ujar Dave akhirnya membuat Lisa percaya.
Benar apa yang Dave katakan, selama 2 tahun ia koma tidak ada orang lain yang lebih setia dari pada Dave padanya. Ia tidak pernah meninggalkannya padahal saat itu hubungan mereka belum di mulai, pikir Lisa.
"Aku hanya mencintai mu Alisa Jasmine." ujar Dave membuat hati Lisa menghangat.
Dave pun menarik tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya. Dave bertekad, jika ia tidak bisa membuat Lisa mengingat tentang hubungan mereka setidaknya ia akan membuat istrinya itu kembali jatuh cinta padanya.
Dave rela jika harus bersusah-payah untuk mengulangi perjuangannya dulu untuk mendapatkan hati dan kepercayaan istrinya. Ia yakin walaupun Lisa tidak mengingatnya, tapi Lisa pasti akan selalu mencintai nya.
Ia hanya harus lebih bersabar dan menunggu. Seberapa pun lamanya, ia akan tetap menunggu cintanya kembali. Dave tidak akan membiarkan kesalahpahaman lagi terjadi di antara mereka.
Lisa menikmati semilir angin yang berhembus dalam dekapan pria asing yang tak ia ketahui jika pria itu adalah suaminya.
Tak kasih doble up niiiiihhh... ππ
Jangan lupa like, koment sama kasih favorit dong buat bang David dan neng Lisaππ