
Dunia Dave terasa nyaris runtuh begitu salah satu bodyguard bayangan yang ia tugaskan untuk menjaga istrinya memberikan kabar mengejutkan.
Dave langsung berlari kencang meninggalkan ruang VIP di sebuah restoran hotel bintang 5 di mana pertemuannya dengan beberapa klien penting tengah berlangsung.
Mike langsung menggantikan Dave untuk menangani para pemimpin perusahaan besar yang menjadi klien penting perusahaan milik Dave. Ia pun mengucapkan permintaan maafnya mewakili Dave dan menjelaskan situasi yang terjadi.
Beruntung meeting tersebut telah mencapai kesepakatan yang memuaskan sebelum Dave akhirnya berlari pontang-panting meninggalkan acara tersebut. Para klien tersebut pun dapat menerima penjelasan yang Mike berikan.
Setelah menyelesaikan kekacauan tersebut, Mike pun bergegas menyusul Dave yang kini sedang berada di rumah sakit dimana Lisa terbiasa melakukan pemeriksaan.
Dave tampak berantakan dengan keringat yang mengucur dari kedua pelipisnya. Tanpa aba-aba Dave langsung melayangkan tamparan keras di pipi kedua bodyguard bayangan yang ia tugaskan menjaga Lisa.
“Bodoh!! Aku membayar kalian mahal untuk menjaga istriku. Jika sampai sesuatu yang buruk terjadi terhadap istri dan calon bayi ku, jangan pernah berharap untuk kembali melihat matahari esok nanti." ujar Dave dingin dengan sorot mata tajam sembari menahan emosinya yang sudah memuncak.
Saat ini ia benar-benar merasa kalut dan juga takut. Dave pun berjalan melewati keduanya dan tampak tertegun menatap sebuah pintu di depannya yang tak lain adalah pintu ruangan emergency room dimana istrinya baru saja di tangani.
Beberapa saat Dave tampak terdiam sembari mengatur nafas dan detak jantungnya yang bergerak sangat cepat sejak tadi. Kemudian dokter Nick dan dokter Melissa pun menghampirinya.
"Nick, bagaimana keadaan istriku? " tanya Dave yang sudah cukup tenang.
Nick dan Melissa tidak langsung memberikan jawaban dan saling melirik satu sama lain.
"Dokter Melissa, apapun keadaannya tolong katakan. Aku siap mendengarkannya." ujar Dave yang akhirnya membuat Nick menganggukan kepalanya pelan sebagai tanda persetujuan.
"Sebelum dokter Melissa menjelaskan semuanya, ikutlah bersama kami ke ruangan ku. Kami akan menjelaskannya Dave." ujar Nick.
"Tidak bisakah kalian menjelaskannya saja disini, sekarang? Aku tidak ingin meninggalkan istriku lagi." ujar Dave menolak.
"Dave, percayalah padaku. Sebaiknya kau ikut lebih dulu denganku, biarkan Lisa beristirahat. Lagi pula kau belum bisa menemuinya untuk saat ini." ujar Nick membuat Dave tertunduk lesu.
Hatinya begitu sesak dan sakit memikirkan kondisi Lisa dan calon bayi mereka. Ia pun hanya bisa mengikuti permintaan sahabatnya itu walaupun dengan berat hati.
**
Sementara di sebuah kamar sebuah apartemen yang cukup mewah, sepasang manusia sedang memulai pergulatan panas mereka di siang hari. Mereka tampak sangat bergairah dan saling mencumbu dengan sangat bersemangat.
Suara de**han dan lenguhan terdengar menggema mengisi setiap sudut ruangan bernuansa klasik yang di dominasi warna hitam dan putih tersebut.
Tubuh sintal Grace sudah tampak polos tanpa sehelai benang pun, membuat Harry semakin bersemangat memasuki inti tubuh wanita yang selama beberapa tahun ini menjadi kekasihnya.
Ya, mantan kekasih dari Dave ini juga berhubungan dengan Harry sejak lama tanpa sepengetahuan Dave. Harry sengaja mendekati Grace karena sangat membenci Dave.
Ia bertekad untuk mendapatkan apapun yang Dave miliki. Walaupun mereka tumbuh dan di besarkan dalam lindungan yang sama sejak kecil tapi Harry sudah menanam kebencian yang kuat di hatinya untuk Dave.
Karena Benny sendiri lah yang telah menghasut putranya itu untuk turut membenci Alex dan keluarganya. Karena itulah ayah dan anak itu telah menyusun rencana yang licik untuk selalu menghancurkan keluarga Walton sejak lama.
1 jam kemudian mereka telah selesai dengan kegiatan panas mereka. Harry tampak menyesap segelas wine jenis domaine de la romanee conti 1990. Yang merupakan satu dari sepuluh jenis wine terenak dan termahal di dunia.
