
Tembok besar yang di bangun oleh kenangan buruk Lisa tentang Dave akhirnya bisa di robohkan setelah Dave memberikannya penjelasan. Tidak ada kesalahpahaman lagi yang membuat Lisa menolak Dave.
Kondisi Lisa saat ini memang belum cukup baik karena selain pemulihan pasca operasi, Lisa juga baru saja mengalami keguguran. Dia masih sangat lemah ketika tiba di Villa yang menjadi tempat tinggal mereka sekarang.
Setiap hari akan ada 2 orang perawat yang membantu mengurus Lisa secara bergantian. Mereka menempati 1 kamar yang berada tepat di sebelah kamar Lisa.
Terkecuali jika Dave sedang tidak ada, keduanya tidak di izinkan masuk dan hanya akan masuk jika di butuhkan dan di panggil okeh Dave.
Sebenarnya ia masih bisa mengurus istrinya sendiri, tapi karena keadaan Lisa yang belum bisa mengingat tentang siapa ia bagi Lisa maka Dave harus banyak mengalah. Ia hanya ingin Lisa merasa nyaman dengan keberadaannya di sisi Lisa.
Sudah 1 minggu sejak insiden kecelakaan tersebut terjadi, selama itu kakek Gio membuat kakek Antony sibuk dengannya. Sampai tidak punya waktu untuk menghubungi Dave dan menanyakan Lisa.
Keadaan perusahaan juga sudah 85% bisa ia kendalikan secara penuh. Ia bahkan mencopot jabatan Benny dan Harry sebagai direksi dari perusahaan induk. Langkah tegas yang Dave lakukan kali ini, agar musuhnya tahu siapa ia sebenarnya.
Mereka tidak bisa begitu saja meremehkan Dave lagi. Ia tidak akan segan untuk memangkas habis musuh-musuh dan para anteknya yang sudah merugikan perusahaannya untuk kepentingan pribadi.
Dave kini berada di sebuah Villa yang berada di sebuah pulau pribadi dimana seluruh area di pulau tersebut sudah di jaga ketat oleh anak buahnya. Ia memastikan tidak akan ada musuh yang bisa menembus keamanan pulau tersebut.
Karena pulau tersebut juga merupakan salah satu pulau dimana ia melakukan pelatihan untuk anak buahnya selama bertahun-tahun. Kedua orang tua Dave membeli pulau tersebut untuknya saat ia berulang tahun yang ke 5.
Karena itu tidak banyak orang yang tahu tentang pulau itu selain orang-orang kepercayaan ayahnya dan tentu saja sahabat-sahabatnya.
***
Malam harinya dokter Liam tiba di pulau bersama Mike menggunakan sebuah helikopter. Hatinya sudah berdebar tak karuan karena mengkhawatirkan nasibnya yang belum pasti. Dengan langkah tergesa-gesa ia memasuki kawasan Villa tersebut yang di kelilingi hutan kecil.
Seorang pelayan pun memberitahu kan perihal kedatangan Mike dan dokter Liam pada Dave yang tengah berada di kamar istrinya.
Tok tok tok,
"Masuklah." jawab Dave singkat.
"Maaf tuan, tuan Mike dan dokter Liam sudah tiba dan sedang menunggu anda di bawah." ujar sang pelayan.
"Baiklah, katakan pada mereka untuk menungguku di ruang kerja." jawab Dave sembari mengulurkan segelas susu hangat pada istrinya.
Ia sedang memotong buah untuk Lisa saat itu, dan sebelum pergi ia ingin memastikan Lisa untuk meminum susu hangatnya sebelum ia tidur.
"Apa ada hal lain yang ingin kau lakukan? aku akan memanggil kan perawat untuk berjaga dan menunggumu disini." ujar Dave begitu lembut.
"Tidak David, ini sudah malam aku rasa sebentar lagi aku akan pergi tidur. Dan kau tidak perlu memanggil perawat untuk menunggu ku, aku tidak akan nyaman untuk tidur." jelas Lisa menolak permintaan suaminya yang posesif itu.
