My Life Partner [On Going.].

My Life Partner [On Going.].
#37. Salah Faham



"Tapi tunggu dulu, sepertinya aku mengenali pria ini??? Apakah mungkin dia adalah seorang pria yang sudah aku kenali???!!", tanya batin Kevin..


Setelah menempuh perjalanan yang panjang, Kevin pun tiba di kediamannya. Sesampainya disana ia langsung mencari keberadaan istrinya di dalam rumah akan tetapi ia belum menemukannya di setiap sudut ruangan.


Kediamannya tampak tak berpenghuni, hingga Kevin melempar tasnya kesembarang tempat dan kemudian langsung merebahkan tubuhnya kesebuah sofa yang berada diruang tamu sembari berdecak kesal lantaran ia tidak mendapati istrinya didalam rumah.


"Kemana perginya dia??? Kenapa dia tidak memberitahuku??? Ponselnya pun masih belum aktif!!! Menyebalkan!!!", keluh Kevin.


Begitu lelahnya Kevin hingga ia mulai memejamkan kedua matanya di sofa. Disaat Kevin akan mulai tertidur seketika saja ada belaian lembut yang menyentuh wajahnya, sehingga membuat kedua mata Kevin kembali terbuka. Dilihat olehnya sang istri tercinta yang sedang tersenyum ke padanya, namun Kevin pun mengabaikannya sembari menyingkirkan tangan Dara dengan kasar lantaran ia masih sangat kesal dengan apa yang telah terjadi hari ini.


"Sayang, kau sudah pulang??? Bukankah kau akan pulang besok??? Kenapa tidak memberiku kabar terlebih dahulu???", tanya Dara.


"Kau pasti sangat terkejut lantaran aku kembali ke Jakarta secepat ini!!!", batin Kevin.


"Aku sudah berkali-kali menghubungimu tetapi ponselmu selalu tidak aktif!!! Ada apa dengan ponselmu???!!", tanya Kevin penuh curiga.


"Astaghfirullah.. Maaf sayang aku sampai lupa memberitahukanmu bahwa ponselku rusak karena tadi pagi saat sedang mencuci baju tidak sengaja ponselku terjatuh kedalam ember yang berisi air", jawab Dara tersenyum penuh sesal.


"Hah, alasan saja!!! Sayang kau sekarang sudah mulai berbohong padaku!!!", gerutu batin Kevin kesal.


"Lalu tadi kau berada dimana??? Aku tadi mencarimu di setiap sudut ruangan tetapi aku tidak menemukanmu???", tanya Kevin.


"Cuaca sudah mulai mendung seperti ingin turun hujan jadi aku mengangkat jemuran di lantai atas", jawab Dara.


"Oya sayang apakah kau ingin aku siapkan makanan???", tanya kembali Dara.


"Tidak perlu, tadi aku sudah makan saat di pesawat. Aku sangat lelah dan butuh istirahat", jawab Kevin ketus.


Dengan wajah yang masih terlihat sangat kesal, Kevin pun melangkah pergi meninggalkan istrinya disana sendiri. Kini hati Dara lah yang diselimuti penuh dengan kebingungan lantaran sikap suaminya yang seketika berbeda terhadapnya setelah kepulangannya dari Batam.


"Mas Kevin apa yang telah terjadi padamu??? Kenapa sikapmu tiba-tiba sangat berbeda seperti ini??? Apa yang salah didiriku???!!!", tanya batin Dara.


Sikap suaminya yang sangat berbeda dari biasanya seakan membuat Dara semakin bingung tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi pada suaminya. Tetapi ia pun berusaha untuk menampik semua perubahan dari suaminya itu.


Didalam kamar tidur terlihat Kevin sedang tertidur pulas seusainya ia mandi dan shalat Ashar, hal tersebut terlihat dari handuk yang basah dan sajadah yang tergeletak di atas nakas. Dara pun menghampiri suaminya yang tertidur pulas sembari memebentangkan selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Mungkin Mas Kevin terlalu lelah dengan semua pekerjaannya, sehingga sikapnya sangat berbeda hari ini. Semoga setelah kau bangun tidur nanti, suasana hatimu bisa jauh lebih baik", gumam Dara tersenyum sembari menyelimuti suaminya.


Di sore harinya Dara mulai kembali dengan aktivitasnya memasak di dapur untuk makan malam. Ia pun tetap melakukan tugasnya sebagai istri dengan menyediakan makanan yang sehat dan bergizi untuk suaminya. Saat ia sedang di dapur seketika saja kepalanya menjadi sakit, lalu ia pun segera mematikan kompor dan sejenak menghentikan aktivitasnya memasak.


"Ya Allah, ada apa dengan kepalaku???", gumam Dara sembari duduk dikursi meja makan.


Setelah rasa sakit dikepalanya sudah mulai mereda, lalu kemudian Dara pun melanjutkan kembali memasak di dapur hingga Adzan Maghrib berkumandang.


