![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
"Dasar berengsek, dalam kondisinya seperti ini saja dia masih bisa mengancamku dengan kekuasaannya", keluh Dara geram dalam hatinya..
Setelah menempuh perjalanan yang sangat singkat akhirnya mereka berdua pun tiba di tempat tujuan yakni apartemen Kevin. Dengan langkah terhuyung dan mata yang hampir terpejam, Dara berjalan mengikuti langkah Kevin dari belakang.
Dara pun terus melangkah mengikuti langkah kaki Kevin, akan tetapi secara mendadak seketika Kevin menghentikan langkah kakinya pada salah satu pintu apartemen. Hal tersebut akhirnya membuat Dara menjadi tidak sengaja menabrakkan diri pada Kevin yang sedang berdiri tepat di hadapannya..
"Buuggg..!!!".
"Maaf Pak Kevin..", ucap Dara mengantuk.
Melihat Dara yang begitu sangat lelah, Kevin pun hanya tersenyum simpul padanya dan kemudian
Kevin segera membukakan pintu apartemennya.
Sesaat pintu pun dibuka oleh Kevin dan seketika semua ruangan menjadi terang, Sontak saja Dara langsung terbelalak melihat ruangan yang sangat besar dan super mewah hingga membuat rasa kantuknya seketika menjadi menghilang dengan sendirinya.
"Masuklah kedalam atau apakah kau ingin tidur diluar???", ucap Kevin.
Dara pun perlahan masuk kedalam apartemen Kevin dengan langkahnya yang ragu, hingga membuatnya seakan hampir saja terjatuh..
"Kau baik-baik saja???", tanya Kevin sembari menopang tubuh Dara yang akan terjatuh dengan kedua tangannya.
"Aku tidak apa-apa..", jawab Dara terkejut dan segera melepaskan pegangan tangan Kevin.
Dara merasa canggung lantaran hanya mereka berdua yang berada ditempat ini. Pikirannya pun seketika menjadi sangat kacau, apalagi saat ia tidak sengaja melihat Kevin yang hanya mengenakan handuk saja..
"Aaakkkhhh..!!!", teriak Dara sembari menutup kedua matanya dengan tangannya.
"Hey.. Nona apa kau sedang melamun lagi???!!", tanya Kevin sembari berdiri dihadapan Dara.
"Apakah kau sudah mengenakan pakaianmu?", tanya Dara.
"Bukalah kedua matamu Nona, aku hanya ingin memberikan handuk ini padamu", ucap Kevin.
Dara pun membuka kedua matanya dan ternyata apa yang ia lihat tidak sama seperti apa yang di bayangkannya. Dara hanya tersenyum malu kepada Kevin dengan wajah yang memerah.
"Apa kau kira aku akan melakukan sesuatu hal seperti itu pada seseorang yang telah menyelamatkanku? Sekalipun aku seorang playboy, tapi aku tidak akan pernah ingin memperdaya wanita hanya untuk kepuasan nafsuku belaka", ucap Kevin dan kemudian pergi meninggalkan Dara sendiri di ruang tamu.
Dara pun hanya duduk terdiam disana setelah mendengarkan semua perkataan dari Kevin.
Beberapa menit kemudian Kevin pun keluar dari kamarnya dan tampak terlihat kevin baru saja selesai mandi. Akan tetapi terlihat luka di lengan Kevin mulai merembes dan kembali mengalirkan darah. Melihat hal itu lantas dengan sigapnya Dara segera menarik lengan Kevin dan sekaligus mendudukannya di sofa.
"Hey, apa yang akan kau lakukan???", tanya Kevin penuh curiga.
"Aku hanya ingin mengganti perban luka Pak Kevin saja, sepertinya sudah mulai merembes", jawab Dara sembari tetap fokus melihat perban luka Bos nya.
Mendengarkan penjelasan darinya, Kevin mengangguk setuju dan lalu kemudian perlahan Dara mulai membuka lilitan gaun yang berada di lengan Kevin.
