![My Life Partner [On Going.].](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-life-partner--on-going---.webp)
"Apa maksudmu Windy berkata demikian??? Kutukanmu akhirnya menjadi kenyataan pada kami berdua", ucap Dara dalam hatinya..
Semua bersuka ria dengan pesta pernikahan sahabat mereka. Di saat mereka berempat yakni Dara, Kevin, Windy dan Aldo sedang saling berbincang-bincang, tiba-tiba obrolan mereka berempat terhenti ketika Ivan datang dan memberikan ucapan selamat kepada kedua pasangan pengantin baru yang sedang berbahagia.
Ivan pun mulai mengulurkan tangannya pada Kevin dan mereka berdua saling berjabat tangan. Kemudian setelah itu Ivan pun menjabat tangan Dara sembari menatap Dara dengan teramat sangat dalam dan terlihat penuh arti, hingga membuat Kevin untuk pertama kalinya terlihat sangat cemburu dengan sahabatnya sendiri.
"Oya Ivan, silahkan cicipi makan yang sudah di siapkan", ucap Kevin sembari melepaskan jabat tangan mereka berdua.
"Terima kasih Kevin atas tawaranmu. Dara kau terlihat sangat cantik dan mempesona hari ini, hingga aku tidak dapat mengenalimu", ucap Ivan tersenyum dan tetap menatap Dara.
"Terima kasih Aa Ivan..", ucap Dara merunduk malu.
"Ayo Ivan, Aldo ikutlah bersamaku, kita akan makan siang bersama", ucap Kevin sembari menarik lengan Ivan.
Setelah kepergian para pria itu, Windy hanya tertawa sendiri hingga membuat Dara menjadi bingung..
"Apa yang sedang kau tertawakan Windy???!!", tanya Dara bingung.
"Apa kau tadi tidak melihat reaksi dari Mas Kevin???", tanya balik Windy.
"Reaksi???!! Apa maksudmu???!!", tanya Dara semakin bingung.
"Mas Kevin sepertinya tadi cemburu lantaran kau sangat lama saat berjabat tangan dengan sahabatnya", ucap Windy tertawa.
"Apa???!! Benarkah???!!", ucap Dara merasa heran dan hampir tidak percaya.
"Aku sangat tahu seperti apa Mas Kevin itu", ucap Windy.
"Lalu apalagi yang kau ketahui tentangnya???", tanya Dara penasaran.
"Lebih baik kau mengetahuinya sendiri, karena cepat atau lambat kau pun akan segera mengetahui semuanya tentang Mas Kevin", jawab Windy tersenyum.
Perkataan Windy seperti itu semakin membuat Dara menjadi semakin penasaran, akan tetapi rasa penasaran Dara tidak ingin di tunjukkan sedikit pun didepan sahabatnya..
Di sisi lain, Kevin dan Ivan tampak mulai terlihat seperti ada ketegangan diantara mereka berdua. Tidak biasanya saat bersama mereka hanya saling terdiam tanpa adanya obrolan di antara mereka.
"Hii, apakah kalian berdua sedang sariawan.. Tidak biasanya kalian berdua seperti ini???!!", ucap Aldo.
Candaan Aldo seakan tidak di gubris oleh mereka berdua. Yang ada seketika Ivan meminta Aldo untuk meninggalkan mereka berdua karena ada hal penting yang akan dibicarakan oleh mereka. Aldo pun kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Hal sepenting apa yang ingin kau bicarakan Ivan???", tanya Kevin.
"Tentunya kau tidak lupa dengan apa yang sudah kita bicarakan beberapa hari yang lalu.. Apakah ini bentuk pengkhianatanmu terhadap persahabatan kita???!!", tanya balik Ivan.
"Apa maksudmu???", tanya kembali Kevin.
"Apakah kau sebodoh itu tidak mengerti dengan pertanyaanku? Aku rasa perkataanku sudah sangat jelas. Kau tahu bahwa aku sangat mencintainya, tetapi kenapa hari ini kau membuktikan pengkhianatan persahabatan kita.", ucap Ivan kesal.