Seiring Adzan Maghrib selesai berkumandang, Kevin pun terbangun dari pembaringannya. Kevin seakan masih berat untuk membuka kedua matanya, akan tetapi ia tidak ingin meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim untuk melaksanakan sholat 5 waktu.


Seusainya Kevin mengambil air wudhu, tampak didalam kamar Dara masih belum terlihat. Ia pun memandangi jam dinding yang terus berdetak dan berputar, hingga 10 menit telah berlalu namun istrinya tercinta belum kunjung datang untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah.


"Sayang, apakah kau sengaja menghindariku??? Sial, mengapa aku masih mengingat semua itu??? Aku kira setelah bangun tidur, semua hal itu lenyap dari benakku!!! Astaghfirullah alazim, semoga setelah aku sholat Maghrib pikiranku bisa lebih tenang", batin Kevin berharap.


Tak seberapa lama Dara pun datang kedalam kamar tidurnya dan di dapati suami tercinta sedang melaksanakan sholat Maghrib, ia hanya tersenyum melihat satu sajadah yang telah terhampar manis tepat di samping suaminya, berserta mukena yang terlipat rapih diatasnya.


"Alhamdulillah setelah sebulan pernikahan kita, kau sudah sangat lebih baik Mas dalam beribadah. Mas Kevin adalah imam ku yang terbaik yang telah Allah SWT kirimkan untukku", batin Dara tersenyum penuh haru.


Dara pun menghampiri suaminya sembari meraih mukena yang telah disiapkan olehnya dan lalu kemudian segera mengenakan mukenanya untuk memulai sholat Maghrib berjamaah bersama suaminya.


Setelah selesai melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, Dara pun mengulurkan tangannya pada sang suami yang telah mengimami sholat mereka. Sesaat Kevin hanya terdiam sembari memandang wajah istrinya dengan perasaan yang masih berkecamuk dan tak seberapa lama akhirnya ia pun meraih tangan istrinya, lalu kemudian Dara pun mulai mencium punggung tangan suaminya dengan penuh kerendahan hatinya.


"Apakah mungkin istri Solehah sepertinya mampu berselingkuh dibelakang suaminya??? Ya Allah berikanlah hambamu ini petunjuk", batin Kevin memohon.


"Sayang makan malam sudah tersaji di meja makan, apakah kau ingin makan malam sekarang??? Atau setelah kita selesai membaca Al Qur'an bersama???", tanya Dara sembari meletakan Al Qur'an di atas tangannya.p


"Aku tidak lapar", jawab Kevin singkat.


Melihat suasana hati suaminya yang masih belum membaik, Dara menjadi enggan bertanya apa pun lagi padanya. Dara lebih memilih diam dan memulai membaca Al Qur'an bersama-sama.


Setelah selesai membaca Al Qur'an, mereka berdua pun berwudhu kembali dan kemudian dilanjutkan melaksanakan sholat Isya secara berjamaah.


"Sayang, mari kita makan malam bersama!!! Aku sudah membuat makanan kesukaanmu loh!!!", ajak Dara tersenyum sembari melipat sajadah dan mukenanya.


"Kau saja yang makan duluan karena aku masih kenyang", jawab Kevin sembari melepaskan peci dan kain sarung yang dikenakannya.


Mendengarkan pertanyaan dari istrinya, Kevin hanya menatapnya dengan nanar dan penuh rasa curiga terhadapnya. Ia pun hanya terdiam, tidak menjawab sepatah kata pun pertanyaan yang telah terlontar dari istrinya.


"Mas Kevin, lihat aku??? Apakah ada kesalahan atau kekeliruan yang telah aku lakukan padamu???", tanya Dara penuh dengan kebingungan dalam hatinya.


"Nona apa saja yang telah kau lakukan pagi ini selagi aku tidak berada di rumah???!!", tanya Kevin penuh curiga.


"Maksud Mas Kevin???", tanya Dara.


"Pertanyaanku sudah cukup jelas, bukan!!!", ucap Kevin dengan nada tinggi.


"Astaghfirullah alazim, Mas Kevin ada apa yang sebenarnya telah terjadi??? Mas Kevin bisa jelaskan padaku secara baik-baik, tidak dengan cara seperti ini!!!", ucap Dara sembari menarik nafas panjang.


"Astaghfirullah alazim", ucap Kevin sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


"Aku rasa selama ini kau sudah sangat memahamiku. Aku tidak suka membuang-buang waktu dengan urusan yang tidak penting dan termasuk kebohongan apa pun!!!", ucap kembali Kevin mulai meradang.


"Maksud Mas Kevin apa??? Lalu kebohongan tentang apa???", tanya Dara.


"Tadi pagi kau kemana dan pergi dengan siapa??? Katakan saja yang sejujurnya!!!", tanya Kevin geram.


