
Selepas melaksanakan kelas memasaknya Lisa ingin berjalan-jalan sebentar. Ia dan Amy memutuskan untuk singgah dulu ke sebuah cafe yang cukup terkenal di kota tersebut.
Setelah memasuki cafe tersebut, mereka pun memilih tempat di sebelah jendela yang mengarah ke luar. Dari sana Lisa bisa melihat daun jatuh berguguran.
"Alisa." ujar seseorang membuat pandangannya beralih menatap sumber suara.
"Saamm!! " pekik Lisa dengan keras.
Dengan tidak sabar Lisa berjalan setengah berlari menghampiri sahabatnya. Sudah lama sekali rasanya ia tidak bertemu dengan Sam. Mereka pun langsung berpelukan dengan erat, untuk saling melepas rindu.
"Lis, I miss you so much." ujar sam seketika begitu tubuh mereka saling berhadapan.
"Me too." jawab Lisa setengah menahan haru air matanya sudah terlihat menggenang.
Lisa pun menarik lengan sahabatnya itu untuk bergabung dengannya dan Amy. Tidak lupa ia juga memperkenalkan keduanya.
"Sam, kau kemana saja? dimana Cloe aku merindukan nya juga." ujar Lisa membuat senyum di wajah samantha menyurut.
"Ada apa Sam? " tanya Lisa semakin penasaran dengan perubahan raut wajah sahabatnya.
"Um, Lisa apakah bisa kita bicara berdua saja." ujar Sam setelah beberapa saat.
Amy pun yang memahami maksud dari perkataan Sam langsung berdiri untuk menjauh dari mereka tanpa di minta. Sebelum pergi, ia hanya meminta persetujuan Lisa ketika Lisa mengangguk iya pun segera pindah ke meja lain.
"Apa yang kau ingat tentang kami?" tanya Sam selanjutnya.
"T.. tunggu, apa kau tahu kalau aku sempat mengalami hilang ingatan?" tanya Lisa memastikan.
"Tentu saja aku dan Cloe bahkan menunggumu di rumah sakit bersama suamimu saat itu." ujar Sam sambil menghela nafasnya.
"Apa kau sudah mengingat kami? tapi kenapa kamu seperti lupa dengan apa yang terjadi pada kita terakhir kali?" tanya Sam lagi.
"Setahun lalu aku kembali kecelakaan dan lebih parah. Saat itu aku sempat di nyatakan koma, dan begitu bangun aku bisa mengingat semua masa lalu ku. Tapi entah kenapa hanya sampai di hari saat aku tertabrak motor." jelas Lisa dengan sendu.
"Dokter bilang, ini karena pengaruh operasi juga. Aku bahkan tidak ingat jika aku sudah menikahi suamiku." sambung Lisa lagi sembari menahan diri agar cairan bening itu tak lagi lolos keluar dari kedua matanya.
Mendengar penuturan Lisa, Sam pun terdiam beberapa saat. Ia merasa sedikit ragu haruskah ia menceritakan tentang pertemuan terakhir mereka saat itu. Tapi ia sadar, jika Lisa juga harus mengetahuinya.
"Apa David melarang kalian untuk menemui ku setelah menikah? apa karena itu kita berpisah?" tanya Lisa dengan tidak sabar, nafasnya terdengar saling memburu menahan emosi.
"Awalnya tidak, dia sangat baik. Malah dia selalu meminta kami untuk menemanimu ketika dia sedang ada pekerjaan keluar kota atau sedang sibuk-sibuknya di kantor. Sampai akhirnya."
"Akhirnya apa? " potong Lisa dengan tidak sabar.
"Melihat hidupmu yang sempurna aku sangat bahagia Lisa. Seolah tuhan langsung membayar kontan setiap kepedihan hidupmu dengan kehadiran David. Tapi rupanya Cloe berpikir lain." ujar Sam sedikit ambigu.
"Apa maksudmu sebenarnya Sam?" tanya Lisa dengan tidak sabar.
"Lisa, dengarkan aku baik-baik dan tolong jangan menyela ucapan ku sampai aku selesai bicara. Kau paham?" tanya Sam akhirnya Lisa pun mengangguk sebagai tanda setuju.