"Baiklah, kalau begitu tidurlah selamat malam." ujar Dave sembari mendaratkan kecupan singkat di bibir Lisa.
Jantung Lisa mendadak terpompa dengan kencang mendapatkan perlakuan manis dari Dave. Walaupun ia cukup terkejut, anehnya tubuhnya seolah terbiasa dengan kontak fisik antara dirinya dan Dave.
Kedua sisi wajahnya tiba-tiba memanas mengingat kejadian romantis yang pernah ia lewati bersama Dave. Ia bagaikan cinderella yang telah bertemu dengan seorang pangeran yang akan mengubah hidupnya.
Dave sudah pergi beberapa saat lalu tapi Lisa masih dibuat mematung sambil memegangi dadanya yang berdebar kencang. Lisa pun tersenyum kemudian memutuskan untuk mencoba memejamkan matanya menuju alam mimpi.
"Tuan, maaf karena saya datang begitu terlambat." ujar dokter Liam begitu Dave datang.
"Duduklah." jawabnya dengan singkat.
Tatapan mata Dave yang tidak ramah membuat dokter Liam merasa cemas dalam hatinya. Walaupun begitu ia mencoba untuk tetap terlihat tenang.
"Lihat dan pelajari lah, ini adalah laporan media mengenai keadaan istriku sekarang. Selama beberapa waktu, kau akan tinggal di sini bersama kami dan melakukan perawatan terhadap istriku. Lakukan yang terbaik yang bisa kau lakukan untuk membuatnya sembuh." jelas Dave penuh dengan penekanan membuat bulir keringat di dahinya mengalir deras.
"B.. baik tuan." jawab dokter Liam dengan gugup.
"Tunggu apa lagi? Keluarlah. Pelayan akan menunjukan dimana kamar mu." ujar Dave dengan tatapan mengintimidasi.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi." ujar dokter Liam sembari mengambil berkas di meja yang Dave berikan.
"Tuan, kau membuatnya sangat ketakutan." ujar Mike sambil tertawa kecil mengingat ekspresi wajah dokter Liam sebelum ia pergi.
"Dia memang harus takut padaku, agar dia tidak gagal dalam tugasnya." ujar Dave sembari menyalakan sebatang rokok.
Sebenarnya ia bukanlah seorang perokok dan selalu menjalani pola hidup sehat. Tapi ketika ada keadaan sedang membuatnya cukup tertekan seperti saat ini, sebatang rokok dan alkohol menjadi pilihan untuk nya menenangkan pikirannya.
"Apa kau ingin aku menemani minum?" tanya Mike sembari melepas jasnya dan menaruhnya di sampingnya.
"Ya, kurasa aku sangat membutuhkannya sekarang." jawab Dave dengan senyuman tipis terulas di bibir nya.
Mereka berdua pun berjalan keluar meninggalkan ruang kerja menuju mini bar yang ada di samping kolam renang. Terdapat banyak botol minuman yang terpajang di rak yang tersusun rapi.
Mike mengambil sebotol vodka dan membukanya. Kemudian ia menuangkan minuman tersebut sebagai pembuka di kedua gelas yang telah ia sediakan.
"Tuan, puaskan lah anda bersenang-senang malam ini karena besok pekerjaan berat telah menantimu di kantor." ujar Mike terlihat lebih santai.
"Ya, akhirnya aku harus kembali ke kantor. Apa ada kabar baru dari si tua bangka yang licik itu?" tanya Dave setelah meneguk sampai tandas minumannya.
"Dia masih menjalani perawatan dan harus menjalani setidaknya 2 kali operasi lagi untuk berjalan. Anda telah membuatnya sibuk dengan kedua kaki nya yang lumpuh sementara." jawab Mike membuat kedua sudut bibir bosnya itu terangkat.
"Itu baru awal mula dari pembalasanku. Aku akan pastikan dia sendiri yang meminta ku untuk mengakhiri nyawanya nanti." ujar Dave dengan senyuman yang mengerikan.
"Tentu saja tuan, dia telah menggali kuburannya sendiri ketika mencoba mengusik anda." jawab Mike yang telah kembali mengisi gelas kosong bosnya itu.