"Deg..!!!".


"Aku tidak akan pernah pergi kemanapun tanpa seizin dari mu. Hari ini aku hanya dirumah dan membersihkan kamar kosong yang berada di lantai atas", jawab Dara terbata-bata dengan merundukkan kepalanya.


"Kenapa kau merundukkan kepalamu, apakah itu jawaban palsu dari mu??? Tatap mataku??? Nona, aku amat sangat mencintai dan menyayangimu, sedikit pun aku tidak ingin ada kebohongan apa pun diantara kita berdua. Jika ada sesuatu kesalahan, keliruan atau pun kekurangan yang aku miliki, aku minta maaf padamu", ucap Kevin sembari mengenggam kedua tangan istrinya.


Mendengarkan semua perkataannya itu Dara hanya terdiam membisu, lalu tampak di kedua pelupuk matanya butiran bening itu mulai terjatuh membasahi kedua pipinya. Melihat hal itu Kevin pun langsung memeluk istrinya dengan erat, lantaran ia tidak dapat melihat wanita yang sangat dicintainya itu menangis dihadapananya.


"Maafkan aku sayang, jika semua perkataanku ini melukai hatimu", sesal Kevin.


Disaat yang bersamaan seketika saja seluruh tubuh Dara menjadi terasa lemas dan seperti ingin terjatuh, dengan sigapnya Kevin pun segera menahan tubuh istrinya agar tidak terjatuh.


"Sayang, kau kenapa???", tanya Kevin panik sembari tetap memeluk istrinya dengan erat.


"Aku tidak apa-apa sayang, kau tidak perlu mencemaskan keadaanku", jawab Dara tersenyum.


Kevin pun segera merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang sembari menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Sayang apakah kau sedang sakit??? Wajahmu terlihat sangat pucat!!!, ucap Kevin cemas dengan menggenggam kedua tangan istrinya.


"Aku hanya sedikit sakit kepala saja. Mas Kevin jangan terlalu cemas, aku baik-baik saja", ucap Dara sembari membalas genggaman erat tangan suaminya.


Melihat keadaan istrinya yang lemah tak berdaya, kini Kevin pun enggan untuk memperpanjang masalah ini.


"Aku tidak akan memperpanjang masalah ini lagi dan aku anggap ini hanyalah salah faham saja diantara kita. Karena aku sangat yakin dan percaya bahwa kau tidak akan pernah melakukan hal itu padaku, sayang", batin Kevin.


Lalu kemudian Kevin pun pergi ke dapur untuk membawakan sepiring nasi beserta lauk pauk dan segelas air minum yang akan diberikan pada sang istri tercinta.


Dengan telaten kevin pun menyuapi istrinya dengan perlahan-lahan. Terlihat begitu sangat perhatianya sang suami terhadapnya, hingga Dara memandang suaminya penuh dengan haru lantaran kasih sayang yang diberikan olehnya ternyata sangat besar melebihi dirinya sendiri.


"Sayang, setelah makan kau minum obat sakit kepala dan vitamin ini ya???", ucap Kevin sembari membelai rambut indah istrinya.


Dara hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia setuju dengan permintaan dari suaminya.


Seusainya Dara meminum obat yang diberikan oleh suaminya, perlahan ia pun mulai tertidur tepat disampingnya. Melihat wajah istrinya yang terlihat sangat lelah dan masih tampak pucat Kevin pun dengan setianya mendampingi istrinya hingga ia tertidur pulas.


"Ya Allah jika semua ini hanyalah salah faham di antara kami berdua, tolong berilah hambamu ini petunjuk dan berikanlah istriku kesembuhan", batin Kevin memohon sembari mengecup kening istrinya yang tengah tertidur.


Kini amarah dan kecurigaan Kevin pun perlahan mulai menghilang seiring dengan melihat keadaan istrinya yang sedang tertidur lemah dan tak berdaya.


Seakan rasa penyesalan terhadap istrinya pun muncul dalam hatinya, ketika Kevin melihat kamar kosong yang berada di lantai atas sudah terlihat lebih rapih dan bersih.


"Sayang maafkan aku karena telah tidak mempercayaimu", sesal Kevin.


Rasa penyesalan Kevin semakin membuatnya terasa sesak dan sulit untuk bernafas, lantaran ia tidak percaya dengan perkataan dari istrinya sendiri hingga membuatnya sampai menitikan air mata dan jatuh sakit.


Kevin bgitu sangat mencintai istrinya, sehingga ia pun berusaha untuk memperbaiki semua kesalahan dan keliruan ini dengan caranya sendiri..


"Esok hari aku akan ambil cuti untuk menemanimu sayang dan sekaligus menebus semua kesalahanku ini. Aku berjanji aku tidak akan semudah itu untuk percaya lagi dengan perkataan orang lain", janji Kevin..