My Wife, My Destiny

My Wife, My Destiny
Sebuket bunga



Dave melewati hari-hari sibuknya seperti biasa. Hari ini ia ada perjalanan bisnis ke luar kota. Setelah menempuh perjalanan menggunakan helikopter pribadi selama 2 jam di angkasa akhirnya ia sampai di kota C.


Dave mendarat di helipad yang terletak di atas gedung salah satu perusahaan miliknya di kota C. Ia langsung melanjutkan pekerjaannya di kota tersebut tanpa beristirahat terlebih dahulu.


Dave memang terkenal sebagai seorang penggila kerja. Karena hal itulah ia bisa berdiri dengan bangga sebagai penerus satu-satunya dari kakeknya. Bukan hanya karena statusnya, namun juga kemampuannya sendiri yang patut di banggakan.


Sementara Dave tengah bergelut dengan pekerjaannya, Lisa baru saja menginjakkan kakinya di airport. Ia baru saja tiba di kota C untuk mengikuti pekan olahraga internasional yang ada di adakan di sana.


Setibanya di airport Lisa bergegas pergi ke hotel bersama tim dan pelatihnya. Dan yang menjadi kebetulan adalah fakta bahwa ia menginap di sebuah hotel yang sama dengan Dave tanpa di sengaja.


Untuk yang ke sekian kalinya takdir membawa mereka untuk berada dalam tempat dan waktu yang sama. Tanpa keduanya sadari, takdir terus mempertemukan mereka.


Malam harinya Dave baru saja sampai di kamar hotelnya setelah menghadiri sebuah meeting penting dengan salah satu kliennya di restoran hotel tersebut. Karena sudah lelah Dave memutuskan untuk segera mengistirahatkan tubuhnya dengan berendam.


Mike sudah menyiapkan seluruh keperluan bosnya tersebut karena ia adalah asisten pribadi Dave yang paling bisa di andalkan. Setiap kali ia melakukan perjalanan bisnis, Dave selalu meminta Mike untuk ikut sebagai asisten sekaligus orang kepercayaannya.


Ketika teman sekamarnya telah beristirahat karena kelelahan akibat perjalanan, lain halnya dengan Lisa. Ia sedang berlatih untuk kompetisinya yang akan di adakan 2 hari ke depan.


Suasana kolam renang hotel yang ada di bagian atap terlihat sepi karena jarum jam telah menunjukkan pukul 11 malam. Setiap akan mengikuti sebuah kompetisi lisa selalu merasa gugup, dan untuk menghilangkan kegugupannya ia lebih memilih untuk berlatih lebih keras.



Lisa tidak ingin mengecewakan pelatih dan juga penggemarnya yang sudah mendukungnya selama ini. Dan lagi, itu adalah kompetisi terbesar yang pernah ia ikuti. Maka, ia tidak boleh gagal dan mengecewakan semua orang yang telah mendukungnya, pikir Lisa.


Ketika sedang fokus berlatih, tiba-tiba saja seorang laki-laki berpostur tubuh tinggi dengan rambut berwarna pirang tengah berjalan semakin dekat ke arah kolam. Pemilik mata berwarna kebiruan itu seolah terpesona melihat Lisa yang tengah berenang di dalam kolam.


Meskipun Dave tidak menyangka masih akan menemukan seseorang di jam seperti itu di kolam renang, namun ia akhirnya tersenyum senang melihat siapa yang tengah berada di sana.


Perlahan ia membuka handuk kimono nya dan ikut masuk ke dalam kolam membuat gadis tersebut sedikit terkejut. Dave berenang dengan cepat ke arahnya membuat Lisa menautkan kedua pangkal alisnya.


Lisa segera menepi ke pinggir kolam di ikuti oleh Dave membuat Lisa di hinggapi sedikit rasa takut.


"Apa yang kau lakukan di tengah malam huh?" tanya Dave spontan membuat Lisa mengernyitkan dahinya bingung.


Dave pun langsung menyadari kesalahannya, ia lupa jika Lisa tidak mengenalinya setelah mereka dewasa.


"Maaf, karena mengejutkan mu. David." ujar Dave memperkenalkan dirinya.


"Alisa." ujar Lisa sedikit ragu menyambut tangan besar Dave.


"Bukankah kamu seorang perenang?" tanya Dave berbasa-basi.


"Ya, tentu umm bagaimana kau tahu?" tanya Lisa dengan ekspresi penuh selidik.


