My Wife, My Destiny

My Wife, My Destiny
Hasil penyelidikan



Selama semalaman Dave tidak pernah beranjak dari ruang tunggu kamar Lisa. Ia bahkan tidak membiarkan matanya tertutup barang sedikitpun. Dave berjaga di temani 3 orang anak buahnya yang di utus oleh Mike dari markas.


Pukul 3 dini hari tiba-tiba saja beberapa orang dokter dan perawat datang dengan berlari tergopoh-gopoh memasuki ruangan observasi dengan wajah cemasnya.


"Dokter ada apa ini? " tanya Dave mencoba menghentikan seorang dokter baru yang menangani istrinya.


"Tolong tuan, saya harus memastikan keadaan istri anda terlebih dahulu. " ujar sang dokter membuat Dave seketika melepaskan pegangannya.


Ia pun hanya bisa terduduk lemas di kursi tunggu sambil menundukkan kepalanya cukup dalam. Tak berselang lama Nick pun datang dengan terburu-buru bahkan melewati Dave begitu saja.


"Aku mohon, bertahanlah sayang. tetaplah hidup, jangan tinggalkan aku seperti ini." ucap Dave dalam hati.


Saat itu dokter langsung memeriksa kondisi Lisa dan mencoba memberikan pertolongan dengan sigap. Alarm di ruangan tersebut tiba-tiba saja berbunyi menandakan jika keadaan Lisa sedang tidak baik.


Tubuhnya terlihat kejang-kejang, sementara detak jantung dan saturasi oksigennya mendadak turun dan terus melemah. Nick pun langsung memerintahkan perawat untuk menyuntikkan sebuah obat.


Namun diluar dugaan Lisa malah mengalami henti jantung, dengan sigap dokter bryan langsung meminta perawat untuk menyiapkan alat pacu jantung.


Setelah beberapa saat dokter mencoba untuk mengembalikan detak jantung Lisa, akhirnya usaha mereka tidak sia-sia. Perlahan detak jantung Lisa mulai kembali terlihat di alat monitor.


Dokter Bryan yang kini menangani Lisa oun telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi pasiennya itu, ia hanya bisa memberikan isyarat dengan menggelengkan kepalanya pelan.


"Maaf doker Nick, tapi kondisi pasien saat ini benar-benar lemah. Harapannya untuk bisa melewati malam ini sangat tipis. Tidak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu dan berdoa untuk pasien." jelas dokter Bryan membuat wajah Nick semakin tertunduk lesu.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya detak jantung Lisa kembali normal, namun saturasi oksigennya masih di angka yang sama. Semua dokter dan perawat akhirnya keluar dari ruangan observasi.


Dave pun langsung menghampiri mereka menanyakan keadaan istrinya. Tapi tidak ada yang berani memberikan jawaban pasti, karena mereka tahu betul dengan siapa mereka sedang berhadapan saat ini.


Nick pun maju untuk menjelaskan jika kondisi Lisa saat ini masih dalam keadaan kritis, dan beberapa saat lalu Lisa sempat mengalami henti jantung. Beruntung, mereka cepat melakukan pertolongan untuk mengembalikan detak jantung Lisa.


Dave pun bisa cukup bernafas lega mendengarnya, hatinya benar-benar kacau saat ini. Para dokter dan perawat pun pamit undur diri dari sana.


Dave hanya bisa duduk termenung melihat ke arah istrinya yang masih bisa ia lihat dari kaca. Dering ponselnya pun berhasil memecah keheningan yang tersisa di sana.


Begitu Dave melihat ponselnya, ternyata Mike lah yang saat itu menghubunginya. Ia pun langsung menggeser layar ponselnya untuk menjawab panggilan telepon dari Mike.


"Ada apa? "


"Begini tuan saya ingin melaporkan beberapa hal tentang situasi di beberapa anak perusahaan kita." ujar Mike.


"Mungkin ini ada hubungannya dengan kecelakaan nyonya." lanjutnya lagi.


"Katakanlah." jawab Dave singkat.


