
Saat ini David tengah berada di ruangan kerja dokter Bryan dan tentunya bersama Nick juga di sana. Tentu saja dokter Bryan yang memanggil atasannya tersebut, karena tidak ingin mengambil resiko dengan reaksi Dave setelah mendengar penjelasannya.
Bagaimanapun juga Dave adalah salah satu orang yang cukup berpengaruh di negara mereka. Karena itu dokter Bryan selalu bersikap hati-hati dalam menghadapi sikap Dave yang sedikit tempramental apalagi jika itu menyangkut keadaan istrinya.
"Baiklah apa penjelasan mu tentang ini? " tanya Dave membuat dokter Bryan semakin gugup.
Nick pun memberikan isyarat pada Dave untuk tetap tenang dan menyuruh dokter Bryan segera memberikan penjelasan.
"Begini tuan, sebelum kami melakukan operasi saya sudah menjelaskan jika ada kemungkinan kalau operasi ini berhasil mungkin nyonya akan memiliki sedikit resiko."
tutur dokter Bryan sedikit gugup.
"Sedikit kata mu? istriku baru saja dengan jelas menolak ku, bahkan ia bersikap seolah kami adalah orang asing." ujar Dave penuh penekanan.
"Tuan nyonya bersikap seperti itu bukan karena berpura-pura tapi memang karena ia mengenal anda sebagai orang asing." timpalnya membuat kedua mata Dave menatapnya tajam seakan ingin mencabik-cabik tubuhnya membuat dokter Bryan semakin ketakutan.
"Tenanglah Dave. Aku yakin ini hanya bersifat sementara. Saat ini Lisa telah mendapatkan ingatannya kembali yang telah hilang setelah kecelakaannya yang dulu. Tapi, sayangnya ingatannya terhenti di hari dimana ia mengalami kecelakaan. Yang artinya, kau hanyalah orang asing baginya. Dia tidak bisa mengingat mu ataupun pernikahan kalian selama 2 tahun belakangan ini." jelas Nick dengan sabar membuat Dave sangat terkejut.
Ia hanya bisa terdiam mendengar penjelasan Nick. Hari di mana istrinya mendapatkan ingatannya kembali akhirnya tiba. Tapi sayangnya, tidak ada Dave di sana. Ketakutan nya selama ini akhirnya menjadi kenyataan.
"Dave sebaiknya kau segera menghubungi dokter Liam. Bukankah ia yang menangani istrimu selama beberapa tahun ini?" ujar Nick lagi membuat Dave tersadar.
"Baiklah." ujar Dave lemah tubuhnya terasa sangat tidak bertenaga. Tapi Dave akhirnya memilih untuk pergi dari ruangan dokter Bryan tanpa berpamitan sama sekali bahkan dengan Nick sahabatnya.
Nick dan dokter Bryan hanya bisa menatap iba padanya, mereka sangat tahu jika Dave sangat mencintai istrinya. Di lupakan seperti itu, pastilah menjadikannya begitu terpuruk dan sedih.
Selain mengalami gegar otak cukup berat, Lisa juga mengalami beberapa trauma dalam kecelakaan tersebut. Sehingga alam bawah sadarnya memilih untuk memblok ingatan dimana ia harus mengalami sesuatu yang mengerikan itu kembali.
Apalagi dalam kecelakaan tersebut ia tidak hanya kehilangan bayinya, tapi juga beberapa orang yang setia menjaganya. Lisa menyaksikan semua itu sebelum akhirnya ia kehilangan kesadarannya tepat sebelum mobil yang ia tumpangi meledak ketika ia berhasil di keluarkan.
Saat ini Lisa tengah menatapi seluruh isi ruangannya yang terlihat cukup mewah. Siapa yang menempatkan nya di ruangan VVIP tersebut, mengingat ia sendiri tak akan mampu untuk membayar nya.
Sempat terlintas dalam pikirannya jika mungkin Dave yang melakukannya tapi dengan cepat Lisa pun menepis perasaannya itu. Dave sudah memiliki kekasih seorang super model, ia bahkan telah melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.
Tentu saja itu semua tidak mungkin, pikir Lisa. Tidak lama kemudian seorang perawat terlihat masuk membawakan semangkuk bubur dan sup hangat serta jus buah.
Karena Lisa baru saja sadar dari koma setelah beberapa hari, maka ia hanya di ijinkan mengkonsumsi makanan tersebut. Perawat tersebut bahkan membantunya makan, dan terlihat sangat cekatan serta telaten ketika mengurusnya.
