
Sepulangnya dari markas Dark kingdom, Edzhar menghubungi sepupunya Nick yang tak lain adalah dokter sekaligus pemilik rumah sakit terbesar di negara A.
Dan akhirnya Nick pun mengundangnya untuk makan siang bersama di mansion milik keluarganya. Ibu dari Nick merupakan satu-satunya adik perempuan uncle Harvey.
Edzhar tidak bisa menolak undangan tersebut, apalagi Nick menyampaikan jika ibunya sangat mengharapkan kedatangannya. Edzhar sangat menyayangi perempuan paruh baya tersebut, karena itulah ia memutuskan untuk pulang cepat.
Dan siang itu setelah meetingnya bersama beberapa manager cabang, Edzhar memutuskan untuk pulang dulu ke apartemen. Ia telah menyiapkan hadiah spesial untuk bibi kesayangannya itu.
Tak di sangka keputusan nya untuk pulang dulu ke apartemen menjadi hal yang paling tidak terduga. Untuk pertama kalinya ia bertemu seseorang yang bisa sangat memikat hatinya.
Bagi edzhar yang adalah seorang Casanova, wanita cantik adalah hal yang biasa. Tapi gadis yang bertemu di lift dengannya itu terasa memiliki sesuatu yang berbeda. Wajah khas asia yang memiliki kecantikan alami bahkan tanpa sapuan make up.
Kedua bola mata berwarna kecoklatan itu benar-benar terasa menghipnotisnya. Walaupun kondisinya terlihat dalam keadaan kurang baik karena gadis tersebut mengenakan tongkat untuk berjalan tetap tidak mengurangi kecantikannya.
"Tunggu saja, cantik kita pasti bertemu lagi." ujar Edzhar melihat Lisa pergi dengan Amy.
~
Aunty Charlotte tampak sudah berdiri di depan pintu mansion untuk menyambut keponakan yang sangat ia rindukan. Edzhar di besarkan tanpa seorang ibu, karenanya aunty Charlotte sangat menyayanginya.
Ia merasa kasihan pada Edzhar yang harus tumbuh dan di besarkan tanpa kasih sayang seorang ibu. Maka dari itu ia berjanji pada dirinya sendiri jika ia akan mencurahkan kasih sayang seorang ibu padanya.
Aunty Charlotte ikut berperan dalam mengurus dan membesarkan Edzhar kecil. Ia sudah menganggap nya seperti putra kandungnya sendiri. Bahkan tidak jarang Cassy yang merupakan adik kandung Nick itu di buat cemburu dengan perhatian yang ibunya berikan.
"Sayang, akhirnya kau datang juga." seloroh aunty Charlotte dengan antusias.
Edzhar hanya tersenyum lembut sembari memeluk aunty Charlotte selama beberapa saat. Sementara sepasang mata berwarna hazel nampak mendelik malas menatap keintiman mereka.
Dan ia tidak lain adalah Cassy. Adik dari Nick itu juga adalah seorang dokter spesialis jantung yang sangat jenius. Walaupun ia masih terbilang muda, ia sudah mempunyai jam terbangnya sebagai seorang dokter sudah cukup tinggi.
"Oh ayolah mom, sekarang dia sudah bukan anak-anak lagi." ujar Cassy sembari melenggang masuk ke dalam mansion.
"Lihatlah aunty, putri kecilmu itu masih saja cemburu padaku walaupun sekarang ia sudah menjadi seorang dokter yang hebat." cibir Edzhar sembari merangkul bibinya untuk berjalan mengikuti Cassy.
Cassy pun menatap jengkel pada sepupunya itu. Entah kenapa setiap mereka bertemu, mereka lebih sering bertengkar daripada berbicara bahkan untuk sekedar menanyakan kabar masing-masing.
Aunty Charlotte segera membawa Edzhar masuk ke dalam mansion nya yang terlihat begitu megah dengan gaya eropa klasik. Setelah mereka duduk di sofa berdua, Edzhar langsung memberikan buah tangannya untuk aunty Charlotte.
"Untuk nyonya brown yang paling cantik dari pemuda paling tampan sedaratan Amerika." ujar Edzhar membuat bibinya tersenyum lebar dengan mata yang berbinar.
"Oh ayolah Ed, kau benar-benar seorang Casanova sejati. Katakan, berapa banyak gadis yang telah jatuh dalam rayuanmu." ujar aunty Charlotte membuat senyuman di wajah tampan Edzhar menyurut seketika.