"Iya, aku masih sangat mengingatnya. Asal kau tahu, aku pun baru saja mengetahuinya Ivan. Seakan kedua orang tuaku mempermainkan kehidupanku selama ini", jawab Kevin.
"Apakah itu mungkin bagi seorang Kevin Abraham bisa terlambat untuk mengetahui semua ini???!!", tanya Ivan tidak percaya.
"Mana mungkin sahabatnya berkhianat dengan sahabatnya sendiri??? Apakah seorang sahabatnya sendiri tidak percaya dengan perkataan dari persahabatan ini???", tanya balik Kevin.
Mereka berdua semakin bersitegang dengan perdebatan di antara mereka sehingga keluarga dan para tamu undangan menjadi berpusat kepada mereka berdua, syukurlah disaat yang tepat Aldo dapat mengalihkan itu semua dengan aktingnya.
"Wah luar biasa, akting kalian berdua memang sangat hebat dan patut di acungi jempol.. Lihatlah semua orang yang hadir di pesta ini menjadi terkesima dengan kalian.. Beginilah ketika kedua sahabat ini saling bertemu dan berbincang-bincang. Termasuk saat mereka sedang berdebat, terlihat sangat alami dan asli bukan???!! Ayolah kita bertepuk tangan untuk akting dari kedua sahabat ini..", ucap Aldo sembari mengajak semua yang telah hadir untuk bertepuk tangan.
Semua orang yang hadir di pesta pun ikut bertepuk tangan dengan meriah, seakan terhipnotis dengan akting yang sudah diperankan oleh Kevin dan Ivan.
Setelah ketegangan sudah menghilang di antara para tamu undangan, kemudian Aldo segera menarik paksa Kevin beserta Ivan untuk pergi dari tempat itu dan berjalan menuju suatu tempat yang lebih sepi.
Sesampainya mereka disana seketika, Ivan langsung datang menghampiri Kevin dan segera menarik pakaiannya..
"Hii, Ivan apa yang ingin kau lakukan???!! Apakah kau sudah tidak waras ingin memukul sahabatmu sendiri???!!", tanya Aldo dan berusaha untuk melerainya.
"Aku masih waras dan bisa berpikir dengan jernih. Tidak mungkin aku melakukan hal ini tanpa adanya alasan yang tepat", jawab Ivan kesal.
"Biarkan saja Aldo, aku ingin lihat apa yang akan dilakukannya padaku", ucap Kevin.
"Kau jangan memperkeruh suasana Kevin..!!!", ucap Aldo.
Susana hati Ivan seakan semakin memanas hingga tangannya mulai mengepal seperti ingin memberikan bogem mentah kepada Kevin. Melihat hal itu Aldo segera mencoba menahannya, akan tetapi terlihat Ivan masih terus berusaha untuk melakukan perlawan dengan sekuat tenaganya untuk melawan pertahanan dari Aldo. Begitu kuat dan besarnya perlawanan Ivan hingga membuat Aldo menjadi tidak ada pilihan lain selain melumpuhkannya.
Dengan cepat Aldo pun membalikkan kedudukannya dengan menarik lengan Ivan dan mengunci lengannya kearah belakang, sehingga Ivan tidak bisa melakukan perlawanan sedikitpun.
"Apa yang kalian berdua inginkan???!!", tanya Aldo kesal.
"Ini urusan kami berdua Aldo!!!", ucap Kevin.
"Kalian sangat kekanak-kanakan, memalukan dengan seusia kalian masih melakukan hal seperti ini. Kalian anggap aku apa???!! Aku seniormu, sekalipun aku belum mapan dan sesukses kalian, tetapi aku masih waras bisa membedakan mana yang seharusnya aku lakukan dan mana yang tidak", ucap Aldo sangat marah.
Sejenak mereka berdua hanya terdiam tanpa adanya perlawanan apapun di antara mereka.
"Lepaskan tanganmu Aldo!!!", ucap Ivan.
"Aku akan melepaskanmu, akan tetapi kau harus berjanji terlebih dahulu Ivan tidak akan melakukan perbuatan bodoh apapun dan juga termasuk kau Kevin", ucap Aldo.