"Cloe mulai merasa iri dengan kehidupan mu Lisa. Bahkan dia mulai bermimpi untuk menggantikan mu sebagai istri David. Itulah hal terbodoh yang pernah dia lakukan, dan aku pun sangat mengutuknya."
"Cloe bahkan sampai meminta pekerjaan pada suami mu agar ia bisa lebih sering bertemu dengan David tanpa adanya kau di sana. Dan karena kau yang membujuknya tentu saja, suami mu itu mengabulkannya. Namun itu semua menjadi awal berakhirnya hubungan kita bertiga."
"Suami mu sangat marah, karena Cloe secara terang-terangan menggodanya di kantor. Tanpa kompromi lagi, David langsung memecat Cloe dari kantornya saat itu dan mem blacklist nama nya dari daftar tamu yang boleh lau Terima di mansion."
"Awalnya suami mu diam-diam melakukan hal tersebut tanpa menceritakan apapun padamu. Karena takut kamu akan terluka oleh penghianatan sahabatmu, walaupun kau melupakan kami tapi David selalu membiarkan kita untuk dekat. David lebih mementingkan kenyamanan dan kebahagiaanmu. Ia ingin diam-diam mengusir Cloe dari kehidupan kalian."
"Tapi Cloe sepertinya tidak mudah menyerah, kau tahu bukan jika dia sangat keras kepala dengan apa yang ia inginkan. Karena tidak bisa menghubungi mu lagi dan tidak bisa datang ke mansion, akhirnya ia pun menunggu kesempatan untuk menemui mu di luar di tempat dimana kau biasa datang."
"Aku pun awalnya tidak mengetahui apapun karena ketika aku mengajak nya untuk menemui mu di mansion Cloe selalu menolak dengan berbagai alasan kesibukan. Tapi setelah berhasil menemui mu di luar, Cloe membuat drama besar di depanmu. Dia menangis dengan sedih mengarang cerita jika suamimu telah menggoda dan melecehkannya. Dan David langsung mengusirnya dari perusahaan dan menolak kedatangan nya di mansion, menjadikan itu sebagai senjata."
"Dan tentunya dengan mudah mau terperdaya dan lebih mempercayai Cloe. Kau bertengkar hebat dengan David setelah mendengar kebohongan gadis jahat itu. Bahkan kau langsung meminta cerai pada David karena David terus mengelak dan menyangkal semua tuduhan mu yang tentu saja di sebabkan oleh Cloe."
"Kau pergi dari mansion dan menginap di apartemen ku namun tidak sampai 1 hari, David kembali menjemput mu dengan memberikan bukti kebohongan yang di katakan oleh Cloe. Setelah itu baik kau ataupun aku tak pernah lagi bertemu dengannya. Aku juga sangat kecewa dengan sikapnya, hanya karena iri dia mengorbankan persahabatan kita." jelas Sam sambil mengusap lembut lengan sahabatnya.
"Awalnya Cloe mengelak dan terus menuduh suamimu dengan keras tapi David tidak bodoh dia memberikan bukti bagaimana menjijikkan nya Cloe saat menggodanya di kantor. Setelah itu kita bertiga berpisah dan tidak pernah bertemu lagi, aku pun takut untuk menemui mu lagi karena insiden itu. Karena sikap David juga jadi sangat dingin padaku, seakan aku melakukan kesalahan yang di lakukan Cloe saat itu." jelas Sam lagi sambil menghela nafas dengan berat.
"Dasar gadis jahat! tega sekali dia bersikap seperti itu." ujar Lisa dengan air mata yang sudah terlihat menganak sungai di kedua pipi nya.
"Dan aku minta maaf Sam, David tidak bermaksud begitu. Mungkin dia hanya bersikap lebih hati-hati, kau tahu dia sangat berlebihan." sambungnya lagi dengan suara sudah parau.
"Kau tidak perlu khawatir, aku sangat mengerti tentang itu. Dan hal yang selalu aku syukuri adalah karena David begitu mencintai setengah mati, karena itu aku percaya tanpa kehadiran ku sekali pun dia akan mampu membahagiakan mu." jelas Sam sembari menghapus air mata di pipi Lisa.