"Kemarilah, dan nikmati ini sayang." ujar Harry memanggil kekasih nya yang sedang tersenyum memainkan ponsel di tangannya.
Grace pun langsung menoleh dan tersenyum sensual menatap sang kekasih. Perlahan ia turun dari tempat tidur dengan tubuh polosnya itu dengan tatapan nakal nan menggoda.
"Jangan menggoda ku lagi sayang, karena setelah ini aku harus pergi merayakan kehancuran Dave dengan ayahku." ujar Harry tersenyum sembari menatap mata Grace intens.
"Baiklah, tapi pastikan kau harus meluangkan waktu mu hanya untukku besok. Tidak ada alasan." ujar Grace yang di sambut senyuman penuh arti oleh Harry.
"As your Wish baby." ujar Harry sembari kembali ******* bibir tipis berwarna cherry milik Grace.
Hari ini adalah hari yang menyenangkan bagi Benny dan Harry, karena akhirnya mereka memiliki kesempatan yang bagus untuk mencelakai istri seorang David Alexander Walton.
Satu-satunya hal yang menjadi kelemahan pewaris tunggal keluarga Walton ini. Dan tentu saja, kesempatan tersebut akan mereka manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Benny bahkan menaruh seorang maid sebagai mata-mata di mansion keluarga Walton untuk mengetahui pergerakan mereka. Sambil menunggu waktu yang tepat untuk memberikan kejutan sebagai bentuk hadiah atas kehamilan Lisa.
Ia bisa saja mencelakai Lisa atau bahkan Dave sendiri melalui orang-orang nya yang berada di mansion Dave tapi Benny tidak melakukan hal tersebut. Karena ia selalu suka bermain cantik, dimana orang lain tidak akan punya alasan untuk menjadikannya sebagai pelaku.
Di rumah sakit,
Kini Dave sudah berada di ruangan Nick, mereka pun tengah duduk di sofa untuk membicarakan mengenai kondisi dan tindakan yang telah di ambil untuk menyelamatkan Lisa.
"Katakanlah sekarang, aku tidak punya waktu hanya untuk duduk diam meninggalkan istriku sendirian." ujar Dave.
"Baiklah Dave, aku akan menjelaskannya sekarang." ujar Nick setelah menghela nafas cukup berat.
"Kecelakaan yang Lisa alami cukup parah Dave, dan karena itu ia mengalami pendarahan hebat yang mengakibatkan Lisa harus menerima transfusi darah." ujar Nick menjeda kalimatnya.
"Lalu, bagaimana kondisinya sekarang?"
"Kami sudah berusaha mempertahankan janinnya, tapi kami sungguh menyesal Dave kami tidak bisa menyelamatkan calon bayi kalian."
Deg,
Mendengar penjelasan Nick tentang calon bayi mereka, Dave pun sangat terkejut sekaligus merasa sedih. Mereka sudah sangat menanti kehadiran bayi tersebut selama ini.
Dave berusaha untuk tidak menjatuhkan air matanya, namun usahanya kali ini gagal. Tanpa sanggup ia tahan, bulir kristal perlahan turun membasahi pipinya. Dave tidak tahu apa yang harus ia katakan kepada Lisa nanti jika ia menanyakan calon bayi mereka.
Nick pun sangat merasa tidak tega untuk menjelaskan lebih lanjut lagi, bagaimanapun Dave adalah sahabatnya. Dan ini adalah kali pertama ia benar-benar melihat seorang David Alexander begitu terpuruk.
Sama seperti Nick, Melissa pun merasa sangat kasihan melihat Dave yang seperti itu. padahal baru kemarin ia melihat pancaran kebahagiaan di wajah pasutri yang selalu terlihat romantis itu.
Nick hanya bisa menepuk bahu Dave perlahan untuk memberikan dukungan di sela tangis Dave yang mulai pecah.
"Lalu bagaimana istriku? kapan ia akan sadar?" tanya Dave teringat jika Nick belum memberinya penjelasan tentang keadaan Lisa.
"Kepalanya terbentur dengan cukup keras, kami harus segera melakukan tindakan operasi untuk istrimu. Tapi..?"
"Tapi apa? "
"Karena istrimu pernah menjalani operasi di kepalanya beberapa tahun lalu, kemungkinan operasi ini akan cukup beresiko. Tapi percayalah Dave, kami akan mencoba semua usaha terbaik untuk menyelamatkannya." jelas Nick kembali membuat tangisnya pecah bahkan terdengar sangat pilu.
Ini adalah saat-saat paling berat dalam hidupnya, baru saja ia kehilangan bayi mereka. Dan sekarang Dave harus di hadapkan pada kenyataan jika ia harus menerima kemungkinan terburuk tentang kondisi istrinya.