"Ini akan terasa sedikit sakit, jadi bersabarlah", ucap Dara.
Kevin hanya terdiam dan ia pun menuruti semua perkataan serta perintah dari Dara. Begitu telaten dan telitinya Dara membersihkan luka Kevin dan sekaligus mengganti perban yang lama dengan perban yang baru hingga perkerjaan Dara hampir saja selesai.
"Syukurlah luka Pak Kevin tidak terlalu dalam sehingga tidak mengenai pembuluh darahmu, perlahan luka Pak Kevin ini akan segera membaik", ucap Dara sembari menutup luka Kevin dengan kasa steril dan sekaligus memperbannya kembali.
"Kau terlihat sangat cekatan dan terampil dengan semua ini, sepertinya kau sudah terbiasa melakukan hal ini. Kalau boleh tahu apa pekerjaanmu sebelumnya Nn. Dara???", tanya Kevin.
"Oya Pak Kevin, maaf ya tadi aku memgambil kotak P3K ini tanpa seizinmu", ucap Dara mengalihkan pembicaraan.
"Tidak apa-apa, terima kasih atas semuanya", ucap Kevin tersenyum.
"Oya Nona gaunmu sudah terlihat compang-camping, jadi aku pinjamkan kemejaku. Walaupun terlihat kebesaran tetapi kau bisa memakainya", ucap kembali Kevin sembari memberikan kemejanya pada Dara.
"Terima kasih Pak Kevin", jawab Dara.
🌹🌹🌹
Di pagi harinya, Kevin hanya tersenyum melihat Dara yang sedang tertidur pulas di sofa ruang tamu, padahal Kevin sudah menyiapkan kamar untuknya beristirahat.
"Si tukang tidur ini sangat keras kepala, dia tidak mau mengganti gaunnya yang compang-camping itu dengan kemejaku", ucap Kevin sembari tersenyum tipis.
Sebagai ucapan rasa terima kasih Kevin terhadapnya, Kevin pun ingin memasak makanan yang spesial untuk Dara. Akan tetapi langkah Kevin seketika terhenti tak ayal melihat Dara yang akan terguling dari atas sofa tempatnya ia tertidur.
Dengan sigapnya Kevin segera menahan tubuh Dara yang hampir saja terjatuh dengan posisi terduduk di karpet. Namun tanpa diduga disaat yang bersamaan ternyata lengan Dara yang satunya lagi terayun dan terhempas tepat mengenai wajah Kevin yang berada disampingnya.
"Awww!!!", pekik Kevin.
"Hey tukang tidur, tidurmu itu seperti pemain akrobat!!! Awww, sialnya aku!!!", keluh Kevin kesakitan
Setelah tragedi tadi, hampir saja Kevin mengurungkan niatnya untuk memasak lantaran ia mulai kesal dengan perbuatan Dara. Akan tetapi perutnya mulai bernyanyi-nyanyi sehingga tidak ada pilihan lain yang mengharuskan dirinya sendirilah yang memasak.
Harumnya dari aroma masakan yang dibuat oleh Kevin, hingga dapat membangunkan Dara yang sedang tertidur pulas.
"Waw.. Harum sekali.. Seperti harumnya masakan yang dibuat oleh Mama. Tetapi sekarang aku berada di apartemennya Pak Kevin, lalu siapa yang memasak???!!", ucap Dara dan terduduk di sofa.
Dara pun terbangun dari pembaringannya dan mulai mencari sumber harumnya masakan yang dibuat oleh seseorang. Perlahan Dara berjalan menyusuri ruangan yang sangat luas dan kemudian Dara sampai pada suatu tempat dimana ia melihat Kevin yang sedang memasak di dapur.
"Begitu sangat harumnya aroma masakan yang Pak Kevin buat, sepertinya enak.. Ternyata Pak Kevin pandai sekali memasak ya!!!", ucap Dara kagum sembari berjalan mendekati Kevin di dalam dapur.