"Baiklah..!!!", ucap Kevin dan Ivan serentak.
"Kau pikir aku tidak tahu masalah apa yang sudah terjadi diantara kalian berdua. Cobalah berpikir jernih, jangan karena wanita persahabatan kalian menjadi hancur. Dalam hal ini tidak ada siapapun yang salah akan tetapi takdirlah yang menentukan semua ini", ucap Aldo.
"Kau hanya membela Kevin. Apa karena dia itu Bos mu???", tanya Ivan.
"Hentikan perkataanmu Ivan..", jawab Aldo.
"Ivan ini tidak ada kaitannya, aku tidak bisa menolak perjodohan ini", ucap Kevin.
"Kalau begitu tinggalkan dia sekarang juga demi sahabatmu..!!!", ucap Ivan.
Sontak saja Kevin langsung terbelalak mendengar perkataan Ivan, hingga membuatnya naik pitam dan kini gantian giliran Kevin lah yang terbakar amarah. Tanpa basa-basi Kevin pun langsung menghampiri Ivan dan segera menghantam wajah Ivan dengan bogem mentah yang dilanyangkannya tepat mengenai rahangnya bagian kanan.
Ivan pun seketika jatuh tersungkur ke lantai setelah mendapat pukulan yang sangat keras dari Kevin. Menyaksikan semua itu seakan membuat Aldo sakit kepala dan menjadi frustasi dengan perbuatan dari mereka yang terlalu kekanak-kanakan. Lalu kemudian Aldo pun segera menghalangi Kevin agar ia tidak kembali murka terhadap sahabatnya sendiri.
"Apa maksudmu berkata demikian??? Kau pikir pernikahan ini hanya seperti main-main. Gunakanlah akal sehatmu Ivan!!! Bukankah kau sendiri yang sudah menasehatiku untuk bersikap lebih dewasa dalam mengambil keputusan ini??? Ingatlah kembali perkataanmu??? Begitu sangat beratnya aku mengambil keputusan ini dan aku sudah sangat jauh melangkah dalam menjalani semua ini. Semenjak Ikrar Ijab Qobul itu terucapkan, perlahan aku mulai meyakini hatiku bahwa aku benar-benar telah jatuh cinta pada Nn. Dara dan sangat mencintainya, karena kini dia telah resmi menjadi istriku. Dan asal kau tahu Ivan, sampai kapanpun aku tidak akan pernah pergi meninggalkan Nn. Dara, kecuali maut yang memisahkanku dengannya. Aku harap kau dapat memahaminya Ivan..", ucap Kevin lantang.
Sejenak Ivan hanya terdiam mendengarkan semua perkataan Kevin, kemudian perlahan Ivan mulai bangkit dari keterpurukannya dan berdiri sembari memegang wajahnya yang terluka..
"Bodohnya aku, telah melakukan hal ini semua.. Aku akan pergi, sampaikan salamku pada Dara istrimu", ucap Ivan sembari berlalu pergi meninggalkan mereka berdua ditempat itu..
Setelah kepergian Ivan.. Dari kejauhan Kevin terus memperhatikan langkah Ivan yang terlihat sangat lemah tidak berdaya..
"Maafkan aku sobat, aku harus melakukan hal ini padamu karena aku mulai memahami hatiku sendiri bahwa aku benar-benar telah jatuh cinta dengan istriku sendiri dan aku tidak ingin siapapun merebutnya dari sisiku", ucap Kevin dalam hatinya.
"Kevin rapihkanlah pakaianmu dan kemudian segera kau kembali ke pesta pernikahanmu", perintah Aldo.
"Baiklah aku akan pergi kesana. Terima kasih Aldo karena telah menolongku. Aku harap kau jangan menceritakan tentang hal ini kepada siapapun", ucap Kevin.
