
Dave dan Lisa masih berada di kota C Walaupun urusan pekerjaan mereka masing-masing sudah selesai. Hari ini Dave memutuskan untuk pergi jalan-jalan dengan Lisa menikmati keindahan kota C dengan mengunjungi beberapa spot wisata terkenal di sana.
Mereka menghabiskan waktu selama seharian penuh bersama untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka. Lisa pun mengetahui jika Dave adalah seorang pengusaha terkenal di negara mereka.
Lisa merasa sungkan ketika mengetahuinya, bagaimana mungkin gadis biasa sepertinya bisa begitu dekat dengan seorang pengusaha muda yang hampir tak seorang pun di negara ini tidak mengetahui tentangnya.
Namun Dave meyakinkan Lisa dengan keras agar Lisa mengerti jika pertemanan mereka saat ini adalah sesuatu yang tulus. Dave ingin Lisa memandangnya hanya sebagai seorang laki-laki biasa tanpa memikirkan latar belakang mereka.
Mereka berdua sama-sama menyadari jika keduanya mempunyai ketertarikan terhadap masing-masing. Tapi mereka sepakat untuk tetap berteman agar mereka bisa lebih mengenal kepribadian masing-masing.
Mereka tidak ingin terlalu terburu-buru dalam mengambil langkah untuk hubungan mereka dan memilih untuk menikmati kebersamaan mereka secara perlahan.
Hari itu Dave membawa Lisa ke Disneyland, wahana demi wahana mereka lalui dengan canda tawa. Tidak lupa mereka mengambil foto wefie mereka di setiap spot favorit mereka. Lisa sangat bahagia bisa datang ke sana, karena itu adalah salah satu tempat impiannya yang sangat ia kunjungi seumur hidupnya.
Dan ia sangat berterimakasih karena Dave telah mewujudkannya. Dave tidak pernah melepaskan genggaman taman mereka di sana, layaknya sepasang kekasih yang tengah berkencan.
Sementara Mike dan beberapa bodyguardnya mengikuti mereka dari kejauhan untuk menjaga keamanan bosnya itu. Bagaimanapun itu adalah tempat yang sangat ramai dimana hal apapun bisa terjadi.
Tentu saja, Lisa tidak menyadari kehadiran mereka. Dave tidak ingin Lisa merasa tidak nyaman jika mengetahui jika kencan mereka hari itu sambil di awasi.
Lisa merasa seperti kembali ke masa kecilnya di sana, dimana ia melihat space mountain ataupun indiana jones. Mereka bahkan mengambil foto bersama micky dan minie yang merupakan salah satu karakter disney favorit Lisa.
Mereka juga pergi ke Main street U.S.A dan Alice in wonderland untuk mencari spot terbaik menyaksikan Pixar play parade dimana semua karakter favorit di pixar akan di tampilkan. Tidak lupa Dave membeli beberapa makanan ringan yang bisa mereka nikmati ketika parade di mulai.
Dan sebagai penutup di malam harinya Dave mengajak Lisa untuk ke sisi ya lebih dekat dengan Tomorrowland untuk bisa menyaksikan pertunjukan kembang api.
Lisa di buat terpana dengan pertunjukan kembang api yang begitu indah dan memanjakan mata. Suara dentuman kembang api yang menggelegar di angkasa membuatnya seakan menulikan pendengarannya.
Mereka berdua menikmati pemandangan tersebut dengan saling menggenggam tangan satu sama lain dengan begitu erat. Dan ketika Lisa begitu terhipnotis dengan keindahan malam itu tanpa menyadari laki-laki di sampingnya hanya terpaku memandangi wajahnya yang sedang tersenyum penuh kagum.
Sampai akhirnya beberapa saat berlalu dan Lisa pun memalingkan pandangannya pada Dave untuk berterimakasih, ia malah melihat Dave yang tengah tersenyum memandanginya.
Degg,
"Kamu sangat menyukainya?" tanya Dave.
"Ya, aku sangat menyukainya. Terimakasih David, ini adalah hari terindah dalam hidupku." ujar Lisa jujur.
Dave pun hanya tersenyum sembari satu tangannya membelai dengan lembut sisi wajah gadis di hadapannya. Dan satu tangannya lagi merengkuh bagian belakang tubuh Lisa dan menariknya membuat jarak di antara mereka terkikis.