"aunty, kenapa kau bicara seperti itu. Aku laki-laki sejati, dan aku adalah laki-laki yang baik. Aku tidak pandai merayu wanita seperti Nick." ujar Edzhar membuat Nick mendelik seketika.
"Wow, wow wow Nick tega sekali kau berkata seperti itu tentang ku. Apa kau lupa, kita ini saudara jangan berkata buruk tentang saudara mu sendiri. Benarkan bibi?” timpal Edzhar mencari pembelaan dari bibi Charlotte.
" Hey, kau yang memulainya. Jangan berlagak sebagai korban!" ujar Nick
"Cukup!! " teriak aunty Charlotte menengahi perdebatan keduanya membuat Edzhar kembali menutup mulutnya seketika.
"Kalian ini kenapa tidak bisa tidak bertengkar satu sama lain. Kalian jarang bertemu tetapi setiap bertemu kalian selalu bertengkar atau setidak berdebat seperti tadi." entah sudah berapa kali kalimat seperti ini meluncur dari bibir wanita paruh baya tersebut.
Nick hanya mengedikkan bahunya acuh memilih untuk kembali ke kamarnya. Sebenarnya ia tidak memiliki jadwal praktek atau operasi siang itu. Tapi karena kehadiran sepupu menyebalkannya itu, Nick memutuskan untuk berangkat lebih cepat.
Ia malas jika harus berlama-lama di rumah bersama Edzhar yang selalu membuatnya jengkel. Selain sikapnya yang menyebalkan, sejak kecil Edzhar adalah si pembuat onar.
Tidak ada 1 hari pun yang menjadi hari tenang di mansion ketika Edzhar sedang tinggal. Jika tidak dengan Nick, maka Edzhar akan membuat masalah dengan Cassy. Karena itulah Cassy sangat tidak menyukai kehadiran sepupunya itu.
Belum lagi, mommy nya begitu menyayangi Edzhar dan terkadang membuatnya merasa iri sebagai anak kandung. Aunty Charlotte memang sangat menyayangi Edzhar dan memanjakan nya seperti anak kandung sendiri.
Edzhar tidak memiliki ibu, setelah ia lahir ibunya pergi meninggalkan nya begitu saja untuk di asuh oleh Uncle Harvey. Karena itulah untuk mendapatkan perhatian semua orang, Edzhar selalu membuat masalah.
Dan aunty Charlotte adalah sosok ibu pengganti yang selalu ia rindukan. Mereka tinggal di negara yang berbeda, tapi tidak membuat keduanya menjadi jauh. Uncle Harvey yang sibuk, lebih sering menitipkan Edzhar dalam asuhan aunty Charlotte.
"Aunty, bagaimana ini? "
"apanya yang bagaimana?" tanya aunty Charlotte terheran.
"Anak-anak mu memilih untuk pergi ketika keponakan kesayangan mu ini datang." ujar Edzhar dengan tersenyum memperlihatkan deretan giginya putih nya.
"Kau ini, sudah aunty bilang kau itu sudah dewasa berhentilah membuat masalah dengan saudaramu." timpal aunty Charlotte sembari meletakkan hadiah yang Edzhar berikan.
"Temuilah mereka, dan minta maaf. Ajaklah mereka untuk makan malam bersama dan jangan biarkan mereka pergi." nasihat aunty Charlotte sambil membelai pipi Edzhar.
Aunty Charlotte harus mendongak ke atas dan sedikit berjinjit untuk bisa mencium pipi keponakan kesayangannya itu.
"Baiklah, aunty. Aku bersalah, aku akan meminta maaf." ujar Edzhar dengan riang.
Aunty Charlotte hanya menatapi punggung Edzhar yang semakin menjauh dari jangkauan nya. Ia terlihat menaiki tangga hendak menyusul Nick dan Cassy yang memilih mengurung diri mereka di dalam kamar untuk bersiap pergi.
Setelah ibu kandung Edzhar pergi, uncle Harvey memilih untuk membesarkan Edzhar seorang diri dan tidak menikah dengan siapa pun. Ia sangat menyayangi putra semata wayangnya itu.
Karena itulah Aunty Charlotte tidak bisa berhenti untuk mengkhawatirkan keponakannya itu. Kebekuan hati kakaknya membuat hidup keponakan nya itu menderita.
Tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa selain menjaga dan menyayangi Edzhar sepenuh hatinya.