My Wife, My Destiny

My Wife, My Destiny
bab 38



2 bulan telah berlalu, Dave pun menyadari sesuatu. Ada yang berbeda dengan istrinya, meskipun hubungan mereka semakin baik dan dekat.


Entah kenapa ia merasa istrinya menyembunyikan sesuatu. Sikapnya pada Dave memang lah baik, bahkan terlampau baik.


Lisa sudah bisa berjalan tanpa menggunakan tongkatnya, ia sangat giat dan gigih melakukan terapi dan latihan berjalan. Dan tentunya itu membuat Dave sangat bahagia.


Dave saat ini tengah berkutat dengan tumpukan berkas di mejanya, tapi pikirannya melayang entah kemana. Ada perasaan mengganjal di hatinya yang entah itu tentang apa.


Hubungan nya dengan istrinya semakin baik, bahkan mereka kini rutin melakukan aktivitas ranjang. Namun walaupun begitu, entah kenapa ia selalu merasakan jika ada hal yang berbeda dengan istrinya.


Dave mulai berpikir, apa mungkin ia melewatkan sesuatu. Tapi seberapa keras pun otaknya berpikir ia tetap tidak bisa menemukan jawabannya.


Entahlah, Dave menyerah. Ia memilih untuk menanyakan nya langsung kepada istrinya nanti daripada memikirkan nya setengah mati tanpa mendapatkan jawaban.


Kini Dave mulai membebaskan Lisa untuk bepergian keluar, walaupun ia harus membawa Amy bersamanya untuk pergi. Tentu Lisa tidak merasa keberatan untuk itu, karena Amy adalah sahabatnya kini.


Satu-satunya orang yang bisa ia percaya dan tidak mengkhianati nya. Tanpa Lisa dan Amy ketahui, Dave memerintahkan penjagaan ketat untuknya ketika di luar.


Dave tidak ingin lebih membuat istrinya curiga jika secara terang-terangan memberikan beberapa bodyguard untuk menjaganya selama 24 jam ketika di luar rumah.


Tentu saja mereka adalah orang-orang terlatih dari Dark Kingdom. Karena itu walaupun mereka berjumlah beberapa orang baik Lisa maupun Amy tidak pernah menyadari keberadaan mereka.


Karena bosan dan Dave tidak mengijinkannya untuk bekerja, maka Lisa memutuskan untuk mendaftarkan dirinya beberapa kursus untuk mengisi waktu luangnya.


Selama 3 kali dalam seminggu ia akan pergi mengikuti kelas memasak dan kelas yoga. Dan di hari luang Lisa memilih untuk berkunjung ke panti asuhan tempat ia di besarkan 1 kali dalam seminggu.


Terkadang ia hanya pergi berdua dengan Amy, tapi tidak jarang Dave juga ikut pergi bersamanya. Sebelum datang, Lisa akan pergi ke mall untuk membeli oleh-oleh untuk anak-anak di panti asuhan.


Terkadang ia membeli pakaian, terkadang mainan. Setelah itu ia akan membawa cookies atau makanan kesukaan anak-anak di panti. Ia akan menghambur-hamburkan uang suaminya yang tidak akan habis selama 7 turunan itu.


Kadang ia merasa kesal dan marah dengan kebohongan Dave, tapi di sisi lain ia juga begitu lemah terhadap perasaannya sendiri. Bagaimana mungkin ia bisa kukuh untuk berkeras hati jika suaminya selalu menunjukkan cinta yang besar untuk nya.


Lisa pun menyadari, jika selama ini Dave selalu menomorsatukan dirinya. Dave memberikan semua hal terbaik untuk dirinya yang tak pernah ia dapat kan di mana pun dengan siapapun.


Karena itu Lisa akan mencoba untuk pelan-pelan menguapkan rasa kecewa di hatinya itu. Ia akan belajar untuk memaafkan suaminya dan melupakan segalanya seolah mereka adalah pasangan baru.


**


Kebetulan hari ini adalah jadwal kelas memasak Lisa. Ia sudah bersiap dan tampak rapi ketika menghubungi uncle Fredy. Uncle Fredy adalah sopir yang ditugaskan oleh Dave untuk mengantarkannya kemana pun.