Hanya tersisa 1 cm jarak di antara wajah mereka hingga Dave bisa merasakan hembusan nafas Lisa menerpa wajahnya. Jantung Lisa semakin berpacu dengan cepat karena merasa sangat gugup.
"Area you happy?"
"Yes, off course. Thanks David, to make my Day are so beautiful."
Dave pun mengambil satu tangan Lisa yang ia genggam dan menciumnya dengan lembut membuat Lisa seakan membeku. Bahkan Dave tiba-tiba mengecup bibir Lisa singkat sembari tersenyum.
Lisa benar-benar merasa tidak bisa mempercayai apa yang sedang terjadi. Bagaimana mungkin kecupan pertamanya bisa di ambil begitu saja oleh laki-laki yang kini tengah berjalan di sampingnya sambil menggenggam tangannya.
Lidahnya di buat kelu bahkan untuk memprotes apa yang Dave lakukan padanya. Tubuhnya seakan tidak menolak dan menikmati hal manis yang Dave lakukan.
Lisa hanya bisa diam mengunci mulutnya dan mengikuti kemana Dave membawanya. Setelah meninggalkan Disneyland, Dave membawa Lisa untuk kembali ke hotel.
****
Hari ini begitu menyenangkan sekaligus melelahkan untuk mereka berdua. Setibanya di hotel, Dave membawanya ke Resto yang ada di hotel terlebih dahulu sebelum kembali ke kamar. Karena sejak tadi mereka belum makan malam, Dave tidak ingin Lisa tidur dengan perut kosong.
Sejak di perjalanan sampai di hotel Lisa tidak mengeluarkan sepatah kata pun, begitu juga dengan Dave. Setelah memesan makanan untuk makan malam keduanya larut dalam pikiran masing-masing sambil menikmati makanan yang ada di hadapannya.
Setelah mereka selesai makan malam, Dave hendak mengantarkan Lisa kembali ke kamarnya. Tapi ketika sampai di lantai kamar Lisa, mereka pun keluar dari lift tapi Lisa meminta Dave untuk tidak mengantarnya sampai ke kamarnya.
Setelah berdebat selama beberapa saat akhirnya Dave pun setuju, Lisa bergerak menuju kamarnya sedangkan Dave kembali menuju lift. Tapi ia begitu terkejut melihat seseorang di dalam lift ketika pintu lift itu terbuka.
"Do you miss me?" ujar seorang wanita dengan pakaian seksi sembari bergelayut manja pada Dave.
Dave pun membeku karena ia begitu terkejut dengan kehadiran Grace di sana.
"I miss you so much, honey." bisiknya di telinga Dave dengan sensual.
Tidak jauh dari sana seorang gadis hanya bisa membeku melihat laki-laki yang membuatnya begitu bahagia hari ini, tapi ia juga yang mematahkan hatinya saat itu juga.
Lisa awalnya kembali untuk menyusul Dave untuk mengembalikan jaket milik Dave yang masih ia kenakan. Tapi ia malah menyaksikan kemesraan Dave dengan seorang wanita yang mungkin adalah kekasihnya.
Air mata perlahan jatuh di kedua pipinya tanpa bisa ia tahan, ia kembali ke kamarnya sambil menahan sesak di dalam dadanya. Senyum yang terus mengembang di wajahnya seharian ini berganti dengan tangis penuh kepedihan.
Gadis malang tersebut hanya bisa mengutuk dirinya sendiri yang telah jatuh terjerumus pada harapan semu yang Dave tawarkan untuknya. Ia begitu bodoh telah menganggap jika laki-laki seperti Dave akan mencintainya.
Lisa menangis sejadi-jadinya di bawah guyuran air shower yang sengaja ia nyalakan. Ia begitu patah hati bahkan ketika ia baru saja jatuh cinta. Tuhan sangat tidak adil padanya, pikir gadis itu.
Setelah puas menangis untuk sedikit meringankan sesak di hatinya, Lisa segera mengambil ponselnya untuk melihat penerbangan terakhir malam ini ke kota asalnya. Ia segera bersiap dan berkemas kemudian segera check out dan meninggalkan hotel.
"Selamat tinggal David." ujar Lisa dengan hati yang hancur.
Hari dimana ia merasa sangat bahagia justru menjadi hari yang membuat nya begitu sakit dan patah hati. Gadis lugu sepertinya, memang terlalu naif untuk mengenal cinta, pikirnya.