"Tuan Benny dan Harry telah menguasai beberapa anak perusahaan hampir 3 tahun belakangan ini."


"Aku sudah tahu tentang itu, lalu? " tanya Dave lagi.


"Tapi beberapa bulan ini mereka mulai membeli banyak saham. Dan hampir mengimbangi saham yang Anda miliki tuan." jelas Mike membuat Dave sedikit terkejut.


"Jangan berbelit-belit Mike katakanlah langsung pada intinya." jelas Dave.


"Tuan, menurut bodyguard nyonya dan juga tampilan di layar CCTV tuan Harry sempat memberikan sesuatu kepada nyonya sebagai ucapan selamat atas kehamilannya. Bukankah ini terdengar sangat aneh, selama ini tuan Harry sangat tidak menyukai anda tapi dia sangat bersikap baik dan hangat dengan nyonya." ujar Mike menyulut kecurigaan di hati Dave membenarkan ucapan Mike.


Walaupun mereka masih dalam hubungan kekerabatan, dan pernah tumbuh bersama tapi sikap Harry padanya tidak pernah baik. Bahkan pada hari pernikahan Dave pun baik Benny dan Harry tidak ada 1 pun dari mereka yang hadir.


"Terus awasi Uncle Benny dan Harry, walaupun kakek sangat baik pada mereka tapi sejak dulu aku selalu merasa mereka sangat membenciku." ujar Dave.


"Baik tuan. " jawab Mike singkat.


"Dan mengenai perusahaan, kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan? " tanya Dave .


"Tentu tuan. " jawab Mike membuat Dave sangat puas.


Saat ini ia bisa sedikit lebih tenang berkat Mike. Walaupun Mike bukanlah keluarganya tapi baginya Mike sudah seperti keluarganya sendiri. Ia dan Mike selalu saling menjaga sejak dulu.


"Dan ada 1 hal lagi tuan." ujar Mike membuat Dave sedikit mengerutkan keningnya.


"Kakek terus menerus menghubungi saya sejak siang tadi. Saya mengatakan pada kakek jika anda dan nyonya sedang pergi ke California untuk beberapa urusan penting." jelas Mike membuat Dave kembali memijat kepalanya.


Ia telah melupakan kakeknya. Sejak siang tadi memang kakek juga beberapa kali menghubunginya. Tapi Dave benar-benar sedang kalut, ia tidak tahu harus mengatakan apa jika menjawab telepon dari kakeknya itu .


"Baiklah, besok pagi aku kan menghubunginya. Dan terima kasih Mike, aku sangat mengandalkan mu." ujar Dave dengan tulus.


"Tentu tuan, dengan senang hati." jawab Mike tersenyum lembut dari balik telepon.


Sebenarnya Mike ingin mengatakan hasil penyelidikan nya tentang Benny yang juga mungkin menjadi dalang di balik kecelakaan orang tua mereka. Namun saat ini ia belum memiliki cukup bukti, dan juga tidak ingin terlalu membebani pikiran tuannya itu.


Mike merasa curiga karena kecelakaan yang menimpa Lisa maupun orang tua mereka dahulu, memiliki banyak kesamaan. Dan kemungkinan pelakunya adalah orang yang sama.


Tapi Mike tidak ingin terlalu terburu-buru untuk mengungkapkan nya, sampai ia benar-benar yakin dan memiliki bukti yang cukup kuat. Karena bagaimana pun Benny dan Harry adalah bagian dari keluarga Walton.


Kakek Antony pun sangat mempercayai mereka dan menyayangi nya. Bahkan kakek memberikan kuasa pada uncle Benny untuk mengelola 3 anak perusahaan mereka yang berada di kota B.


.


.


.


.


.


.


Hai readers yang budiman, setelah sekian lama hiatus. Author memutuskan untuk mulai produktif lagi di sini. Mohon dukungannya yaa biar author semangat untuk update setiap hari πŸ’ž Terimakasih buat kalian yang masih setia jadi pembaca karya-karya remah renginang iniπŸ’— arigatou gozaimasu πŸ™