"Nyonya, makanlah ini selagi hangat. Saya akan membantu anda. " ujar perawat tersebut dengan sopan.
"Maaf, siapa namamu?" tanya Lisa membuat perawat itu sedikit terkejut.
"Saya Amy nyonya." jawab perawat tersebut.
"Amy, um terimakasih telah membantuku tapi aku ingin menjelaskan satu hal. Berhentilah memanggilku dengan sebutan nyonya, karena aku belum menikah. Dan panggil saja aku Lisa, namaku Alisa." ujar Lisa membuat Amy sedikit mengernyit heran.
"Tidak apa-apa Amy, kau boleh pergi." ujar Dave tiba-tiba saja memotong ucapan kepala perawat tersebut.
Ia pun dengan takut langsung berpamitan undur diri dari sana. Ia sangat tahu jika David tidak suka ada yang mengganggu ketika dia berada di ruangan istrinya.
"David."
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Dave menghampirinya dan tanpa sungkan duduk di sisi ranjang istrinya itu.
Lagi-lagi Lisa dibuat terkejut dengan sikap Dave yang terkesan begitu intim dengannya. Ia bahkan dengan santainya berani mengelus rambut istrinya dengan tatapan yang begitu dalam.
"David, tolong jangan seperti ini. Bagaimana jika orang lain akan salah paham dengan sikap mu ini." ujar Lisa merasa tidak nyaman.
"Tidak akan ada yang berani membicarakan mu apalagi salah paham denganmu sayang." jawab Dave dengan senyuman yang mengembang dengan tulus.
"David kenapa kau bersikap seperti ini, bagaimana jika kekasih mu tahu kau bersikap seperti ini pada gadis lain? Ia akan salah paham." ujar Lisa lagi membuat Dave tertawa gemas.
"Mana mungkin kekasih ku akan cemburu, karena ia ada di sini bersama ku." ujar Dave kembali membuat kedua mata Lisa membulat sempurna.
"David tolong jangan bercanda lagi, kumohon!" ujar Lisa dengan sedikit kesal.
"Sayang sudahlah, kau membuatku semakin merasa gemas." ujar Dave sembari mengacak-acak rambut istrinya dengan sayang kemudian memeluknya dengan erat.
Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya luruh dalam dekapan istrinya. Ia sangat sedih karena Lisa melupakannya dan pernikahan mereka. Tapi setidaknya Dave merasa sedikit lega, karena sementara Lisa tidak perlu mengetahui tentang kehilangan bayi mereka dan juga bibi May.
Lisa dapat merasakan tetesan air mata mulai membasahi punggungnya, entah kenapa ia menjadi tidak tega untuk bersikap tegas pada Dave. Akhirnya Lisa memilih diam menikmati dekapan laki-laki yang telah membuatnya jatuh hati beberapa waktu lalu.
Tidak bisa ia pungkiri jika pelukan Dave membuatnya nyaman dan hatinya menghangat. Ia akan menikmatinya untuk sebentar saja, pikirnya.
Setelah cukup puas mencurahkan segala perasaannya, Dave menghapus sisa air mata di pipi nya dan perlahan mengurai jarak di antara mereka.
"Makanlah dulu, agar kau bisa cepat pulih dan keluar dari rumah sakit ini." ujar Dave sembari tersenyum sembari memegang mangkuk berisi bubur di tangannya.
"Aku.. bisa makan sendiri." ujar Lisa membuat Dave kembali menghela nafas cukup dalam.
Tapi Dave tidak bergeming sekalipun, ia bersikeras untuk menyuapi istrinya itu. Sayangnya Lisa tidak bisa menang dengan sikap keras kepala Dave. Sebenarnya ia sangat nyaman ketika melihat Dave sebagai orang yang pertama kali ada di samping nya ketika ia bangun.
Bahkan, entah kenapa hatinya begitu nyaman dengan sikap dan perhatian yang Dave berikan padanya. Sentuhan Dave begitu menenangkan, dan yang lebih aneh lagi bahkan ia bisa mengenal dengan baik aroma tubuh laki-laki asing tersebut seolah mereka sudah terbiasa bersama.
Mohon maaf baru sempat up karena lagi kurang sehat beberapa hari ini 🙏🙏
silahkan menikmati 💃💃💃