"Oh ayolah, aku sangat menyukai olahraga. Bagaimana mungkin aku tidak tahu jika aku tengah bertemu dengan seorang atlet yang sedang terkenal dan selalu muncul hampir di seluruh koran olahraga selama beberapa tahun ini." ujar Dave beralasan.


"Apa kau sedang berlatih?" tanya Dave lagi.


"Ya, sejujurnya aku sedikit gugup. Biasanya aku akan berlatih setiap malam menjelang kompetisi." jawab Lisa yang kini mulai bersikap sedikit santai.


"Aku yakin, kau akan memenangkan kompetisi ini. Seperti biasa kau akan selalu menampilkan yang terbaik dan menjadi begitu cemerlang." ujar Dave menyemangati.


"Do you know my little secret?" tanya Dave, Lisa pun mengangguk sedikit ragu.


"I'm your secret admire." ujar Dave setengah berbisik membuat Lisa tertawa kecil.


(aku adalah penggemar rahasiamu)


"Thanks David, i'm so happy to meet you." ujar Lisa.


(Terimakasih David, senang bertemu denganmu)


"Whooa, i'm happy too." jawab David menampilkan senyum menawannya membuat Lisa sedikit tersihir dibuatnya.


(tentu, aku juga.)


"David kau benar-benar lucu. Terimakasih telah membuatku terhibur." ujar Lisa dengan sungguh-sungguh.


"Andai kau mengetahuinya sejak dulu." jawab David membuat Lisa kembali tertawa.


"Sudah malam, istirahatlah. Kau pasti sangat sibuk besok." ujar Dave.


"Baiklah David, terimakasih. selamat malam." ujar Lisa bergegas pergi dari kolam sementara Dave bersiap melanjutkan kegiatan renangnya.


Dengan segera Lisa mengambil handuk kimono nya dan memakainya. Dave pun tersenyum sembari melambaikan tangannya pada Lisa.


"Selamat tinggal, David." ujar Lisa.


"Sampai jumpa, Lisa." jawab David dengan yakin membuat Lisa sempat terhenti namun tetap melanjutkan langkahnya menjauh dari kolam.


David pun tersenyum senang, awalnya ia berniat untuk berendam di kamarnya. Tapi entah kenapa ia sangat ingin sekali berenang malam hari itu untuk mendinginkan kepalanya.


Tapi ternyata takdir sedang berpihak kepadanya, hingga akhirnya bukan hanya otaknya yang menjadi dingin. Tetapi hatinya juga menjadi sejuk setelah bertemu dan berbicara dengan Lisa.


Setelah menahan diri cukup lama, akhirnya ia bisa bertemu dan berbicara langsung dengan Lisa. Ini adalah pembicaraan pertama mereka setelah dewasa. Walaupun Lisa tidak lagi mengenalinya, Dave sangat merasa senang.


**


2 hari pun berlalu sampai akhirnya tiba di hari pekan olahraga itu di mulai, yang akan berlangsung selama 7 hari ke depan. Karena ada beberapa pertemuan penting yang sudah di jadwalkan, Dave tidak bisa melihat dan menyemangati Lisa secara langsung.


Dalam perjalanan ke sebuah restoran bintang 5 untuk meeting penting, Dave menonton pertandingan Lisa melalui live streaming di internet.


Dan seperti yang Dave katakan saat di kolam renang, Lisa akhirnya memenangkan pertandingannya. Dave sangat senang dan bersemangat atas kemenangan Lisa. Bahkan walaupun ia tidak bisa menghadirinya secara langsung, tapi ia telah mengirimkan seseorang untuk memberikan buket bunga yang besar dan juga indah untuk Lisa.



Lisa sangat terkejut ketika mendapatkan buket bunga tersebut. Dan ketika ia membaca kartu ucapan yang di selipkan pada bunga, ia hanya bisa tersenyum dan tersipu malu.


"So beautiful." gumam Lisa sembari mencium harum bunga lily putih yang bercampur dengan bunga mawar merah.


Setelah pertemuan mereka di kolam renang itu, mereka tidak pernah bertemu lagi karena Dave sangat di sibukkan dengan pekerjaannya. Dan dia juga tidak ingin mengganggu konsentrasi Lisa agar Lisa bisa fokus menghadapi pertarungan yang sesungguhnya.


Tidak pernah terpikir oleh Lisa, jika ia akan mendapatkan buket bunga yang begitu besar dan cantik itu dari David. Mereka hanya pernah bertemu dan berbicara 1 kali saja, pikirnya.


"Tunggu aku Lisa." gumam David sembari menyunggingkan senyum bahagianya membuat Mike sedikit tidak percaya.