My Wife, My Destiny

My Wife, My Destiny
Bab 31



Setelah berhasil menaklukan Julian dan Edzhar, Dave bisa bernafas dengan lega. Dark kingdom adalah sesuatu dalam hidupnya yang selama ini ia tutup rapat dari semua orang.


Tidak banyak yang tahu jika ia adalah pemilik asli Dark Kingdom. Walaupun hanya sebagai pewaris, karena pendiri dan pemilik sesungguhnya Dark Kingdom adalah ayahnya Dave yaitu dad Alex.


Ia mendirikan Dark Kingdom bersama ke 3 sahabatnya yang tak lain adalah Uncle James, uncle Harvey, dan uncle Sam. Namun setelah dad Alex dan uncle Sam meninggal, uncle James dan uncle Harvey lah yang membesarkan Dark Kingdom.


Dan setelah Dave dewasa dan di anggap cukup mampu dan pantas, Ia di angkat sebagai pemimpin Dark Kingdom. Meski begitu, Dave tidak pernah terjun langsung mengurus Dark Kingdom.


Mike lah yang selama ini turun tangan mengurus semuanya. Dark Kingdom bukanlah organisasi mafia, melainkan sebuah organisasi yang mana setiap anggotanya memiliki kemampuan khusus dalam beberapa bidang.


Ada yang di latih khusus menguasai beladiri dan menggunakan berbagai jenis senjata. Ada juga orang-orang yang di latih untuk menguasai teknologi terutama IT, peretasan, dan pemrograman.


Mereka semua di tempatkan di semua cabang perusahaan dan bisnis milik keluarga Walton, uncle Harvey, dan uncle James. Orang-orang terlatih dengan kemampuan mumpuni dan juga kesetiaan yang tidak lagi perlu di pertanyakan lagi, adalah aset mereka yang paling berharga.


Mereka juga mempunyai orang-orang terlatih sebagai agen rahasia yang memiliki kemampuan menyamar yang lihai juga kemampuan beladiri yang sangat baik. Bahkan mereka membuat dan merakit senjatanya sendiri.


Dave sangat tahu jika Edzhar dan Julian menginginkan akses penuh untuk masuk ke dalam Dark Kingdom. Karena selama 3 tahun belakangan mereka tengah menjalani hukuman dari uncle Harvey dan uncle James.


Semua fasilitas, akses, bahkan keanggotaan mereka di keluarkan dari Dark Kingdom secara sepihak. Tentunya karena mereka berdua telah melakukan sesuatu yang sangat tidak di izinkan oleh kedua laki-laki paruh baya itu.


Insiden 3 tahun lalu itu menjadikan mereka akhirnya sebagai tawanan orangtuanya masing-masing. Mereka hanya menganggur dan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan para gadis.


Mereka berdua bahkan melakukan mogok kerja dari perusahaan keluarga masing-masing sebagai bentuk protes kepada kedua orangtuanya. Namun hal itu tetap membuat uncle Harvey dan uncle James tidak bergeming.


Sebelum memberikan penawaran tersebut, Dave sudah meminta izin dari keduanya. Meskipun awalnya kedua pria paruh baya itu menolak keras permintaan Dave. Namun Dave tak hilang akal, ia terus berusaha meyakinkan mereka bahwa keputusan tersebut harus di ambil.


Sampai akhirnya Dave mendapatkan izin untuk kembali membawa Julian dan Edzhar untuk kembali ke Dark Kingdom. Tentunya Dave juga memberikan beberapa persyaratan mengenai hal yang boleh dan tidak keduanya lakukan terhadap Dark Kingdom.


Agar uncle Harvey dan uncle James memberikan izin nya. Bagaimanapun peristiwa 3 tahun lalu tidak boleh sampai terulang lagi. Dave juga sudah memikirkan semua nya dengan cukup matang.


***


Lisa yang tengah melakukan terapi dan latihan untuk berjalan sedikit tersebut mendapati Dave yang ada di penthouse mereka. Tidak biasanya laki-laki yang akhir-akhir ini cukup sibuk itu bisa sampai di rumah sangat cepat.


"David, kau sudah pulang? " tanya Lisa dengan rasa keterkejutannya.


"Bagaimana latihannya? apa kau lelah." ujar David tanpa menjawab pertanyaan istrinya sembari menghampiri Lisa memberikan kecupan singkat di puncak kepalanya dengan sayang.


Lisa terperangah menatap buket bunga lily kesukaannya itu, Dave menyerahkannya tanpa banyak kata. Sementara cake yang tadi ia beli sudah ia serahkan pada bibi Sarah saat di pintu masuk.


"Kenapa menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lain? cantik sekali, terimakasih." ujar Lisa masih sembari mencebik kesal yang membuat Dave tertawa gemas sambil mengacak-acak rambut istrinya pelan.


"Bagaimana dokter Liam?" tanya Dave beralih menyapa dokter Liam.


"Kemajuan nyonya sungguh pesat tuan. Walaupun masih sedikit tertatih-tatih, namun nyonya kini sudah bisa berdiri sendiri dan melangkah sedikit demi sedikit." jelas dokter Liam dengan semangat.


"Baiklah, kerja bagus. Apa terapi nya masih lama? " tanya Dave kembali.