"Amy, ayo kita pergi." teriak Lisa.


"Iya nona tunggu sebentar." jawab Amy sambil berlari kecil sambil membetulkan antingnya.


"Ah, nona bisa saja." jawab Amy malu-malu sambil menautkan kedua jarinya.


"Chef Reynold hari ini pasti akan terpukau melihat kecantikan mu." godanya lagi membuat wajah Amy semakin merona mendengar nama chef tampan tersebut.


Ya, Lisa mengikuti kelas memasak dari chef Reynold. Tidak hanya tampan, chef Reynold juga seorang bintang yang sering wara wiri di televisi. Karena itulah banyak wanita yang tergila-gila padanya termasuk Amy.


Awalnya Dave menolak keras keinginan Lisa yang ingin mengikuti kelas memasak dengan Chef tampan tersebut. Ia takut jika istrinya akan di buat terpesona dengan ketampanan chef Reynold.


Dan belum lagi ia juga takut jika chef tersebut akan menyukai istrinya. Jangan lupakan bagaimana cantiknya istrinya itu, ujar Dave ketika menolak permintaan Lisa.


Sontak saja ucapan Dave membuat Lisa gemas dengan suami pencemburu dan posesif nya itu. Tapi Lisa tidak hilang akal, ia membujuk Dave dengan berbagai cara dan akhirnya ia berhasil.


Namun begitu tetap saja, selama mengikuti kelas itu ia harus melakukan video call dengan suaminya sampai Kelas berakhir. Jika Dave sedang sibuk, maka Lisa harus merekam kegiatannya sampai selesai dan mengirimkan nya pada Dave.


Walaupun sempat kesal karena sikap suaminya yang kekanak-kanakan, tapi Lisa tetap melakukannya. Dan beruntung nya chef Reynold bisa mengerti dan paham dengan keadaan nya.


Seperti hari ini, karena Dave sedang meeting dengan klien penting. Sebelum meeting di mulai Dave terus mengingatkan nya untuk membuat video kegiatan memasaknya dan mengirimkannya langsung.


"Sayang, ingat jangan sampai ada yang terlewat. Videokan dirimu sampai kau selesai mengerti?" tanya Dave penuh penekanan.


"Oh astaga, David ini bukan pertama kalinya aku mengikuti kelas ini dan selalu memvideokannya bukan. Lama-lama kau membuatku kesal." ujar Lisa yang kini sudah akan memulai kegiatan nya begitupun dengan Dave.


"Baiklah, aku mencintaimu berhati-hati lah." ujar Dave sebelum akhirnya menutup telpon di tangannya.


"Baiklah aku akan memasak di medan perang sepertinya karena harus berhati-hati." jawabnya sambil tertawa kecil.


"Hati-hati dari pesona chef jelek itu, maksud ku sayang."


"Ya, baiklah. Sampai jumpa di rumah David aku akan menutup telpon nya." jawab Lisa dengan memutar kedua bola matanya jengah.


"Bagaimana, kau sudah siap nyonya?" tanya chef Reynold sambil melemparkan senyum di wajahnya.


"Sudah chef, mari kita mulai." jawab Lisa sambil tersenyum kikuk.


Pasalnya ia merasa tidak enak hati pada chef tampan tersebut karena suaminya itu benar-benar menjengkelkan. Bahkan pernah beberapa kali Dave yang mengantarkannya langsung sampai menunggunya sampai selesai.


Tapi bukannya menyenangkan, kelas memasaknya menjadi berantakan karena ulah suaminya yang menjengkelkan. Ia banyak mengatur dan menginterupsi chef Reynold.


Walaupun begitu chef Reynold hanya membalasnya dengan senyuman. Ia pun tidak bisa bertindak macam-macam dengan Dave walaupun ia merasa kesal. Karena ia tahu Dave bukanlah orang yang bisa sembarangan ia buat kesal.


salah sedikit bisa saja karir yang sudah ia bangun dengan susah payah itu hancur berantakan. Mengingat betapa besarnya kekuasaan dan kekayaan yang di miliki oleh pemilik salah satu perusahaan raksasa di negara A tersebut.