"Oh, kau sudah bangun.. Aku sudah terbiasa memasak sendiri saat aku dulu tinggal di luar negeri. Lalu masakan apa yang bisa kau buat saat di kostan?", tanya Kevin penasaran.
"Hihihi.. Aku hanya bisa masak air dan mie instan saja", jawab Dara terkekeh.
Kevin hanya tertawa geli mendengarkan jawaban dari Dara seperti itu.
"Maaf.. Maaf aku tidak bermaksud mentertawakanmu.. Setelah kau mandi aku akan menunggumu di meja makan, kita akan sarapan pagi bersama. Tapi ingat waktumu hanya 20 menit saja, karena aku tidak ingin menunggumu terlalu lama", ucap Kevin memperingatkan.
"Dimana pun sama saja penuh dengan peraturan, menyebalkan.. Bagaiman dengan pasangan hidupmu nanti???!! Pasti wanita yang akan menjadi istrimu tidak akan tahan dengan semua peraturan yang dibuatmu", batin Dara kesal sembari menatap mata Kevin dengan sinis..
"Nona..!!! Kenapa kau belum beranjak dari sini???!!", tanya Kevin..
"Hehehehe..!!! Oh, iya baik Pak Kevin.. Aku akan segera mandi, permisi..", jawab Dara sembari tersenyum tipis.
"Si berengsek itu sepertinya bisa membaca pikiran dan juga mendengarkan suara hatiku..", ucap Dara kesal dan melangkah pergi meninggalkan dapur.
"Hey.. Nona segeralah mandi, aku bisa mendengarkan semua perkataanmu dari sini..!!!", teriak Kevin..
"Iya, maaf Pak Kevin..!!!", teriak Dara dan berlari menuju kamar mandi.
"Dasar tukang tidur, asisten pribadi tidak sopan, menyebut Bos nya sendiri berengsek!!! Awas saja kalau aku masih mendengar perkataan itu dari mulutnya lagi, aku pecat baru tahu rasa!!!", gumam Kevin gemas sembari membalikkan omelette nya di wajan.
Setelah selesai Dara mandi dan berpakaian rapih, ia pun duduk dikursi yang sudah Kevin sediakan. Disana Kevin sudah menunggu Dara lebih dari 30 menit, sehingga terlihat wajah Kevin yang sangat tidak bersahabat dengannya.
"Maaf Pak Kevin, aku datang sedikit terlambat. Tadi aku membutuhkan waktu untuk memakai pakaian ini", ucap Dara.
"Aku rasa kau masih ingat dengan apa yang aku sampaikan sebelumnya, aku tidak suka dengan seseorang yang tidak menghargai waktu..", ucap Kevin kesal dan marah.
"Ih.. Apa maunya si berengsek ini.. Sangat menyebalkan!!! Lebih baik aku pulang dari pada mendengarkan ocehannya..!!!", ucap Dara kesal dalam hatinya.
"Semua makanan ini sudah menjadi dingin, jadi aku sudah tidak berselera lagi untuk memakannya. Tapi kalau kau mau makanlah..", ucap Kevin.
"Rasakan ini Pak Kevin..!!!", teriak Dara geram.
"Nn. Dara..!!!", teriak Kevin.
"Apa yang sedang kau pikirkan???!!", teriak Kevin kembali..
Sejenak Dara hanya terdiam lantaran bingung dengan teriakan Kevin yang memanggilnya, di saat Dara sudah tersadar bahwa semua itu hanya lamunannya saja, Dara pun hanya bisa menghela nafasnya..
"Ya ampun.. Apa yang aku pikirkan???!! Rasanya aku semakin tidak waras, selalu memikirkan hal yang tidak-tidak", batin Dara.
"Kau baik-baik saja Nona???", tanya Kevin khawatir.
"Aku baik-baik saja, Pak Kevin maaf aku datang terlambat", ucap Dara.
"Sudahlah jangan kau pikirkan, sekarang segeralah makan makananmu karena masakan ini sudah hampir saja dingin", ucap Kevin tersenyum.