"Sudah tuan, terapi nya sudah selesai beberapa menit lalu. Hanya saja nyonya masih sangat bersemangat untuk terus berlatih." jawabnya lagi yang hanya di tanggapi anggukan kecil oleh Dave.


"Apa kau masih ingin berlatih sayang?" tanya Dave.


"Tidak, aku sudah selesai." ujar Lisa sembari kembali mengambil tongkat yang biasa ia gunakan untuk membantunya berjalan.


"Kalau begitu, saya pamit tuan, nyonya." ujar dokter Liam yang di angguki oleh Dave.


"Terimakasih dokter, hati-hati di jalan." ujar Lisa tersenyum ramah.


Belum sempat menjawab, dokter Liam pun memilih untuk langsung bergegas pergi melihat sorot tajam David yang terasa begitu mengintimidasi.


"David, sudahlah." ujar Lisa sambil menyentuh lembut lengan suaminya mengajaknya untuk ke kamar.


Dave memang sangat posesif apalagi setelah kecelakaan itu, kadar ke posesifannya meningkat menjadi berkali-kali lipat. Jangankan dengan dokter Liam, bahkan Lisa di larang tersenyum ataupun berinteraksi dengan pengawal yang biasa menjaganya selama 24 jam.


Setelah mereka sampai di kamar, Dave menuntun Lisa untuk duduk di sisi ranjang sementara ia berjongkok di hadapan Lisa sembari tersenyum dengan lembut.


"Istirahatlah, kamu pasti lelah sayang." ujar Dave sembari membantu melepas sandal yang Lisa gunakan lalu memposisikan kakinya ke atas ranjang.


Setelah itu Dave pun berjalan memutari sisi ranjang yang lain. Melepas jas dan dasi yang ia gunakan dan melemparnya asal ke sofa dan langsung menyusul istrinya yang duduk setengah berbaring.


"Bagaimana harimu? menyenangkan kah?" tanya Dave setelah berhasil membawa Lisa ke dalam dekapannya.


"Sangat." jawabnya Lisa sembari tersenyum senang menempelkan wajahnya di dada sang suami yang ia lupakan.


"Woah, sepertinya aku cemburu. Apa yang membuat harimu begitu menyenangkan saat aku tak ada di sampingmu hum?" tanya Dave lagi membuat Lisa terkikik geli.


"Oh ayolah David, kamu sangat-sangat pencemburu." ujar Lisa .


"Hey, tentu saja aku cemburu karena hari ku tak pernah menyenangkan ketika aku jauh darimu." ujar Dave lagi membuat Lisa kembali mengulum senyuman di wajahnya.


"Dasar gombal!" ujar Lisa terkekeh sambil memukul pelan dada suaminya.


Tanpa aba-aba Dave pun langsung menarik tangan Lisa dengan cepat hingga membuat wajah keduanya hampir tak berjarak. Tatapan keduanya saling mengunci dan entah siapa yang memulai, hingga lidah keduanya sudah saling membelit mesra.


Decapan pun terdengar bersahutan ketika keduanya saling mengeksplor ke dalam mulut satu sama lain. Dave yang sudah menahan hasratnya selama 10 bulan lamanya itu kian terpancing.


Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi liar saat tangan Dave mulai menjelajah ke tubuh bagian atas istrinya yang sudah lama sangat ia rindukan. Dan ciuman itu pun sudah berpindah ke leher Lisa yang terekspos nyata.


Hari ini Lisa memakai Dress dengan kerah sabrina membuat lehernya terekspos dengan mudah membuat gairah Dave naik seketika. Tangan nakalnya perlahan mulai menyusup ke dalam 2 gundukan sintal milik istrinya itu.


Lisa sangat gugup, karena bagaimanapun yang dia ingat ini adalah pertama kalinya Dave menyentuhnya seintim itu. Tapi ada desiran aneh di hatinya yang entah apa, dia sama sekali tidak merasa asing dengan sentuhan yang Dave berikan.


Seolah memang mereka terbiasa melakukannya, bahkan Lisa merasa nalurinya bergerak sendiri untuk membalas setiap sentuhan yang Dave berikan membuatnya tiba-tiba menghentikan kegiatan mereka dengan mendorong Dave menjauh.


"Ada apa sayang?" tanya Dave sedikit terkejut dengan respon istrinya yang tiba-tiba menolak.


"David, ini adalah pertama kalinya seorang laki-laki menyentuhku. Tapi kenapa rasanya sama sekali tidak asing, seolah aku terbiasa menerimanya." ujar Lisa terjeda.


Dave pun termenung sesaat ketika mendengarnya lalu tersenyum, ia sedikit kebingungan bagaimana menjelaskannya. Karena memang ingatan istrinya belum kembali, karena itu ia tidak bisa mengingatnya.


Dave pun sedikit gamang, haruskah ia menceritakan yang sesungguhnya pada Lisa. Apa ini adalah saat yang tepat untuk menjelaskannya pada istrinya. Tapi Dave sangat takut jika itu akan berdampak buruk terhadap istrinya.


Karena setiap Lisa menemukan sesuatu yang tidak asing dan mencoba untuk mengingat sesuatu ia selalu merasa kesakitan.