
Setelah Dave mengetahui kebusukan pamannya itu, Dave pun menelpon kakeknya. Ia meminta izin kakeknya untuk membiarkannya mengambil alih kepemilikan dan pengelolaan semua kerajaan bisnis mereka.
Kakek merasa senang mendengar permintaan cucunya itu, tapi ia juga penasaran kenapa tiba-tiba sekali ia menginginkan hal tersebut.
Dave beralasan jika sekarang dia sudah cukup dewasa dan siap untuk mengambil alih semuanya. Lagipula sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah, Dave ingin ketika anaknya sudah lahir nanti ia sudah bisa memegang kendali bisnis mereka dengan baik.
Kakek pun akhirnya menyetujui permintaan Dave tersebut. Ia pun terus menerus menanyakan kapan Dave dan Lisa akan pulang. Ia sangat merasakan kesepian tanpa Lisa yang biasa menemaninya selama ini.
Dave pun berkata jika mereka akan pulang secepatnya. Dave pun berusaha keras memutar otaknya untuk bisa mengalihkan kakeknya dari Lisa. Ia pun berinisiatif menelpon uncle James untuk meminta tolong.
Dave meminta uncle James untuk mengajak kakek ke rumah orangtuanya di Paris. Kakek dan ayah dari uncle James adalah sahabat dekat. Beruntung uncle James tidak keberatan dengan permintaannya.
Ia pun langsung menelpon kakek Gio dan menceritakan situasi Dave saat ini dan memintanya untuk menghubungi kakek Antonio. Setelah kakek Antonio setuju barulah uncle James yang akan membawanya ke Paris.
Dave cukup bisa bernafas lega, ia pun bisa berkonsentrasi kembali pada Lisa dan juga fokus dengan pengalihan kendali seluruh perusahaan yang berada di bawah kendali Benny dan Harry.
Tentunya pergerakan Dave kali ini di ketahui oleh Benny. Ia sangat marah mendengar berita tersebut, namun untuk saat ini tidak ada yang bisa ia lakukan karena ia masih dalam tahap pemulihan.
Setelah kejadian tempo hari, dimana Dave dengan berani menembak kedua pangkal pahanya secara bergantian. Ia terpaksa harus di larikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan dan juga operasi.
Beruntung ia bisa di tangani dengan cepat, sayangnya karena kejadian tersebut Benny harus merelakan kedua kakinya untuk tidak bisa di gunakan sementara waktu. Sampai ia benar-benar pulih Benny harus menggunakan kursi roda.
Harry yang tengah berlibur dengan Grace pun terpaksa harus pulang secepatnya mendengar laporan jika ayahnya masuk rumah sakit akibat ulah David.
Harry benar-benar tidak menyangka, karena yang ia tahu selama ini sejak mereka remaja David hanya selalu berfokus untuk belajar di luar negeri. Ia bahkan sama sekali tidak menyangka jika David akan memiliki anak buah terlatih yang pandai menggunakan senjata.
"Anak sialan itu, kita harus segera menyingkirkannya." ujar Benny sembari mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Ada apa dad? " tanya Harry yang belum mengetahui pergerakan Dave.
"David sedang mengurus pengambil alihan kendali perusahaan yang saat ini berada dalam genggaman kita. Pengacara kakek tua itu baru saja menghubungiku." jelas Benny.
"Sebaiknya kita singkirkan lebih dulu kakek tua itu dad." usul Harry membuat senyuman licik terbit di wajah ayahnya itu.
"Kau benar son, tua bangka itu harus lebih cepat di singkirkan." timpalnya.
Mereka berdua pun tampak merencanakan sesuatu yang jahat. Kali ini Harry yang akan mengurusnya, mengingat kondisi Benny yang tidak memungkinkan.
Tanpa mereka ketahui, bahwa pagi-pagi sekali keesokan harinya James sudah membawa kakek Antonio ke Paris. Beruntung tidak ada penolakan dari kakek Antonio ketika kakek Gio menghubunginya.
**
Malam harinya Dave terbangun ketika tiba-tiba saja merasakan ada pergerakan lembut dari tangan istrinya itu.
"Sa.. sayang.. kamu sudah sadar? " tanya Dave.