"Baiklah, terima kasih Pak Kevin", ucap Dara tersenyum.
Di meja makan, Dara terasa amat canggung dengan Kevin lantaran selalu memikirkan hal yang tidak-tidak terhadap Bos nya dan sesekali Dara pun melirik kearah Kevin yang sedang menyantap makanannya.
"Semoga dia tidak marah denganku???", batin Dara berharap.
"Kau begitu terlihat sangat lelah, jadi aku akan memberimu libur selama 2 hari. Tetapi jika aku membutuhkanmu, kau harus segera datang!!!", ucap Kevin.
"Perkataannya selalu saja tidak jauh dari sebuah ancaman.. Menyebalkan!!!", gerutu Dara kesal dalam hatinya.
"Apa yang barusan kau katakan???, tanya Kevin sembari menyantap omelette buatannya sendiri.
"Oh tidak ada Pak Kevin. Oya Pak Kevin, aku ingin bertanya sesuatu???", tanya Dara ragu-ragu.
"Silahkan saja bertanya??? Aku akan menjawabnya", jawab Kevin.
"Terima kasih Pak Kevin atas kesempatannya. Aku ingin bertanya sebenarnya posisiku di perusahaan yang Pak Kevin pimpin sebagai apa ya??? Karena sepertinya dari awal aku masuk bekerja, pekerjaanku itu bukan bekerja sebagai OB", tanya Dara.
"Kau cerdas sekali jika kau berpikir sejauh itu. Awalnya aku ingin menjadikanmu OB di perusahaanku untuk melunasi semua hutang-hutangmu itu, akan tetapi aku meragukan kemampuanmu dalam membuat kopi atau teh untuk para tamuku. Aku tidak mau jika salah satu di antara mereka ada yang diare atau sampai keracunan setelah meminum minuman buatanmu", jawab Kevin sembari tersenyum tipis.
"Ish, sangat menyebalkan perkataannya itu!!!, batin Dara.
"Apakah kau tidak suka dengan posisi pekerjaanmu saat ini menjadi asisten pribadiku???", tanya Kevin dengan sorot matanya yang sangat tajam.
"Ugh, ugh.. Apa asisten pribadinya!!! Aku rasa aku ini seperti baby sitter nya!!!", batin Dara sembari mengambil segelas air putih di meja.
"Kenapa kau sampai tersedak???!!Apakah kau begitu sangat terkejutnya mengetahui posisi pekerjaanmu saat ini??? Seharusnya kau bersyukur dan berterima kasih kepadaku, dengan semua kebaikanku padamu", ucap Kevin dengan menegakkan kepalanya.
"Dasar angkuh!!! Kalau saja aku bisa memilih lebih baik dari awal aku tidak pernah bertemu denganmu, tetapi takdir berkata lain", batin Dara.
Sejenak Dara terdiam, dengan diamnya Dara seakan membuat Kevin menjadi berpikir apa yang sedang ia pikirkan tentangnya saat ini.
"Kenapa kau diam??? Apakah kau tidak suka denganku dan dengan posisi pekerjaanmu sekarang???!!", tanya Kevin dengan mengernyitkan keningnya.
"Oh tidak Pak Kevin. Oya bagaimana dengan luka dilenganmu apakah itu tidak terasa sakit ketika Pak Kevin sedang memasak???", tanya Dara mengalihkan pembicaraan.
"Oh.. Rasa sakitnya sudah berkurang. Kau jangan khawatir karena luka itu di lengan kiriku dan aku memasak dengan menggunakan tangan kananku", jawab Kevin.
"Dasar tukang tidur mengalihkan pembicaraan saja, seharusnya kau bersyukur karena kau adalah wanita yang sangat beruntung bisa menjadi asisten pribadiku. Begitu banyak wanita yang mencoba mendekatiku dan ingin bersamaku, tetapi aku terus menolak mereka karena sampai detik ini tiada wanita manapun yang dapat menggantikan posisi Viola di hatiku. Waktu seakan terasa lama untuk aku lalui tanpa kau disini ku Viola", batin Kevin.