"Kita bersahabat sudah sangat lama Kevin dan perkelahianmu dengan Ivan bukanlah kali pertama, karena hal itulah aku jadi ikut berlatih Taekwondo agar disaat kalian berdua berkelahi aku bisa melerai perkelahian di antara kalian. Selalu saja terjadi cinta segitiga diantara kalian berdua.. Tapi baru kali ini aku melihat Ivan seperti itu, setahuku diantara kita bertiga yang paling berpikir sehat dan jernih hanyalah Ivan, dia sangat mampu menahan semua emosi jiwanya akan tetapi hari ini dia sangat jauh berbeda dari biasanya", ucap Aldo sembari menarik nafasnya.
Sepanjang perjalanannya menuju tempat pesta, Kevin mulai memikirkan semua yang sudah di katakan oleh Aldo. Kevin pun berjalan seperti tanpa arah yang benar, hingga tanpa di sengaja ia tiba-tiba menabrakkan diri pada seorang wanita yang tepat berdiri di hadapannya dan sampai hampir saja terjatuh..
Melihat di depan matanya seperti ada wanita yang ingin terjatuh dengan sigapnya Kevin pun langsung menahan tubuhnya.. Dengan erat Kevin melingkarkan lengannya tepat di pinggangnya yang ramping, akan tetapi seketika wanita itu langsung marah kepadanya..
"Dasar kurang ajar, berengsek..!!!", ucap wanita itu dan seakan tangannya ingin menampar wajah Kevin.
Dengan sigapnya Kevin pun menahan tangan wanita itu.. Sesaat setelah itu Kevin tersadar ternyata wanita yang telah di tabrak olehnya adalah Dara istrinya sendiri..
"Nona, kenapa kau ingin sekali menyentuh wajahku??? Semua ini sudah menjadi milikmu dan kapanpun kau ingin menyentuhnya, aku akan memberikannya padamu dengan senang hati", ucap Kevin dan tetap memeluk tubuh Dara.
Sontak saja Dara sangat terkejut mendengar perkataannya dan sekaligus terkejut saat melihat ternyata dihadapannya adalah Kevin suaminya. Dara pun mencoba melepaskan pelukan Kevin akan tetapi begitu sangat sulitnya..
"Istriku tentunya kau masih ingat bukan, dengan pertemuan kita untuk pertama kalinya???!! Dengan posisi seperti ini aku telah mencium bibir mungilmu. Apakah kau ingin mengulanginya kembali kenangan itu???", tanya Kevin tersenyum.
"Jangan pernah kau lakukan itu, kalau tidak aku akan berteriak??!", ancam Dara.
"Berteriaklah sesukamu karena itu akan sangat memudahkanku untuk mengundang para tamu agar mereka semua dapat menyaksikan kemesraan dari kita berdua", ucap Kevin.
"Tidak.. Aku tidak mau.. Tidak..!!!", ucap Dara histeris.
"Hei Nona.. Apa maksudmu tidak???!! Apakah kau sedang melamun di tengah pesta seramai ini???!!", tanya Kevin curiga.
"Oh ya ampun, syukurlah ternyata itu hanya khayalanku saja", ucap Dara lega dalam hatinya.
"Oh tidak ada apa-apa", ucap kembali Dara tersenyum dengan memperlihatkan lesung pipi kanannya yang manis.
"Oya, istriku aku sangat tidak sabar menunggu hingga nanti malam.. Kita akan melewati malam bersama untuk pertama kalinya", ucap Kevin seraya membisikan di telinganya..
Sontak saja Dara benar-benar sangat terkejut dengan perkataan Kevin seperti itu padanya dan dengan cepat Dara pun mencoba mendorong tubuh Kevin agar ia bisa lepas dari jeratannya dan segera pergi dari tempat itu akan tetapi sebaliknya hal itu malah membuat Dara menjadi hampir saja terjatuh, akan tetapi syukurlah Kevin kembali menyelamatkannya dengan sigap sehingga ia tidak jadi terjatuh.
Sembari memegang tubuh Dara, Kevin pun menatap mata Dara dengan sangat dalam dan berarti.. Dan mereka berdua pun saling tatap menatap satu sama lain, yang seakan-akan disana seperti hanya ada mereka berdua..
...Hii Reader jangan lupa beri dukungan untuk Author ya biar semakin semangat lanjutkan ceritanya.....