Lisa tampak terdiam menatap Dave dengan bingung. Dave pun segera menekan bel untuk memanggil dokter agar memeriksa istrinya. Tidak butuh waktu lama dokter Bryan dan 2 orang perawat pun datang.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Lisa pun akhirnya membuka masker oksigen yang selama ini membantunya bernafas.
"ada apa nyonya? apa anda merasa tidak nyaman menggunakannya sehingga melepasnya? " tanya dokter Bryan
Lisa pun hanya menggeleng kecil, ia masih sangat kebingungan dengan apa yang terjadi padanya.
"Dokter saya dimana? kenapa saya berada di sini? " tanya Lisa membuat dokter Bryan tersenyum lembut.
"Nyonya anda sedang berada di rumah sakit, karena mengalami kecelakaan beberapa hari yang lalu." ujar dokter Bryan membuat Lisa mengerutkan dahinya lagi.
"Ah, benar waktu itu aku mengalami kecelakaan karena tertabrak sepeda motor saat sedang menyebrang jalan." jawab Lisa membuat dokter dan para perawat saling menatap kebingungan.
"Nyonya apa yang anda katakan? anda mengalami kecelakaan mobil bukan tertabrak sepeda motor." ujar dokter Bryan yang kini malah membuat Lisa semakin bingung.
"Tidak dokter, aku ingat segalanya. Hari itu ada sebuah sepeda motor yang menabrak ku dengan kencang. Dan tolong berhenti memanggilku dengan sebutan nyonya. Karena aku belum menikah." Dokter Bryan pun akhirnya paham dengan kondisi pasiennya.
Ia pun hanya bisa tersenyum, dan akhirnya memilih untuk pamit undur diri. Ia harus segera menyampaikan kondisi Lisa kepada suaminya. Sudah bisa di pastikan, Dave pasti akan memakinya habis-habisan setelah ini.
"Baiklah, kalau begitu silahkan anda beristirahat terlebih dahulu. Saya akan menemui pasien lain terlebih dahulu." ujar Bryan akhirnya melangkah keluar dari ruangan Lisa.
Tentu saja ia langsung di sambut dengan rentetan pertanyaan dari pewaris tunggal keluarga Walton tersebut.
"Bagaimana dengan istriku? Apakah ia sudah baik-baik saja sekarang? Semuanya normal kan?" tanya Dave membuat Bryan hanya bisa menunduk lesu.
"Tuan, saya minta maaf sebelumnya. Tapi kondisi nyonya saat ini kurang baik." jelas Bryan membuat Dave menjadi tidak sabar dan penasaran.
" Apa maksud mu? bukankah istriku sudah sadar? " tanya Dave emosi, ia pun langsung mendorong tubuh dokter Bryan yang menghalangi jalannya.
Dave pun langsung menerobos masuk ke ruangan istrinya untuk melihat sendiri keadaan Lisa saat ini. Lisa pun sedikit terkejut melihat Dave yang menerobos masuk ke ruangannya dan langsung menghampiri nya.
Dokter Bryan tidak sempat menjelaskan semuanya karena Dave terlanjur masuk dan menemui istrinya. Ia hanya bisa menghela nafas sambil berkata.
"Tuan tolong temui saya setelah ini, saya akan menjelaskan semuanya." ujar dokter Bryan kemudian memilih keluar dari ruangan tersebut.
Ia sadar jika saat ini tidak ada yang bisa ia lakukan, ia akan membiarkan Dave mengetahui nya sendiri dan menunggu di luar.
"Sayang, bagaimana kondisi mu sekarang? Apakah ada yang sakit? hum?" tanya Dave sembari menggenggam tangan Lisa , sedangkan satu tangannya ia gunakan untuk mengelus lembut puncak kepala istrinya.
"D.. David tolong jangan seperti ini. Aku merasa sangat tidak nyaman." jelas Lisa membuat Dave tertegun sesaat.
Entah kenapa sikap dan penolakan istrinya terasa lain baginya, seakan ia hanya orang asing bagi Lisa.
huhu babang Dave keliatan sedih banget dengan sikap Lisa 😞
Di tunggu teruss yaaa up nya, jangan lupa like koment nyaaa bestyy.... 😍😍