Disaat mereka berdua sedang saling berbincang-bincang seketika saja obrolan mereka terhenti lantaran ponsel Dara berdering..
"Kring.. Kring.. Kring..".
Setelah di lihat ternyata yang meneleponnya adalah Ivan. Dara pun segera izin pamit meninggalkan Kevin untuk berbicara dengan seseorang yang meneleponnya.
Selama Dara menerima telepon, selama itu pula Kevin selalu melihat detik jarum jam tangannya, hingga sudah 34 menit lamanya Dara berbicara di telepon dan Kevin hanya menunggu jenuh seorang sendiri di meja makan.
"Lama sekali mereka berbicara!!!", ucap Kevin kesal..
Begitu lamanya Kevin menunggu dimeja makan, hingga rasa kesalnya sudah tidak tertahan lagi. Ia pun membanting sendok garpu yang ada dimeja makan.
"Praannkkk..!!!".
Dara pun sangat terkejut mendengar suara gaduh yang terdengar dari arah dapur, lalu kemudian Dara segera menutup teleponnya dan langsung mendatangi suara gaduh tersebut.
"Pak Kevin ada apa ya???", tanya Dara khawatir.
"Lanjutkanlah sarapanmu, aku akan pergi ke kantor karena Sekretaris Mala telah menungguku disana", ucap Kevin.
"Tapi Pak Kevin, aku ingin pulang ke kostan pagi ini juga", ucap Dara.
"Kau akan aku beri izin pulang setelah kau menyelesaikan sarapanmu, kemudian Pak Ucup yang akan mengantarkanmu pulang", ucap Kevin dan pergi meninggalkan Dara sendiri di apartemennya.
"Dasar aneh..", ucap Dara sembari melanjutkan sarapannya, dan ternyata begitu enak juga lezatnya masakan yang dibuat oleh Kevin sehingga ia dapat menghabiskan makanan dalam porsi besar.
Di sisi lain ternyata dari ponsel milik Kevin, ia dapat memantau kegiatan yang dilakukan oleh Dara melalui CC TV yang di pasangnya di setiap sudut ruangan apartemennya terkecuali kamar mandi. Setiap gerak gerik Dara, ia pantau sembari menikmati secangkir kopi. Ia hanya tersenyum-senyum sendiri lantaran melihat tingkah laku Dara yang aneh saat sedang sendiri dari mulai menyanyi hingga menari-nari tak beraturan.
"Sepertinya aku salah memilih asisten pribadi!!! Beginilah jika tidak melakukan seleksi apapun untuk memilih asisten pribadi. Lihat tingkat anehnya, seperti orang yang tidak waras hanya membuatku menjadi muak dan sakit kepala!!!", gumam Kevin gemas.
Kevin pun terus menikmati secangkir kopinya sembari melihat perkembangan grafik beberapa hotel yang dikelolanya melalui layar laptopnya.
Setelah kurang lebih dari 1 jam Kevin menyelesaikan tugasnya, Kevin baru teringat seharusnya ia menghubungi Pak Ucup untuk mengantarkan Dara pulang. Kevin pun kembali mengamati CC TV melalui ponselnya untuk mencari keberadaan Dara di dalam apartemennya, Kevin tampak terkesima melihat setiap sudut dari apartemennya menjadi tampak terlihat rapi dan bersih, akan tetapi ia tak kunjung menemukan keberadaan Dara disana hingga membuatnya beranjak dari tempat duduknya.
"Pergi kemana si tukang tidur itu???!! Beraninya dia pergi dari apartemenku tanpa pamit!!!", gerutu Kevin.
Kevin terus mencari keberadaan Dara melalui layar ponselnya ke berbagai sudut ruangan apartemennya, matanya seakan tak berkedip saat melihat Dara tertangkap basah dengan kedua matanya saat sedang berada di dalam ruangan kerjanya.
"Beraninya dia memasuki wilayah pribadiku!!! Dasar tidak sopan, awas saja kalau dia berani menyentuh barang-barangku disana!!! Saat itu juga aku akan memecatnya!!!", gumam Kevin meradang.
Di dalam ruangan kerja Bos nya Dara hanya melihat sebuah ruangan kokoh yang terlihat seperti kepribadian dari si empunya ruangan itu sendiri. Ruang kerja yang di desain khusus seperti ruangan kantor dan sekaligus kamar pribadi, tampak disana penuh dengan buku-buku, beberapa lukisan dan foto miliknya yang terpampang besar di sudut samping meja kerjanya.
Dara pun perlahan menghampiri foto diri Bos nya yang tampak terlihat sangat tampan dan penuh karismatik dengan mengenakan stelan jas Italian Style Suit berwarna hitam serta dasi yang senada dengan warna jasnya.
Tepat di depan foto diri Bos nya Dara terus saja berdiri dan tak lama ia pun mulai berkata-kata mengungkapkan seluruh perasaannya terhadap Bos nya.
"Hey.. Pak Kevin Abraham yang terhormat, begitu angkuh dan sangat menyebalkannya dirimu itu selalu saja memerintah dan mengancamku sesukamu!!! Tahukah kau, aku sangat tidak menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu, terlebih lagi begitu beraninya kau mencuri ciuman pertamaku!!! Dasar pria berengsek, mesum dan kriminal. Asal kau tahu ingin rasanya aku mencekik lehermu hidup-hidup agar semua keangkuhan yang melekat di kepalamu itu enyah untuk selama-lamanya!!!", teriak Dara sangat geram sembari bertelak pinggang dan menenggakkan kepalanya tepat kearah foto diri Bos nya terpampang.
Di tempat yang berbeda Kevin hanya mengepalkan kedua tangannya setelah menyimak semua yang di katakan oleh asisten pribadinya. Begitu geramnya Kevin dengan apa yang telah dilakukan oleh Dara hingga ia bersumpah tidak akan melepaskan Dara.
"Semakin bertingkah si tukang tidur itu semenjak dia tahu posisinya kini telah menjadi asisten pribadiku!!! Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu, aku bersumpah tidak akan pernah melepaskanmu Nn. Dara!!!", ucap Kevin geram.
Setelah Dara puas mencurahkan semua isi hatinya kepada foto diri Bos nya, ia pun penasaran dengan sebuah kotak kecil berwarna merah maroon yang bergeketak manis di atas meja kerjanya. Lalu perlahan ia meraih kotak kecil berwarna merah maroon itu dan di lihatnya penuh dengan rasa penasaran yang sangat besar lantaran ia ingin sekali mengetahui apa isi dari kota kecil yang sedang di pegang olehnya.
"Apa yang sekarang sedang di lakukan si tukang tidur itu??? Astaga, beraninya dia menyentuh kotak kecil berwarna merah maroon milik Viola!!! Awas saja kalau sampai dia berani membukanya!!! Aku akan langsung mendatanginya, lalu aku akan memakannya hidup-hidup!!!, ucap Kevin semakin meradang.
Di tempat yang berbeda, Kevin semakin meradang dengan perbuatan yang dilakukan oleh asisten pribadinya dan ingin sekali rasanya Kevin segera datang kembali ke apartemennya lantaran jiwanya sangat menggebu-gebu ingin sekali segera memecatnya.
"Awas saja kalau dia benar-benar membuka kotak itu??? Tidak akan aku maafkan, sekalipun dia menangis darah di hadapanku!!!", gerutu batin Kevin.
Detik-detik yang sangat menegangkan bagi Kevin melihat Dara yang akan membuka kotak kecil berwarna merah maroon itu dan sekaligus detik-detik yang menegangkan bagi Dara lantaran begitu penasaran ingin membuka kotak kecil yang di pegangnya..